Siapun pasti Jijik dan sangat tidak suka dengan tingkah polah Anak-anak Geng Balap Liar,
Nah kalau Anak-anak 'geng balap liar' sedemikian parah dan buruknya kelakuan mereka,
maka ada baiknya Kita mengenal siapa pula orangtua mereka !
dibawah ini adalah keterangan sekilas siapa pula para orangtua anak-anak nakal tsb :
1. Jika Anak-anak mereka bejat, pasti orangtua mereka juga adalah para orangtua yang bejat.
2. Orangtua Anak-anak balap liar hampir dipastikan tidak beriman dan tidak beragama !
mengapa saya berani mengatakan demikian ? karena kalau mereka beriman maka pastilah
punya tanggung jawab pada anak-anak mereka, dan tidak akan membiarkan anak-anak mereka
berkeliaran dimalam hari mengganggu masyarakat !
sebuah hadits shahih mengatakan bahwa muslim yang baik adalah mereka yang selamat orang lain dari kejahatan lisan dan perbuatannya, nah jika oranglain tidak selamat karena tindakan mereka yang buruk maka dipastikan mereka bukan muslim, kalaupun mereka Islam itu sebatas KTP, pada hakekatnya bukan muslim. logikanya orang muslim tak ada sifat mengganggu orang lain.
3. Orangtua anak-anak geng balap liar adalah Orangtua yang durhaka,
mengapa ? sebab anaknya saja sedemikian durhaka ! saking durhakanya bisa dengan bebas berkeliaran dimalam hari mengganggu kepentingan umum, kemana lagi air cucuran atap turunnya artinya perangai buruk pasti ada sifat yang diturunkan.
4. Orangtua mereka pasti suka korupsi ! bahkan adalah rombongan koruptor !
mengapa demikian ? karena kalau orangtua baik-baik pasti mengontrol kendaraan anak-anaknya,
beda, dengan motor anak-anak geng motor balap liar, motor baik diberondongi, knalpot dirusak dan diberi yang memekak telinga, pokoknya semua dipreteli dan seterusnya.
kalau dari harta baik-baik pasti menghasilkan perbuatan baik pula.
kalau dari harta korupsi maka buruk pula buahnya.
5. Orangtua anak geng motor balap liar adalah mereka yang tanpa tanggung jawab,
buktinya kok anak-anak dibiarkan keluyuran malam !
disini tampak anak-anak mereka pun tanpa tanggung jawab,
yang hanya berorientasi harta dan duniawi.
dan seterusnya, tulisan ini bersambung,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Nah kalau Anak-anak 'geng balap liar' sedemikian parah dan buruknya kelakuan mereka,
maka ada baiknya Kita mengenal siapa pula orangtua mereka !
dibawah ini adalah keterangan sekilas siapa pula para orangtua anak-anak nakal tsb :
1. Jika Anak-anak mereka bejat, pasti orangtua mereka juga adalah para orangtua yang bejat.
2. Orangtua Anak-anak balap liar hampir dipastikan tidak beriman dan tidak beragama !
mengapa saya berani mengatakan demikian ? karena kalau mereka beriman maka pastilah
punya tanggung jawab pada anak-anak mereka, dan tidak akan membiarkan anak-anak mereka
berkeliaran dimalam hari mengganggu masyarakat !
sebuah hadits shahih mengatakan bahwa muslim yang baik adalah mereka yang selamat orang lain dari kejahatan lisan dan perbuatannya, nah jika oranglain tidak selamat karena tindakan mereka yang buruk maka dipastikan mereka bukan muslim, kalaupun mereka Islam itu sebatas KTP, pada hakekatnya bukan muslim. logikanya orang muslim tak ada sifat mengganggu orang lain.
3. Orangtua anak-anak geng balap liar adalah Orangtua yang durhaka,
mengapa ? sebab anaknya saja sedemikian durhaka ! saking durhakanya bisa dengan bebas berkeliaran dimalam hari mengganggu kepentingan umum, kemana lagi air cucuran atap turunnya artinya perangai buruk pasti ada sifat yang diturunkan.
4. Orangtua mereka pasti suka korupsi ! bahkan adalah rombongan koruptor !
mengapa demikian ? karena kalau orangtua baik-baik pasti mengontrol kendaraan anak-anaknya,
beda, dengan motor anak-anak geng motor balap liar, motor baik diberondongi, knalpot dirusak dan diberi yang memekak telinga, pokoknya semua dipreteli dan seterusnya.
kalau dari harta baik-baik pasti menghasilkan perbuatan baik pula.
kalau dari harta korupsi maka buruk pula buahnya.
5. Orangtua anak geng motor balap liar adalah mereka yang tanpa tanggung jawab,
buktinya kok anak-anak dibiarkan keluyuran malam !
disini tampak anak-anak mereka pun tanpa tanggung jawab,
yang hanya berorientasi harta dan duniawi.
dan seterusnya, tulisan ini bersambung,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
