-->
w
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Desa Harapan Sudirman No. 71A Duri Riau 28884 |
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan




Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku



Popular Post

Tampilkan postingan dengan label JIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JIL. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Desember 2014

Faktanya : Umat Islam tidak bersaudara !

Anda yang baca boleh marah pada saya !

dan boleh berpendapat apa saja,

tentang statement saya ini,

tapi ini adalah Realita !

Silahkan baca Detail Oke :-)

di Zaman Rasulullah SAW dan Para Sahabat Rhum,

jika ada lelaki yang tidak shalat berjama'ah,

maka itu akan langsung diselidiki,

kenapa ?

dan ada apa ?

Jangankan tidak datang Sholat berjama'ah

jika ada yang masbuk,

maka itu akan dipertanyakan,

kok bisa masbuk !

ada apa gerangan ?

urusan apakah sehingga menjadi masbuk !

Jika itu adalah Urusan Dunia,

entah sakit, entah apa saja,

maka para Sahabat Rhum akan bahu membahu membantu

dan mencarikan jalan keluar

dari masalah yang sedang dihadapi,

Seperti Kisah Tsa'labah salah seorang Sahabat,

yang setiap habis Sholat buru-buru langsung pulang,

Rupanya karena saking tidak punyanya,

Sarung Shalat hanya 1 dan dipakai bergantian dengan Istri,

makanya Tsa'labah buruan pulang,

agar Istri tidak telat Sholat,


dan masih dapat keutamaan Sholat diawal waktu.

Nah bagaimanakah Realita sekarang ?

Kalau saat ini,

Na'udzubillah min dzalik,

banyak sebenarnya Pendusta Agama !

Mengaji, Liqo atau Ta'lim hampir tiap hari !

Isi Pengajian pun hampir-hampir katanya hanya Qur'an dan Sunnah !

Maka adalah waktu itu salah seorang teman Saya,

menjumpai seorang yang termasuk terkaya di sebuah kelompok,

yang Sangat Sibuk setiap waktu mengurus Kelompok Pengajiannya,

kalau urusan dunia jangan ditanya,

ada kebon 100 hektar plus usaha Pakaian dan herbal

kebetulan waktu itu sedang masa awal pembangunan Masjid Yayasan mereka,

Waktu itu teman saya barusan dapat Musibah,

Berharap dibantu dipinjami uang,

tidak pula sangat banyak,

katanya entah 100 atau 200 ribu saja,

tapi apa jawab si orang kaya !

nanti dengan apa kamu bayar ?

wah saya pun sedang fokus ke masjid,

kalau lah boleh saya minta sedekah,

akan saya lakukan untuk masjid ini,

maka kembalilah teman saya dengan kecewa,

dan memberitahukan pada saya,

ini fakta !

harta banyak dikeluarkan untuk riya,

untuk perlombaan menghias masjid,

memamg tidak salah,

namun yang parah,

sudah berlebih-lebihan,

bongkar pasang,

ganti dstnya

banyak mubazir

kalau kelompok sosial

atau lembaga amil zakat

entah pengumpul zakat

luar biasa banyak,

tapi itupun,

adalah kumpulan atau hanya semacam komunitas,

kebanyakan dari orang-orang berprofesi sama,

umpama nanti ada yang dibesuk karena sakit,

itupun pilah pilih,

hanyalah orang-orang yang kaya juga,

yang sebenarnya tak perlu diantarkan buah-buahan dan makanan,

mirisnya,

ada anak yatim yang tidak jauh dari tempat usaha saya,

tidak pernah diurus dan dibantu,

hanya mengharap uang anak yatim 1 x setahun !

maka ketika salah seorang dari anak yatim itu sakit kritis !

sangat menyedihkan kejadian,

bahkan anak itu hampir-hampir kulit pembalut tulang !

namun apa kejadian,

ketika hanya bapak dari salah seorang dewan (dprd) sakit sedikit,

wah, kalangan ustadz pun sibuk bagaimana untuk mengambil muka,

menampakkan wajah datang kerumah si dprd tersebut !

gawat dan sangat gawat !

karena kalangan mubaligh pun sudah dalam rangka dunia !

jual ayat dan minus amal shaleh !

entah bertengkar gara-gara dana honor daerah dsbnya !

dalam masjid pun pernah saya jumpai pertengkaran begini ! 

dulu ketika susah berkoar begini dan begitu,

banyak buah bibir tafsir dan kitab,

sarung pun tidak pernah lepas,

sekarang apa kejadian ?

hanya suluk doang di kapal gula !

semenjak jadi Imam masjid lingkungan Kaya, 

kalau cerita tidak lagi soal agama !

hampir-hampir tidak pernah,

hebat cerita adalah pamer kebon, tanah dan rumah !

dahulu suka ceritakan ketua masjid senang plesiran,

keluar kota, pulang kampung,

eh sekarang lebih gawat, alamak !

yang dulu protes malah hobby plesiran keluar negeri !

dahulu mengatakan bahaya tuh Facebook, Twitter, TV, dan sejenisnya

sekarang sudah rajin debat dan berfatwa ngak benar di Facebook !

ada lagi yang miris,

ketika petinggi nasional partai masuk tahanan kpk gara-gara korupsi,

maling uang negara Milyaran !

itu kalangan petinggi ikhwan lokal dan daerah sibuk ke jakarta,

dalam rangka besuk si Pelaku,

tapi ketika masuk sel jama'ah yang biasa-biasa saja,

meskipun satu kota tidak dibesuk dan  tidak dipedulikan,

emang gue pikirin,

walaupun itu berurusan dengan polisi karena ditipu orang,

di dalam tubuh Islam dewasa ini,

sangat banyak yayasan atau kelompok

itupun dalam rangka manfaatkan dana dari atas (pemda)

memang sah-sah saja,

agar dapat dimanfaatkan 'Islam' !

tapi lucunya lebih cenderung mengambil kesempatan,

entah mobilnya untuk kepentingan pribadi,

entah proyek pembangunannya,

proyek wakafnya dan seterusnya,

jadi,

karena modus sudah bercampur batil !

maka tidak ada sebenarnya ukhuwah atau persaudaraan !

jangan heran jika JIL merajalela, syi'ah, aliran sesat,

belum lagi gempuran dari yahudi wa nashara !

tidak aneh !

berkoar-koar di media masa dan sosial media,

itu nol besar semua !

tong kosong !

ibarat kotoran, tahi dan buih dilautan !

musuh tidak akan bergeming !

karena marwah atau kekuatan omong kosong doang !

Ini Fakta dan Realita !

coba pikir dan renungkan !

Anda lebih berfikir ego untuk diri sendiri dan keluarga

Hubbud Dunya,

dari pada untuk sesama saudara !

yang mungkin tidak makan !

mungkin sedang sakit,

tidak bekerja,

menganggur atau phk,

memang benar diri dan keluarga kewajiban dan utama !

namun jika itu sudah dikadar lebih dan berlebihan ! 

jadi dimana lagi ukhuwah ?

dan kembali dipertanyakan dimana IMAN anda ?

Dari semua Realita diatas maka yang benar adalah

"Sesungguhnya Orang Beriman itu Bersaudara"

Sesuai bunyi Hadit, hehehe !

dan Orang Islam itu Ngak bersaudara !







 

Kamis, 17 Februari 2011

PENCULIKAN AKTIFIS ISLAM : KEBENARAN YANG SELALU DIZHALIMI

JAKARTA. Pasca pernyataan soal salah satu pengurus Front Pembela Islam (FPI) yang akan menghimpun tenaga menggulingkan SBY, jika SBY berani membubarkan ormas Islam dan tidak membubarkan Ahmadiyah, dinilai berdampak pada organisasi ini.
Sebagaimana dikutip situs resmi FPI, www.fpi.or.id, media ini memberitakan ada tiga anggota FPI yang ditengarai telah diculik.

Irwan, salah satu anggota Badan Investigasi FPI diculik di rumahnya di Slipi, Jakarta Barat pada pukul 05.30 WIB. Marsuni Kaloko, Panglima Laskar FPI juga diculik dari rumahnya pada 07.30 WIB Selasa pagi (15/2/2011). Dan satu lagi anggota FPI yang dapat berhasil lolos karena melakukan perlawanan.

Aksi ini penculikan ini mendapat perhatian serius seluruh laskar FPI.

Habib Rizieq juga menyampaikan ada upaya-upaya dari kelompok tertentu yang sedang berencana membuat kerusuhan di Jakarta dengan membentuk sebuah kelompok yang bernama “Forum Rempug Ganyang FPI.

”Dari investigasi yang dilakukan oleh FPI, kelompok yang didominasi oleh aktivis liberal ini berusaha membuat benturan dengan FPI. Mereka akan mengadakan pertemuan besar-besaran di Jalan Senopati pada Ahad tanggal 20 Februari, “ ujar Rizieq dalam ceramah yang dihadiri ratusan massa umat Islam di Cawang, Rabu (16/2), pukul 01.00 dinihari. Lebih jauh, Rizieq meminta aparat kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini.

“Mulai sekarang kita serukan kepada laskar, FPI sekarang siaga satu. Ada upaya-upaya dari kelompok tertentu yang ingin melakukan kekerasan terhadap FPI. FPI tidak akan pernah takut dan gentar,” tegas Habib Rizieq.

Salah diagnosa
Sementara itu, munculnya wacana pembubaran ormas anarkis pasca kasus Cikeusik dinilai ide yang salah sasaran. Ibarat salah mendiagnosa, yang sakit di kepala, yang diobati di dengkul. Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Hizbuttahrir Indonesia, M.Ismail Yusanto.

“Ungkapan Presiden SBY ini berusaha mengalihkan persoalan. Inikan ada masalah, tapi cari-cari masalah di tempat lain,” ujar Ismail Yusanto.

Pernyataan Ismail disampaikan menanggapi pidato SBY di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang mengatakan, akan membubarkan kelompok atau organisasi resmi yang selama ini terus melakukan aksi-aksi kekerasan dan meresahkan masyarakat luas.

Meski tak menunjuk nama organisasi yang dimaksud, pernyataan SBY tersebut dianggap mengarah kepada salah satu ormas tertentu. Apalagi, beberapa jam pasca peristiwa Cikeusik, Ulil Abshar Abdalla, pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL) yang saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pengembangan Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat, dikabarkan merapat ke Cikeas untuk memberi masukan kepada SBY terkait insiden di Cikeusik.

“Menurut saya jelas, dia berusaha memberi masukan kepada SBY untuk pembubaran ormas, terutama FPI. SBY mendapat masukan dari kelompok liberal, bukan dari aparat keamanan. Harusnya, kalau presiden cerdas, dia minta masukan dari BIN, TNI, atau polri, bukan dari kelompok liberal yang selama ini bersemangat ingin membubarkan FPI,” tegas Habib Rizieq.

Bukan tanpa alasan jika Habib Rizieq merasa ormas yang dimaksud oleh SBY adalah FPI, sebab pada akhir tahun 2010 lalu, kepada media massa, Ulil Abshar pernah mengatakan dirinya akan memberi masukan kepada SBY untuk membubarkan FPI.

“Saya akan memberikan masukan kepada Presiden Yudhoyono yang sekaligus juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Saya usulkan FPI dibubarkan, karena melihat track record mereka. Saya akan berusaha berkomunikasi dengan presiden,” kata Ulil ketika itu, Senin, 9 Agustus 2010 sebagaimana dikutip matanews.com.

Karena itu, Habib Rizieq menilai, wacana pembubaran ormas Islam sudah diskenariokan jauh sebelum peristiwa Cikeusik terjadi. Ia menyatakan, ada runtutan skenario yang dijalankan. Ia bahkan menyebut setelah SETARA Institute, LSM yang yang dimotori oleh Hendardi, di mana telah melansir laporan tentang basis radikalisme dan kelompok radikal di Jadebotabek.

“Laporan itu fitnah terhadap umat Islam, para habaib, dan majelis-majelis taklim. Mereka menganggap majelis-majelis taklim sebagai sarang radikalisme yang akan menciptakan teroris-teroris masa depan. Fitnah itu kemudian disambut SBY dengan wacana pembubaran ormas belakangan ini,” lanjut Rizieq.

Alumnus King Saud University, Saudi Arabia, ini menilai pernyataan SBY sebagai ancaman terhadap ormas Islam. “Jadi jangan dibilang kita mengancam pemerintah. SBY duluan yang mengancam ormas Islam. Kita menyambut ancaman itu dengan dua pilihan: Bubarkan Ahmadiyah atau Revolusi,” kata Habib Rizieq.

Lebih jauh, Habib Rizieq tetap menyebut aksi di Cikeusik adalah bentrok massa yang dipicu oleh sikap Ahmadiyah yang menantang warga. Dia menegaskan tak ada atribut FPI atau ormas tertentu dalam aksi tersebut.

“Kalau disebut ada FPI di sana, anggota FPI itu ada di mana-mana, sebagaimana anggota-anggota ormas lain pun ada di mana-mana,” tukasnya. FPI juga menegaskan, pasca bentrokan, Kapolri sudah menegaskan tak ada ormas yang terlibat. “Harusnya Presiden SBY tanya Kapolri, bukan tanya sama LSM liberal, “tegasnya.

Yang jelas, ujar Rizieq, pihaknya tak akan tinggal diam jika ada ormas Islam atau FPI dibubarkan.

“FPI tidak akan tinggal diam jika ada ormas Islam yang dibubarkan oleh pemerintah,” tegas peraih gelar master dari Universitas Kebangsaan Malaysia ini.