-->
w
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Desa Harapan Sudirman No. 71A Duri Riau 28884 |
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan




Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku



Popular Post

Tampilkan postingan dengan label KANKER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KANKER. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2016

salah kaprah tentang air alkali

sumber kompasiana dot com :
masunardi /sunardialbanyumasi TERVERIFIKASI

Air Alkali, Air Sehat atau Bisnis Sugesti? 06 Januari 2015 21:35:21

Diperbarui : 17 Juni 2015 13:41:42 Dibaca: 20,182 Komentar: 11 Nilai: 10 14205296632077861300

Beberapa waktu yang lalu ada seorang teman yang menanyakan tentang air alkali yang saat ini di Indonesia sedang NGETOP, katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, namun air tersebut dijual dengan harga yang cukup mahal.  Alat untuk memproduksi air alkali juga banyak ditawarkan oleh berbagai pihak sebagai bisnis yang menggiurkan.  Lalu, apa benar air alkali bisa berkhasiat sehebat itu.  Berdasarkan beberapa penelusuran literatur di internet, tetapi saya batasi yang sumbernya tidak bertendensi bisnis, tulisan ini ingin sedikit mengulasnya dari segi ilmu kimia karena kebetulan saya orang kimia agar kita bisa melihat semuanya dari segi ilmiah yang netral dan bukan bisnis segesti dan testimony semata.. Satu kata kunci, air yang bersih dan murni adalah landasan untuk kesehatan tubuh kita,  karena sebagian besar tubuh kita adalah air, maka asupan air sangat penting untuk keberlangsungan aktivitas tubuh kita.   Lalu bagaimana air yang bersih dan murni tersebut bisa kita peroleh mengingat saat ini banyak sekali sumber-sumber air yang mulai tercemar? Apakah air kemasan lebih sehat? Apakah mesin pengolah air minum yang banyak dijual di pasaran bisa memproduksi air minum yang sehat? Untuk proses penyediaan air sehat, beberapa tahun terakhir isu tentang peran pH mulai dianggap penting, alkaline versus aciditic water.  Saat ini banyak orang yang mempromosikan air alkali bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit misalnya kanker, radang sendi dan penyakit degeneratif lainnya, akan tetapi apakah semua benar?!  Alasannya, air alkali secara teoritis adalah antioksidan yang bagus yang dengan kelebihan elektronnya dapat mengusir radikal bebas berbahaya dalam tubuh kita.  Para penjual air alkali mengklaim bahwa air alkali bisa mengurangi keasaman dalam tubuh kita yang secara tidak langsung akan mencegah dan mengobati munculnya berbagai penyakit tersebut. Para penjual dan para penggemar air alkali mungkin akan dengan semangat mempromosikan kehebatan dari air ber-pH tinggi ini, bahkan mungkin banyak yang sudah membuktikan sendiri keampuhan air alkali dalam mengobati berbagai penyakit yang pernah diderita.  Namun, penekanan dalam bahasan ini tidak untuk menyangkal atau membenarkan hal tersebut.  Hanya saja sebagai catatan kita tidak bisa menentukan kualitas air hanya dari segi pH atau derajat keasaman semata… Beberapa jenis air yang selayaknya kita ketahui: 1.Air murni: Air yang secara fisika telah mengalami proses penghilangan pengotor melalui proses distilasi, deionisasi, reverse osmosis dan atau filtrasi. 2.Air suling: Air yang yang didistilasi/disuling dan uap airnya dikondensasikan lagi sehingga tidak mengandung mineral-mineral lagi. 3.Air kemasan: biasanya air pegunungan yang telah melalui beberapa proses produksi sebelum pengemasan misalnya reverse osmosis, ozonisasi dan filtrasi meskipun beberapa pabrikan tertentu dimungkinkan hanya melakukan proses pembotolan langsung air dari berbagai sumber tanpa proses tertentu. 4.Air alkali: Air yang telah mengalami proses pemisahan melalui elektrolisis sehingga menjadi dua fraksi/bagian yaitu yang bersifat asam dan basa, terutama dari pemisahan ion-ion magnesium dan kalsium yang terdapat di dalam air alam. 5.Air demineral:  Air yang telah mengalami penghilangan mineral-mineral ionic misalnya garam-garam sodium, kalsium, besi, klorida dan bromide dengan menggunakan filtrasi melalui resin penukar ion yang mampu mengingat ion-ion tersebut. 6.Air keras dan air lunak:  Air yang banyak mengandung mineral-mineral terlarut dalam jumlah cukup banyak sedangkan air lunak adalah air yang diproses sehingga hanya mengandung kation sodium (Na+). Istilah pH (potential of Hydrogen) secara sederhana adalah banyaknya ion hidrogen dalam suatu sistem larutan.  Secara umum diketahui, larutan ber-pH tinggi berarti memiliki sedikit ion hidrogen dan sebaliknya larutan ber-pH rendah berarti memiliki banyak ion hydrogen, dimana rentang pH adalah dari 0 sampai 14.  Biasanya larutan dianggap asam jika ber-pH kurang dari 7 dan disebut basa (alkali) jika ber-pH lebih dari 7 sedangkan larutan ber-pH 7 dianggap netral.  Air di alam biasanya memiliki pH dari rentang 6.5 sampai 9.0, tergantung dari lingkungan tanah, vegetasi, musim dan cuaca, bahkan untuk daerah tertentu misalnya lahan gambut/rawa atau bekas tambang batu bara kadang memiliki pH kurang dari 5.  Selain itu aktivitas manusia dan industri juga menyebabkan polusi yang akan mempengaruhi pH air.  Pada rentang pH 4-10, berbagai makhluk hidup mampu bertahan, namun diluar rentang tersebut hanya makhluk-makhluk tertentu yang mampu bertahan hidup dengan baik. Lalu rentang pH berapa air minum yang dianggap sehat?  Menurut WHO yang tertulis di Guidelines for Drinking-water Quality, dokumen hampir 600 halaman tersebut menulis berbagai hal tentang air minum, kecuali rekomendasi tentang pH tertentu yang dinyatakan sehat.  Dalam dokument tersebut tidak ada panduan pH untuk kesehatan, namun hanya tertulis rentang pH 6.5 sampai 8.0 yang disarankan untuk air minum.  Mungkin juga saat dibuat, dokumen WHO tersebut tidak memperhatikan secara khusus air alkali, namun pH optimal air minum di area pH netral memang berfungsi untuk menjaga stabilitas pH di dalam sistem tubuh kita secara alami.  Mungkin saja pH di atas atau di bawah rentang tersebut bisa bermanfaat untuk tujuan tertentu misalnya disinfektan, akan tetapi sudah sepatutnya kita berhati-hati apalagi jika kita konsumsi terus menerus dalma jangka panjang. Beberapa penelitian yang pernah dilakukan dalam kaitannya tentang pengaruh pH terhadap tumbuhan dan hewan misalnya yang dilakukan oleh: ·Michigan State University, yang mempelajari pH media tanam menyatakan bahwa pH yang terlalu tinggi akan menyebabkan peluang terjadinya defisiensi mikronutrien pada tanaman tetapi pH  yang terlalu rendah akan bisa menyebabkan keracunan kalsium, magnesium atau mangan. ·Ohio State University melaporkan bahwa air dengan pH cukup tinggi akan mempengaruhi kemampuan tanaman untuk memperoleh nutrient dari dalam tanah dan dapat mengubah sifat tanah dalam jangka waktu tertentu. ·Sebuah kajian ekologi di Belanda menemukan bahwa masuknya air alkali ternyata dapat mengurangi tumbuhan asli disuatu tempat yang dinamakan tumbuhan Stratiotes aloidesL Maka jika kita seorang petani, berdasarkan informasi tersebut kita akan tahu bahwa PH akan memiliki dampak tertentu bagi tanaman dan lahan kita… Sedangkan penelitian tentang alkalinitas dalam kaitannya dengan manusia juga ada beberapa yang telah dilakukan meskipun penelitian dalam tema ini masih dapat diperdebatkan. Misalnya tentang pengobatan kanker menggunakan air alkali, terutama berdasarkan teori bahwa saat ini tubuh kita terlalu asam akibat pola makan yang tidak sehat.  Penelitian ilmiah tentang kaitan alkalinitas dengan kanker sebenarnya belum dapat disimpulkan secara tepat, akan tetapi pH terlihat menunjukkan pengaruh yang cukup besar terhadap sel-sel  mitokondria.  Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Biological Chemistry, sel-sel normal akan mati pada kondisi yang sangat basa karena terjadinya alkalosis (naiknya pH sel) yang menyebabkan sel-sel yang terinduksi mengubah fungsi mitokondria.   Penelitian lain misalnya yang dilakukan oleh Cornell University menyatakan bahwa antioksidan belum terbukti efektif dalam melawan berbagai penyakit neurodegenerative, pada beberapa kasus yang terjadi dimungkinkan hanya karena bagaimana mitokondria dapar beroperasi dalam kondisi pH tertentu. Beberapa peneliti bahkan menentang dengan keras argumen perang antara kanker vs alkalinitas.  Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Robert Gilles yang mempelajari tentang pembentukan sel tumor dan keasaman.  Menurut Gilles, tumor dengan sifar alamiah-nya ternyata mampu membentuk keasamannya sendiri, bahkan dalam kondisi struktur sel yang basa sekalipun.  Beberapa peneliti yang mengkaji pengembangan prototype agen antikanker baru yang mampu dengan selektif membunuh sel-sel tumor dengan mengatur pH intrasel menemukan bahwa perlakuan alkali tidak berdampak nyata, akan tetapi malah perlakuan asam menunjukkan dampak positif.  Bahkan hasil penelitian National Cancer Institute pada tahun 2005 yang meninjau kembali penggunaan vitamin C (asam askorbat)  untuk perlakuan kanker menyatakan bahwa asam askorbat yang diberikan dalam dosis tertentu secara intravena berhasil membunuh sel-sel kanker tanpa merusak sel-sel normalnya.  Jadi sebenarnya, mengkaitkan kanker dengan keasaman atau kebasaan air adalah kesimpulan yang terlalu disederhanakan, terlalu prematur, karena mungkin bertujuan untuk memanfaatkan rasa takut kita dan keinginan besar kita untuk sehat.  Yang jelas, air alkali bukan peluru ajaib dan bukan obat untuk kanker, karena definisi obat atau sesuatu yang mampu mengobati penyakit tertentu harus melalui rangkaian uji farmakologi dan uji klinis yang sangat panjang. Tuhan telah membuat tubuh kita sempurna dan seimbang, dan keseimbangan adalah kunci dari kesehatan kita dan juga segala sesuatu.  Air yang terlalu asam maupun terlalu basa dapat mengganggu kesehatan kita dan mendorong terjadinya ketidakseimbangan nutrisi.  Secara sederhana, tubuh kita tidak didesain untuk mengkonsumsi air yang terlalu basa sepanjang waktu.  Jika kita mengkonsumsi air alkali sepanjang waktu maka sebenarnya hal tersebut akan meningkatkan alkalinitas di dalam perut kita  yang berarti akan mengganggu keasaman perut kita sehingga mengganggu kemampuannya mencerna makanan, membuat asam lambung terganggu dan membuka pintu bagi parasit-parasit di dalam usus kecil dan masalah kesulitan pencernaan protein dalam tubuh kita.  Selain itu mengkonsumsi air alkali secara terus menerus juga dapat menyebabkan tubuh kita akan memperoleh sedikit mineral dan nutrisi selain juga dapat membunuh beberapa bakteri yang bermanfaat bagi tubuh kita karena sifatnya yang antibacterial. Jadi air yang bagaimana yang diperlukan oleh tubuh kita?  Menurut ahli kesehatan, air yang kita konsumsi sebaiknya air murni yang bersih, seimbang, sehat, tidak terlalu asam dan tidak terlalu basa.  Bahkan beberapa perairan yang paling sehat  di dunia yang muncul di pegunungan kerap memiliki pH dalam kisaran 6,5 yang diyakini memiliki air berstruktur tertentu.  Atau jika kita muslim, air zam-zam yang dipercaya sejak ratusan tahun yang lalu dapat menyembuhkan berbagai penyakit juga memiliki pH dalam kisaran cukup netral yaitu sekitar 7,8-8,0 meski beberapa sumber menyatakan air zam-zam memiliki pH sekitar 7,3.  Menurut Dr. Masaru Emoto, seorang peneliti Jepang yang mengamati berbagai bentuk kristal air menemukan bahwa kristalinitas air tergantung pada kesehatan alami dari air.  Sebagian besar air dengan struktur yang dipercaya mampu berkhasiat menyembuhkan berasal dari mata air alami.  Air suling atau tercemar dianggap telah kehilangan struktur aslinya sehingga dianggap kurang sehat bahkan meskipun telah mengalami berbagai proses air tersebut dianggap sebagai air mati.  Jadi mungkin lebih baik kita lebih mencermati sumber airnya dan bukan proses pengolahannya yang kadang berharga sangat mahal untuk memperoleh air mati. Belajar dari orang Jepang.  Orang Jepang diketahui sebagai salah satu orang yang memiliki umur terpanjang di dunia.  Ketika kami hidup dan tinggal cukup lama di Jepang, kami kemudian paham dan menganggap hal tersebut sebuah kewajaran.  Melihat pola makan dan minum mereka kami jadi sadar bahwa banyak yang salah dari pola hidup kita.  Kuncinya keseimbangan.  Pola diet orang Jepang tidak berdasarkan ukuran kenyang tetapi lebih pada ukuran kebutuhan kalori.  Hampir setiap makanan yang dijual baik itu instan atau tidak selalu membubuhkan nilai kalori yang terkandung di dalamnya.  Makan tidak harus nasi seperti halnya orang Indonesia, bagi mereka mie, nasi, roti, daging, ikan dan sayur memiliki hak yang sama untuk masuk sebagai makanan.  Konsumsi sayur, buah, susu dan ikan relatif sangat tinggi sedangkan konsumsi ayam, daging dan nasi tidak sebanyak orang Indonesia. Mungkin memang hanya di Indonesia makan nasi lauknya mie instan..   Garam apalagi gula juga sangat dibatasi, bahkan orang Jepang memiliki pepatah “ Banyak gula cepat mati”, yang meyakini bahwa gula adalah penyebab banyak penyakit.  Saat awal-awal di sini agak kaget juga ketika minum kopi atau teh tanpa gula, tetapi lama-kelamaan cukup terbiasa.  Untuk minuman lain misalnya fresh water cukup ambil dari kran tanpa perlu dimasak terlebih dulu.  Bahkan hal tersebut sudah diajarkan di sekolah anak kami yang play group dan SD.  Minum air kran... Jadi mari percaya, bahwa Tuhan telah memberi kita tubuh yang luar biasa sempurna.  Keseimbangan gizi, makanan dan minuman adalah sangat penting.  Belajar dari nenek moyang kita yang umurnya juga relatif sangat panjang tanpa mengkonsumsi yang aneh-aneh.  Khusus untuk air alkali, silahkan mencari alasan ilmiah sendiri jika tulisan ini belum cukup mampu memberi gambaran.  Akan tetapi sebisa mungkin informasi yang kita peroleh yang tidak berasal dari situs komersial agar lebih netral dan bukan bisnis.  Mungkin di satu sisi klaim manfaat air alkali untuk beberapa kasus benar, akan tetapi untuk konsumsi sehari hari dalam jangka waktu panjang harus difikirkan ulang.  Di Jepang sendiri, berbagai air kemasan banyak tersedia, semua mencamtumkan komposisi nutrisi dan pH –nya, akan tetapi harganya relatif sama semua,  air alkali dengan pH 8-9 tidak lebih mahal dari air mineral kemasan ber-pH 6-7.  Pembedanya hanya merk atau brand.  Jadi, sudah saatnya bisnis air minum tidak menjadi bisnis sugesti dan testimoni.  Ingat beberapa tahun yang lalu bagaimana air R/O (reverse osmosis) dianggap lebih sehat sehingga dijual dengan harga lebih mahal...??  Sekarang para penjual air alkali malah menyatakan sebaliknya...

Sumber utama: http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2010/09/11/alkaline-water-interview.aspx i “It’ll quench your thirst, of course” (January 22, 2007) Los Angeles Times: The Healthy Skeptic ii “Water on the web: pH,” National Curriculum for Colleges and High Schools iii “Water properties: Ph” USGS: Water Science for Schools iv N Mesner and J Geiger. (June 2005) “Understanding your watershed: What is pH?,” Utah State University Extension v “Guidelines for drinking-water quality,” World Health Organization, First addendum to third edition, Volume 1 Recommendations vi DD Warnoke and DM Kraukopf (September 1983) “Greenhouse growth media: testing and nutrition guidelines” Michigan State University Extension Bulletin E-1736 vii J Christensen. “Alkaline water plant damage” GardenGuides.com viii JGM Roelofs. “Inlet of alkaline river water into peaty lowlands: Effects on water quality and Stratiotes aloides L. stands”Aquatic Botany Volume 39, Issues 3-4, 1991, Pages 267-293. ix TY Yesaki and GK Iwama. “Survival, acid-base regulation, ion regulation, and ammonia excretion in rainbow trout in highly alkaline hard water,” Dept. of Animal Science, University of British Columbia, Canada (March 5, 1992) JSTOR: Physiological Zoology, Vol. 65, No. 4, Jul-Aug 1992, pages 763-787. x HJ Majima, et al. “Prevention of mitochondrial injury by manganese superoxide dismutase reveals a primary mechanism for alkaline-induced cell death,” Journal of Biological Chemistry, 273, pages 8217-8224 (April 3, 1998) xi HH Szeto. “Mitochondria-targeted peptide antioxidants: Novel neuroprotective agents,” AAPS Journal 2006; 8(3): E521-E531 xii RJ Gillies et al. “Causes and effects of heterogeneous perfusion in tumors,” Neoplasia August 1999; 1(3): 197-207 xiii D Rotin, et al. “Cytotoxicity of compounds that interfere with the regulation of intracellular pH: A potential new class of anticancer drugs,” Cancer Res. Mar 15, 1987 ; 47(6): 1497-504 xiv Q Chen, et al. “Pharmacologic ascorbic acid concentrations selectively kill cancer cells: Action as a pro-drug to deliver hydrogen peroxide to tissues,” PNAS September 20, 2005, vol. 102, no. 38, pages 13604-13609 xv I Rosborg, et al. “Inorganic constituents of well water in one acid and one alkaline area of south Sweden,” (May 13, 2002) Lund University, Lund, Sweden Water; Air and Soil Pollution (2003) 142: 261-277 xvi NV Vorobjeva, et al. “The bacterial effects of electrolyzed oxidizing water on bacterial strains involved in hospital infections”Artificial Organs (June 2004) vol. 28, issue 6, 590-592 xvii M Emoto. Water Crystal Study (Japan) ·http://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/Airzamzam/airzamzam.htm

Share 0 0 KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS. LABEL polusi green TANGGAPI DENGAN ARTIKEL RESPONS : 0 Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ? 10BERI NILAI Donny Haryanto BERMANFAAT Kang Miftah BERMANFAAT hotdiana nababan BERMANFAAT Tante Paku A.k.a Stefanus Toni BERMANFAAT Rahmad Agus Koto BERMANFAAT Axtea 99 BERMANFAAT Gitanyali Ratitia BERMANFAAT Hartono Hartono BERMANFAAT Selanjutnya KOMENTAR : 11 devino2016-02-27 11:35:36 Mohon tanggapan soal milagros, mereka meng-claim jika PH basa nya natural dari alam, is it possible? Tks Balas Riski Ilham2015-06-30 22:08:40 harus banyak membaca di internet agar tidak mudah dipengaruhi, haha belajar bisnis internet marketing Balas masunardi2015-01-07 04:21:33 Betul...dan ternyata bisnis dan promosi alkali water misalnya kangen water sedang marak di seluruh dunia...termasuk Indonesia...salah satunya air kangen... Balas Axtea 992015-01-07 03:32:10 Informatif Dan sangat bermanfaat Mas Sunardi. :D Balas Fey Down2015-01-07 05:50:29 Kirain kangen water dari Jepang pak Balas Weedy Koshino2015-01-07 01:11:15 pak sunardi benkyou ni narimashita :) keseimbangan makanan memang penting ya pak, tfs. Balas Eryn Novi2015-01-06 22:18:59 Wah, ada trend baru lagi ya? Hmm, ujung-ujungnya hanya barang jualan saja ya Pak? Vote! Balas Rahmad Agus Koto2015-01-07 06:12:00 @Sunardi, senada dengan artikel ini mas... :) http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2013/12/17/produk-air-minum-beroksigen-bagi-kesehatan-overrated-619212.html Balas masunardi2015-01-07 13:58:14 Betul pak…kita memang menjadi pasar potensial bagi bisnis ketakutan, sugesti dan testimony..apalagi kalau dalam promosi dibumbui aroma sains berbasis bisnis… Balas Arief Arbianto2015-01-08 23:54:06 Wah.... bener2 sangat bermanfaat. Bbrp waktu lalu seorang teman memperkenalkan air alkali bermerk K Water. (Inget nama grup band :D) Ternyata... gada apa2nya air2 begituan ya? Sejak awal saya emang ga begitu yakin ttg air begini-begitu. Thanks buat tulisannya. Balas Selanjutnya KIRIM List of Categories Info dan Pengumuman Tentang Kompasiana Syarat & Ketentuan Tutorial Help Center Contact Us

Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/sunardialbanyumasi/air-alkali-air-sehat-atau-bisnis-sugesti_54f37cbb745513a42b6c7750

Kamis, 09 Desember 2010

MENGENAL THIBBUN NABAWI

Istilah Thibbun Nabawi dimunculkan oleh para dokter muslim sekitar abad ke-13 M untuk menunjukkan ilmu-ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan pada Allah, sehingga terjaga dari kesyirikan, takhayul dan khurofat.
1. Habbatus Sauda’ atau Jinten Hitam atau Syuwainiz
Imam Bukhari meriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. bahwa ia pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Sungguh dalam habbatus sauda’ itu terdapat penyembuh segala penyakit, kecuali as-sam.” Saya bertanya, “Apakah as-sam itu?” Beliau menjawab, “Kematian”. Habbatus sauda’ berkhasiat mengobati segala jenis penyakit dingin, bisa juga membantu kesembuhan berbagai penyakit panas karena faktor temporal. Biji habbatus sauda’ mengandung 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak atsiri, 15 jenis asam amino, protein, Ca, Fe, Na dan K. kandungan aktifnya thymoquinone (TQ), dithymouinone (DTQ), thymohydroquimone (THQ) dan thymol (THY). Telah terbukti dari berbagai hasil penelitian ilmiah bahwa habbatus sauda’ mengaktifkan kekebalan spesifik/kekebalan didapat, karena ia meningkatkan kadar sel-sel T pembantu, sel-sel T penekan, dan sel-sel pembunuh alami. Beberapa resep penggunaan dan manfaat habbatus sauda’:
  1. Ditumbuk, dibuat adonan dangan campuran madu, kemudian diminum setelah dicampur air panas, diminum rutin berhari-hari: menghancurkan batu ginjal dan batu kandung kencing, memperlancar air seni, haid dan ASI.
  2. Diadon dengan air tepung basah atau tepung yang sudah dimasak, mampu mengeluarkan cacing dengan lebih kuat.
  3. Minum minyaknya kira-kira sesendok dicampur air untuk menghilangkan sesak napas dan sejenisnya.
  4. Dimasak dengan cuka dan dipakai berkumur-kumur untuk mengobati sakit gigi karena kedinginan.
  5. Digunakan sebagai pembalut dicampur cuka untuk mengatasi jerawat dan kudis bernanah.
  6. Ditumbuk halus, setiap hari dibalurkan ke luka gigitan anjing gila sebagian dua atau tiga kali oles, lalu dibersihkan dengan air.
Untuk konsumsi rutin menjaga kesehatan, sebaiknya dua sendok saja. Sebagian kalangan medis menyatakan bahwa terlalu banyak mengkonsumsinya bisa mematikan.
2. Madu atau ‘Asl
“Dari perut lebah itu keluar cairan dengan berbagai warna, di dalamnya terdapat kesembuhan bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69)
Beberapa hasil penelitian tentang madu:
a. Bakteri tidak mampu melawan madu
Dianjurkan memakai madu untuk mengobati luka bakar. Madu memiliki spesifikasi anti proses peradangan (inflammatory activity anti)
b. Madu kaya kandungan antioksidan
Antioksidan fenolat dalam madu memiliki daya aktif tinggi serta bisa meningkatkan perlawanan tubuh terhadap tekanan oksidasi (oxidative stress)
c. Madu dan kesehatan mulut
Bila digunakan untuk bersikat gigi bisa memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi, mengobati sariawan dan gangguan mulut lain.
d. Madu dan kulit kepala
Dengan menggunakan cairan madu berkadar 90% (madu dicampur air hangat) dua hari sekali di bagian-bagian yang terinfeksi di kepala dan wajah diurut pelan-pelan selama 2-3 menit, madu dapat membunuh kutu, menghilangkan ketombe, memanjangkan rambut, memperindah dan melembutkannya serta menyembuhkan penyakit kulit kepala.
e. Madu dan pengobatan kencing manis
Madu mampu menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes karena adanya unsure antioksidan yang menjadikan asimilasi gula lebih mudah di dalam darah sehingga kadar gula tersebut tidak terlihat tinggi. Madu nutrisi kaya vitamin B1, B5, dan C dimana para penderita diabetes sangat membutuhkan vitamin-vitamin ini. Sesendok kecil madu alami murni akan menambah cepat dan besar kandungan gula dalam darah, sehingga akan menstimulasi sel-sel pankreas untuk memproduksi insulin. Sebaiknya penderita diabetes melakukan analisis darah dahulu untuk menentukan takaran yang diperbolehkan untuknya di bawah pengawasan dokter.
f. Madu mencegah terjadinya radang usus besar (colitis), maag dan tukak lambung
Madu berperan baik melindungi kolon dari luka-luka yang biasa ditimbulkan oleh asam asetat dan membantu pengobatan infeksi lambung (maag). Pada kadar 20% madu mampu melemahkan bakteri pylori penyebab tukak lambung di piring percobaan.
g. Selain itu madu amat bergizi, melembutkan sistem alami tubuh, menghilangkan rasa obat yang tidak enak, membersihkan liver, memperlancar buang air kecil, cocok untuk mengobati batuk berdahak. Buah-buahan yang direndam dalam madu bisa bertahan sampai enam bulan.
Madu terbaik adalah yang paling jernih, putih dan tidak tajam serta yang paling manis. Madu yang diambil dari daerah gunung dan pepohonan liar memiliki keutamaan tersendiri daripada yang diambil dari sarang biasa, dan itu tergantung pada tempat para lebah berburu makanannya.
3. Minyak Zaitun
“Konsumsilah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut, karena minyak zaitun dibuat dari pohon yang penuh berkah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Fungsi minyak zaitun:
  1. Mengurangi kolesterol berbahaya tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat.
  2. Mengurangi risiko penyumbatan (trombosis) dan penebalan (ateriosklerosis) pembuluh darah.
  3. Mengurangi pemakaian obat-obatan penurun tekanan darah tinggi.
  4. Mengurangi serangan kanker.
  5. Melindungi dari serangan kanker payudara. Sesendok makan minyak zaitun setiap hari mengurangi risiko kanker payudara sampai pada kadar 45%.
  6. Menurunkan risiko kanker rahim sampai 26%.
  7. Pengkonsumsian buah-buahan, sayuran, dan minyak zaitun memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari kanker kolon.
  8. Penggunaan minyak zaitun sebagai krim kulit setelah berenang melindungi terjadinya kanker kulit (melanoma)
  9. Berpengaruh positif melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi risiko tukak lambung.
  10. Mengandung lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi manusia seperti yang terdapat dalam ASI.
  11. Penggunaan sebagai minyak rambut mampu membunuh kutu dalam waktu beberapa jam saja.
Setiap penyakit itu ada obatnya, seperti hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya: “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia menurunkan obatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Setiap kali Allah menurunkan penyakit, Allah pasti menurunkan penyembuhnya. Hanya ada orang yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang pesat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mengetahui dan menerapkan pengobatan yang terbukti kemanjurannya.
Maraji:
  1. Keajaiban Thibbun Nabawi, Aiman bin ‘Abdul Fattah
  2. Metode Pengobatan Nabi SAW, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Rabu, 08 Desember 2010

Asap Rokok Kandung 4.000 Zat Kimia Berbahaya

 
Yogyakarta (ANTARA) - Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 zat kimia berbahaya seperti karbon monoksida, sianida, uap fosfor, uap senyawa belerang, dan uap hasil pembakaran zat tambahan, kata mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kartono Muhammad.
"Bahaya asap rokok 10 kali lebih besar daripada zat `ter` dalam rokok," katanya pada lokakarya Menuju Kawasan Tanpa Rokok 100 Persen di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), di Asri Medical Center (AMC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin.
Oleh karena itu, menurut dia, asap rokok lebih membahayakan perokok pasif daripada perokok aktif. Dalam asap rokok kadarnya beberapa kali lebih besar dibanding yang diserap oleh perokok aktif.
"Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 1,5 persen nikotin. Endapan asap rokok yang berupa hasil pembakaran nikotin mudah melekat di benda-benda dalam ruangan, dan bisa bertahan sampai lebih dari tiga tahun, dan tetap berbahaya," katanya.
Advisor Indonesia Institute Social for Development Sudibyo Markus mengatakan Indonesia merupakan konsumen rokok peringkat tiga terbesar di dunia setelah China dan India.
Menurut dia, sekitar 240 miliar batang rokok telah dihisap oleh 240 juta penduduk Indonesia. Tingginya jumlah perokok tersebut disebabkan masih rendahnya kesadaran mengenai bahaya nikotin dalam rokok.
Selain itu, juga masih adanya anggapan di kalangan masyarakat bahwa rokok adalah warisan budaya. Anggapan tersebut membuat sebagian besar masyarakat enggan untuk meninggalkan kebiasaan merokok.
"Kondisi itu ditambah dengan iklan-iklan di media yang menganggap bahwa merokok adalah gaul, modern, dan jantan," katanya.

Ciplukan Hambat Pertumbuhan Sel Kanker


 
Yogyakarta (ANTARA) - Buah ciplukan ((Physallisa angulata L) mengandung senyawa Fisalin dan Withanolid yang dapat menyembuhkan kanker.
"Fisalin dan Withanolid bersifat sitotoksik pada beberapa sel kanker dan mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara, paru-paru, dan kanker darah," kata mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Amelilinda Monikawati di Yogyakarta, Selasa.
Amelilinda bersama Inna Amandari dan Sofa Farida berhasil menguji potensi kemopreventif ekstrak etanolik herba ciplukan pada sel kanker payudara.
Berkat penelitian uji potensi antikanker pada ciplukan ketiga mahasiswa Fakultas Farmasi UGM tersebut memenangi Kompetisi Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) bidang Ilmu Pengetahuan Alam 2010.
"Secara in vitro, penelitian tersebut berhasil menekan pertumbuhan sel kanker hingga 20 persen. Dari penelitian-penelitian yang dilakukan menguatkan hipotesis ciplukan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen kemopreventif," katanya.
Tidak hanya secara in vitro, kata dia untuk mendukung penelitian potensi ciplukan sebagai agen kemopreventif pada kanker payudara dilakukan pula secara uji in vivo.
"Uji secara in vivo bertujuan untuk mengobservasi pengaruh ekstrak etanolik herba pada hewan uji tikus betina galur Sprague Dawley," katanya.
Selama ini, kata dia pengobatan kanker payudara dengan kemoterapi dinilai kurang efektif karena sering menimbulkan resistensi dan beberapa efek samping.
"Efek samping dari kemoterapi seperti mual, muntah, toksisitas pada jaringan normal, toksisitas pada jantung, dan menekan sistem imun," katanya.
Oleh karena itu, ia mengatakan dibutuhkan suatu alternatif terapi kanker yang lebih aman, terjangkau, efektif, dan tidak membahayakan sistem imun.

Jumat, 03 Desember 2010

11 tipe Wanita Rentan Kanker Payudara

Sebagian orang merasa baru harus memeriksakan kondisi payudaranya ketika ada seorang dari anggota keluarga terdekatnya yang terkena kanker payudara. Unsur genetis memang memungkinkan seseorang berisiko terkena kanker payudara. Namun, ternyata bukan hanya itu. Menurut International Women's Organization, ada hal-hal lain yang membuat seseorang berisiko terkena kanker payudara. Mereka adalah:

1. Belum pernah melahirkan atau tidak melahirkan sampai berusia 30 tahun.
2. Masa kehamilan, khususnya masa kehamilan pertama, berakhir pada aborsi.
3. Menggunakan pil kontrasepsi sebelum mengalami masa kehamilan penuh atau menggunakan pil kontrasepsi selama sedikitnya 4 tahun.
4. Memiliki riwayat kanker payudara pada keluarga dekat (ibu, kakak perempuan, atau anak perempuan). Risiko lebih besar bila seorang saudara mengalami kanker payudara di kedua sisi sebelum memasuki masa menopause.
5. Memiliki kanker payudara dalam riwayat kesehatan pribadi.
6. Memiliki kanker ovarium atau kanker leher rahim dalam riwayat kesehatan pribadi.
7. Usia: kasus penderita kanker payudara pada perempuan umumnya pada usia di atas 50 tahun. Walau begitu, saat ini sudah mulai banyak orang yang terkena kanker payudara sejak usia 30-an, dan bahkan remaja sekalipun.
8. Mulai menstruasi pada usia muda (sebelum berusia 12 tahun) atau memasuki masa menopause di atas usia 55 tahun.
9. Menjalankan terapi estrogen sedikitnya selama 5 tahun seteleh memasuki masa menopause.
10. Mengonsumsi alkohol yang sangat banyak.
11. Obesitas.

Dalam bincang-bincang dengan wartawan, dr Sutjipto Sp(B) Onk, Ketua Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta (YKPJ), mengatakan, "Sekarang ini kita hidup dalam abad penyakit kanker (cancerous age). Di negara berkembang, bebannya jadi ganda. Secara perlahan tetapi pasti, jumlah penderita kanker di negara kita makin banyak karena negara kita perlahan-lahan menjadi sebuah negara industri. Menurut data WHO, negara industri memiliki penduduk dengan penyakit kanker yang besar. Indonesia sudah diimbau untuk mulai berbuat sesuatu. Saat ini, rasionya sudah meningkat, sudah mencapai 100 : 100.000 penduduk positif kanker payudara. Jadi, 1 dibanding 1.000."

Sebagai tambahan lagi, dokter yang juga bertugas di RS Dharmais ini mengatakan, perempuan yang aktif bekerja hingga malam hari, stres, terkena paparan polusi, pola makan tidak seimbang, dan kurang istirahat juga bisa berisiko terkena kanker payudara.