-->
w
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Desa Harapan Sudirman No. 71A Duri Riau 28884 |
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan




Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku



Popular Post

Tampilkan postingan dengan label ALIRAN SESAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ALIRAN SESAT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Maret 2011

1001 KESESATAN AHMADIYAH

Dalam sebuah milis ( Thu Jun 22, 2006 8:34 am )
seorang yang mengaku bernama H.Nadri Saaduddin,
Warga Payakumbuh Sumbar menulis tentang Ahmadiyah,
tidak diketahui apa maksud Milis tersebut ?
Pembelaan entah apa.. ???
karena isinya hanya berupa Paparan Buku si Nabi Palsu tsb !
Nabi dan Rasul punya MUKJIZAT,
yang tidak dimiliki si Manusia Sesat ini..
Sihir beda dengan Mukjizat,
Karena sampai zaman sekarang sihir tetap ada,
dan Sihir bersekutu dengan Iblis dan Syaithan..

Disini kelihatan " kebodohan " pengikut aliran ini kenapa ?
Kalau memang si Mirza Ghulam Ahmad tsb Imam Mahdi,
mana Nabi Isa as. yang diImaminya Shalat ?
Mana Dajjal yang ada tulisan " Kafir " dikeningnya dan
punya mata satu yang dibunuh Nabi Isa as tsb ?
Kok si Imam Mahdinya sudah mati ?
Padahal dalam Hadits Shahih dinyatakan bahwa
" Nabi Isa meninggal setelah 40tahun tinggal di Bumi,
dan telah membunuh Dajjal serta telah membunuh Babi, mematahkan salib,
memerangi semua Agama Syirik ( selain Islam )"
Buktinya malah sebaliknya Si Mirza Ghulam Ahmad Dajjalun Kazzabun Gila tsb
malah yang menjadi Kaki Tangan Inggris ( Penjajah Kafir ) dan dari Riwayat hidupnya
malah seolah-olah menjadi Pahlawan bagi semua Agama ???
Seterusnya DALAM TULISAN SI MIRZA STRESS tersebut
banyak hal SESAT yang mendakwa dirinya adalah Sosok 2 in 1
( kayak Shampoo nih.. sepertinya Iklan2 Shampoo yang meniru ya :-)
karena Mbah Mirza adanya di tahun 1800an )
Mirza mengaku sebagai Isa as sekaligus Imam Mahdi..
Betul2 tidak waras si Mirza Ghulam Ahmad ini terutama Pengikutnya...
Mengaku pula turunan Rasulullah SAW,
sama saja macam Darul Arqam Malaysia dimana Si Pemimpinnya mengaku sebagai Imam Mahdi dan sebagai turunan Rasulullah SAW.
Perlu dicatat bahwa Imam Mahdi adalah Turunan Quraisy dan bukan orang India macam si Mirza dan para Nabi Palsu yang banyak muncul sekarang ini.. 
Hebatnya Indonesia adalah banyak lahir disini Nabi Palsu dan negara Subur dengan Aliran sesat..

JIKA ADA PEMBACA POSTINGAN INI YANG TIDAK SENANG DENGAN POSTINGAN INI SILAHKAN HUBUNGI REDAKSI, ADA 1001 DALIL KESESATAN AHMADIYAH BERIKUT BANYAK VIDEO CERAMAH PARA ULAMA TENTANG SESATNYA ALIRAN CIPTAAN
" KAFIR INGGRIS " PADA ZAMAN KOLONIALISME INI..  

Akhirnya Redaksi dapatkan bahwa H.Nadri Saaduddin betul2 adalah Pentolan Ahmadiyah,
Bahkan di beberapa Web Redaksi dapatkan bahwa Pihak luar Islam sangat senang dengan Tulisan dan Postingan Orang Ahmadiyah yang bisa Pergi Haji ini ( padahal Saudi telah larang ! )
Berikut data yang didapat Redaksi :

http://z7.invisionfree.com/AHMADIYAH/index.php?showtopic=15 ( Tulisan, Rangkuman Mail )

http://www.alislam.org/ ( Website Ahmadiyah )

http://www.mail-archive.com/syiar-islam@yahoogroups.com/msg03952.html ( Mail )

http://www.mail-archive.com/proletar@yahoogroups.com/msg22600.html ( Mail )

http://id.wikipedia.org/wiki/Maulana_Rahmat_Ali ( Sejarah Tokoh Ahmadiyah )

http://www.opensubscriber.com/message/mediacare@yahoogroups.com/4912584.html ( Mail )

http://ahmadiyya.org/ ( Website Ahmadiyah )

Berikut isi postingan " H.Nadri Saaduddin " tsb :

Pengakuan Pendiri Jema'at Ahmadiyah dalam perkataannya sendiri

Dalam sebuah bukunya FATHI ISLAM (Kemenangan Islam), mungkin inilah bukunya yang pertama kali dimana Mirza Ghulam Ahmad membentangkan pengakuannya secara terperinci sebagaimana dijelaskan oleh kutipan berikut ini:

" Aku diutus dengan cara yang serupa dengan cara orang dari Tuhan itu (yakni Isa) diutus sesudah perkataan Tuhan (yakni Musa) dalam masa pemerintahan Herodias. Maka ketika "perkataan Tuhan" yang kedua , yang sebenarnya adalah yang terutama dan penghulu dari nabi-nabi (yakni Muhammad SAW) muncul untuk menghancurkan Firaun-firaun kedua, yang tentang dirinya telah ditulis :

" Sesungguhnya Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul , seorang saksi terhadapmu, sebagaimana kami telah kirimkan kepada Firaun" (73:15), baginya
(Muhammad SAW) juga yang merupakan padanan Musa dalam kebanyakan kegiatannya, tetapi lebih tinggi dalam martabat dan kemuliaan, telah dibuat sebuah janji mengenai padanan Al-Masih, yang akan mewarisi sifat-sifat , tanda-tanda dan ciri-ciri Putera Maryam yang datang pada abad yang sama dan sesudah jangka waktu yang sama dengan yang yang sudah berlalu diantara pemunculan "perkataan Tuhan" yang pertama ( yakni Musa ) dan pemunculan Al-Masih putera Maryam , yakni dalam abad keempat belas. Dan turun itu hanya secara rohani , persis seperti orang-orang sempurna sesudah kenaikan mereka turun untuk perbaikan manusia. Dan padanan Al-Masih itu (yakni Penulis ini ...maksudnya Mirza Ghulam Ahmad) telah turun kebumi dalam abad yang dalam segala hal menyerupai abad diwaktu mana Al-Masih Putera Maryam telah turun, sehingga hal itu dapat menjadi tanda bagi orang-orang yang mempunyai pengertian".(Triumph of Islam ,Guardian Press, Madras, 1923 hal. 15-17).

Kemudian Mirza Ghulam Ahmad memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bagian terakhir dari perkataan diatas:

“ Karena Nabi Muhammad SAW telah menubuwatkan bahwa kepada pengikut-pengikutnya ‘akan datang masa yang serupa benar dalam segala hal dengan masa kaum Yahudi, dan bahwa mereka akan melakukan segala-galanya yang telah dilakukan orang-orang Yahudi dalam masa mereka, demikian halnya sehingga kalau orang-orang Yahudi telah masuk kedalam lobang biawak, pengikut-pengikutnya (..maksudnya umat Nabi Muhammad SAW) juga akan masuk kedalam lobang itu. Maka dalam masa itu akan lahir dari garis keturunan Persia seorang guru agama , dan sekiranya iman telah terbang ke bintang Suraya , ia akan mengambilnya ‘. Ini adalah nubuwatan Nabi Muhammad SAW yang kebenarannya telah dinyatakan kepada hamba yang lemah ini dengan perantaraan wahyu....”.

Mengenai perkataan “nuzul” (turun) yang sering digunakan berbagai hadits dalam hubungan dengan kedatangan Al-Masih, Mirza Ghulam Ahmad menulis yang berikut ini dalam pengantar dari bukunya “ Khutbah Ilhamiyah “ (khotbah yang diilhamkan) yang diberikannya dalam rangka Idul Adha pada tahun 1900... (khutbah ini tidak dipersiapkan dan sebagaimana katanya...atas perintah Tuhan dalam bahasa Arab.....ketika diucapkan , dicatat oleh beberapa pengikutnya):

"Hendaklah kamu ketahui bahwa perkataan "nuzul" dipilih untuk Masih Mau'ud karena dua alasan:

1. untuk membuktikan bahwa alat-alat pendekatan duniawi sudah terputus, yaitu pemerintahan, kepemimpinan dan penggunaan senjata dalam kerajaan dimana dia dibangkitkan oleh Tuhan Keesaan , supaya itu menjadi isyarat dari kenyataan bahwa Masih Mau’ud akan muncul hanya dalam satu kerajaan dimana Islam tidak punya kekuasaan dan kaum Muslim tidak punya kekutan, dan bersama-sama dengan ini mereka akan bangun menyangkalnya dan ingin hendak memadamkan cahaya dan rahmat Allah yang akan pembantu-pembantunya, sehingga Al-Masih akan dibantu hanya oleh Tuhan Dari Langit , dan tak ada restu baginya dari kerajaan-kerajaan bumi, penduduk dari negara, dan orang-orang yang berkuasa, dan bahwa ia tidak akan menggunakan pedang atau tombak , sehingga ia seolah-olah akan turun dari langit , dan Allah sendiri yang membantunya dan datang menolongnya.

2. untuk mempertunjukkan kemasyhuran Al-masih dalam waktu yang secepat-cepatnya disemua negeri, karena suatu barang yang turun dari langit terlihat oleh setiap orang - yang berada dekat atau jauh- dan dari sisi-sisinya (bumi) dan dari bagian -bagian tengahnya,dan ia kan dilihat seperti datangnya kilat dari suatu suatu sisi kesisi lainnya, sampai ia meliputi semua bagian sebagai suatu lingkaran” (Khutbah Ilhamiyah, Diyaul Islam, Qadian, 1319 H, catatan kaki).

Mengenai dasar pengakuannya Mirza Ghulam Ahmad berkata dalam suatu konteks yang lain:

“Sebagian orang menyangka bahwa nubuwatan tentang kedatangan Masih Mau’ud hanya terdapat dalam hadits-hadits dan tidak dalam Al-Qur’an , dan karena itu mereka menuntut bukti untuk itu dari Sabda Tuhan.... dalam Surah Tahrim (66:11) diisyaratkan bahwa beberapa orang dari kalangan Muslim (akan memperoleh martabat) ibnu Maryam, karena dalam surah itu mula-mula orang beriman diumpamakan Siti Maryam dan sesudah itu disebutkan peniupan ruh kedalamnya (yakni orang beriman seperti Siti Maryam). Ini menunjukkan bahwa orang beriman yang melaksanakan perintah-perintah Tuhan dengan sepenuhnya, dan membuat diri mereka seperti Siti Maryam , akan diberi ganjaran oleh Tuhan dengan dibuat menjadi Al-Masih.” (Dalam sebuah pidato diberikan di Lahore pada 3 September 1904, dikutip oleh Abdus Salam Madsen dari Islam and its Comparison with other Religions , Anjuman Tarraqi Islam, Sakkandarabad, cet 9, tanpa tahun , hal 137).

Dalam berapa kalangan terutama sekali di lingkungan musuh-musuh Jemaat Ahmadiyah, terdapat pendapat bahwa bahwa pengakuan-pengakuan Mirza Ghulam Ahmad adalah proses berangsur-angsur dari ulah yang bertambah-tambah (mula-mula mengaku mujaddid, lalu Al-Masih , kemudian Nabi dan lain-lainnya ; umpamanya lihat M.E. Burney: Qadiani Movement , Maki Publ. Durban , 1955, hal XV), tetapi dalam pernyataannya yang pertama mengenai pengakuannya dalam Barahin Ahmadiyah dalam tahun 1880 (yang disiarkan juga berupa pamflet khusus) kita membaca:

“ Pengarang ini telah menerima pemberitahuan dari Tuhan bahwa ia adalah mujaddid dari masa kita dan bahwa secara ruhani ia mempunyai kesamaan paling besar dengan Al-Masih Ibnu Maryam.” (Kutipan terjemahaan Barahin Ahmadiyah dari Mir Mas’ud Ahmad , bekas muballigh Ahmadiyah di Scandinavia).


Dalam buku Khutbah Ilhamiyah yang sudah disebutkan itu ia menulis:

"Tidakkah engkau lihat kedua gerakan yang bersamaan itu atau keputusasaan telah begitu menguasaimu sehingga kamu tidak melihat? Dan kamu mengatakan bahwa tak ada disebutkan Masih Mau'ud dalam Al- Qur'an , dan sesungguhnya Al-Qur'an banyak menyebutkannya, tetapi kamu tidak melihat .. Dan kedatanganku sebagai mata rantai terakhir dari penggantian Muhammad SAW, adalah hanya penyempurnaan persamaan ini" (dari rantai Musa dan Muhammad ). Cukup jelas bahwa adalah ayat Al-Qur'an; " Allah telah menjanjikan kepada orang-orang dari antara kamu yang beriman dan berbuat amal saleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka khalifah-khalifah dimuka bumi ini, sebagimana Dia telah menjadikan khalifah-khalifah sebelum kamu....."(24:55) yang melatar belakangi maksud terutama dari argumentasi diatas.

Mengenai Mahdi, Mirza Ghulam Ahmad menulis,

“ Sekiranya kamu menolak aku maka tolaklah hadits-hadits Nabi Muhammad yang mengatakan bahwa Masih Mau’ud akan mempunyai persamaan jasmani dan ruhani yang demikian besar dengan tuannya sehingga ia akan dikenal dengan nama-nama yang dengannya dikenal Nabi Muhammad SAW, yakni ia akan dipanggilkan Muhammad dan Ahmad dan menjadi ahli bait beliau. (A Misunderstanding Removed, hal 14).

Pada suatu catatan kaki dari bagian tulisan ini ada tertulis: "Secara historis telah dibuktikan bahwa seorang leluhur dari aku adalah keturunan Syyid, keturunan Fatimah puteri Nabi Muhammmad SAW." (ibid).

Ketika orang-orang Muslim Mainstream ini membantah dengan mengatakan bahwa Al-Masih dan Mahdi adalah dua orang berlainan, mereka senantiasa ditangkis dengan hadits “Tiada Mahdi melainkan Isa” (Ibnu Majah).Juga ada dikemukakan bahwa Mahdi tidak disebut-sebut dalam Bukhari dan Muslim , yang dianggap membuktikan bahwa kedua sumber utama ini hanya menunggu satu orang .(lihat Muhammad Ali: Promised Messiah & Mahdi hal.32, Ahmadiyah Anjuman Ishaat Islam, Lahore, 1957).

Suatu perbedaan besar terdapat mengenai nubuwat Isa ibnu Maryam tentang seorang, yang namanya Ahmad. (Surat Ash Saff ayat 6).Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad berkata dalam bukunya "The Truth about the Split": " Aku berpendapat bahwa tujuan dari Nubuwat ini terutama sekali ialah Masih Mau'ud ... Tetapi Fazal Illahi Bashir dan umumnya orang-orang Ahmadi tidak mau beranjak dari pendirian mereka bahwa orang yang dinubuwatkan itu ialah Masih Mau'ud , Ahmad dan bukan nabi suci yang dikenal dengan Muhammad itu.

Demikian pula kita dapati tafsir kiasan (dan tampaknya secara ilmu bahasa mempunyai dasar) dari ungkapan-ungkapan lainnya dalam hadits yang dibicarakan . Kami kutip hadits yang paling terkenal mengenai kedatangan Al-Masih: “ Demi Dia yang jiwaku berada dalam tangan-Nya. Mungkin sekali bahwa putera Maryam akan turun ditengah-tengah kamu sebagai seorang penengah dan hakim (atau dalam versi lain: sebagai seorang imam diantara kamu) dan ia akan memecahkan salib dan membunuh babi dan meletakkan pedang.. ..... dst.” (Bukhari: Bakda al Khalq).

Buku-buku Ahmadiyah penuh dengan keterangan-keterangan bahwa “memecahkan salib” berarti membantah ajaran-ajaran Kristen yang salah, “membunuh babi” berarti membasmi tindakan-tindakan yang tidak bermoral dan “meletakkan pedang” menegakkan kebebasan beragama yang sempurna, dan lain-lain. Dalam perpustakan Ahmadiyah semuanya ini bisa dibaca untuk memperoleh penjelasan-penjelasan luas dan yang memberikan penerangan mengenai hal-hal ini.

*) H. Nadri Saaduddin Katanya
Pemerhati masalah sosial dan keagamaan domisili di Payakumbuh

Sumber = Situs Brengsek
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/forwarding-message-dari-milis-minangnet-t3255/

Senin, 28 Februari 2011

Revolusi Bubarkan Ahmadiyah

Selasa (01/3/2011) revolusi untuk membubarkan Ahmadiyah dimulai. Seluruh umat Islam diserukan untuk hadir dengan pakaian putih-putih dan bawa bekal menginap. Aksi longmarch akan digelar mulai pukul 13.00 WIB di Bunderan HI menuju Istana Negara. Jika Ahmadiyah tidak dibubarkan, maka massa akan menginap sampai tuntutan mereka dipenuhi. Bubarkan Ahmadiyah awal revolusi?
5 Ribu Orang Akan Turun Aksi  
Ahmadiyah harus dibubarkan karena menodai Islam dan mengakui kenabian Mirza Ghulam Ahmad. Nabi palsu ini mengaku dirinya nabi dan imam mahdi yang lebih mulia daripada Allah.
Jika Ahmadiyah tidak dibubarkan, maka massa yang melakukan apel siaga pada hari Selasa (01/3/2011) akan menginap di depan Istana Merdeka untuk mendesak pembubaran Ahmadiyah.
"Ya, kita akan menginap. Tapi nanti kita lihat situasinya," kata Humas FUI Bernard Abdul Jabbar, Senin (28/2/2011).

"Tuntutan kita hanya satu, Ahmadiyah bubar. Nggak ada tuntutan lainnya. Jumlah massa yang turun sekitar 5 ribu orang. Kita akan turun ke lapangan besok," ujarnya.
Kenapa Ahmadiyah Harus Dibubarkan?
Selain itu, menjelang Apel Siaga Umat Islam untuk Pembubaran Ahmadiyah, Forum Umat Islam (FUI) mengeluarkan maklumat "Kenapa Ahmadiyah harus dibubarkan?" Dalam maklumat terbuka akhir Rabiul Awwal 1432H itu dibeberkan beberapa alasan krusial mengapa umat Islam menuntut pembubaran Ahmadiyah.
Dalam maklumatnya, FUI menyatakan bahwa kasus-kasus bentrokan jemaat Ahmadiyah dengan umat Islam yang marak belakangan ini terjadi karena Ahmadiyah dibiarkan menyebarkan kebohongan kepada umat Islam, yakni tentang kenabian Mirza Ghulam.  Contoh yang masih hangat adalah bentrokan Ahmadiyah di Kuningan, Bogor, dan Cikeusik-Pandeglang. Dalam kasus-kasus tersebut, pemerintah melakukan pembiaran bahkan melindungi kelompok Ahmadiyah dalam menyebarkan ajaran palsunya. Pembiaran dan agresivitas misi Ahmadiyah inilah yang selama ini menyebabkan terjadinya bentrokan antara kelompok  pengikut agama palsu Ahmadiyah dengan umat Islam yang marah akibat agamanya yang asli telah dipalsukan oleh kelompok agama palsu.
Bila tidak mau membubarkan Ahmadiyah, menurut FUI, berarti Presiden SBY tidak melaksanakan tugas dan melanggar sumpah jabatan, sehingga layak untuk dimakzulkan.
"Bila presiden tetap enggan membubarkan Ahmadiyah, berarti dia akan berhadapan dengan Allah dan Rasul-Nya, dan juga berarti dia tak melaksanakan UU No1/PNPS/1965. Artinya, Presiden SBY telah  melanggar sumpah jabatannya yang membuatnya layak dimakzulkan!" pungkas FUI.
Bubarkan Ahmadiyah Menjadi Awal Revolusi ?
Akankah terjadi revolusi di Indonesia jika Ahmadiyah tidak jadi dibubarkan? Direktur An Nashr Institute, Munarman, meyakini bahwa kasus Ahmadiyah bisa menjadi faktor pendorong terjadinya revolusi di Indonesia.
 "Faktor akidah ini akan menjadi magnitude terjadinya revolusi", ujar beliau dalam acara diskusi Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (PKSK) Ke-61 di Jakarta, Kamis (24/2/2011).
Hal senada disampaikan oleh Sekjen FUI, Al Khaththath pada kesempatan yang sama.
"Jika Ahmadiyah tidak dibubarkan, maka pada awal bulan Maret, umat Islam akan memulai proses revolusinya."
Pernyataan Munarman tersebut membantah pernyataan yang dilontarkan Anggota Fraksi Demokrat Ramadhan Pohan. Menurut Pohan, revolusi di Mesir tidak akan sampai ke Indonesia. Justru sebaliknya, revolusi (baca: reformasi) Indonesialah yang telah sampai Mesir.
Sementara itu, dari balik jeruji besi, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir mendesak pemerintah agar bersikap tegas membubarkan Jemaat Ahmadiyah, karena Ahmadiyah lebih berbahaya daripada PKI.
 "Ahmadiyah harus dibubarkan. Kalau pemerintah tidak sanggup membubarkan Ahmadiyah, pemerintah saja yang harus bubar," ujar Ba'asyir dari balik terali besi saat menunggu persidangan di sel Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2011).
Kini, umat Islam akan menyaksikan dan melihat sendiri apakah Ahmadiyah yang akan dibubarkan oleh pemerintah atau pemerintahan yang akan dibubarkan oleh umat ? Wallahu'alam bis showab!

Minggu, 20 Februari 2011

KAFIR SIAPA YANG MENGATAKAN ADA NABI BARU SETELAH RASUL SAW

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta agar pemerintah dapat bersikap tegas dalam menangani masalah polemik gerakan Ahmadiyah di Indonesia. "Pemerintah hendaknya dapat mengambil tindakan tegas, jangan ragu-ragu seperti sekarang, sehingga dapat menimbulkan keresahan dan membuka peluang mengambil jalan sendiri bagi sekelompok orang mengatasinya," kata Din Syamsuddin di Palangka Raya, Kamis (17/2/2011).

Ia mengatakan, pemerintah harus mempunyai keputusan tegas, jangan selalu menunda-nunda dan membiarkan terlalu lama terhadap kasus Ahmadiyah, agar tidak lagi menimbulkan kejadian buruk yang tidak diinginkan.

Pemerintah, katanya, mempunyai wewenang untuk membubarkan Ahmadiyah ataupun memberi pilihan agar membentuk agama baru selain Islam, sehingga pengikut ajaran Ahmadiyah jangan menyantolkan diri dengan Agama Islam.

Dikemukakannya, Muhammadiyah mempunyai sikap dasar sangat tegas pada 1933, mengenai fatwa putusan majelis tarjih, yang menegaskan barang siapa baik perorangan atau kelompok yang menyakini ada nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW, maka tergolong kafir, karena ke luar dari lingkaran akidah Islam.

Meskipun demikian, ia tetap mengimbau, terhadap jamaah Ahmadiyah, agar dapat kembali pada ajaran Islam yang standar serta diakui dan diyakini oleh umat Islam sedunia, karena tidak bisa diterima jika bertentangan dengan akidah Islamiyah.

Ia sangat keberatan, jika persoalan Ahmadiyah terlalu lama dibiarkan dan tidak ada kepastian tegas dari pemerintah, bisa menjadikan akidah Islam, diobrak-abrik oleh kelompok orang yang menamakan dirinya Islam.

Akan tetapi ia juga tidak setuju, kalau sampai ada tindak kekerasan terhadap Ahmadiyah, karena alangkah lebih bagus jika dilakukan dakwah, untuk mengajak dan merangkul para jamaahnya kembali pada akidah Islam yang tidak bertentangan.

Terkait wacana adanya penggulingan terhadap presiden, Din Syamsuddin menilai hanya reaksi emosional dari Front Pembela Islam (FPI), karena tersinggung pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kupang belum lama ini yang meminta Kapolri untuk membubarkan organisasi masyarakat (ormas) yang bersifat anarkis.

"Saya melihat sebagai reaksi emosional, karena selama ini citra anarkis sering dialamatkan pada FPI," ujarnya.

Dikatakannya, dalam UUD 1945 pembubaran sebuah ormas tidak boleh dilakukan semena-mena, karena dianggap melanggar konstitusi dan Hak Asasi Manusia (HAM), terutama hak berserikat bagi warga negara.

Untuk itu ia meminta sebaiknya pemerintah dalam hal ini presiden, jangan mudah mengeluarkan perkataan bernuansa tuduhan seperti yang dilakukan, karena substansi yang dimaksud anarkis tidak hanya kekerasan fisik saja, akan tetapi bisa dari kekerasan verbal atau kata-kata.

"Saya mengimbau semua pihak untuk mengendalikan diri dan menghentikan tindak kekerasan atas nama apapun terhadap siapapun," tegasnya.

PELANGGARAN AHMADIYAH

Indah (namanya disamarkan), warga Condet Jakarta Timur, tak menyangka bila dirinya sempat dibujuk dan diajak untuk mengikuti pengajian Ahmadiyah oleh seorang tetangga dekatnya. Peristiwa yang dialaminya ini terjadi dua tahun silam. “Saya tak menyangka kalau dia (tetangga yang mengajaknya) adalah anggota jemaah Ahmadiyah. Dilihat dari penampilannya yang berjilbab rapi, saya fikir dia mengajak saya untuk mengikuti pengajian biasa,” kata Indah kepada hidayatullah.com.

Indah baru sadar ketika ia menanyakan di mana tempat pelaksanaan pengajian itu kepada tetangganya. “Setelah disebut tempatnya di sebuah masjid yang terletak masih di daerah Condet, saya baru sadar bila dia itu anggota Ahmadiyah. Masjid itu memang dikenal sebagai masjid Ahmadiyah,” jelasnya.

Setelah mengetahui itu Indah buru-buru menolak ajakan tetangganya itu.

Beda lagi dengan kisah yang disampaikan Sumiyati (namanya juga disamarkan), warga Tambun Bekasi, kepada hidayatullah.com. Sumiyati mengaku ia pernah menerima brosur kegiatan anak-anak bertajuk “Studi Islam Interaktif (SII)” yang disebar oleh seseorang yang tak dikenal.

“Saat itu menjelang liburan anak-anak sekolah. Mungkin kegiatan itu dalam rangka mengisi liburan sekolah,” kata Sumiyati.

Sumiyati pun tertarik mengikutsertakan anaknya pada acara tersebut. ”Saya juga sempat mengajak anak teman saya untuk ikut acara itu,” jelasnya.

Namun, setelah membaca brosur, temannya menyarankan kepada Sumiyati agar anaknya tidak diikutsertakan pada acara itu. Menurut keterangan dari temannya, acara itu merupakan acara Ahmadiyah.

”Dalam brosur itu tertulis alamat lengkap panitia, yakni di sebuah masjid. Nah, masjid itu, kata teman saya, dikenal sebagai masjid Ahmadiyah,” papar Sumiyati. Mendengar keterangan itu ia pun mengurungkan niatnya.

Munarman, SH, Penasehat Hukum Front Pembela Islam (FPI), mengatakan bahwa kasus-kasus seperti ini bukanlah hal yang baru. “Ya, itu sudah sering dilakukan Ahmadiyah. Mereka sering melanggar SKB 3 Menteri,” kata Munarman kepada hidayatullah.com.

Ia mencontohkan kasus Ahmadiyah di Cisalada, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berdasarkan notulen hasil rapat internal Ahmadiyah Cisalada pada Ahad, 25 Juli 2010 dilaporkan dalam periode Agustus 2009-Juli 2010 Ahmadiyah berhasil merekrut 58 orang anggota baru.

“Penambahan anggota ini bukti bahwa jemaah Ahmadiyah telah menyebarkan ajarannya. Jelas hal ini melanggar SKB 3 Menteri,” tandas Munarman.

Sayangnya, kata Munarman, pemerintah tidak tegas terhadap Ahmadiyah yang kerap melanggar aturan. “Pemerintah semestinya memberi sanksi tegas kepada pengurus Ahmadiyah. Kan jelas dalam SKB tertulis jika masih menyebarkan ajaran Ahmadiyah kepada orang lain, maka konsekuensinya diberi sanksi,” katanya.

Ia juga meminta kepada umat Islam agar melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan Ahmadiyah kepada aparat penegak hukum

Sabtu, 19 Februari 2011

PENDAPAT FATAL SEORANG YANG KATANYA MUSLIM ?



Sumber : Yahoo News (  WALLAHU'ALAM.. Apa iya pendapat JK ?  )

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla berpendapat, Jemaah Ahmadiyah Indonesia atau JAI tidak harus diusir atau diasingkan demi menghindari bentrokan antarwarga meskipun dinyatakan sebagai paham sesat.
"Saya setuju Ahmadiyah sesat, tetapi tidak berarti harus diusir. Sesat, oke, saya terima. Tapi saya tidak bisa suruh polisi usir," kata Kalla dalam rapat dengar pendapat Komisi VIII DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/2/2011) malam.
Solusi untuk persoalan JAI yang pahamnya berbeda dengan Islam arus utama tersebut, kata Kalla, adalah dengan menghormati satu sama lain sesuai dengan amanat undang-undang. "Karena hukum agama masing-masing berbeda, kita ikuti hukum negara saja. Ketegasan mengamankan negeri ini," katanya.
Hukum tiap-tiap agama, seperti halnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk pengikutnya, menurut Kalla, tidak dapat dijadikan hukum positif. Hal itu termasuk fatwa MUI yang menyatakan bahwa Ahmadiyah sesat. "Hukum Islam pun tidak bisa jadi hukum positif. Katakan alkohol haram, tetapi tidak bisa dibuang begitu saja karena kita negara Pancasila," paparnya.
Ketua Umum Palang Merah Indonesia Pusat itu juga berpendapat, solusi untuk semua persoalan umat beragama di Indonesia, termasuk soal Ahmadiyah, tidak dapat ditarik satu kesimpulan. Solusi harus dilihat kasus per kasus. "Tidak ada satu solusi, tergantung masalahnya apa. Kaya dokter juga, apa keluhannya. Tidak berarti sakit kepala obatnya sama semua," ujarnya.
Oleh karena itu, harus dilihat dulu apa persoalan sebenarnya dalam setiap konflik berlatar belakang agama. Kalla mencontohkan perbedaan solusi untuk kasus kekerasan di Poso, Ambon, dan di Temanggung, Jawa Tengah. Menurut Kalla, permasalahan dalam konflik di Poso adalah persoalan politik. Warga non-Muslim merasa tidak mendapat keadilan ketika hampir semua pejabat Poso yang dipilih langsung beragama Islam. Padahal komposisi Muslim dan Nasrani di sana hampir seimbang. Adapun sebelum reformasi, kaum Nasrani selalu mendapat jabatan seimbang dalam pemerintahan.
"Zaman Pak Harto, Orde Baru, stabilitas dan harmoni diatur secara baik. Selalu kalau gubernurnya Islam, wakilnya Kristen. Jadi harmonis. Namun begitu reformasi pemilu langsung, karena penduduk lebih banyak Islam, semua gubernur, DPR, Islam," paparnya.
Berbeda dengan konflik di Temanggung yang dipicu ketidakpuasan warga dengan putusan hakim dalam sidang penistaan agama. "Kalau di Temanggung, saya kira masalahnya ada sekelompok orang tidak menerima keputusan hakim. Tidak ada solusi. Ya tergantung masalahnya, baru dicari solusinya," ujar Kalla.

Sabtu, 25 Desember 2010

Skandal Seks Gereja Katolik

  
alt









Pantang Menikah Yes! 
Pelecehan Seksual Yes!!

Bulan Maret tahun ini energi Gereja Katolik Roma tersedot habis untuk mengatasi berbagai kasus skandal seksual yang dilakukan oleh para pastor , uskup dan biarawan terhadap anak-anak (pedofilia)  di berbagai negara: Irlandia, Amerika Serikat, Jerman, Austria, Belanda, Denmark, Swiss, dll.

Sedemikian maraknya skandal seksual di gereja Katolik, sampai-sampai pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Benediktus XVI menerbitkan surat Pastoral, Jumat (19/3/2010) sebanyak 18 lembar. Paus menganggap kasus tersebut sebagai kejahatan yang serius.

Bahkan Kanselir Jerman Angela Merkel mengeluarkan statemen saat berpidato di parlemen, Rabu (17/3/2010), mengecam pelecehan seksual di Gereja Katolik terhadap anak-anak sebagai kejahatan yang keji. Merkel bahkan menyebut Gereja sedang berada di jantung skandal.

Maraknya pelecehan seksual di gereja Katolik adalah fenomena yang unik tapi menarik. Di gereja yang menerapkan doktrin Selibat Suci, yaitu hidup tidak kawin (membujang) sepanjang hayat bagi para imam, diakon dan biarawati. Dampaknya, banyak pelaku selibat yang terjatuh dalam dosa zina di lingkungan gereja yang digembalakannya. Padahal, tujuan selibat adalah untuk lebih mencintai Tuhan dengan lebih bebas:
 “Dan para imam, diakon dan biarawati-biarawati ingin mengembangkan kodrat terdalam dengan tidak menikah agar mereka bisa mencintai Allah dan sesama dengan lebih bebas…” (Dr H Pidyarto O.Carm, Mempertanggungjawabkan Iman Katolik, buku kedua hlm. 10).

Meski terbukti kegagalan dan kerusakannya, anehnya pihak Katolik masih membanggakan doktrin Selibat. Bahkan Komisi Hubungan Antar Agama Dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menjustifikasi doktrin Selibat dengan menyelewengkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Dalam buku Beberapa Contoh Dialog Agama, Komisi HAK KWI menyebutkan bahwa dalam Al-Qur’an sudah dikenal adanya hidup Selibat, yaitu dalam surat Al-Anbiya’ 91, Ali Imran 39, dan Al-Ma’idah 82. Demikian kutipannya:

“...Dalam Islam pun hidup Selibat dikenal. Al-Qur'an membicarakan dengan penuh hormat Bunda Maria, Perawan Utama. Surat 21:91: “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)-nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.”

Yohanes Pemandi (Nabi Yahya, pen.) dipuji sebagai seorang “hasur,” yang artinya seorang yang dapat menahan hawa nafsu (surat 3:39)..” (hlm. 9).

Meski dipoles sedemikian rupa, kebatilan doktrin Selibat tidak akan bisa disembunyikan. Semakin banyak ayat Al-Qur'an dan nabi-nabi yang diperalat untuk alat pembenaran, maka kebatilan doktrin Selibat justru semakin terang benderang.

Secara tegas Islam mengharamkan hidup selibat (pantang kawin), karena Allah SWT melarang keras perbuatan tersebut: “...Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya....” (Qs. Al-Hadid 27).

Ayat ini secara lantang menolak doktrin pantang kawin untuk beribadah kepada Tuhan, karena selibat (tabatthul/rahbaniyah) adalah doktrin yang mengada-ada dan tidak pernah diperintahkan oleh Allah SWT.
Karenanya, tak seorang nabi pun yang menganut ideologi Selibat (pantang menikah), sesuai dengan firman-Nya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan” (Qs Ar-Ra’du 38).

Membenarkan Selibat dengan mengklaim Nabi Yahya AS sebagai seorang peselibat berdasarkan Al-Qur'an surat Ali Imran 39 adalah kekeliruan yang besar. Karena makna “hashur” yang disandang Nabi Yahya dalam ayat tersebut berarti dapat menahan hawa nafsu, bukan pantang menikah atau berselibat. Jika sampai akhir hayatnya Nabi Yahya tidak pernah menikah, bukan berarti beliau itu seorang yang Selibat, tapi karena beliau meninggal terbunuh ketika belum pernah menikah.

Argumen KWI yang sangat menggelikan adalah klaim keabsahan Selibat sesuai dengan sunnah Maryam, ibunda Nabi Isa AS. Menurut KWI, Bunda Maryam adalah wanita yang melakukan Selibat, sesuai dengan surat Al-Anbiya 91. Ayat yang menyatakan Bunda Maryam sebagai wanita yang memelihara kehormatannya (ahshanat farjaha) ini, sama sekali tidak ada kaitannya dengan doktrin Selibat Katolik.

Argumen KWI yang mencari-cari pembenaran dari Bunda Maryam dalam Al-Qur'an ini sangat memalukan. Karena dalam Alkitab (Bibel) sendiri, disebutkan bahwa Maryam (Maria) bukan seorang peselibat. Secara kasat mata saja, Romo Pastur dan Kardinal di KWI bisa  membaca bahwa Bunda Maria diperistri Yusuf (Matius 1:24-25) sampai beranak-pinak, sehingga Yesus memiliki saudara seibu, antara lain: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas (Injil Matius 13:55, Markus 3:31). Dengan status sebagai seorang istri dari pria bernama Yusuf dan ibu dari empat orang anak, maka julukan “perawan” dan “peselibat” kepada Bunda Maria adalah sebuah penghinaan, baik kepada Bunda Maryam maupun kepada kitab suci.

Doktrin Selibat Katolik Menentang Bibel
Tak ada manfaatnya jika KWI memelintir ayat-ayat Al-Qur'an untuk mendukung doktrin Selibat, sebab di internal Kristen sendiri, doktrin ini tidak laku, karena mendapat tentangan dari pihak Protestan.

Kalangan Protestan tidak sepakat dengan doktrin Selibat, menilai bahwa gereja Katolik Roma bertindak terlalu jauh dengan melarang para imam untuk menikah. Larangan ini bertentangan dengan ajaran Alkitab. Peraturan Selibat telah menyingkirkan hal-hal yang baik dari gereja dan gembala-gembala yang sehat, dan mengakibatkan banyak imam jatuh ke dalam dosa. Bukankah Paulus menyebutkan bahwa uskup adalah suami dari satu istri (1Tim. 3:2; Tit. 1:6)? Jadi jelaslah bahwa peraturan Selibat merupakan kesalahan manusia yang melarang apa yang tidak dilarang oleh Tuhan. Alkitab (Kristus) sendiri sangat menghargai pernikahan, sehingga dijadikan sebagai gambaran hubungan Kristus dan jemaat (Ef. 5:23-24,32). (John Calvin, Institutes of the Christian Religion, IV.12).

Menurut Bibel, doktrin Selibat juga tidak sejalan dengan tujuan penciptaan manusia, di mana Allah memerintahkan supaya pria dan wanita bersatu dan beranak-cucu.

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi” (Kejadian 1:27-28).

Doktrin Selibat semakin tidak relevan dengan tradisi menikah, poligami dan beranak cucu yang dilakukan oleh para nabi dalam Bibel:

1.    Salomo (Nabi Sulaiman) adalah orang benar yang sebelum kelahirannya telah dinubuatkan Tuhan sebagai orang yang menjunjung tinggi kemuliaan Tuhan, hingga Tuhan mencintainya dan memberi gelar “anak Tuhan” yang bermakna “hamba Tuhan” (1 Tawarikh 22:9-10). Tapi untuk menjadi manusia yang taat dia tidak berselibat, melainkan juga menikahi wanita, bahkan ia mengoleksi 1.000 istri yang terdiri dari 700 istri nikah resmi dan 300 gundik nikah sirri (1 Raja-raja 11:1-8).

2.    Nabi Yakub, menjadi orang yang diberkati Tuhan, sukses berada dalam Kerajaan Sorga (Kerajaan Allah) bersama dengan Abraham, Ishak dan semua nabi Allah (Matius 8:11, Lukas 13:28), juga bukan karena berselibat. Yakub  menikah bahkan berpoligami dengan empat istri: Lea, Rahel, Bilha dan Zilpa (Kejadian 29:16-32 sd 30:25).

3.    Nabi Nuh sukses menjadi teladan umat, orang yang benar tak bercela dan shaleh di hadapan Tuhan (Kejadian 6:9), meski ia tidak berselibat. Nuh hidup menikah dan setelah berumur lima ratus tahun, ia dikaruniai empat orang anak yaitu: Sem, Ham dan Yafet (Kejadian 5:32).

4.    Nabi Musa juga menikah menurunkan dua orang anak yaitu: Gersom dan Eliezer (I Tawarikh 23:14-15). Nabi Harun juga mencintai Eliseba dan menikahinya hingga melahirkan empat orang anak: Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar (Keluaran 6:22-23).

5.    Paus pertama adalah Santo Petrus. Dialah peletak batu Tahta Suci Vatikan pertama, sehingga namanya diabadikan dalam nama Basilika Santo Petrus. Dalam Bibel ia disebut Simon Petrus, murid Yesus (Matius 10:2). Umat Katolik menyebut Petrus sebagai Paus pertama karena dalam Bibel, Yesus telah mendasarkan gerejanya kepada Petrus sebagai “batu karang” (Matius 16:18).

Selain itu, Yesus juga memberikan kepercayaan kepada Petrus sebagai wakil Yesus dan pimpinan atas seluruh kawanan yaitu gereja (Yohanes 21:15-17). Ternyata Paus pertama ini tidak hidup Selibat, melainkan menikah dan memiliki keturunan. Injil menyebutkan fakta bahwa Paus pertama ini memiliki seorang istri ketika Yesus menemuinya (Matius 19:27-29, Lukas 18:28-30).

KRISTEN ADVENT BERKEDOK ISLAM

Awas!! Jangan Terkecoh 'Islam Palsu' Buatan Kristen Advent

Jangan mudah terkecoh, waspadalah terhadap ajaran Islam yang diembel-embeli nama lain, misalnya: Islam Hanif, Islam Jama’ah, Islam Murni, Islam Liberal, Islam Progresif, Islam Liberal, dan sebagainya, karena Islam yang benar dan diridhai Allah SWT adalah “Islam” (tanpa embel-embel apapun) yang mengamalkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Islam aneh-aneh ini adalah ajaran sesat yang tujuannya adalah merusak Islam.
Saat ini, di Bandung marak gerakan pemurtadan (kristenisasi) yang bermuara pada ajaran Islam Hanif yang digagas Robert Walean. Menurut Suryana Nurfatwa, Ketua Gerakan Reformis Islam Jawa Barat (Garis) Jawa Barat, dalam kasus pemurtadan di Garut dan Babakan Ciparay Bandung, semua pelakunya mengaku dari gereja Advent Hari Ketujuh. Modus dan buku-buku yang digunakan sama, yakni menyebarkan diktat yang ditulis oleh Robert Walean.
Dr Robert Paul Walean adalah aktivis Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Pria asal Minahasa 70 tahun yang kini tinggal di Koja, Tanjung Priok Jakarta Utara merekayasa agama ‘Islam Hanif’ sebagai trik penginjilan terselubung untuk memurtadkan umat Islam.
Untuk menyebarkan Islam Hanif, Walean menulis buku Alkitab Menubuatkan Islam Hanif Akan Masuk Surga (32 halaman). Sebelum membeberkan ajaran Islam Hanif, Walean meyakinkan pembaca bahwa buku yang ditulisnya sesuai dengan Al-Qur’an, lalu ia mewajibkan umat Islam menjadi pengikut Islam Hanif. Walean menegaskan:
“Islam Hanif bukan ajaran Kristen. Islam Hanif adalah ajaran yang ada dalam Al-Qur’an” (hlm. 5).
“Tujuan pekabaran bukan untuk mengkristenkan, tapi untuk membawa orang agar diselamatkan di akhirat nanti. Baiklah umat Islam tetap menjadi Islam, tapi harus menjadi Islam Hanif” (hlm. 10).
Setelah mengelabui pembaca, Walean mulai memasukkan doktrin Kristen Advent yang dikamuflase dengan ayat-ayat Al-Qur’an:
“Ajaran Islam Hanif berpatokan pada Kitab Al-Qur’an dan Kitab-kitab sebelumnya. Ayat utama ajaran Islam Hanif adalah pada Al-Qur’an surat An-Nahl 123: “Kemudian Kami wahyukan kepadamu Muhammad: “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.”
Jadi, agama Islam yang benar adalah agama Nabi Ibrahim yang hanif... Cara ibadahnya tertulis pada ayat 124 surat yang sama (An-Nahl): “Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas orang-orang yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di hari kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.” (hlm. 14-15).
...Walean memasukkan doktrin Kristen Advent yang dikamuflase dengan ayat-ayat Al-Qur’an…
Dalam uraian tersebut Walean sengaja mengacaukan istilah ”Islam Hanif.” Darimana Walean memungut nama agama ”Islam Hanif?” Padahal Al-Qur’an surat An-Nahl 123 yang dijadikan dalil itu sama sekali tidak menyebutkan kata “Islam Hanif.” Kata “hanif” dalam ayat tersebut jelas bukan menunjuk pada sebuah nama, tapi sifat yaitu sifatnya Nabi Ibrahim. Perhatikan baik-baik, dalam ayat tersebut tertulis dengan jelas “Ibrahim seorang yang hanif” (ibrohiima haniifan). Nabi Ibrahim disebut hanif karena memiliki ketulusan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah, sesuai dengan penggalan ayat berikutnya, bahwa beliau adalah orang yang tidak mempersekutukan Allah.
Jika konsekuen ingin mengikuti agama Nabi Ibrahim, seharusnya Walean tidak beragama Islam Hanif maupun Kristen Advent. Karena Nabi Ibrahim mewasiatkan agar anak-anaknya berpegang teguh memeluk agama Islam (tanpa embel-embel Islam Hanif).
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (Qs. Al-Baqarah 132).
Mengaku sebagai pengikut Nabi Ibrahim yang mengamalkan ajaran Al-Qur’an, tapi masih setia menjadi Kristen Advent, menambah daftar penipuan Walean. Bukankah Al-Qur’an sejara tegas menyatakan Nabi Ibrahim bukan seorang Kristen (Nasrani)?
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang hanif (lurus) lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik” (Qs Ali Imran 67).
Doktor Robert Paul Walean semakin terperosok dalam kesalahan fatal, ketika mengajarkan bahwa ibadahnya Nabi Ibrahim adalah hari Sabtu (Sabat) berdasarkan Al-Qur'an surat An-Nahl 124. Lagi-lagi Walean ceroboh dalam membaca. Ayat ini sama sekali tidak menyebutkan Nabi Ibrahim beribadah pada hari Sabtu. Bukankah dalam ayat tersebut termaktub dengan jelas bahwa syariat Sabat itu pernah diwajibkan kepada umat Yahudi? Perhatikan baik-baik kutipannya: ”Sesungguhnya diwajibkan menghormati hari Sabtu atas orang-orang Yahudi yang berselisih padanya.”
…Dr Robert Walean adalah orang yang miskin wawasan agama, baik agama Islam maupun Kristen...
Dengan ajaran kebaktian hari Sabtu (Sabat) yang diklaim mengikuti teladan Nabi Ibrahim, jelaslah bahwa Walean adalah orang yang miskin wawasan agama, baik agama Islam maupun Kristen. Buktinya, dalam Bibel pun tidak ada ayat yang menyebutkan Nabi Ibrahim (Abraham) menjalankan hukum Sabat. Bukankah hukum Sabat diberlakukan pada masa Nabi Musa? Baca baik-baik kitab Perjanjian Lama berikut: Ulangan 5:1-12; bandingkan: Keluaran 16:23, 20:8-11, 35:2-3, 35:15, dan Imamat 16:31, 19:30.
Dengan penyimpanan yang disengaja, maka tak diragukan lagi bahwa Walean bukanlah pengagum Nabi Ibrahim, tapi pengkhianat sejati dan pembenci Nabi Ibrahim. Al-Qur’an mengingatkan bahwa para pembenci agama Ibrahim adalah orang bodoh yang memperbodohi dirinya sendiri.
“Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri.” (Qs. Al-Baqarah 130).
...Di balik tipuan nama agama ‘Islam Hanif” itu, Walean menyusupkan doktrin Kristen Advent yang dijustifikasi dengan ayat-ayat Al-Qur'an secara menyimpang…
DOKTRIN KRISTEN DALAM “ISLAM HANIF” AJARAN WALEAN
Di balik tipuan nama agama ‘Islam Hanif” itu, Walean mengajarkan doktrin-doktrin Kristen Advent yang dijustifikasi dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang ditafsirkan secara menyimpang. Inilah beberapa doktrin Kristen yang disusupkan Walean dalam agama Islam Hanif:
1. Doktrin Soteriologi (Keselamatan) Melalui Penebusan Dosa
“Perlu diketahui bahwa di setiap pembuka surat Al-Qur’an tercantum ‘Bismillahiir Rahmaniir Rahiim’ yang artinya dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bahkan di setiap kegiatan kita dianjurkan untuk menyebutkan demikian. Jadi sesungguhnya intisari Al-Qur’an adalah untuk menyatakan bahwa Allah adalah Allah yang Rohmaniir Rahiim. Sedangkan konsep keselamatan melalui penebusan adalah membuktikan bahwa Allah adalah Allah yang Rohmaniir Rohiim. Karena kita tidak disiksa” (Islam Hanif Akan Masuk Surga , hlm. 25).
2. Doktrin Kematian Yesus Kristus untuk Menebus Dosa
“Satu-satunya cara Allah membuktikan Dia adalah Allah yang Maha Kasih lagi Maha Penyayang dan tidak merubah hukum-Nya, adalah dengan cara Allah sediakan pengganti/Jurusyafaat. Siapakah Jurusyafaat itu? Kata Jurusyafaat sama dengan Perantara atau Juruselamat yaitu Almasih. Ada lebih 25 kali kata Almasih dalam Al-Qur’an yang ditujukan kepada Isa Putra Maryam. Isa Almasih adalah satu-satunya utusan Allah yang pantas menjadi pengganti (penebus) dosa umat manusia karena Dia sendiri tidak pernah berdosa. Satu-satunya utusan Allah yang tidak pernah berdosa adalah Isa Putra Maryam. Kalau dia pernah berdosa tentu tidak pantas menebus dosa orang lain. Ganjaran yang setimpal untuk dosa adalah harus mati di neraka. Maka untuk menggantikan (menebus) kematian umat manusia di neraka, Isa Almasih telah mati dan sudah dibangkitkan dan diangkat Allah.” (Islam Hanif Akan Masuk Surga, hlm. 26-27).
3. Doktrin Kristen Advent Sebagai Jemaat yang Benar
Dalam diktat berjudul “Kebenaran Yang Terungkap dari Al-Qur’an dan Alkitab,”  Walean menyatakan bahwa satu-satunya kebenaran adalah Gereja Jemaat Advent:
“KESIMPULAN. Kita patut dan sepantasnya bangga dan bersyukur kepada Allah karena kita berada dalam Gereja/Jemaat yang benar, yang telah dinubuatkan dalam Alkitab. Tidak ada lagi gereja lain yang dinubuatkan dalam Alkitab selain GMAHK (Wahyu 10:9-10) yang mempunyai tanda/ciri khusus Gereja yang sisa di akhir zaman yaitu: Menuruti 10 hukum Allah dan memiliki Kesaksian Yesus yaitu Roh Nubuat (Wahyu 1217, 19:10).
…Umat Islam harus waspada, jangan terkecoh oleh tipuan Pendeta Robert Walean yang merekayasa doktrin-doktrin Kristen Advent dalam agama palsu bernama “Islam Hanif…
Maka meskipun Jemaat GMAHK mempunyai banyak kekurangan yang perlu ditegur dan perlu diperbaiki, janganlah kita keluar dari GMAHK karena Gereja inilah yang benar dan akan menjadi perhatian Kristus yang paling utama sampai akhir zaman. Tugas Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:19-20). (hlm. 148).
Secara institusi, metode penginjilan berkedok Islam Hanif yang dipraktikkan oleh Walean itu didukung secara resmi oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) DKI Jakarta. Dalam surat pernyataan resmi di atas kop surat GMAHK DKI Jakarta, Pendeta L. Situmorang selaku Ketua GMAHK DKI Jakarta membuat pernyataan di atas materai bahwa ia mempercayai seperti apa yang dituliskan oleh Robert Walean.
Jadi, umat Islam harus waspada, jangan terkecoh oleh tipuan Pendeta Robert Walean yang merekayasa doktrin-doktrin Kristen Advent dalam agama palsu bernama “Islam Hanif” yang menyelewengkan ayat-ayat Al-Qur'an. Tangkap dan laporkan para penginjil dan siapapun kepada pihak yang berwajib, adili sesuai hukum yang berlaku.

Tangkap dan Adili Paus Benediktus! (Soal Skandal Seks Gereja Katolik)

Terkait maraknya skandal seksual di Gereja Katolik, seorang ilmuwan, penulis dan aktivis anti-agama asal Inggris, Richard Dawkins akan berupaya melakukan penangkapan terhadap Paus Benekdiktus XVI, ketika Paus berkunjung ke Inggris tanggal 16-19 September 2010 mendatang.
Penangkapan dimaksudkan agar Paus bisa menghadapi pertanyaan-pertanyaan mengenai skandal pelecehan anak di gereja Katolik. Ide gila ini dikemukakan hari Ahad (11/4) waktu setempat.

Untuk itu, Dawkins meminta pengacara hak asasi manusia mengkaji apakah tuntutan bisa diajukan terhadap Paus.
Sesuai jadwal, kunjungan paus selama empat hari sejak 16 September 2010 itu akan menjadi lawatan pertama Paus sejak kunjungan pastoral Paus Yohanes Paulus II tahun 1982 dan merupakan kunjungan resmi pertama Paus ke Inggris.
Dawkins dan wartawan Inggris, Christopher Hitchens, menugasi pengacara Geoffrey Robertson dan Mark Stephens untuk menjajaki cara-cara melakukan tindakan hukum terhadap Paus.
… ada tiga pendekatan yang memungkinkan tindakan hukuman terhadap Paus: pengaduan ke Pengadilan Kejahatan Internasional di Belanda, penuntutan pribadi atau umum “atas kejahatan kemanusiaan”, atau kasus sipil…
Dalam pernyataan e-mail kepada media, Stephens mengatakan, ada tiga pendekatan yang memungkinkan tindakan hukuman terhadap Paus: pengaduan ke Pengadilan Kejahatan Internasional di Belanda, penuntutan pribadi atau umum “atas kejahatan kemanusiaan”, atau kasus sipil.
Mereka akan berargumentasi bahwa Paus tidak memiliki kekebalan diplomatik dari penuntutan selaku kepala negara karena Vatikan memiliki “status pengamat permanen” di PBB, tidak memiliki keanggotaan penuh atau hak suara.
Dawkins, penulis “The God Delusion” dan “The Selfish Gene”, mengatakan kepada surat kabar Sunday Times, ia mencurigai kasus pelecehan anak yang dilakukan oleh anggota-anggota gereja telah ditutup-tutupi.
Hitchens, yang menerbitkan sebuah buku tahun 2007 berjudul “God Is Not Great: The Case Against Religion”, mengatakan, “Orang ini (Paus) tidak berada di atas atau di luar hukum. Tindakan kelembagaan menutup-nutupi pelecehan anak merupakan kejahatan menurut hukum.”
Pengecam menuduh Benediktus lalai menangani kasus-kasus pelecehan dalam peran sebelumnya selaku kardinal di negara asalnya, Jerman, dan di Roma.
Akhir-akhir ini Gereja Katolik di seluruh dunia dihantui wabah pelecehan seksual terhadap anak-anak (pedofilia) yang dilakukan oleh para pastor, uskup dan biarawan di Irlandia, Jerman, Austria, Belanda, Denmark, Swiss, Amerika Serikat, dll.
Meski Vatikan selalu menolak klaim bahwa Paus menutup-nutupi pelecehan yang dilakukan para pastor, akhirnya, Paus Benediktus XVI menulis menerbitkan Surat Pastoral, Jumat (19/3/2010) yang menyesalkan dan mengecam para pastor dan uskup pedofil di Irlandia. Dalam surat sebanyak 18 lembar tersebut, Paus menganggap kasus tersebut sebagai kejahatan yang serius.

Sabtu, 18 Desember 2010

AHMADIYAH DAN KRISTEN

alt
H. Chep Hernawan
(Ketua Umum Gerakan Reformis Islam)

Ada dua kelompok yang saat ini dengan gencar tengah melakukan pemurtadan dan penyesatan terhadap umat Islam Indonesia yang mayoritas mutlak 88 persen. Pertama, kelompok Kristen dengan segala sektenya termasuk Katolik, Protestan, Advent, Yehova, Evangelis dan sebagainya. Mereka dengan segala dana, daya, upaya serta kelicikannya  berusaha memurtadkan umat Islam Indonesia.
Mereka memiliki target dalam 50 tahun sejak munculnya SKB 1/1969, Islam di Indonesia harus menjadi minoritas. Sehingga pada tahun 2019 nanti, mereka berharap Kristen akan menjadi mayoritas di Indonesia, sesuatu yang tidak mampu dilakukan “gurunya” Kolonial Belanda meski telah menjajah Nusantara selama 350 tahun.

Kedua, kelompok Ahmadiyah yang dengan gencar berusaha menyesatkan aqidah umat Islam Indonesia. Meski mereka hanya memiliki segelintir pengikut, namun cukup fanatik dan fundamentalis dalam memegang teguh ajarannya yang sesat. Mereka juga dekat dengan kalangan Istana dan pusat kekuasaan, sehingga terhindar dari pembubaran meski telah terbukti melanggar SKB Menag, Mendagri dan Jaksa Agung tahun 2008.

Berikut ini wawancara dengan Ketua Umum GARIS (Gerakan Reformis Islam) dan Panglima Komando Laskar GARIS, H. Chep Hernawan. Wawancara ini seputar aliran sesat Ahmadiyah dan gerakan Kristenisasi yang sangat gencar terhadap umat Islam Indonesia, termasuk mendirikan Gereja-Gereja liar meski melanggar Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 9 dan 8 tahun 2006 yang merupakan revisi dari SKB Nomor 1 tahun 1969.

Aliran sesat Ahmadiyah terus melakukan pelanggaran SKB, bagaimana komentar anda?

Memang aliran sesat Ahmadiyah terus melakukan pelanggaran SKB Menteri Agama, Jaksa Agung dan Mendagri tentang “Peringatan dan Perintah Kepada Penganut, Anggota, dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat.” SKB yang ditetapkan di Jakarta pada 9 Juni 2008 itu berisi tujuh point, diantaranya:

Pertama, memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.

Kedua, memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), sepanjang mengaku beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok- pokok ajaran Agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya Nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.

Ketiga, penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada Diktum Kesatu dan Diktum Kedua dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan, termasuk organisasi dan badan hukumnya.

Namun ternyata sampai sekarang Ahmadiyah masih tetap melakukan kegiatan seperti lokakarya, seminar bahkan Mukernas yang diikuti perwakilan dari seluruh Indonesia. Terakhir mereka melakukan  Mukernas di Hotel Setia Cipanas, Cianjur, Jawa Barat., Jum’at (3/12) lalu. Akhirnya karena melanggar SKB, kami membubarkan secara paksa kegiatan Ahmadiyah tersebut. Memang selama ini Ahmadiyah dikenal bandel dan terus melakukan aktifitasnya dengan melanggar SKB.

Selama ini kami sudah memberikan peringatan keras kepada Ahmadiyah agar menghentikan seluruh aktifitasnya seperti seminar, lokakarya, Mukernas dan sebagainya, kalau tak ingin ada reaksi dari umat Islam. Kami telah memiliki bukti dan fakta otentik tentang aktifitas Ahmadiyah pasca SKB tahun 2008 lalu. Ini akan saya laporkan ke MUI, Menag dan Kejaksaan Agung.

Apakah anda telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian sebelum membubarkan Mukernas Ahmadiyah tersebut?

Saya telah berkoordinasi dengan Kepolisian, dimana sudah saya sampaikan kepada Kapolres Cianjur, AKBP Jaka. Saya mengatakan apabila sampai waktu 15 menit Ahmadiyah (sejak diminta bubar) tidak membubarkan diri, maka ditempat ini akan terjadi lautan darah, karena waktu yang rasional untuk membubarkan diri adalah 15 menit. Akhirnya mereka semua membubarkan diri dan kabur dari Hotel Setia termasuk Ketua Umum JAI, Abdul Basit yang kabur duluan. Waktu itu kurang lebih ada 70 mobil diparkir, namun dalam 30 menit tempat parkir sudah kosong semua.

Apakah sewaktu akan mengadakan Mukernas, Ahmadiyah sudah meminta ijin kepada pihak berwenang seperti Kepolisian?

Ahmadiyah tidak meminta izin kepada Kepolisian, tetapi meminta izin kepada pihak hotel. Kami sempat memarahi pihak hotel, namun karena izinnya bukan Ahmadiyah tetapi sebuah yayasan yang ingin memasyarakatkan olahraga, jadi oleh pihak hotel diterima saja. Kami sampaikan kepada pihak hotel, kalian hanya menerima dari kepentingan bisnis saja. Misalnya ada orang PKI mengadakan acara komunis disini, apakah saudara juga akan menerimanya?

Mengapa anda sampai mengetahui secara detail semua kegiatan Ahmadiyah di Cianjur?

Kami mengetahui kegiatan Ahmadiyah karena kami memiliki intelijen yang banyak untuk selalu mengamati pergerakan Ahmadiyah di Cianjur. Kami memang memiliki intelijen khusus untuk itu. Sudah kami sampaikan kepada Sekjen FPI, Ustad Shobri Lubis, dimana Mukernas rencananya akan diadakan di Masjid Al Hidayah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tetapi karena FPI telah melakukan aksi-aksi, maka dipindahkan ke Cipanas, Cianjur.

Selama ini media massa milik sekuler menuduh umat Islam selalu melakukan kekerasan fisik terhadap Ahmadiyah, bagaimana komentar anda?

Sekarang ini sudah tidak ada lagi orang Islam yang melakukan kekerasan fisik  terhadap Ahmadiyah. Jadi Ahmadiyah jangan memutarbalikkan fakta. Adapun yang selalu kita lakukan adalah tindakan yang sesuai dengan hukum. Seperti pada Jum’at (10/12) lalu  kita menyaksikan aparat mengeksekusi tempat ibadah Ahmadiyah di Sukabumi. Masjidnya tidak di buldoser, tetapi bagi siapa saja yang membutuhkan bahan meterialnya, silahkan dibongkar sendiri. Tetapi sudah dibacakan eksekusinya oleh pihak Pengadilan Negeri Sukabumi.

Menurut anda, mengapa pemerintahan SBY sulit untuk membubarkan Ahmadiyah meski telah melanggar SKB dan digolongkan aliran sesat?

Barangkali ada sejumlah pejabat yang menjadi anggota atau simpatisan Ahmadiyah, seperti Sekda Sukabumi, Tasikmalaya dan Garut adalah anggota Ahmadiyah.  Jadi kesulitan untuk membubarkan Ahmadiyah karena para pejabatnya menjadi pengikut Ahmadiyah. Memang Presiden SBY sendiri yang tidak tegas terhadap Ahmadiyah.

Mengapa SBY tidak tegas terhadap Ahmadiyah?

Kemungkinan Ahmadiyah dananya kuat. Apalagi eksistensi Ahmadiyah di Indonesia didukung Barat yang memiliki kepentingan untuk menyesatkan umat Islam, sehingga SBY takut untuk membubarkannya. Padahal jika mau, bisa saja SBY membubarkan Ahmadiyah.

Pertanyaannya, mengapa SBY tidak mengeluarkan Keppres untuk membubarkan Ahmadiyah. Padahal oleh Ahmadiyah, umat Islam dianggap sebagai orang sesat. Tetapi sesungguhnya merekalah yang dilaknat Allah SWT, karena telah menyamakan Mirza Ghulam Ahmad Al Kadzab sama dengan Allah SWT. Jadi sesungguhnya merekalah yang sesat.  

Memang Pemerintahan SBY tidak berani melarang Ahmadiyah sebagaimana Pemerintah Pakistan, padahal keduanya sama-sama mendapat dukungan dari AS. Terbukti Pemerintah Pakistan berani melarang Ahmadiyah dan para pemimpinnya sama kabur ke London.

Apakah eksistensi Ahmadiyah di Barat cukup kuat?

Eksistensi Ahmadiyah di Barat memang sedikit kuat seperti di Inggris dan AS, bahkan pusat Ahmadiyah sekarang di London, Inggris. Ketika menjajah India, Inggris memang sengaja mendirikan Ahmadiyah karena aliran sesat itu menafikan konsep jihad. Sebab kalau ada jihad, maka penjajahan Inggris di India akan cepat runtuh. Ahmadiyah didirikan untuk menangkis ajaran jihad agar tidak ada dalam Islam. Makanya Ahmadiyah sengaja didirikan dan dipelihara Barat yang sekuler dan Nasrani untuk merusak Islam.

Mengapa para guru Ahmadiyah mati-matian mempertahankan ajaran sesat tersebut?

Sebab Ahmadiyah sekarang telah menjadi ajang bisnis bagi para gurunya. Pasalnya, setiap pengikut Ahmadiyah selalu setor uang bulanan. Para guru Ahmadiyah mempunyai hak 10 persen, dimana mereka menyebutnya sebagai Amilin. Para pengikut Ahmadiyah di Garut mencapai 2.170 orang, dimana mereka wajib setor minimal Rp 100.000 perbulannya. Bahkan ada yang setor sampai Rp 500.000 perbulan yang mereka istilahkan dengan Infaq. Jadi para guru Ahmadiyah memilih menjadikannya sebagai ladang bisnis, bukan kembali kepada ajaran Islam yang benar.

Untuk bisa diterima di Indonesia, apakah Ahmadiyah perlu menyatakan dirinya sebagai agama di luar Islam?

Jika Ahmadiyah ingin tetap eksis, maka perlu mendeklarasikan sebagai agama baru di luar Islam, jangan menyebut dirinya sebagai orang Islam. Maka sebagai konsekwensinya, Ahmadiyah dilarang mengunakan label dan simbol Islam seperti tempat ibadah Ahmadiyah tidak boleh dinamakan masjid dan sebagainya.

Selama ini yang menjadi perhatian Anda selain Ahmadiyah, apakah juga Kristenisasi terhadap umat Islam Indonesia?

Betul sekali ! Memang yang paling kita sorot adalah Ahmadiyah dan pemurtadan terhadap umat Islam di Indonesia.Sedangkan persoalan bencana alam dan lainnya juga ikut kami perhatikan. Tetapi perhatian utama tetap pada Ahmadiyah dan pemurtadan.   Karena target Ahmadiyah adalah merusak aqidah umat Islam. Karena itu kami selalu memperkuat intelijen untuk mengamati setiap aktifitas Ahmadiyah yang melanggar SKB. Sekarang Ahmadiyah tidak bisa main-main dengan GARIS Cianjur, sebab kami mengetahui segala aktifitas Ahmadiyah karena memiliki intelijen yang kuat.

Bagaimana anda menghadapi pembangunan Gereja-Gereja liar?

Gereja liar dan Ahmadiyah adalah “makanan” kami sehari-hari. Kami sering melakukan eksekusi terhadap Gereja-Gereja yang tidak memiliki izin tersebut. Jika kami berhadapan dengan mereka, seperti kucing ketemu dengan tikus. Tidak hanya itu, kami juga akan menutup tempat-tempat maksiyat seperti lokalisasi pelacuran. Semua itu dalam upaya menegakkan amar makruf nahi mungkar. 

Sejak kapan Anda menghadapi pemurtadan di Cianjur?

Saya selalu memerangi pemurtadan yang dilakuan Kristen Katolik dari Lembah Karmel, Cianjur. Tahun 2001 saya pernah melakukan gerakan untuk mengganjal Karmel. Ketika kami melakukan gebrakan untuk memukul Karmel, kami justru berhadapan dengan para ulama, memang itu aneh. Tetapi sekarang para ulama di Cianjur sudah tahu bahwa saya sangat serius untuk mengatasi pemurtadan dari Kristen dan Ahmadiyah.

Apa ada kerjasama antara Ahmadiyah dengan Kristen Katolik di Cianjur ?

Kalau kerjasama kelihatannya tidak, tetapi kalau pemurtadan jelas terjadi terhadap umat Islam di Cianjur, dimana kami terus memantau pusat Kristenisasi di Lembah Karmel, Cianjur. Kalau dulu Karmel luasnya hanya 14 hektar, tetapi sekarang telah menjadi 650 hektar.

Mengapa Karmel memiliki tanah seluas itu, darimana dananya?

Memang teman-teman di Jakarta tidak mengetahui bagaimana gerakan Karmel. Kalau saya ungkap mengenai pelanggaran, tidak hanya Karmel
telah melakukan pemurtadan, tetapi mereka juga melanggar Keppres 114 tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor- Puncak- Cianjur. Artinya, kelompok Katolik di Lembah Karmel telah melanggar Keppres tetapi mereka tidak pernah ditindak tegas. (Saya pikir) kalau saya mengatakan Karmel telah melakukan pelanggaran pemurtadan, maka tidak akan ada yang membela saya. Tetapi ketika saya mengatakan Karmel telah melanggar Keppres, ternyata tidak ada juga yang membela saya. Saya meyakini Karmel memiliki kekuatan yang didukung pemerintahan.

Memang Karmel telah memiliki benang merah dengan Vatikan dan negara Barat lainnya. Tahun 2007 lalu pihak Katolik Karmel akan mengadakan konferensi tingkat dunia “Tritunggal Maha Kudus” yang dihadiri Pastur, Uskup dan Kardinal lebih dari 100 negara  dan akan diadakan di Lembah Karmel Cianjur. Tetapi konfrensi itu berhasil kami gagalkan, karena kami tahu gerakan mereka merupakan pemurtadan terhadap umat Islam, tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia.


Sumber : Suara Islam

Kamis, 16 Desember 2010

NATAL : SEJARAH NATAL

Kuis Natal Berhadiah Mobil BMW

By: H. Insan Latif Syaukani Mokoginta (Wencelclaus)

Pengantar Redaksi: Menyambut Natal, Pendeta Muhammad Nurdin menulis buku Selamat Natal Menurut Al Qur’an. Pada halamn 11-12 ia  menuduh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pernah beragama Kristen dan merayakan Natal bersama dan mengucapkan Selamat Natal Qurani. Untuk menanggapi hujatan pendeta ini, kami tampilkan artikel Natal tulisan H Insan LS Mokoginta (Wencelclaus), muallaf mantan Katolik. Semoga tulisan ini bisa meredam hujatan Pendeta Nurdin. (redaksi)

::

PERTANYAAN:

Mana dalilnya dalam Alkitab yang menyatakan Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah untuk merayakan Natal? Jika ada umat Kristiani atau siapapun yang bisa menunjukkan dalilnya dalam Alkitab (Bibel) bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, kami sediakan hadiah sebuah mobil BMW baru untuk satu pertanyaan ini.
PENJELASAN:

Natal atau Christmas diartikan sebagai hari kelahiran Yesus, yang dirayakan oleh hampir semua orang Kristen di dunia, sebenarnya berasal dari ajaran Gereja Katolik Roma. Sesungguhnya ajaran tersebut tidak terdapat dalam Alkitab dan Yesus pun tidak pernah memerintahkan kepada murid-muridnya untuk menyelenggarakan atau merayakannya.

Perayaan yang masuk ke dalam ajaran Gereja Katolik Roma pada abad keempat ini, berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini samasekali tidak mempunyai dasar atau dalil yang tertulis di dalam Alkitab (Bibel).

Natal berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia kuno di bawah raja Nimrod (cucunya Ham, anak nabi Nuh). Nimrod inilah orang pertama yang mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Niniweah dll, serta kerajaan di dunia dengan sistem kehidupan, ekonomi dan dasar-dasar pemerintahan. Nimrod ini adalah seorang pembangkang Tuhan. Jumlah kejahatannya amat banyak, di antaranya dia mengawini ibu kandung-nya sendiri Semiramis.
....Natal berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia kuno di bawah raja Nimrod....
Setelah Nimrod mati, ibunya yang merangkap istrinya menyebarkan ajaran Nimrod bahwa roh Nimrod tetap hidup selamanya walaupun jasadnya telah mati. Adanya pohon Evergreen yang tumbuh di atas sebatang pohon kayu yang telah mati, ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod. Untuk mengenang hari kelahiran Nimrod setiap tanggal 25 Desember, Semiramis menggantungkan bingkisan pada ranting-ranting pohon itu sebagai peringatan hari kelahiran Nimrod. Inilah asal usul Pohon Natal.

Melalui pemujaan kepada Nimrod, akhirnya Nimrod dianggap sebagai “Anak Suci dari Surga’. Dari perjalanan sejarah dan pergantian generasi ke generasi dari masa-ke masa dan dari satu bangsa ke bangsa lainnya,  akhirnya penyembahan terhadap berhala Babilonia ini, berubah menjadi  Mesias Palsu, yaitu berupa Dewa Baal, anak Dewa Matahari. Kepercayaan orang-orang Babilonia yang menyembah kepada “Ibu dan anak” (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali), menyebar luas dari Babilonia ke berbagai bangsa di dunia dengan cara dan bentuk berbeda-beda, sesuai dengan bahasa di negara-negara tsb Di Mesir dewa-dewi tersebut bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele & Deoius. Di Roma bernama Fortuna & Yupiter, juga di negara-negara lain seperti di China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi Madona, jauh sebelum Yesus lahir

Pada abad ke 4 dan ke 5 Masehi, ketika dunia pagan Romawi menerima agama baru yang disebut “Kristen”, mereka telah mempunyai kepercayaan dan kebiasaan pemujaan terhadap dewi Madonna jauh sebelum Kristen lahir.

Natal adalah acara ritual yang berasal dari Babilonia kuno yang saat itu puluhan abad yang lalu, belum mengenal agama yang benar, dan akhirnya terwariskan sampai sekarang ini.  Di Mesir, jauh sebelum Yesus dilahirkan, setiap tahun mereka merayakan hari kelahiran anak Dewi Isis (Dewi langit) yang mereka percaya lahir pada tanggal 25 Desember.

Para murid Yesus dan orang-orang Kristen yang hidup pada abad pertama, tidak pernah sekalipun mereka merayakan Natal sebagai hari kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember.
....Dalam Alkitab (Bible), tidak ditemukan satu ayat pun yang memuat perintah Tuhan, Allah maupun Yesus yang memerintahkan  untuk merayakan Natal....
Dalam Alkitab (Bible), tidak ditemukan satu ayat pun yang memuat perintah Tuhan, Allah maupun Yesus yang memerintahkan  untuk merayakan Natal. Sebab perayaan setiap tanggal 25 Desember,adalah perayaan agama Pagan (penyembah berhala) yang dilestarikan oleh umat Kristiani.

Upacara Natal adalah berasal dari ajaran Semiramis istri Nimrod, yang kemudian dilestarikan oleh para penyembah berhala secara turun temurun hingga sekarang ini dengan wajah baru yang disebut Kristen.

Berdasarkan penjelasan sejarah Natal tersebut, maka jelaslah bahwa Natal sama sekali bukan ajaran Yesus. Seumur hidupnya Yesus tidak pernah sekalipun menyuruh merayakan Natal bagi dirinya. Merayakan dirinya sebagai seorang Nabi atau Rasul saja beliau tidak pernah ajarkan, apalagi menyuruh merayakan kelahirannya sebagai Tuhan!!

Tidak ada satu dalil pun dalam Alkitab menyatakan Yesus lahir tanggal 25 Desember. Pendeta, Pastur bahkan Paus di Roma-pun mengakui bahwa Natal bukan ajaran gereja.
Oleh sebab itu jika ada umat Kristiani atau siapapun yang bisa menunjukkan dalilnya dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, kami sediakan hadiah sebuah mobil BMW baru untuk satu pertanyaan ini. Jawaban bisa dikirim ke SMS: 0817.702050.
Apakah Natal memuliakan Yesus

Apakah Natal yang dirayakan orang itu memuliakan Yesus? Biarlah Alkitab sendiri yang menjawabnya. Inilah jawaban Alkitab:

“Maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Aku pun mau berlaku begitu. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhan, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka. Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya” (Ulangan 12 : 30-32).
..Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia...
“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia” (Matius 19 : 8-9).

“Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia” (Markus 7:7-8).

Merayakan Natal berarti melestarikan kebohongan  dan pemborosan

Menjelang Natal akan bermunculan berbagai iklan di mall-mall, toko-toko, koran, majalah dan lain sebagainya. Jutaan dollar dan miliaran rupiah dihamburkan untuk promosi berbagai barang dagangan demi keperluan Natalan. Semuanya dikemas sedemikian rupa sehingga tampak seperti “Malaikat Pembawa Terang”, padahal tanpa mereka sadari ajaran Yesus mereka telantarkan, karena yang mereka rayakan adalah tradisi ajaran agama kafir kuno, bukan perintah Tuhan ataupun Yesus.

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

“Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia” (Markus 7:7-8).

“Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin” (Matius 26:8-9). [taz/voa-islam.com] (Matius 7:21-23).

Baca artikel terkait:
  1. Jika Kisah Bintang Betleham dalam Bibel Benar, Maka Yesus Lahir 17 Juni.
  2. Uskup Senior Teodoro Bacani: Sinterklas Telah Mencuri Spirit Natal.
  3. Kristen dan Ateis Perang Banner: Natal Realitas Atau Mitos?
  4. Kuis Natal Berhadiah Mobil BMW.
  5. Natal di Mata Teolog Kristen: Gereja Tak Mengenal Natal.
  6. Kontroversi Natal: Kebohongan Sinterklas, Sosok Pemalas.
  7. Misi Jelang Natal: Kristenkan Muslim dengan Tipuan.
  8. Awas! Lilin dan Lampu Natal Ternyata Berbahaya
  9. Tipuan Pohon Natal = Kelahiran Yesus Menurut Bibel?
  10. Haram Mengucapkan Selamat Natal.
  11. Haram Merayakan Natal dan Tahun Baru.
  12. Perayaan Natal dan Tahun Baru Syi'ar Agama Orang Kafir
  13. Toleransi Semu Natal dan Tahun Baru.
  14. Natalan Akan Digelar Serempak di Daerah Bencana, Waspadai Kristenisasi!

Senin, 13 Desember 2010

BLOG & WEBSITE PROVOKATOR MASIH DIBIARKAN PIHAK TIFATUL SEMBIRING

Membedah Blog Kafir (1): Islam Adalah Geng Pemuja Setan dan Pembunuh Manusia?

GENG Walan Tardho semakin ganas dalam melecehkan Islam. Puluhan website dan blog gratisan jadi panggung penghujatan Islam. Tantangan besar bari para blogger dan hacker Muslim. Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) harus cepat bertindak.

Orang tak beragama saja jijik membaca kata-kata kotor para penghujat Islam itu. Salah satu blog yang isinya penuh dengan kata-kata tengik adalah blog beridentitas “The Gengster of Mohamed” dengan alamat: http:www.geng####.###.com. Untuk menghindari dampak negatif yang tidak diinginkan, alamat situs ini sengaja kami samarkan.

Dalam header blog tertulis kalimat yang sangat menantang, terang-terangan menyebut Islam sebagai sebuah geng pemuja setan: “The Gengster of Mohamed, Satanic Cult: Geng Pemuja Setan yang Berpusat di Ka’bah."

Sayangnya, pemilik blog gratisan itu sama sekali tidak mencantumkan identitasnya. Ia hanya mencantumkan sebuah email di yahoo dengan account Alisina yang tak jelas batang hidungnya.
..Dalam header blog mereka terang-terangan menyebut Islam sebagai sebuah geng pemuja setan: “The Gengster of Mohamed, Satanic Cult: Geng Pemuja Setan yang Berpusat di Ka’bah...
Tidak dicantumkannya identitas ini menunjukkan bahwa pemilik blog ini tidak yakin dengan kebenaran materi blog yang ditulisnya. Atau pemilik blog yakin bahwa konten blog tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan secara agama, moral maupun hukum.

Karena pemilik blog tidak mencantumkan nama anggota maupun institusinya, berarti dia mempersilahkan pengunjung blog untuk memberikan nama apa saja. Maka dalam artikel ini, kita sebut saja pemilik blog penghujat Islam itu sebagai ” Geng Walan Tardho.”

Seharusnya, jika Geng Walan Tardho itu jeli, gaya penyiaran agama dengan cara-cara kotor ini sebetulnya sama sekali tidak menguntungkan dirinya, hanya jadi bumerang terhadap agamanya. Karena dengan cara-cara yang kotor, tak bermoral, dan pengecut, maka otomatis orang  akan menilai bahwa agama yang sedang dianut dan disebarkan oleh pemilik blog penghujatan tersebut adalah agama kotor dan tak bermoral yang mengajarkan kebencian.

TANGGUNGJAWAB MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING

Situs blog anti-Islam di dunia maya ini bukan yang pertama kalinya, tapi sudah berulang-ulang sejak lama. Hal itu tentunya memprovokasi stabilitas keamanan Indonesia, yang mayoritas warganya memeluk agama Islam. Untuk mencegah instabilitas keamanan negara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, harus bertanggung jawab.

"Tanggung jawab ada pada Menteri Kominfo. Pak Tifatul Sembiring harus bertanggung jawab," kata Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath.

Lebih lanjut, Muhammad mengatakan, pembuat situs provokatif itu harus segera dilacak identitasnya, dan diberi hukuman yang sesuai.

"Mestinya aparat keamanan segera melacak itu, pembuat situs itu mudah lah dilacak. Saya yakin penegak hukum mampu mengatasi itu," ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Sekretaris MUI Pusat, Asrorun Niam menyatakan, pemerintah harus memblokir situs blog penghujat Islam, agar tidak dapat diakses. Tidak hanya itu, pemerintah harus menindak siapa pelakunya.
...Tanggung jawab ada pada Menteri Kominfo. Pak Tifatul Sembiring harus bertanggung jawab. Pemerintah jangan diam saja, harus proaktif mengawasi, mencegah, dan menindak...
"Pemerintah jangan diam saja, harus proaktif mengawasi, mencegah, dan menindak hal seperti itu," katanya.

Niam mengaku telah mengetahui dan membaca isi yang ada di blog tersebut. Di samping permasalahan agama, di dalamnya juga ada mengemukakan persoalan sosial.

”Hal seperti inilah yang bisa menimbulkan gesekan di masyarakat,” sambungnya.

Karena itu, tegas Niam, negara harus berperan menjaga situasi, agar tidak terjadi saling fitnah. Selain itu, tidak boleh ada seseorang yang mengatasnamakan kebebasan, malah menyebabkan disharmoni.

"Tindakan blokir merupakan tindakan preventif yakni mencegah. Tetapi di luar itu, harus ditelusuri siapa yang membuatnya. Harus efek jera, agar tidak terulang kembali," pungkasnya.

ISLAM DITUDING SEBAGAI GENG PEMUJA SETAN

Meski tak dapat dipastikan identitas penulis blog penghujatan, tapi dengan dari persamaan style dengan belasan blog serupa lainnya, dengan mudah kita bisa menebak, bahwa ideologi pemilik blog.  Mereka adalah menganut kitab suci yang mengajarkan slogan ”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah aku harapkan, api itu menyala!” dan slogan “aku datang bukan untuk membawa damai di atas bumi, melainkan pertentangan.” Salah satu api pertentangan yang dilemparkannya adalah tulisan blog sbb:
”Banyak orang mengira Islam adalah sebuah agama.  Tetapi yang benar Islam bukan agama.  Islam adalah sebuah geng, yang pimpinannya bernama Nabi Muhammad SAW. Para pengikutnya... menganggap Nabi Muhammad SAW adalah makhluk setengah dewa, yang begitu sakral, sangat sempurna dan wajahnya paling ganteng sedunia.

Geng ini dapat terus eksis karena menyamar sebagai agama.  Sang pemimpin geng mengaku diutus oleh ”tuhan” bernama Allah untuk menaklukkan dunia di bawah pemerintahan Islam.  Kita harusnya mengerti, bahwa tidak mungkin Tuhan yang Maha Bijaksana mengutus seorang bejat moral dan penjahat gila, yang isi otaknya cuma seks, harta dan kekuasaan. 

Di samping itu, Tuhan adalah Penguasa Alam Semesta, Tuhan tidak perlu berambisi  menaklukkan dunia, sebab Alam Semesta ini memang milik-Nya.  Lalu siapakah gerangan sosok yang ingin menguasai dunia ini, yang dengan gaya preman dan nafsu haus darahnya menggebu-gebu ingin mengontrol dunia di bawah 1 kalifah?  Tentu saja ini bukan cita-cita Tuhan, melainkan cita-cita Iblis.  Tuhan sudah menguasai dunia ini, jadi untuk apa Dia ingin menguasainya lagi?  Iblis/Setan-lah yang ingin merebut dunia ini.  Ya, Islam adalah geng pemuja Setan.  Itu sangat nampak terlihat dari sepak terjang mereka, mulai dari zaman Nabi Muhammad SAW hingga zaman sekarang.

Perbedaan nyata Tuhan dengan Setan: Tuhan ingin menyelamatkan jiwa sebanyak-banyaknya, sedangkan Setan ingin membunuh sebanyak-banyaknya.

Di sisi lain, Islam ingin mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, agar kekuatan Islam bertambah.  Dan orang yang menolak bergabung dalam geng Islam atau orang yang dengan terang-terangan memusuhi geng Islam, akan dibunuh.”
...Seluruh tulisan itu tak satu ”iota” pun yang bisa dibenarkan...
Semua yang diuraikan Geng walan tardho itu bertolak belakang dengan fakta baik fakta hukum (dalil) maupun realita. Seluruh tulisan itu tak satu ”iota” pun yang bisa dibenarkan,  berikut ini bantahannya:

Islam bukan agama tapi sebuah geng?

Tuduhan Alisina bahwa Islam bukan agama tapi geng, sangat tidak berdasar sama sekali. Dalam buku manualnya (Al-Qur’an), jelas disebutkan bahwa Islam adalah agama (din):

“Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam” (Qs. Ali Imran 19).

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (Qs. Ali Imran 85).

Eksistensi Islam sebagai sebuah agama ini juga diakui oleh para teolog non Kristen, misalnya Pendeta Dr R Soedarmo, pakar dogmatika Kristiani alumnus universitas teologi Belanda. Soedarmo adalah teolog terkemuka di Indonesia. Wawasan teologinya dibesarkan dan dipupuk di mancanegara: kuliah S1 di universitas Vrije Universiteit Belanda tahun 1938-1943 dan S2 di universitas yang sama tahun 1955-1957. Setelah tamat dari kuliah selama 7 tahun di Belanda, Soedarmo pulang ke Indonesia menjadi pendeta di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Salatiga, dosen di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), dosen Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, anggota Badan Pengurus Dewan Gereja Indonesia (DGI, sekarang diganti Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia–PGI), ketua seksi Perjanjian Lama LAI, dan lain-lain.
...Eksistensi Islam sebagai sebuah agama ini juga diakui oleh para teolog non Kristen, misalnya Pendeta Dr R Soedarmo, pakar dogmatika Kristiani alumnus universitas teologi Belanda...
Apa kata pendeta terpelajar lulusan Belanda ini tentang Islam? Apakah ia mengatakan bahwa Islam bukan agama tapi geng? Bacalah buku “Ikhtisar Dogmatika” yang ditulisnya. Pendeta Soedarmo justru menyatakan bahwa Islam adalah sebuah agama. Bahkan bukan sebagai agama biasa, melainkan agama yang bercorak rasionalitas akal-budi. Pendeta Soedarmo menulis:

“Agama Islam bercorak rasionalitis, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti” (halaman 114).

Jika kitab suci dan para ahli mengakui Islam sebagai agama (din), maka tuduhan Geng Walan Tardho bahwa Islam bukan agama melainkan sebuah geng, sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Nabi Muhammad manusia setengah dewa?

Tuduhan Geng Walan Tardho bahwa umat Islam memuja Nabi Muhammad sebagai makhluk setengah dewa juga kebohongan besar. Ajaran Islam baik yang tertuang dalam Al-Qur’an maupun hadits, tak satu ayat pun yang mengajarkan bahwa Muhammad adalah manusia setengah tuhan atau setengah dewa.

Umat Islam hanya meyakini Nabi Muhammad sebagai hamba dan rasul Allah yang terakhir (Qs Al-Ahzab 40) yang risalahnya berlaku untuk seluruh umat manusia (Qs Al-Anbiya 107). Sebagai nabi yang terakhir, beliau adalah manusia pilihan yang patut dijadikan suri tauladan atau ”uswatun hasanah” (Qs. Al-Ahzab 21). Sebagai nabi terakhir, keberadaan Muhammad SAW juga tidak dipisahkan dari para nabi sebelumnya, karena semua nabi memiliki keterkaitan misi (hadits muttafaq ’alaih).

Umat Islam tak ada satu pun yang memuja nabi Muhammad sebagai manusia setengah dewa, karena umat Islam beriman kepada semua nabi tanpa membeda-bedakan antara nabi yang satu dengan nabi yang lainnya.

”Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya” (Qs Al-Baqarah 285).
...Keyakinan adanya nabi yang menjadi manusia setengah tuhan  atau setengah dewa (inkarnasi) bukan milik Islam, tapi milik agama lain yang terkontaminasi kepercayaan pagan...
Nabi Muhammad sendiri seumur hidupnya tidak pernah mengajarkan kepada umatnya bahwa beliau adalah manusia setengah dewa. Mengenai identitas, beliau hanya mengajarkan 4 nama. Dari empat nama itu tidak ada nama manusia setengah dewa. Perhatikan hadits berikut:
Dalam hadits riwayat Jubair bin Muth'im RA, Nabi SAW bersabda: "Aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah Al-Mahi (penghapus), yang karena aku dihapuskan kekufuran. Aku adalah Al-Hasyir (pengumpul), di mana seluruh manusia akan dikumpulkan sesudahku. Aku adalah Aqib dan Aqib adalah nabi yang tidak akan ada lagi seorang nabi sesudahnya" (HR Muslim).
Keyakinan adanya nabi yang menjadi manusia setengah tuhan  atau setengah dewa (inkarnasi) bukan milik Islam, tapi milik agama lain yang terkontaminasi kepercayaan pagan.

Islam geng pemuja setan?

Tudingan  Islam sebagai geng pemuja setan pun bertolak belakang dari ajaran Islam. Justru Islam adalah agama yang sangat keras dalam memusuhi syaitan. Salah satu ayat terkenal adalah perintah Allah untuk menjadikan setan sebagai musuh abadi.

”Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (Qs Al-An’am 142).

Karenanya, umat Islam disyariatkan untuk berta’awudz (minta perlindungan kepada Allah dari godaan setan).

Salah satu tabiat setan adalah menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara sesama umat manusia, dan menghalangi manusia dari mengingat Tuhan (Qs Al-Ma’idah 90-91).

Karena karakter blog milik Geng Walan Tardho adalah menimbulkan permusuhan dan kebencian, maka menurut ayat di atas, berarti merekalah pengikut setan sejati. Mereka adalah musuh yang nyata semua umat beragama.

Target Islam adalah membunuh sebanyak-banyak manusia?

Tulisan Geng Walan Tardho yang paling keji adalah tuduhan terhadap Islam sebagai geng pemuja setan karena ingin membunuh orang sebanyak-banyaknya, dengan tuduhan sbb:
”Ya, Islam adalah geng pemuja Setan.  Itu sangat nampak terlihat dari sepak terjang mereka, mulai dari zaman Nabi Muhammad SAW hingga zaman sekarang. Perbedaan nyata Tuhan dengan Setan: Tuhan ingin menyelamatkan jiwa sebanyak-banyaknya, sedangkan Setan ingin membunuh sebanyak-banyaknya. Di sisi lain, Islam ingin mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, agar kekuatan Islam bertambah.  Dan orang yang menolak bergabung dalam geng Islam atau orang yang dengan terang-terangan memusuhi geng Islam, akan dibunuh.”
Tudungan ini tak akan pernah terbukti kebenarannya sampai kapan pun, karena tidak sesuai dengan kenyataan dan ajarannya. Al-Qur’an adalah kitab suci yang sangat menjujung tinggi hak hidup manusia. Karena Allah SWT mengajarkan dalam kitab-Nya yang mulia, bahwa “menghilangkan nyawa manusia satu orang saja tanpa alasan yang haq, maka ia seolah-olah telah membinasakan seluruh manusia. Sebaliknya, menjaga kehidupan satu saja jiwa manusia saja seolah-olah ia telah menjaga kehidupan seluruh manusia.

”...Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi” (Qs. Al-Ma’idah 32).

Untuk mencegah tindak kriminalitas pembunuhan, Islam menetapkan hukuman qishas di dunia, terhadap orang yang melakukan pembunuhan tanpa alasan yang dibenarkan: ”... Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh...” (Qs Al-Isra’ 33).

Larangan dan kecaman Islam terhadap pembunuhan, semakin keras dengan ancaman azab Allah Ta’ala bagi pembunuh, yaitu azab Jahannam yang kekal abadi: ”Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya” (Qs An-Nisa’ 93).
...Islam sama sekali tidak mengajarkan pembunuhan manusia sebanyak-banyaknya sebagai target keberhasilannya. Sebaliknya, sebuah nyawa manusia yang masih bayi pun sangat dihormati hak hidupnya...
Sama sekali tidak ada ajaran pembunuhan massal dalam Islam. Bahkan nyawa anak-anak termasuk anak-anak yang masih bayi pun sangat dihormati Islam. Islam melarang membunuh anak-anak dengan alasan apapun, termasuk dengan alasan materi:

”Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar” (Qs Al-Isra’ 31).

Dengan ayat yang melarang pembunuhan terhadap anak-anak dan kecaman sebagai dosa besar, secara otomatis tertolaklah tuduhan Geng Walan Tardho bahwa tujuan Islam adalah membunuh manusia sebanyak-banyaknya. Islam sama sekali tidak mengajarkan pembunuhan manusia sebanyak-banyaknya sebagai target keberhasilannya. Sebaliknya, sebuah nyawa manusia yang masih bayi pun sangat dihormati hak hidupnya.

Geng Setan itu Ajaran Al-Qur’an ataukah Bibel?

Geng Walan Tardho dalam blognya menjadikan pembunuhan manusia sebagai tolok ukur bahwa itu adalah pemuja setan. Lantas mereka menuduh Islam sebagai geng pemuja setan karena target Islam adalah pembunuhan manusia sebanyak-banyaknya. Perhatikan lagi tudingan Geng Walan Tardho berikut:
”Ya, Islam adalah geng pemuja Setan.  Itu sangat nampak terlihat dari sepak terjang mereka, mulai dari zaman Nabi Muhammad SAW hingga zaman sekarang. Perbedaan nyata Tuhan dengan Setan: Tuhan ingin menyelamatkan jiwa sebanyak-banyaknya, sedangkan Setan ingin membunuh sebanyak-banyaknya. Di sisi lain, Islam ingin mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, agar kekuatan Islam bertambah.  Dan orang yang menolak bergabung dalam geng Islam atau orang yang dengan terang-terangan memusuhi geng Islam, akan dibunuh.”
Tudingan terhadap Islam sebagai agama yang mengajarkan pembunuhan sebanyak-banyak manusia telah terbantah pada pembahasan sebelumnya.

Sebaliknya, mari kita terapkan tolok ukur Geng Walan Tardho itu terhadap rasul umat Kristiani yaitu Paulus dalam Bibel. Perhatikan apa yang dilakukan oleh Paulus dalam Alkitab (Bibel):

“Sementara itu berkobar-kobar hati Paulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem” (Kisah Para Rasul 9: 1-2).

Dengan tolok ukur yang dibuatnya, apakah Geng Walan Tardho itu menuding Paulus, rasulnya umat Kristiani itu sebagai nabi pemuja setan yang sejati?

Bagaimana pula  analisa Geng Walan Tardho terhadap perbuatan Tuhan dalam Bibel, bahwa Tuhan balas dendam dengan memerintahkan untuk membunuh dan menumpas segenap rakyat tanpa rasa belas kasihan, dengan mata pedang, baik laki-laki, perempuan, anak menyusui, maupun binatang ternak (1 Samuel 15:1-11)? Apakah mereka juga menuduh Tuhan dalam Bibel adalah tuhan pemuja setan?
...Dengan ayat-ayat Bibel tersebut, mengapa Geng Walan Tardho tidak menulis dalam blognya bahwa berdasarkan ayat ini, maka Tuhan dalam Bibel itu pemuja setan karena melakukan pembunuhan masal...
(2) Beginilah firman Tuhan semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. (3) Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai”.... (7) Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir. (8) Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang. (9) Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka. (1 Samuel 15:2-9).

Dengan ayat-ayat Bibel tersebut, mengapa Geng Walan Tardho tidak menulis dalam blognya bahwa berdasarkan ayat ini, maka Tuhan dalam Bibel itu pemuja setan karena melakukan pembunuhan masal?

Penutup

Dalam pandangan Islam, tuduhan Geng Walan Tardho bahwa Islam sebuah geng itu tidak hanya menghina umat Nabi Muhammad saja. Tapi juga melecehkan semua nabi Allah. Karena semua nabi adalah  Muslim. Nabi Ibrahim adalah muslim (Qs. Ali Imran 67), Nabi Yakub juga muslim (Qs. Al-Baqarah 132-133), Nabi Luth muslim (Qs. Adz-Dzariyat 36), Nabi Yusuf juga muslim (Qs. Yusuf 101), Nabi Sulaiman muslim (Qs. an-Naml 31). Bahkan Nabi Isa dan para peingikutnya pun Muslim (Qs. Ali Imran 52).

Terhadap Geng Walan Tardho yang membuat blog penghujatan terhadap Islam tersebut, pemerintah khususnya Menkominfo Tifatul Sembiring harus mengambil tindakan tegas dan cepat, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Blokir blognya, usut dan adili pembuat blognya. Jika tidak, maka bisa menimbulkan gesekan antarumat beragama yang berujung pada konflik.

Tindakan pemerintah sangat diperlukan supaya rakyat yang mayoritas Muslim di negeri ini tidak melakukan tindakan antisipasi sendiri-sendiri. Jika pemerintah diam saja, maka selamat berjihad para blogger dan hacker Muslim. Allahu Akbar!! 

SUMBER :
[taz/voa-islam.com]