-->
w
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Desa Harapan Sudirman No. 71A Duri Riau 28884 |
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan




Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku



Popular Post

Tampilkan postingan dengan label PUTRI INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUTRI INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Desember 2010

PUTRI INDONESIA, DULU DILARANG SEKARANG JADI BISNIS.. APA KATA BERITA INDONESIA

contes
GAMBAR Pemenang Kontes Anjing,

TAK ADA BEDA DENGAN KONTES PUTRI 

INDONESIA...
Kenapa ? 

karena Hewan ngak berpakaian, bertelanjang, 

tanpa busana, tanpa kepribadian,
maka tak ada beda.. diajang tsb Para Wanita 

tanpa " malu " akan seperti kontestan Anjing

 

Larangan kontes ratu kecantikan tahun 1984 dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro. Anehnya, di masa setelah jatuhnya Orde Baru, mantan menteri ini justru menjadi pelopor kontes ratu kecantikan yang merusak moral dengan menggelar buka-bukaan aurat wanita sehingga dikecam oleh para tokoh Islam.
Kontes ratu kecantikan di Indonesia dimotori oleh Yayasan Puteri Indonesia sejak tahun 1990-an (setelah berakhirnya Orde Baru) dengan ketua umumnya, Prof. Dr. Dipl. Ing. Wardiman Djojonegoro
Wardiman Djojonegoro (lahir di Pamekasan, Jawa Timur, 22 Juni 1934; umur 75 tahun) adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1993 hingga tahun 1998 di bawah pemerintahan Presiden Soeharto dalam Kabinet Pembangunan VI. (http://id.wikipedia.org/wiki/Wardiman_Djojonegoro)
Tentunya Wardiman dalam memelopori pertunujukan umbar aurat wanita itu tidak sendirian. Yang mengagetkan, Yayasan yang bergerak di bidang pamer aurat wanita cantik yang dia pimpin itu dalam susunan Dewan Pengurus Yayasan Puteri Indonesia mencantumkan nama-nama yang selama ini dikenal berkiprah di Muhammadiyah, MUI, NU, dan lainnya, di antaranya adalah:
PENASIHAT
Ibu Khofifah Indar Parawansa
Ibu Dewi Motik Pramono
Bapak Karni Ilyas
Bapak Din Syamsudin
(http://www.puteri-indonesia.com/new/our/)
Memalukan
Para tokoh pemuda dan mahasiswa prihatin adanya kontes ratu kecantikan, dan lebih merasa malu lagi ketika Indonesia mengirimkan wanita untuk ikut kontes ratu-ratuan sejagat, ternyata pakai bikini. Para tokoh pemuda dan mahasiswa tidak rela generasinya dirusak moralnya oleh orang-orang yang memegang kekuasaan ataupun berpengaruh.
Yang lebih memalukan lagi, sikap plintat-plintut yang nyata justru dilakukan oleh orang yang dulunya pernah jadi menteri dan mengeluarkan larangan kontes ratu-ratuan itu. Di zaman Orde Baru yang sering dikecam sebagai orde yang buruk saja dia mengeluarkan keputusan melarang kontes ratu-ratuan, tetapi di zaman kini justru bekas menteri itu jadi ketua umum dari yayasan penyelenggara ratu-ratuan di Indonesia.
Pantas ditengok kembali, seperti dikemukakan Mien Sughandi, Keputusan Pemerintah yang dikeluarkan Mendikbud no 237/U/84 khususnya pasal 4 dan 6 yang melarang kegiatan kontes ratu kecantikan. Mendikbud Wardiman Joyonegoro saat itu bahkan merasa perlu berkonsultasi dengan lima departemen seperti Menneg UPW, Menteri Agama dan Menteri Pariwisata sebelum mengeluarkan larangan tersebut.

Ironisnya, Wardiman sekarang justru menjabat sebagai Ketua Yayasan Putri Indonesia yang notabene pemilik dari franchise Miss Universe. Sebelumnya Ketua Yayasan Putri Indoensia dipegang oleh BRAy Mooryati Soedibyo. (Gatra.com, 29 Maret 2005 16:30)
Di antara kilah penyelenggara umbar aurat wanita itu adalah untuk mengenalkan Indonesia di dunia internasional. Kilah itu mestinya cukup mereka telan, karena sampai sekarang, entah berapa kali mereka mengirimkan wanita ke tingkat internasional, ternyata wanita-wanita luar negeri yang ikut kontes ratu-ratuan sejagat itu tetap belum kenal Indonesia juga. Mereka juga tetap tidak tahu, Indonesia itu negeri yang letaknya di mana ya?
Lagi pula, apa hebatnya kalau orang luar negeri kenal Indonesia lantaran adanya wanita yang diikut sertakan pamer umbar aurat dalam kontes ratu-ratuan itu? Orang primitive yang belum kenal menutup aurat barangkali lebih terhormat.

Sikap pemerintah dalam hal kontes kecantikan sekarang ini jauh lebih buruk dibanding masa lalu. Kalau di masa lalu di dalam negeri saja dilarang diselenggarakan, kini justru dibesar-besarkan, dan kemudian dikirimkan ke tingkat dunia, malahan di sana pakai bikini. Sedang pelopor perusakan moral bangsa dan generasi muda itu justru orang yang dulunya jadi menteri pendidikan dan mengeluarkan keputusan yang melarang kontes ratu kecantikan itu. Kalau seperti itu, ibarat kuda yang menghela pedati, berarti tergantung kusirnya. Di kala kusirnya hati-hati maka tidak akan menerjang jalan-jalan yang terlarang. Sebaliknya ketika kuda itu kusirnya ceroboh maka jalan-jalan terlarang pun diterjang.
Itulah kondisi rusak di negeri ini. Apakah untuk itu para pejuang kemerdekaan sampai memekikkan Allahu Akbar dan berani menumpahkan darah demi mengusir penjajah? Sebagai orang Muslim selaku penduduk mayoritas negeri ini perlu merujuk kepada ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau telah memperingatkan dalam haditsnya:
وَرَدَ فِي حَدِيث سَمُرَة عِنْدَ الطَّبَرَانِيِّ , وَحَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة ” ( فتح الباري).
Telah datang dalam Hadits Samurah menurut At-Thabrani, dan Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. (Hadits dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Ya’la, Al-Bazzar, dan sanadnya jayyid/ baik). Dan hadits seperti itu oleh Ibnu Majah dari Hadits Abi Hurairah, di dalamnya ada:
” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة ”
Nabi Shallallahu alaihi wasallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan umum. (hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84, shahih menurut Adz-Dzahabi dalam Talkhish ).
Dalam kenyataan, pengkhianat diberi amanat kemudian mengadakan perusakan, dalam hal ini perusakan moral dengan menyelenggarakan kontes ratu kecantikan untuk menggelar dan memamerkan aurat para wanita cantik. Seandainya kondisi manusia yang memegang kekuasaan masih ada sedikit malunya (malu itu adalah bagian dari iman, menurut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), maka segera lah perusak itu dicegah dan dilarang. Tetapi bukan itu tampaknya jalur yang ditempuh. Justru didukung. Sehingga pengkhianat itu tidak merasa sebagai pengkhianat, karena merasa mendapatkan dukungan dari para pengkhianat lain yang bahkan masih duduk dalam kursi kekuasaan.
Pemandangan aneh ini bukan cerita seribu satu malam alias khayalan, tetapi kenyataan. Di saat manusia sudah rusak dan tidak tahu malu, kadang cerita fiksi khayalan justru kalah seru dibanding kenyataan yang betul-betul dilakoni orang.
Untuk meruntut masalah kontes ratu kecantikan yang mengumbar aurat demi syahwat dengan aneka dalih itu, mari kita simak berita-berita berikut ini:
Ratu Kecantikan
Mien Sugandhi Kecam Eksploitasi Tubuh Perempuan
Jakarta, 29 Maret 2005 16:30
Mantan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita (UPW) Mien Sugandhi dan sejumlah aktivis perempuan mengecam kegiatan kontes ratu kecantikan yang terlalu banyak menampilkan kemolekan tubuh perempuan, ketimbang memunculkan kiprah kegiatan dan pola pikir wanita.
“Kalau terlalu banyak menonjolkan tubuh perempuan, apa itu bukannya eksploitasi terhadap tubuh perempuan,” kata Mien Sugandhi di Jakarta, Selasa, berkaitan dengan maraknya kontes ratu kecantikan di Tanah Air.
Menurut Mien Sugandhi, kegiatan kontes ratu kecantikan justru membuat perempuan Indonesia menjadi tidak merdeka terhadap keberadaannya sendiri, karena dikhawatirkan mendorong pola pikir hanya untuk menonjolkan kemolekan tubuhnya semata.
Mantan Ketua Umum ormas MKGR itu menilai, kegitan tersebut merendahkan martabat perempuan Indonesia bahkan sebetulnya bertentangan dengan nilai-nilai budaya Indonesia dan agama Islam.
Lebih jauh ia menentang pengiriman perwakilan Indonesia ke arena ratu kecantikan yang terlalu menonjolkan keindahan tubuh semata seperti arena Miss Universe (Ratu Sejagat), karena dalam prosesnya tubuh wanita menjadi penilaian publik.
Sementara itu politisi perempuan dari Partai Persatuan pembangunan Aisyah Amini bernada serupa, keberatan dengan kontes-kontes kecantikan. Ia berpandangan, semestinya yang ditonjolkan adalah pola pikir dan kegiatan perjuangan perempuan Indonesia dalam menuntut persamaan haknya.
Menurutnya, kontes kecantikan dan mempertontonkannya di depan publik serta disebarkan secara luas oleh media bukannya seperti pengukuhan akan posisi perempuan Indonesia yang hanya menjadi objek semata dari hegemoni kaum laki-laki. Itu sama saja tidak menghargai kemampuan perempuan Indonesia yang sesungguhnya.
“Kegiatan itu membuat perempuan Indonesia mudah diperalat untuk tampil cantik tanpa melihat isi otaknya,” katanya.
Tidak punya identitas
Di tempat terpisah Ketua II Partai Rakyat Demokratik, Vivi Widyawati, dengan nada keras mengatakan, kontes kecatikan merupakan salah satu alat yang menjadikan perempuan sebagai komoditas dari industri kosmetika.
“Kontes-kontes kecantikan itu membuat perempuan tidak punya identitas sendiri karena ditentukan oleh publik, bahwa perempuan yang cantik itu seperti ini. bagaiman tidak menjadi ajang komoditas, karena yang dinilai tubuhnya, kepintaran hanya polesan semata,” ujarnya.
Ia juga mengemukakan, kegiatan tersebut menjadikan perempuan tidak memiliki otoritas terhadap tubuhnya, karena tidak sesuai dengan `mainstream` industri komestik. Otak perempuan menjadi tidak penting. Perempuan menjadi obyek yang dinilai seenaknya oleh publik.
“Kalau mau dikaji mendalam, kontes kecantikan tidak mendidik bagi kaum muda. Padahal perempuan muda semestinya dipaksa kreatif. Bukan dengan kontes kecantikan. Perempuan menjadi terpenjara oleh penilaian publik yang kapitalis,” ujarnya,.
Sambil berkelakar dia menyatakan bahwa kontes kecantikan bisa jadi solusi ketika pemerintah tidak mampu memberikan pekerjaan bagi rakyatnya, yang sebagian besar saat ini adalah perempuan.
Ketiganya menyatakan perlunya pemerintah mempertahankan kebijakan yang sudah berlaku yaitu melarang kontes kecantikan yang hanya “menonjolkan hal-hal seksi” semata.
Mien Sugandhi bahkan merujuk pada Keputusan Pemerintah yang dikeluarkan Mendikbud no 237/U/84 khususnya pasal 4 dan 6 yang melarang kegiatan tersebut. Mendikbud Wardiman Joyonegoro saat itu bahkan merasa perlu berkonsultasi dengan lima departemen seperti Menneg UPW, Menteri Agama dan Menteri Pariwisata sebelum mengeluarkan larangan tersebut.
Ironisnya, Wardiman sekarang justru menjabat sebagai Ketua Yayasan Putri Indonesia yang notabene pemilik dari franchise Miss Universe. Sebelumnya Ketua Yayasan Putri Indoensia dipegang oleh BRAy Mooryati Soedibyo.
Mooryati Soedibyo sendiri nampaknya tetap “ngotot” membela kegiatan Miss Universe di Indonesia. Menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jakarta periode 2004-2009 itu, pemerintah tidak perlu memiliki pola pikir seperti di zaman Orde Baru yang menentang kontes Ratu Sejagat.[TMA, Ant]
Meskipun kontes ratu kecantikan sudah diprotes sejak lama, namun justru wardiman dan konco-konconya semakin berani untuk menampilkan wanita, bahkan pakai bikini di tingkat internasional. Para pemuda pun menyampaikan keprihatinannya sebegai berikut:
Kamis, 20/08/2009 12:11 WIB
FSLDK Prihatin Putri Indonesia Pakai Bikini
Pengirim: Fanni Okviasanti - detikSurabaya

Surabaya - Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) menyesalkan pemberitaan mengenai perwakilan Indonesia Zivanna Letisha dalam ajang Miss Universe yang menggunakan swim suit. Yang disesalkan tidak ada satupun yang mengecam pemberitaan itu.
Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta menyatakan bahwa sesi pemakaian swim suit dalam ajang Miss Universe hanya bagian kecil dari rangkaian kontes ratu sejagat yang diselenggarakan di Kepulauan Bahama itu. Ketua Jaringan Muslimah Nasional FSLDK Fanni Okviasanti mengatakan seharusnya nuansa kemerdekaan dan hal-hal yang bisa membangkitkan kembali kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang diberitakan.
“Merdeka bukan berarti hanya bebas dari belenggu penjajah, tapi juga bebas dari segala infiltrasi pemikiran-pemikiran asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa,” tandasnya dalam rilis yang dikirim ke detiksurabaya.com, Kamis (20/8/2009).
Fanni menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia di ajang Miss Universe bukanlah satu-satunya jalan untuk membuat bangga sebagai bangsa. Apalagi hal tersebut dapat menurunkan kehormatan perempuan.
“Bangsa kita dulu dihormati dan memiliki bargaining position yang penting di dunia internasional karena keluhuran budi. Bukan dengan keikutsertaan dalam ajang internasional yang kontroversial dan memuat unsur yang keluar dari kepribadian luhur bangsa Indonesia,” kata dia.
Sebentar lagi umat Islam menunaikan ibadah puasa dia mengimbau kepada media untuk tidak memajang pemberitaan Miss Universe dengan memasang foto-foto dalam busana swim suit.
“Kami menghormati kebebasan pers untuk membuat pemberitaan tentang apapun. Jika memang ingin memuat pemberitaan tentang Miss Universe, ekspose hal positif dari ajang itu,” imbuhnya.
Dia juga meminta pemerintah tegas dalam regulasi pelaksanaan UU Pornoaksi dan Pornografi berhubungan dengan pemberitaan Miss Universe yang mengenakan swimsuit.
“Kami mengharapkan pemerintah dan pihak-pihak terkait lebih tegas dalam tindak hukum dan pelaksanaan UU Pornoaksi dan Pornografi,” pungkasnya. (fanni_kaoru@yahoo.co.id)(wln/wln)
sumber:
http://surabaya.detik.com/read/2009/08/20/121144/1186276/468/fsldk-prihatin-putri-indonesia-pakai-bikini

Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin, tercantum sebagai penasehat Yayasan Putri Indonesia, penyelenggara kontes ratu kecantikan, dan juga pengirim ke tingkat sejagat. Sementara itu para pemuda Muhammadiyah prihatin. Beritanya sebagai berikut:

Pemuda Muhammadiyah Prihatin Bikini Putri Indonesia

21 Agustus 2009 | 13:21 wib | Nasional

Medan, CyberNews. Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan prihatin atas penampilan Putri Indonesia, Zivanna Letisha Siregar dengan pakaian bikini di ajang Miss Universe.
Bikini Putri Indonesia itu jauh dari nilai budaya dan tidak mencerminkan kepribadian Bangsa Indonesia, kata Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut, Anang Anas Azhar didampingi Sekretaris, Hasat Efendi Samosir,kepada ANTARA di Medan, Jumat.
Menurut dia, Putri Indonesia harusnya bisa menampilkan kreasi yang lebih menonjolkan cita rasa budaya dan nilai-nilai kepribadian masyarakat Indonesia. Itu akan jauh lebih terhormat ketimbang ikut budaya dan nilai budaya luar.
Masyarakat Internasional lanjut Anang, akan cukup memahami jika Putri Indonesia tidak mengenakan bikini. Bisa jadi Putri Indonesia lebih mencuri perhatian karena mampu menunjukkan identitas dan kepribadian Bangsa Indonesia sesungguhnya.
Pemuda Muhammadiyah Sumut jelas dia, juga menyesalkan siaran televisi yang menyajikan secara vulgar, penampilan Putri Indonesia dengan bikininya saat melenggok di depan juri Miss Universe. Tayangan itu merupakan pendidikan yang buruk bagi remaja dan generasi muda umumnya.

Harusnya siaran berita bikini Putri Indonesia itu tidak ditayangkan setiap saat sehingga memungkinkan ditonton semua kalangan. Pengelola televisi diharapkan lebih arif dan selektif sehingga tayangan yang seharusnya hanya untuk konsumsi dewasa tidak dinikmati anak-anak dan remaja, katanya.
Untuk ke depan, Pemuda Muhammadiyah Sumut berharap, pemerintah lebih selektif saat mengirimkan utusan ke kegiatan pemilihan ratu sejagad. Putri Indonesia jangan lagi tampil berbikini, tapi pakaian yang benar-benar sesuai dengan kepribadian dan nilai-nilai masyarakat Indonesia.
Menurut Anang, pengiriman Putri Indonesia ke ajang Miss Universe harus benar-benar dikembalikan kepada tujuannya untuk mempromosikan dan memperkenalkan kekayaan budaya dan nilai-nilai masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia harus percaya diri menunjukkan kekayaan dan keragaman budaya yang dimilikinya.
Tapi yang jelas, bikini bukan bagian dari kekayaan budaya bahkan bertentangan dengan nilai adat dan sopan santun masyarakat Timur, katanya.
Sebelumnya, pengamat sosial di Medan, Arifin Siregar mengatakan, wajar terjadi kontroversi di tengah masyarakat karena tidak semua menerima nilai-nilai Barat.
Untuk itu menurut dia, pemerintah harus mengkaji ulang tujuan pengiriman Putri Indonesia ke ajang ratu sejagad. Kalau tetap ngotot mengirimkan utusan ke ajang Miss Universe, harusnya dijelaskan kepada masyarakat sehingga tak mengundang kontroversi, katanya.
( Ant / CN13 )

Pemerintah Lebih Mendukung Suara Pro Miss Universe

Saturday, 29 August 2009 11:20
Pemerintah beralasan, pengiriman Miss Universe dinilai bermanfaat mempromosikan pariwisata dan kebudayaan
Hidayatullah.com—Diamnya pemerintah terhadap polemik Miss Universe karena pemerintah lebih mendengar kelompok pro pengiriman Miss Universe. Pernyataan ini disampaikan Azimah Subagio, Ketua Masyarakat Tolak Pornografi (MTP).
Menurut Azimah, pemerintah beralasan, pengiriman Miss Universe dinilai bermanfaat sebagai tempat mempromosikan pariwisata dan kebudayaan. Itu sebabnya, meski kelompok yang kontra sering melayangkan surat keberatan dan demo di jalanan, tetap saja pemerintah mengizinkannya.
”Kelihatannya pemerintah lebih memperhatikan suara yang lebih banyak,” jelas perempuan mantan aktivis Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini.
Seharusnya, kata Azima, pemerintah harus melihat dari sisi mudaratnya. ”Saya kira Miss Universe lebih banyak membawa mudaratnya daripada manfaatnya,” tambah Azima.
Sementara itu, Nashrullah, Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PBPII), mengatakan, alasan yang menyebutkan Miss Universe bermanfaat sebagai wadah promosi pariwisata dan kebudayaan Indonesia, merupakan alasan yang mengada-ada.
Padahal, menurut Nashrullah, meski setiap tahunnya mengutus wakilnya, kondisi pariwisata Indonesia tetap terpuruk.
”Kalau tujuannya memang untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia, kenapa mesti ikut kontes macam begituan? Masih banyak jalan untuk meningkatkan pariwisata kita,” jelas Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Azzahra, Jakarta ini.
Nashrullah menilai, tidak berkembangnya pariwisata disebabkan pada rawannya keamanan di Indonesia.
”Untuk itu perlu digencarkan iklan pariwisata dan perbaikan keamanan,” tambahnya.
Untuk keluar dari kemelut  seputar Miss Universe ini, PII, MTP,  dan ormas-ormas Islam lainnya, harus menempuh jalur lain. ”Intervensi kebijakan saya kira lebih efektif keluar dari persoalan pro-kontra ini,” usul Nashrullah.
Ia mengharapkan, ormas-ormas Islam intens melakukan audiensi ke parlemen dan pihak-pihak lain dalam membahas masalah ini.
Padahal, menurut Azimah, berbikini ala Miss Universe,  masuk kategori soft porn. ”Dalam UU Pornografi diatur masalah itu, tapi saat ini belum ada Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur lebih detil. Saya berharap segera diterbitkan PP,” harap Azimah.
Generasi muda yang secara fisik lebih dahsyat syahwatnya saja masih mampu berfikir untuk menjaga moral bangsa agar tidak rusak. Lha kok para seniornya yang mestinya sudah berkurang syahwatnya, dan sudah bau tanah (sebentar lagi mau mati, suatu ungkapan tak suka kepada orang berumur tua tetapi masih bertingkah atau berpikiran buruk) malah lebih bernafsu dalam merusak moral bangsa. Betapa murkanya Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila mereka tidak menyadari dosa-dosanya dan kembali ke jalan yang diridhoi-Nya. (Redaksi nahimunkar.com).

Minggu, 12 Desember 2010

PEMILIHAN PUTRI ITU HANYA EXPLOITASI TUBUH WANITA

YAYASAN Puteri Indonesia bakal mengambil sikap positif bila Qory Sandioriva tidak menuai prestasi di malam puncak Miss Universe 2010. Mereka juga akan membuat strategi baru untuk sukses tahun depan. Apa itu?
“Setiap tahun kami mengirimkan wakil di ajang Miss Universe. Kami banyak mendapatkan pelajaran untuk bisa mencetak finalis yang sesuai standar internasional,” tutur Head of Communication Department Yayasan Puteri Indonesia Mega Angkasa yang dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Senin (23/8/2010).

Mega memastikan tahun ini YPI menerapkan tolak ukur untuk mencari calon Puteri Indonesia sesuai dengan standar Miss Universe.
“Secara fisik, sosok yang kami cari harus tinggi dan memiliki bobot proporsional.
Selain itu, dia juga memiliki kemampuan bahasa internasional yang baik dan benar,” tukas Mega.

PUTRI INDONESIA " DIMATA IBU KANDUNG " ADALAH ANAK DURHAKA

Ibunda Sebut Qory Sandioriva Anak Durhaka

  

ORANG TUA QORY


Detail Berita
Qory Sandioriva.

HEBATNYA HASIL PEMILIHAN PUTRI INDONESIA YANG KATANYA ?
UNGGUL DI SEGALA SEGI TERNYATA
HANYA ANAK DURHAKA,
PEMILIHAN ATAU KONTESTAN YANG HANYA SEBAGAI AJANG 
EXPLOITASI DAN PERDAGANGAN TUBUH WANITA
MENIRU BUDAYA BARAT YANG BOBROK
" INDONESIA SEKARANG TANPA KEPRIBADIAN "
DUTA PARIWISATA APAAN ?
Para Orangtua harus STOP Anak mereka yang akan ikut
Ajang atau Kontes sejenis...
KALAUPUN ADA PEMILIHAN
BIBIT UNGGUL/PELAJAR VERSI INDONESIA, 
JANGAN DIKAITKAN DENGAN
AJANG MISS UNIVERSE DAN SEJENIS..
YANG HANYA DOMINAN EXPLOITASI TUBUH
DULU DILARANG...
 " SEKARANG DENGAN UANG SEMUA BUNGKAM "

JAKARTA - Apa kabar Qory Sandioriva setelah melepas mahkota Puteri Indonesia 2009?
Ternyata, perseteruan dengan ibu kandungnya sendiri, Fariawaty, belum juga usai.

Bahkan ibunya menyebut mahasiswa tahun pertama Jurusan Sastra Prancis Universitas Indonesia ini sebagai anak durhaka.

“Dia sudah jadi orang sombong, dia anak durhaka, dan saya tidak pernah menyangka,” ucapnya ketus saat dihubungi wartawan lewat telepon, Kamis (9/12/2010).

Fariawaty belum mendapat kabar keberadaan putrinya tersebut. Sejak selesai tugas sebagai Puteri Indonesia, Qory malah semakin jauh dari keluarga.

“Saya belum dapat keberadaan dia sampai saat ini, tinggal di mana saya enggak tahu. Saya pasrah saja,” tandasnya.

Perseteruan Qory dan ibunda mulai terkuak sejak kepulangannya dari ajang Miss Universe 2010.
Fariawaty menggelar jumpa pers untuk memperjuangkan diri bertemu dengan Qory.

Sejak pulang dari Las Vegas, Amerika Serikat, Qory tidak pernah menghubungi orangtuanya lagi. Menurut kedua orangtuanya, Qory terkena guna-guna oleh seseorang berinisial R.

Ibunda Qory, Fariawaty mengatakan terakhir bertemu Qory sewaktu mengantar ke bandara sebelum mengikuti ajang Miss Universe, Jumat, 6 Agustus 2010. Menurutnya, perubahan Qory sebenarnya sudah disadari ibunda sejak anaknya tersebut belum menyandang gelar Puteri Indonesia 2009.

Sumber : Yahoo News

RIWAYAT PERILAKU SANG PUTRI :

Karena sering melakukan semedi dan bakar dupa yang diduga mengamalkan ilmu fengsui, orang tua Qory Sandioriva berencana meruqyahkan anaknya. Kejadian ini berawal dari gunjang-ganjing keluarga mereka yang diduga Qory kena guna-guna dari lelaki berinisial 'R' yang berprofesi sebagai paranormal.
Awal pertemuannya dengan R tanpa disengaja dan kedua ibu anak itu tidak pernah kenal. Pada saat Fariyawati menjemput Qory pulang sekolah (SMA), Qory yang bermaksud makan dan ibu nya hendak ke salon, mereka didatangi oleh seorang pria.
..."Si R langsung bilang ke saya, "anak kamu kalau nggak saya beresin bisa gila. "Apa maksud kamu, kamu hati-hati ya ngomongnya, kalau nggak saya akan kejar kamu sampai liang lahat"...
"Si R langsung bilang ke saya, "anak kamu kalau nggak saya beresin bisa gila. "Apa maksud kamu, kamu hati-hati ya ngomongnya, kalau nggak saya akan kejar kamu sampai liang lahat. Terus saya jadi prihatin melihat Qory," jelas Fariyawati di bilangan Pondok Indah, Senin (6/9/2010).

Qory berjanji tidak akan pernah bertemu lagi dengan si R. Suatu hari waktu Qory di rawat di rumah sakit, sang ibu menemukan SMS. Isinya merupakan perintah yang diberikan untuk Qory.

"Saya melihat SMS masuk, namanya dari mister R berubah namanya menjadi mister Vino. Di SMS itu Qory suruh melepas burung pipit. Awalnya saya diam saja, tapi kelamaan Qory telah berubah dan dia terus mengikuti perintah si R," beber Fariyawati.

Kedekatan Qory bukan hal yang lazim. Perilaku seorang anak, 1 kali 24 jam selalu mengikuti petunjuk mister R. Bahkan setelah pulang dari ajang Miss Universe, kontestan yang mewakili Indonesia tersebut belum bertemu dengan kedua orangtuanya.
Sering Semedi dan Bakar Dupa
Tingkah laku Qory Sandioriva makin aneh sejak berkenalan dengan R (inisial) yang diduga menyantet dan memberikan ilmu guna-guna pada anak pasangan Dicky Jatmika Ustama dan Fariyawati.

Orangtua Qory terakhir bertemu tanggal 6 Agustus 2010 ketika mau berangkat ke Las Vegas mengikuti Miss Universe mewakili Indonesia, satu satunya.

Pulang dari Las Vegas pun, Qory hanya pulang ke rumah orang tuanya mengambil pakaian kemudian pergi ke apartemennya di Rasuna Said. Hingga kini anak dan orangtua itu tak pernah ketemu lagi.
..."Qory sering diperintah oleh R. Suruh melepaskan belut dan kura-kura, dilepas di sungai yang berjalan. Suruh melepas burung pipit. Dia juga sering membakar dupa dan bersemedi" ucapnya"...
"Qory sering diperintah oleh R. Suruh melepaskan belut dan kura-kura, dilepas di sungai yang berjalan. Suruh melepas burung pipit. Dia juga sering membakar dupa dan bersemedi" ucap ibu dari Qory Sandioriva, di bilangan Pondok Indah, Senin (6/9/2010).

Sejak ada banyak perintah dari R, sang ibu selalu melarangnya untuk berhubungan dengannya. Namun Qory marah, membuat keretakan hubungan antara anak dengan orangtua.

"Qory jarang angkat telepon, kalau ada keperluan saja dia ngangkat telepon. Dia marah kalau saya kasih tahu jangan berhubungan dengan si R" papar ibu dari Puteri Indonesia 2009.

Orangtuanya ingin segera Qory Sandioriva terbebas dari pengaruh ilmu sesat itu.  Karena sejak mengikuti "perintah" si R itu tingkah laku Qory seperti bukan lagi anak yang nurut. Tidak sopan, tidak mengikuti apa kata mamanya dan jarang melakukan shalat walau sudah disiapkan sajadah oleh ibundanya.

Pernah suatu ketika Fariyawati menemukan tasnya R ternyata berisi jimat jimat yang sering dikasihkan ke Qory anak kesayangannya itu. Kini Qory Sandioriva masih duduk di semester III Fakultas Sastra jurusan Sastra Perancis UI.
Berubah Drastis, Qory Akan Dirukyah
Rupanya kekhawatiran Fariyawati ibunda Qory Sandioriva tidak main-main terkait perubahan sikap anaknya yang terasa aneh. Putri Indonesia 2009 itu sering semedi dan membakar dupa serta tidak mau mendengarkan saran orangtuanya.

Yang diikuti hanya perintah si R saja tanpa mempedulikan kepedihan hati orangtuanya. Perubahan sikap ini dinilai oleh orangtuanya sabagai hal yang tidak wajar. Semua perintah R seperti menghipnosisnya sehingga dilakukan dengan semangat. Sedangkan nasihat orangtuanya sama sekali tidak diindahkan Qory.
..."Saya punya prinsip agama, bukannya nggak mau menjemput dia. Saya akan mencoba rukiah. Dia sudah melarang untuk tidak mengajak saya ke dukun"...
Bahkan Qory Sandioriva yang dulu sangat santun dan hormat kini sudah berani memaki ayah dan ibundanya melalui telepon.  Atas semua perbuahan itu, orangtuanya akan merukiah (dibersihkan jiwanya dari gangguan guna-guna) dengan metode agama Islam.

"Qory waktu itu pernah menelepon papinya. Jangan campuri kehidupan saya. Itu hak saya. Hati orangtua mana yang tidak miris mendengar perkataan itu," keluh ibunda Qory, Fariyawati sambil menangis di depan para wartawan di Padepokan Ustad Cilik (Ucil)  Jalan Pinang Mas I, Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (6/9/2010) malam.

Walaupun Qory bersikap seperti itu, kedua orangtuanya masih berusaha sabar dalam menghadapinya. Kini Qory tinggal tidak bersama kedua orangtuanya, melainkan di apartemennya di bilangan Rasuna Said.

"Saya sampai sekarang masih kasih keperluan-keperluan dia, uang jajannya juga sudah. Dia pernah pulang ke rumah tapi hanya ambil barang-barangnya saja. Tidak pernah ketemu bagaimana bisa tegur sapa," papar Fariyawati tampak khawatir.

Sang ibu pernah berusaha untuk mendekati Qory dengan mengunjunginya di apartemen Rasuna Said. Namun usahanya sia-sia. Sekarang kedua orangtuanya hanya menunggu perubahan sikap Qory.

"Saya punya prinsip agama, bukannya nggak mau menjemput dia. Saya akan mencoba rukiah. Dia sudah melarang untuk tidak mengajak saya ke dukun. Padahal ini rukiah, anak ini sangat labil jadi harus saya ajarkan sekarang. Sekarang saya menunggu perubahan sikapnya," jelas Fariyawati.


BERITA TEKAIT LAIN :

Qory 'Puteri Indonesia' Gedor Syariat Aceh?
Headline
Kemenangan Qory Sandioriva asal Aceh dalam kontes kecantikan Pemilihan Puteri Indonesia 2009 mengejutkan banyak pihak. Sebab dalam menggapai kemenangan kontes itu, Qory menaggalkan atribut seperti jilbab yang selama ini identik dengan perempuan Aceh.
Jakarta Kemenangan Qory Sandioriva asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dalam kontes kecantikan Pemilihan Puteri Indonesia 2009 mengejutkan banyak pihak. Sebab dalam menggapai kemenangan kontes itu, Qory menaggalkan atribut seperti jilbab yang selama ini identik dengan perempuan Aceh. Inikah simbol perlawanan perempuan Aceh terhadap Perda Syariat Islam di NAD?

Qory memang hadir berbeda dengan delegasi dari Aceh dalam kontes serupa di tahun-tahun sebelumnya. Aceh memang tak pernah absen mengirimkan delegasinya dalam kontes kecantikan itu. Namun, perempuan Aceh yang dikirim dalam kontes kecantikan tak pernah absen dengan atibut khas Aceh, yakitu jilbab dan busana muslimah. Qory hadir berbeda, atribut itu ia tanggalkan.
Meski demikian, Qory cukup sadar dengan pilihannya menanggalkan atribut muslimah yang dikenakan mayoritas perempuan Aceh itu. Ia mengaku telah mengantongi izin dari orang tua dan pemerintah daerah NAD.
"Saya menanggalkan jilbab saya dengan izin dari Pemda Aceh. Semoga keputusan saya bisa diterima," ujarnya saat menjawab pertanyaan host acara malam final Puteri Indonesia 2009 Charles Bonar Sirait.
Meski jawaban itu dibantah sendiri oleh Qory yang mengaku sebenarnya, sehari-hari ia tak mengenakan jilbab. "Saya sebenarnya memang dari awal sehari-hari tidak mengenakan jilbab," jelasnya.
Terlepas dari hal itu, konsekwensi atas kemenangan itu pula, Qory juga dapat dipastikan mengikuti kontes ratu sejagad tahun depan. Seperti sebelumnya, kontes ratu sejagad ini selalu menimbulkan kontroversi di Tanah Air, karena peserta harus melakukan sesi pemotretan dengan busana swim suit alias bikini.
Kemenangan Qory jelas menimbulkan polemik. Pihak yang selama ini kontra dengan penerapan syariat Islam di Aceh, menyambut positif kemenangan Qory dalam kontes kecantikan ini. Apalagi tak selang lama sebelum pemilihan kontes kecantikan ini, pada 14 September lalu, DPR Aceh telah mengesahkan Qanun Jinayat (Perda Pidana Islam) di bumi Serambi Mekkah.
Sementara kalangan ulama Aceh bereaksi keras atas kemenangan Qory dalam kontes kecantikan tersebut. Qory dinilai bukanlah representasi perempuan Aceh dan tidak berhak mengatasnamakan Aceh.
"Qory bukan cerminan putri Aceh. Untuk itu, ia tidak berhak mengatasnamakan rakyat Aceh. Ini sangat kita sesalkan," kata Sekretaris Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tengku Faisal Aly di Banda Aceh, Sabtu (10/10).
Faisal menegaskan, Qory berhak mengikuti kontes kecantikan tersebut. Meski Qory tidak berhak mengatasnamakan putri Aceh karena tidak mencerminkan budaya Aceh yang Islami. "Qory boleh saja mengikuti pemilihan Putri Indonesia. Itu hak dia. Tapi untuk menobatkan sebagai putri Aceh tidak bisa, karena dia tidak bisa menjaga sifat-sifat budaya Aceh yang Islami," ujarnya.
Sementara Antroplog Universitas Malikus Shalih Lhoksuemawe Teuku Kemal Fasya tidak ada korelasi kemenangan kandidat dari Aceh dengan penerapan syariat Islam di Aceh. "Itu kontes tentang pemilihan perempuan terkait dengan dengan penampilan fisik dan wawasan tertentu yang berhubungan dengan dunia wanita, dan saya tidak menganggap kemenangan ini menjadi pesan ideologis tertentu atas perempuan Aceh," ujarnya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (11/10).
Lebih lanjut anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia (Formasi) ini menegaskan, tidak perlu ditanggapi secara reaktif oleh pemuka agama Islam merespons kemenangan Qory yang asal NAD dengan tidak mengenakan jilbab. "Itu adalah pilihan-pilihan personal dari si perempuan, dan bukan representasi dari perempuan Aceh," cetusnya.
Ia yang menyebut, kemenangan Qory menjadi kebanggan sesaat dan dangkal bagi masyarakat Aceh. Kemal berharap, kemenangan Qory jangan dibesar-besarkan dan jangan didramatisasi secara berlebihan oleh masyarakat Aceh. "Jangan terlalu didramatisasi dan jangan terlalu dibesar-besarkan," cetus alumnus IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.