-->
w
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Desa Harapan Sudirman No. 71A Duri Riau 28884 |
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan




Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku



Popular Post

Tampilkan postingan dengan label HADITS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HADITS. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juli 2021

HADITS TENTANG MAKAN JANGAN BERLEBIHAN


Hadits tentang Makan

نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنا لا نشبع

“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang“

Hadits ini dhaif, akan tetapi maknanya benar

Rasulullah shallallahi ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”.

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan,

لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة

“Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah”.

Bahkan kekenyangan hukumnya bisa haram, Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

وما جاء من النهي عنه محمول على الشبع الذي يثقل المعدة ويثبط صاحبه عن القيام للعبادة ويفضي إلى البطر والأشر والنوم والكسل وقد تنتهي كراهته إلى التحريم بحسب ما يترتب عليه من المفسدة

“Larangan kekenyangan dimaksudkan pada kekenyangan yang membuat penuh perut dan membuat orangnya berat untuk melaksanakan ibadah dan membuat angkuh, bernafsu, banyak tidur dan malas. Bisa jadi hukumnya berubah dari makruh menjadi haram sesuai dengan dampak buruk yang ditimbulkan

Rabu, 14 Juli 2021

Hadits Syaikh Albani


Wallahu'alam 

KAROMAH SYAIKH AL-ALBANI ; “MAMPU MENDHA’IFKAN HADITS SHAHIH DAN MENSHAHIHKAN HADITS DHA’IF”

Diungkap Oleh Al-Habib Hasan bin Ali Assegaf

Tulisan al-Habib Hasan bin Ali Assegaf yang berjudul Tanaqudhat al-Albani al-Wadhihat merupakan kitab yang menarik dan mendalam dalam mengungkapkan kesalahan fatal al-Albani. Beliau mencatat 1.500 kesalahan yang dilakukan al-Albani lengkap dengan data dan faktanya. Bahkan menurut penelitian ilmiah beliau, ada 7.000 kesalahan fatal dalam buku-buku yang ditulis al-Albani. Pada kitab Tanaqudhat al-Albani al-Wadhihat dalam juz pertama beliau memuat 249 kesalahan al-Albani, baik dari shahih ke dha’if maupun sebaliknya.

Berikut beberapa bukti kongkrit kontradiksi al-Albani dalam menilai hadits yang telah diteliti oleh al-Habib Hasan bin Ali Assegaf (cucunda as-Sayyid al-Habib Abdurrahman Assegaf pengarang kitab Tarsyih al-Mustafidin Syarh Fath al-Mu’in) dalam kitab beliau yang berjudul Tanaqudhat al-Albani al-Wadhihat:

1. Hadits Pertama

حديث عن محمود بن لبيد قال : أخبر رسول الله صلى الله عليه وآله عن رجل طلق امرأته ثلاث تطليقات جميعا ، فقام غضبان ، ثم قال : (أيلعب بكتاب الله عزوجل وأنا بين أظهركم ؟ !) حتى قام رجل فقال : يا رسول الله ألا أقتله ؟ ! رواه النسائي . ضعفه الالباني في تخريج (مشكاة المصابيح) الطبعة الثالثة ، بيروت – سنة 1405 ه المكتب الاسلامي (2 / 981) فقال : ورجاله ثقات لكنه من رواية مخرمة عن أبيه ولم يسمع منه . اه ثم تناقض فصححه في كتاب (غاية المرام تخريج أحاديث الحلال والحرام) طبعة المكتب الاسلامي ، الطبعة الثالثة 1405 ه صفحة (164) حديث رقم (261)

“Al-Albani menilainya dha’if dalam Misykat al-Mashabih juz 2 halaman 981 cetakan III Beirut, 1405 H, al-Maktab al-Islami. Kemudian ia menilainya shahih dalam kitab Ghayat al-Maram Takhrij Ahadits al-Halal wa al-Haram halaman 164 hadis no. 261 cetakan III, Maktab al-Islami, 1405 H.”

2. Hadits Kedua

حديث : إذا كان أحدكم في الشمس فقلص عنه الظل وصار بعضه في الظل وبعضه في الشمس فليقم) أقول : صححه الالباني فقال في صحيح الجامع الصغير وزيادته (1 / 266 / 761) صحيح الاحاديث الصحيحة : 835 . اه ثم تناقض فضعفه في : تخريج (مشكاة المصابيح) (3 / 1337 / برقم 4725 الطبعة الثالثة) وقد عزاه في كل من الموضعين إلى سنن أبي داود .

“Al-Albani menilainya shahih dalam kitab Shahih al-Jami’ ash-Shaghir wa Ziyadatuhu juz 1 halaman 266 dan dalam Shahih al-Hadits ash-Shahihah hadits no. 835. Kemudian al-Albani menilainya dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 3 halaman 1337 hadis no. 4725 Cetakan III.”

3. Hadits Ketiga

حديث : الجمعة حق واجب على كل مسلم … ضعفه الالباني في : تخريج (مشكاة المصابيح) (1 / 434) : فقال : رجاله ثقات وهو منقطع كما أشار أبو داود اه بمعناه ومن التناقضات أنه : أورد الحديث في إرواء الغليل (3 / 54 / برقم 592) وقال : صحيح . اه فتدبروا يا أولي الالباب .

“Al-Albani menilai dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 434, ia berkata: “Perawinya terpercaya tetapi hadits ini terputus sebagaimana isyarah Abu Dawud.” Namun hadits ini dicantumkan oleh al-Albani dalam kitab Irwa’ al-Ghalil juz 3 halaman 54 hadits no. 592. Al-Albani berkata: “Hadits ini shahih.”

4. Hadits Keempat

حديث : عبد الله بن عمرو مرفوعا : (الجمعة على من سمع النداء) رواه أبو داود . صححه الالباني في : (إرواء الغليل) (3 / 58) فقال : حسن . اه وناقض نفسه فضعفه في : تخريج مشكاة المصابيح 1 / 343) (برقم 1375) حيث قال : سنده ضعيف . اه

“Al-Albani menilai shahih dalam kitab Irwa’ al-Ghalil juz 3 halaman 58. Al-Albani berkata: “Hadits ini hasan.” Tetapi al-Albani menilainya dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 343 hadits no. 1375. Al-Albani berkata: “Sanadnya dha’if.”

5. Hadits Kelima

حديث أنس بن مالك أن رسول الله صلى الله عليه وآله كان يقول : (لا تشددوا على أنفسكم فيشدد الله عليكم فإن قوما شددوا على أنفسهم فشدد الله عليهم . . .) رواه أبو داود . ضعفه الالباني في : (تخريج المشكاة) (1 / 64) فقال : بسند ضعيف اه . ثم تناقض فحسنه في آخر تخريجه في (غاية المرام) ص (141) بعد أن حكم عليه هناك أيضا بالضعف فقال : فلعل حديثه هذا حسن بشاهده المرسل عن أبي قلابة . اه

“Al-Albani menilai dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 64. Al-Albani berkata: “Diriwayatkan dengan sanad yang dha’if.” Tapi al-Albani menilainya hasan dalam kitab Ghayat al-Maram halaman 141, setelah menghukuminya dha’if, al-Albani berkata: “Semoga hadits ini hasan dengan dalil penguat secara mursal dari Abu Qilabah.”

6. Hadits Keenam

حديث السيدة عائشة رضي الله عنها قالت : (من حدثكم أن النبي صلى الله عليه وآله كان يبول قائما فلا تصدقوه ما كان يبول إلا قاعدا) رواه أحمد والترمذي والنسائي . ضعفه الالباني في تخريج (مشكاة المصابيح) (1 / 117) فقال : اسناده ضعيف اه ثم من تناقضاته أنه صححه في سلسلة الاحاديث الصحيحة (1 / 345 برقم 201) فتأمل أخي القارئ

“Al-Albani menilai dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 171. Al-Albani berkata: “Sanadnya dha’if.” Tapi al-Albani menilainya shahih dalam Silsilat al-Ahadits ash-Shahihah juz 1 halaman 345 hadits no. 201.”

7. Hadits Ketujuh

حديث : ثلاثة لا تقربهم الملائكة جيفة الكافر والمتضمخ بالخلوق والجنب إلا أن يتوضأ) رواه أبو داود . صححه الالباني في (صحيح الجامع الصغير وزيادته) (3 / 71 برقم 3056) فقال :حسن تخريج الترغيب (1 / 91) . اه ومن تناقضاته أنه ضعفه في تخريج (مشكاة المصابيح) (1 / 144 برقم 464) فقال : ورجاله ثقات لكنه منقطع بين الحسن البصري وعمار فإنه لم يسمع منه كما قال المنذري في الترغيب (1 / 91) .

“Al-Albani menilainya shahih dalam kitab Shahih al-Jami’ hadits no. 3056, ia berkata: “Hadits ini hasan.” Tetapi al-Albani menilainya dha’if dalam kitab Takhrij Misykat al-Mashabih hadits no. 464. Al-Albani berkata: “Perawinya terpercaya, tetapi hadits ini terputus antara Hasan Bashri dan Ammar.”

b. Persaksian Para Ulama Tentang Karomah Syaikh Al-Albani

Kesalahan al-Albani tidak hanya diakui oleh murid-muridnya sendiri. Kenyataan ini juga diakui oleh Syaikh Yusuf Qardhawi di dalam tanggapan beliau terhadap al-Albani yang mengomentari hadits-hadits di dalam kitabnya berjudul al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, sebagai berikut:

“Oleh sebab itu, penetapan Syaikh al-Albani tentang dha’ifnya suatu hadits bukan merupakan hujjah yang qath’i (pasti) dan sebagai kata pemutus. Bahkan dapat saya katakan bahwa Syaikh al-Albani kadang-kadang mendha’ifkan (melemahkan) suatu hadits dalam satu kitab dan mengesahkannya (menshahihkannya) dalam kitab lain.” (Lihat dalam Halal dan Haram karya DR. Yusuf Qardhawi, Robbani Press, Jakarta, 2000, hal. 417).

Syaikh Yusuf Qardhawi juga banyak menghadirkan bukti-bukti kecerobohan al-Albani dalam menilai hadis yang sekaligus menunjukkan sikapnya yang “tanaqudh”.

Dengan demikian, apabila mayoritas ulama sudah menegaskan penolakan tersebut, berarti Nashiruddin al-Albani itu memang tidak layak untuk diikuti dan dijadikan panutan. Diantara ulama yang mengkritik al-Albani adalah:

1. Al-Imam al-Jalil al-Musniduddunya asy-Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani penulis kitab ad-Durr al-Mandhud Syarh Sunan Abi Dawud dan Fath al-‘Allam Syarh Bulugh al-Maram.
2. Al-Hafidz Abdullah al-Ghummari dari Maroko.
3. Al-Hafidz Abdul Aziz al-Ghummari dari Maroko.
4. Al-Hafidz Abdullah al-Harari al-Abdari dari Lebanon pengarang Syarh Alfiyah as-Suyuthi fi Mushthalah al-Hadits.
5. Al-Muhaddits Mahmud Sa’id Mamduh dari Uni Emirat Arab pengarang kitab Raf’u al-Manarah li Takhrij Ahadits at-Tawassul wa az-Ziyarah.
6. Al-Muhaddits Habiburrahman al-A’dzami dari India.
7. Asy-Syaikh Muhammad bin Ismail al-Anshari seorang Peniliti Komisi Tetap Fatwa Wahabi dari Saudi Arabia.
8. Asy-Syaikh Muhammad bin Ahmad al-Khazraji Menteri Agama dan Wakaf Uni Emirat Arab.
9. Asy-Syaikh Badruddin Hasan Dayyab dari Damaskus.
10. Asy-Syaikh Muhammad Arif al-Juwaijati.
11. Asy-Syaikh al-Habib Hasan bin Ali Assegaf dari Yordania.
12. Al-Imam Prof. Dr. Al-Muhaddits al-Haramain as-Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki dari Mekkah pengarang kitab Mafahim Yajibu an Tushahhah.
13. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin dari Najd, seorang ulama Wahabi yang menyatakan bahwa al-Albani tidak memiliki pengetahuan agama sama sekali.
14. Dan lainnya. Yang mana masing-masing ulama tersebut telah mengarang kitab sebagai bantahan terhadap al-Albani.

c. Syaikh Al-Albani Mendha’ifkan Hadits Shahih Bukhari dan Muslim

Kesalahan fatal dan sembrono al-Albani juga nampak jelas ketika ia banyak menilai dha’if dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, yang telah dinobatkan oleh umat sebagai kitab hadits yang paling valid (shahih) setelah al-Quran. Berikut diantara bukti nyata bahwa al-Albani merasa lebih hebat dari Imam Bukhari dan Imam Muslim:

1. Hadits Pertama

حديث : (قال الله تعالى : ثلاثة أنا خصمهم يوم القيامة : رجل أعطى بي ثم غدر ، ورجل باع حرا فأكل ثمنه ، ورجل استأجر أجيرا فاستوفى منه ولم يعطه أجره)) . قال الالباني في ضعيف الجامع وزيادته) (4 / 111 برقم 4054) : رواه أحمد والبخاري (2114) عن أبي هريرة (ضعيف) ! ! !

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 4054. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari no. 2114.”

2. Hadits Kedua

حديث : (لا تذبحوا إلا بقرة مسنة ، إلا أن تتعسر عليكم فتذبحوا جذعة من الضأن) . قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (6 / 64 برقم 6222) : رواه الامام أحمد ومسلم (1963) وأبو داود والنسائي وابن ماجه عن جابر (ضعيف) ! ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadis ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 6222. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1963.”

3. Hadits Ketiga

حديث : (إن من شر الناس عند الله منزلة يوم القيامة الرجل يفضي إلى امرأته ، وتفضي إليه ثم ينشر سرها) . قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (2 / 197 برقم 2005) : رواه مسلم (1437) عن أبي سعيد ” (ضعيف) ! ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 2005. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1437.”

4. Hadits Keempat

حديث : (إذا قام أحدكم من الليل فليفتتح صلاته بركعتين خفيفتين) قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (1 / 213 برقم 718) : رواه الامام أحمد ومسلم (768) عن أبي هريرة (ضعيف) ! !

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 719. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 769.”

5. Hadits Kelima

حديث : (أنتم الغر المحجلون يوم القيامة ، من إسباغ الوضوء ، فمن استطاع منكم فليطل غرته وتحجيله) (1) قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (14 / 2 برقم 1425) : رواه مسلم (246) عن أبي هريرة (ضعيف بهذا التمام) .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 1425. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 246.”

6. Hadits Keenam

حديث : (إن من أعظم الامانة عند الله يوم القيامة الرجل يفضي إلى امرأته . . .) (2) . قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (2 / 192 برقم 1986) : رواه أحمد ومسلم (1437) وأبو داود عن أبي سعيد (ضعيف) ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 1986. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1437.”

7. Hadits Ketujuh

حديث : (من قرأ العشر الاواخر من سورة الكهف عصم من فتنة الدجال). قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (5 / 233 برقم : 5772 رواه أحمد ومسلم (809) والنسائي عن أبي الدرداء (ضعيف) ! !

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 1986. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1437.”

8. Hadits Kedelapan

حديث : (كان له صلى الله عليه وسلم فرس يقال له اللحيف) . قال الالباني في ضعيف الجامع وزيادته) (4 / 208 برقم 4489 : رواه البخاري (2855) عن سهل بن سعد (ضعيف) ! ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 4489. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari no. 2855.”

Walhasil, Syaikh Nashiruddin al-Albani bukanlah al-Hafidz yang berhak memberi penilaian status suatu hadits. Jangankan menjadi al-Hafidz, untuk memenuhi kriteria sebagai al-Muhaddits saja masih sangat jauh.

Masihkah Anda lebih percaya pada takhrijnya al-Albani yang berlumur kontradiksi dengan mengalahkah ulama sekaliber al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Hafidz as-Suyuthi, al-Hafidz adz-Dzahabi dan para ahli hadits lainya?

Minggu, 03 Mei 2020

SANGAT BERHATI-HATILAH DENGAN KEMUSYRIKAN

Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat dan ada yang masuk neraka karena seekor lalat pula.”
Para sahabat bertanya: “Bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah?
Rasul menjawab: “Ada dua orang berjalan melewati sebuah kaum yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sesuatu untuknya terlebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu di antara kedua orang tadi: “Persembahkanlah sesuatu untuknya!” Ia menjawab: “Saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan”, mereka berkata lagi: “Persembahkan untuknya walaupun seekor lalat!” Maka iapun mempersembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka membiarkan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk ke dalam neraka. Kemudian mereka berkata lagi kepada seseorang yang lain: “Persembahkalah untuknya sesuatu!” Ia menjawab: “Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk ke dalam surga” (HR. Ahmad).

Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang terkadang terjatuh dalam kesyirikan dan ia tidak menyadarinya.
Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh Menjelaskan,

في هذا الحديث التحذير من وقوع في الشرك لأن الإنسان قد يقع فيه و هو لا يدرى أنه من الشرك الذي يوجب النار

“Dalam hadits ini terdapat peringatan keras agar tidak terjerumus dalam kesyirikan, karena manusia terkadang terjerumus dalam kesyirikan padahal ia tidak menyadarinya bahwa itu dapat memasukkan ke dalam neraka.” (Fathul Majid hal. 200).

Senin, 23 Juli 2018

IBLIS itu PINTAR, Faham Qur'an & Hadits

*IBLIS ITU SANGAT ALIM..*

Jika engkau bertanya tentang alqur'an kpd iblis, maka iblis akan bisa menerangkan dg sangat jelas, karena iblis tau persis kapan ayat itu turun dari langit...

jika engkau bertanya tentang ilmu hadist kpd iblis, maka iblis akan sangat pandai menjelaskannya, karena iblis tau asbabul wurud dari hadist tsb....

jika engkau bertanya tentang dongeng para nabi, iblis akan dg tepat menceritakannya karena iblis sudah ada sejak nabi adam masih  berada dalam surga...

iblis ahli alqur'an...
iblis ahli hadist....
iblis ahli riwayat..
iblis alim/pandai dalam segala ilmu...
tapi iblis tdk pernah menjadi kekasih Allah,  karena dalam diri iblis ada kalimat...

*"AKU LEBIH BAIK DARI SIAPAPUN"*

Semoga sedikit ilmu yg dititipkan Allah dihati kita tdk menjadikan kita sombong dalam segala urusan...

*Juga paham bahwa ilmu tak menjamin orang pasti ta'at dan sholih*

kita buktikan sifat rendah hati kita dengan berihtiar, berdoa, bersyukur, tawakkal dan semoga kita bisa.
Aamiin...Aamiin...

Senyum itu ibadah , marah itu mudah , tapi sabar itu jauh lebih indah .

Dan .....

*YANG AKU TAKUT*

*Yang aku takut...*
hatiku kian mengeras dan sulit menerima nasehat, namun
sangat pandai menasehati.

*Yang aku takut...*
aku merasa paling benar, sehingga
merendahkan yang lain.

*Yang aku takut...*
egoku terlalu tinggi, hingga
merasa paling baik di antara yang lain.

*Yang aku takut...*
aku lupa bercermin, namun
sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.

*Yang aku takut...*
ilmuku akan membuatku
menjadi sombong,memandang yang lain berbeda denganku.

*Yang aku takut...*
lidahku makin lincah membicarakan aib orang lain, namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.

*Yang aku takut...*
aku hanya hebat dalam berkata namun
buruk dalam berbuat.

*Yang aku takut...*
aku hanya cerdas dalam mengkritik,
namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.

*Yang aku takut...*
aku membenci dosa orang lain, namun
saat aku sendiri buat dosa aku enggan membencinya.

Kiranya TUHAN senantiasa menyadarkanku sehingga lebih rajin instrospeksi diri daripada mengurusi orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur katanya lebih baik dari diriku. Amin...

*SELALULAH MELIHAT KE DALAM DIRI...*
*RENUNGAN BUAT KITA SEMUA*

Kamis, 23 Juni 2016

Imam Bukhari dan Uang 1000 Dinar

Sebelum kita simak kisah ini ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu seberapa banyak uang 1000 dinar itu :
1 dinar = 4,25 gram emas murni
1000 dinar = 4.250 gram = 4,25 kg emas murni
Jika 1 gram emas murni seharga Rp500.000 berarti :
1000 dinar = 4.250 × Rp500.000
Hasilnya : Rp2.125.000.000 (dua miliar seratus dua puluh lima juta rupiah)
Uang yang sangat banyak sekali..
***
Sekarang mari kita simak kisah berikut..
Disebutkan oleh Al-Imam Abdus Salam Al-Mubarakfury dalam kitab Sirah Al-Imam Al-Bukhari :
Bahwasanya Imam Bukhari pernah sekali mengarungi lautan di masa beliau masih menuntut ilmu, pada waktu itu beliau membawa uang 1000 dinar (dua miliar rupiah lebih), yang mana pada zamannya 1000 dinar termasuk harta yang sangat besar..
Kemudian datanglah kepada beliau salah seorang dari awak kapal, lelaki tersebut menampakkan kecintaan dan kesukaan kepada sang Imam, dia selalu berusaha mendekat dan duduk dengan beliau. Ketika Imam Bukhari melihat kecintaan dan kesetiaan lelaki tersebut dan saking akrabnya sampai-sampai beliau memberitahukan kepada lelaki tersebut tentang 1000 dinar yang beliau bawa di kapal..
Kemudian pada suatu hari lelaki tersebut bangun dari tidurnya kemudian dia menangis, merobek-robek bajunya dan memukul-mukul wajah dan kepalanya. Ketika manusia melihat keadaan lelaki tersebut maka mereka bingung dan terheran-heran, maka mereka mendatanginya dan menanyakan sebab musababnya..
Lelaki tersebut akhirnya berkata:
"Aku memiliki kantong yang berisi 1000 dinar akan tetapi kantong itu lenyap dariku."
Maka akhirnya orang-orang mengadakan pemeriksaan satu persatu pada semua penumpang kapal, di saat seperti itu, Imam Bukhari mengeluarkan kantong dinarnya secara sembunyi-sembunyi lalu beliau melemparkanya ke laut, pemeriksaan terus berlangsung sampai ke beliau dan sampai usai, akan tetapi para pemeriksa tidak menjumpai apapun. Maka para pemeriksa kembali ke lelaki tersebut dan mencelanya habis-habisan.
Ketika orang-orang turun dari kapal, lelaki tersebut mendatangi Imam Bukhari dan berkata: "Apa yang kamu lakukan dengan kantong dinarmu..??"
Imam Bukhari menjawab: "Aku melemparkannya ke laut."
Lelaki tadi berkata: "Bagaimana engkau bisa bersabar atas hilangnya harta yang banyak darimu..??"
Imam Bukhari berkata kepadanya:
"Wahai orang bodoh, sesungguhnya aku telah menghabiskan seluruh umur dan hidupku untuk mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah, dan seluruh dunia telah mengetahui ketsiqqohanku (kredibilitasku dalam meriwayatkan hadits), maka bagimana mungkin aku menjadikan diriku menjadi bahan tuduhan sebagai seorang pencuri..??
Apakah mutiara berharga (yaitu: tsiqqoh dalam periwayatan hadits) yang mana aku habiskan umurku untuknya aku korbankan hanya karena uang yang sedikit..??"
Masya Allah. Semoga Allah merahmati Imam Al-Bukhari..
Demikianlah sikap wara' para ulama', Dunia tidak ada artinya bagi mereka dibandingkan Ilmu hadits..
Kisah ini diambil dari kitab : Sirah Al-Imam Al-Bukhari Lil Imam Abdus Salam Al-Mubarakfury, 1/122-123
***
ﺫﻛﺮ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﺍﻟﻤﺒﺎﺭﻛﻔﻮﺭﻱ - ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ - ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ ‏( ﺳﻴﺮﺓ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ‏) :
ﺃﻥ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﺭﻛﺐ ﺍﻟﺒﺤﺮ ﻣﺮﺓ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﻃﻠﺒﻪ ﻭﻛﺎﻥ ﻣﻌﻪ ﺃﻟﻒ ﺩﻳﻨﺎﺭ
‏( ﻭﻛﺎﻧﺖ ﺍﻷﻟﻒ ﺩﻳﻦ ﺍﺭ ﻣﺒﻠﻎ ﻃﺎﺋﻞ ﻓﻲ ﺫﺍﻙ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ‏) ، ﻓﺠﺎﺀﻩ ﺭﺟﻞ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ، ﻭﺃﻇﻬﺮ ﻟﻪ ﺣﺒﻪ ﻭﻣﻮﺩﺗﻪ ﻭﺃﺻﺒﺢ ﻳﻘﺎﺭﺑﻪ ﻭﻳﺠﺎﻟﺴﻪ ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺣﺒﻪ ﻭﻭﻻﺀﻩ ﻣﺎﻝ ﺍﻟﻴﻪ ﻭﺑﻠﻎ ﺍﻷﻣﺮ ﺃﻧﻪ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻤﺠﺎﻟﺴﺎﺕ ﺃﺧﺒﺮﻩ ﻋﻦ ﺍﻟﺪﻧﺎﻧﻴﺮ ﺍﻟﻤﻮﺟﻮﺩﺓ ﻋﻨﺪﻩ .
ﻭﺫﺍﺕ ﻳﻮﻡ ﻗﺎﻡ ﺻﺎﺣﺒﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﻓﺄﺻﺒﺢ ﻳﺒﻜﻲ ﻭﻳﻌﻮﻝ ﻭﻳﻤﺰﻕ ﺛﻴﺎﺑﻪ ﻭﻳﻠﻄﻢ ﻭﺟﻬﻪ ﻭﺭﺃﺳﻪ ، ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺣﺎﻟﺘﻪ ﺗﻠﻚ ﺃﺧﺬﺗﻬﻢ ﺍﻟﺪﻫﺸﺔ ﻭﺍﻟﺤﻴﺮﺓ ﻭﺃﺧﺬﻭ ﻳﺴﺄﻟﻮﻧﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﺴﺒﺐ ، ﻭﺃﻟﺤﻮﺍ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﺆﺍﻝ ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻬﻢ :
ﻋﻨﺪﻱ ﺻﺮﺓ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﻟﻒ ﺩﻳﻨﺎﺭ ﻭﻗﺪ ﺿﺎﻋﺖ .!
ﻓﺄﺻﺒﺢ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﻔﺘﺸﻮﻥ ﺭﻛﺎﺏ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻭﺍﺣﺪﺍ ،ﻭﺣﻴﻨﺌﺬ ﺃﺧﺮﺝ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﺻﺮﺓ ﺩﻧﺎﻧﻴﺮﻩ ﺧﻔﻴﺔ ﻭﺃﻟﻘﺎﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺤﺮ ، ﻭﻭﺻﻞ ﺍﻟﻤﻔﺘﺸﻮﻥ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻓﺘﺸﻮﻩ ﺃﻳﻀﺎ ﺣﺘﻰ ﺍﻧﺘﻬﻮﺍ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺭﻛﺎﺏ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ ، ﻭﻟﻢ ﻳﺠﺪﻭﺍ ﺷﻴﺌﺎ ﻓﺮﺟﻌﻮﺍ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﻻﻣﻮﻩ ﻭﻭﺑﺨﻮ uu ﻩ ﺗﻮﺑﻴﺨﺎ ﺷﺪﻳﺪﺍ .
ﻭﻟﻤﺎ ﻧﺰﻝ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻔﻴﻨﺔ ﺟﺎﺀ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﻰ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﺳﺄﻟﻪ ﻣﺎﺫﺍ ﻓﻌﻞ ﺑﺼﺮﺓ ﺍﻟﺪﻧﺎﻧﻴﺮ؟ .
ﻓﻘﺎﻝ : ﺃﻟﻘﻴﺘﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺤﺮ .!
ﻗﺎﻝ : ﻛﻴﻒ ﺻﺒﺮﺕ ﻋﻠﻰ ﺿﻴﺎﻉ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ ؟ .
ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﺍﻹﻣﺎﻡ : ﻳﺎﺟﺎﻫﻞ ... ﺃﺗﺪﺭﻱ ﺃﻧﻨﻲ ﺃﻓﻨﻴﺖ ﺣﻴﺎﺗﻲ ﻛﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﺟﻤﻊ ﺣﺪﻳﺚ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻭﻋﺮﻑ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﺛﻘﺘﻲ ، ﻓﻜﻴﻒ ﻛﺎﻥ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻲ ﺃﻥ ﺃﺟﻌﻞ ﻧﻔﺴﻲ ﻋﺮﺿﺔ ﻟﺘﻬﻤﺔ ﺍﻟﺴﺮﻗﺔ؟ ..
ﻭﻫﻞ ﺍﻟﺪﺭﺓ ﺍﻟﺜﻤﻴﻨﺔ ‏( ﺍﻟﺜﻘﺔ ﻭﺍﻟﻌﺪﺍﻟﺔ ‏) ﺍﻟﺘﻲ ﺣﺼﻠﺖ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻓﻲ ﺣﻴﺎﺗﻲ ﺃﺿﻴﻌﻬﺎ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺩﺭﺍﻫﻢ ﻣﻌﺪﻭﺩﺓ ..
)] ﺳﻴﺮﺓ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ‏[ ﻣﺞ 1 ،ﺹ 123-122 )]
——○●※●○——

Selasa, 13 Januari 2015

Anda mengaku beriman ? Amalkan Hadits berikut !

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan atasnya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)
Dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah RA., Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda-, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus”. [HR. Bukhari dan Muslim].

sumber : http://www.smstauhiid.com/mencintai-orang-miskin/

Jumat, 28 Januari 2011

WANITA juga ADALAH UJIAN

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ

“Perempuan itu menghadap ke muka dalam rupa setan dan menghadap ke belakang dengan rupa setan” (HR Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi).

Tentang makna hadits di atas, Nawawi berkata, “Para ulama’ menyatakan bahwa makna hadits adalah isyarat bahwa hawa nafsu dan maksiat itu terjadi karena perempuan, karena Allah menjadikan dalam diri para laki-laki kecenderungan kepada perempuan dan merasa nikmat gara-gara memandang perempuan bahkan memandang berbagai hal yang berkaitan dengan mereka. Jadi perempuan itu serupa dengan setan dalam masalah suka mengajak kepada keburukan dengan bisikan dan anggapan indah yang dibuat oleh setan.

Bisa disimpulkan dari hadits di atas bahwa perempuan itu tidak sepatutnya keluar rumah dan berada di antara para laki-laki kecuali dalam kondisi terpaksa.

Laki-laki juga seyogyanya tidak memandang kepada perempuan meski hanya pakaiannya saja dan seharusnya berpaling dari perempuan tanpa terkecuali (Syarh Muslim oleh Nawawi, 9/178).

Sedangkan penulis Aunul Ma’bud, Syarh Sunan Abi Daud mengatakan, “Nabi menyerupakan perempuan dengan setan karena memiliki kesamaan karakter yaitu suka menimbulkan was-was dan menyesatkan yang dibisiki. Alasan lain adalah karena memandang perempuan dari arah manapun hanya menghasilkan dorongan untuk melakukan keburukan” (Aunul Ma’bud, 6/132). Hal senada juga disampaikan oleh penulis Tuhfatul Ahwadzi, “Nabi menyerupakan perempuan dengan setan karena adanya kesamaan karakter yaitu suka berbisik-bisik dan suka mengajak kepada keburukan” (Tuhfatul Ahwadzi 4/270).
Mujahid berkata, “Ketika seorang perempuan datang menuju seorang laki-laki maka setan duduk di atas kepalanya lalu menjadikan perempuan tersebut menarik bagi laki-laki yang memandangnya. Sedangkan ketika seorang perempuan berjalan membelakangi laki-laki maka setan duduk di pantatnya lalu menjadikannya menarik bagi laki-laki yang memandangnya” (Tafsir Qurthubi 12/227).

Demikianlah keadaan kebanyakan perempuan, menjadi makhluk penggoda iman kecuali perempuan-perempuan yang Alloh sayangi. Namun betapa sedikitnya jumlah mereka.

Iblis menyodorkan godaan melalui perempuan guna menyesatkan dan merusak. Al Qur’an telah menguraikan contoh-contoh bencana yang terjadi karena faktor perempuan.

Karena Perempuan Alloh hancurkan kaum Tsamud

Ibnu Jarir dan ulama’ salaf yang lain menyebutkan adanya peranan dua perempuan dari kaum Tsamud. Yang pertama adalah Shaduq putri dari al Mahya bin Zuhair bin al Mukhtar. Dia adalah perempuan kaya dan berstatus bangsawan. Semula dia bersuamikan seorang muslim namun akhirnya perempuan ini menceraikan suaminya. Setelah itu dia undang saudara sepupunya sendiri, Mashro’ bin Mahraj lalu menawarkan tubuhnya kepada sepupunya tersebut dengan satu persyaratan yaitu membunuh onta Nabi Shalih.

Peran kedua untuk hancur dan binasanya kaum Tsamud itu di tangan Anbarah binti Ghanim bin Majlaz yang memiliki julukan Ummu Utsman. Dia adalah seorang perempuan tua dan kafir. Dia memiliki empat anak perempuan dari suaminya, Dzu’ab bin Amru yang merupakan salah seorang pemuka kaum Tsamud. Perempuan tua ini menawarkan keempat putrinya kepada Qadar bin Salif. Bila Qadar bisa membunuh onta Nabi Shalih maka dia bisa memilih satu dari empat putri Anbarah.

Kedua pemuda ini, Mashro’ dan Qadar bersegera untuk bisa membunuh onta tersebut dengan berusaha mencari dukungan tenaga. Ada tujuh orang yang merespon dan siap membantu. Sehingga jumlah total mereka adalah sembilan orang. Mereka inilah yang Alloh maksudkan dalam QS an Naml:48.

Sembilan orang ini lalu mempropaganda yang lain untuk membunuh onta. Akhirnya seluruh kabilah Tsamud bersepakat dan mendukung rencana pembunuhan onta tersebut.

Akhirnya mereka berangkat untuk mengintai onta. Ketika onta yang dimaksudkan muncul dari kalangan onta-onta yang hendak mendatangi mata air, Mashro’ bersembunyi untuk menyergap. Mashro’ akhirnya memanah kaki onta tersebut dan anak panah berhasil menancap di tulang kaki onta. Saat itu datanglah para gadis-gadis untuk membujuk dan menyemangati para laki-laki agar membantu usaha pembunuhan onta tersebut dengan cara menebar pesona melalui wajah-wajah cantik mereka.

Qadar bin Saliflah yang paling dahulu mengayunkan pedangnya dengan keras sehingga urat di atas tumit onta tersebut putus lalu tersungkurlah onta itu ke bumi. (Lihat Tafsir Thabari 12/531-534 dan Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir 1/127).

Perempuan yang menyemangati Mashro’ adalah isteri pejabat. Sedangkan yang menyemangati Qadar bin Salif juga isteri pejabat.

Perempaun pertama menawarkan tubuhnya kepada Mashro’. Sedangkan perempuan kedua menawarkan putri-putrinya kepada Qadar. Secara umum perempuan-perempuan kabilah Tsamud juga membujuk para laki-laki untuk membunuh onta dengan menonjolkan kecantikan wajah mereka.
Singkat kata, akhirnya kaum Tsamud Alloh hancurkan karena mereka berani membunuh onta Nabi Shalih. Keberanian ini timbul dan menguat karena para perempuan.

Karena Perempuan Kepala Nabi Yahya dipenggal

Hal ini diucapkan oleh Asma’ binti Abu Bakr kepada Ibnu Umar di salah satu bagian dari Masjidil Haram. Ini terjadi ketika Ibnu Zubair, putra Asma’ disalib. Ibnu Umar menoleh ke arah Asma’ seraya berkata, “Jasad anakmu ini sebenarnya bukanlah apa-apa, sdangkan yang di sisi Alloh hanyalah arwah. Oleh karena itu bertakwalah kepada Alloh dan bersabarlah”.
Jawaban Asma’, “Apa yang menghalangiku untuk bersabar. Kepala Yahya bin Zakaria saja yang jauh lebih mulia telah dihadiahkan kepada seorang pelacur” (Siyar A’lamin Nubala’ 2/294 dengan para perawi yang kredibel). Perkataan Asma’ di atas menunjukkan bahwa Nabi Yahya dibunuh karena permintaan seorang pelacur.

Walaupun buku-buku sejarah berbeda-beda dalam menjelaskan kejadian ini namun bisa kita simpulkan isinya adalah sebagai berikut.

Ada seorang raja di Damaskus kala itu yang ingin menikahi salah seorang mahramnya atau perempuan yang tidak halal dia nikahi. Nabi Yahya berupaya mencegah niat buruk sang raja ini namun ternyata perempuan tersebut juga menginginkan sang raja. Maka dua orang ini merasa jengkel dengan Nabi Yahya. Pada saat terjadi hubungan badan yang haram antara perempuan ini dengan raja, perempuan tersebut meminta kepada sang raja agar mempersembahkan darah Nabi Yahya kepadanya. Raja ini lantas dengan penuh ketundukan memerintahkan seseorang agar membunuh Nabi Yahya. Setelah berhasil dilaksanakan, kepala Nabi Yahya dipersembahkan kepada perempuan tersebut. (Lihat al Bidayah wan Nihayah 1/49).

Demikianlah lemahnya laki-laki di hadapan godaan perempuan, seorang makhluk yang nampaknya lemah secara fisik namun memiliki kemampuan luar biasa untuk membuat seorang laki-laki yang gagah perkasa bertekuk lutut di hadapannya sehingga datang memelas mengharap segelas rasa cintanya. Benarlah apa yang Alloh firmankan,

وَخُلِقَ الإِنسَانُ ضَعِيفاً

“Dan Manusia itu diciptakan dalam kondisi lemah”(QS an Nisa’:28). Terkait ayat di atas terdapat penjelasan yang menarik dari seorang tabiin yaitu Thawus sebagaimana yang disebutkan oleh Sufyan ats Tsauri dalam Tafsirnya. Beliau mengatakan

كان اذا نظر الى النساء لم يصبر عنهن

“Jika laki-laki-laki memandang seorang maka dia tidak akan mampu ‘bersabar’ menahan gejolak yang ada di hatinya terhadap perempuan tersebut” (Jawabul Kafi karya Ibnul Qayyim hal 171, cetakan Darul Kutub ‘Ilmiyyah).

Secara khusus Ibnul Qoyyim menjelaskan ayat di atas dengan mengatakan, “Dalam ayat ini Alloh menyebutkan keringanan yang Alloh berikan untuk manusia dan menceritakan kelemahan manusia. Hal ini menunjukkan lemahnya manusia (baca:laki-laki) untuk menghadapi keinginan yang satu ini. Oleh karena itu Alloh memberikan keringanan terkait syahwat terhadap perempuan dengan membolehkan menikahi perempuan-perempuan yang diinginkan baik dua, tiga ataupun empat. Di samping itu Alloh bolehkan untuk menyetubuhi budak-budak perempuan yang dimiliki atau bahkan menikahi budak perempuan milik orang lain jika memang diperlukan. Ini semua merupakan terapi dari Alloh untuk mengobati syahwat yang satu ini dalam rangka memberi keringanan dan sebagai rahmat untuk makhluk yang lemah ini” (Zaadul Ma’ad karya Ibnul Qoyyim 4/250, cetakan Muassasah ar Risalah).

Sungguh tepat penjelasan Ibnu Abbas terkait pengertian mata yang khianat dalam surat Ghafir:19. Beliau berkata, “Yang dimaksud ‘mata yang khianat’ adalah seorang laki-laki yang bertamu di sebuah rumah. Di rumah tersebut terdapat seorang perempuan yang cantik atau kebetulan seorang perempuan cantik melintas di depan rumah tersebut. Jika tuan rumah tidak memperhatikannya, dia pandangi perempuan tersebut. Namun jika tuan rumah memperhatikannya maka buru-buru dia menundukkan pandangan. Demikian yang dia lakukan berulang kali. Sungguh Alloh mengetahui isi hati laki-laki ini. Dia berkenginan andai bisa memandang kemaluan perempuan tersebut” (Riwayat Ibnu Hatim, lihat Tafsir Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat di atas)
.