PROMO AKHIR TAHUN TOKO BM70COM
http://duririau.com
Hanya dengan menambah
untuk setiap pembelian unit Komputer/Laptop
pada Toko Kami akan Kami berikan Sistem Operasi dan Anti Virus Original (update)
Dan hanya dengan menambah
untuk Anti Virus Original, Khusus product yang sudah dibundel Sistem Operasi Asli
(tidak ada pemotongan Harga)
Nikmati kelebihan Sistem Operasi Asli
* Microsoft Windows XP
* Microsoft Windows VISTA
* Windows 7
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |
Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan
Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku
Popular Post
-
Ini lho, tempat simpan uang menghasilkan HALAL bukan Bank ↡ KLIK ↡ https://www.duririau.com/2020/04/simpan-uang-dimana-menghasilk...
-
www.pulsaalloperator.com Member DuriRiau.Com Pulsa Tsel 5rb=5.150 10rb=10.000 20rb=19.900 Token Listrik 20rb=19.950 50rb=49.950 100r...
-
========= IKLAN ========= Update 18 Juni 2019 : Token PLN 20rb=20.000 50rb=50.000 100rb=100.000 dstnya, BELI DISI...
-
48 HUKUM KEKUATAN. Sebuah buku yang ditulis oleh Robert Greene yang menawarkan Serangkaian Strategi untuk Mendapatkan dan Menjag...
-
Salah seorang Tokoh yang Saya Kagumi 😊 Potret mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Kyai Haji Agus Salim saat sedang iseng berm...
-
<img width=1 height=1 alt="" src="http://us.bc.yahoo.com/b?P=Mcw1zEPDkjmGIJl5TN_QcgPqfaVn3Ez9MZoAC33t&T=1aetuh4pg%2fX...
-
7 Tahapan Mendalami Ilmu Perbedaan sudut pandang dalam melihat satu permasalahan yang berdampak pada perbedaan kesimpulan sesungguhnya adala...
-
Penegakan hukum, bicara soal penegakan hukum di Indonesia, pikiran kita tentu masih teringat sebuah sindiran yang menjadi “guyo...
-
Let’s get started … Here are 25 deadly sins of website building; 5 things never, ever, to do when… 1) … GIVING YOUR WEB-PAGES TITLES The ...
-
============= IKLAN============= Token PLN 20rb=20.000 50rb=50.000 100rb=100.000 dstnya, BELI DISINI >> https...
Tampilkan postingan dengan label BERITA NOVEMBER 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA NOVEMBER 2010. Tampilkan semua postingan
Selasa, 30 November 2010
FREKWENSI TINGGI BENCANA DI INDONESIA
Letak geografis Indonesi yang berada di atas tiga lempeng yang bergerak dinamis, mengakibatkan negara ini sering dilanda gempa bumi. Dalam setahun, gempa bisa menggoyang negeri ini hingga 8.000 kali.
"Indonesia terletak di wilayah cincin api pertemuan tiga lempeng bumi yang bergerak secara dinamis," ungkap Utusan Khusus Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4), William Sabandar, di Makassar, Ahad (28/11/10).
Menurutnya, 8.000 gempa bumi yang terjadi dalam setahun tersebut memiliki kekuatan di atas empat Skala Richter. Ia mengatakan, pergeseran lempeng bumi inilah yang menyebabkan gempa bumi di Indonesia dan juga disertai dengan gelombang tsunami seperti terjadi di Aceh, Nias, Mentawai, dan sejumlah daerah lainnya.
"Selain gempa bumi dengan kekuatan di atas empat skala richter, Indonesia juga masih sering dilanda gempa bumi dengan kekuatan yang lebih kecil dengan tingkat intensitas yang sama," imbuhnya.
Kondisi geografis yang berada pada wilayah cincin api ini juga membuat Indonesia memilikii 128 gunung berapi yang masih aktif. Pada bulan lalu, lanjutnya, sudah terdapat 22 gunung berapi aktif dan siap meletus kapan saja serta memuntahkan lahar yang dapat menciptakan bencana.
"Gesekan lempeng yang semakin dinamis telah memicu kembali aktifnya banyak gunung berapi di Indonesia, dan bahkan yang telah tertidur selama ratusan tahun," tuturnya.
Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus semakin mengakrabkan diri dengan bencana alam, mengingat kondisi alam yang menuntutnya seperti itu. Hidup akrab dengan bencana ini harus dimaknai sebagai kesiapan dan kesiagaan masyarakat Indonesia menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja.
Dari : Berbagai Sumber
"Indonesia terletak di wilayah cincin api pertemuan tiga lempeng bumi yang bergerak secara dinamis," ungkap Utusan Khusus Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4), William Sabandar, di Makassar, Ahad (28/11/10).
Menurutnya, 8.000 gempa bumi yang terjadi dalam setahun tersebut memiliki kekuatan di atas empat Skala Richter. Ia mengatakan, pergeseran lempeng bumi inilah yang menyebabkan gempa bumi di Indonesia dan juga disertai dengan gelombang tsunami seperti terjadi di Aceh, Nias, Mentawai, dan sejumlah daerah lainnya.
"Selain gempa bumi dengan kekuatan di atas empat skala richter, Indonesia juga masih sering dilanda gempa bumi dengan kekuatan yang lebih kecil dengan tingkat intensitas yang sama," imbuhnya.
Kondisi geografis yang berada pada wilayah cincin api ini juga membuat Indonesia memilikii 128 gunung berapi yang masih aktif. Pada bulan lalu, lanjutnya, sudah terdapat 22 gunung berapi aktif dan siap meletus kapan saja serta memuntahkan lahar yang dapat menciptakan bencana.
"Gesekan lempeng yang semakin dinamis telah memicu kembali aktifnya banyak gunung berapi di Indonesia, dan bahkan yang telah tertidur selama ratusan tahun," tuturnya.
Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus semakin mengakrabkan diri dengan bencana alam, mengingat kondisi alam yang menuntutnya seperti itu. Hidup akrab dengan bencana ini harus dimaknai sebagai kesiapan dan kesiagaan masyarakat Indonesia menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja.
Dari : Berbagai Sumber
Selasa, 23 November 2010
RAHASIA DIBALIK OTAK MANUSIA
Pada kulit otak saja, Anda bisa menemukan kurang lebih 125 triliun sinaps.
Otak manusia benar-benar mengagumkan. Otak seorang yang normal dan sehat memiliki sekitar 200 miliar sel saraf, yang terhubung satu sama lain melalui ratusan triliun sinaps (penghubung satu neuron dan neuron berikutnya). Sinaps berfungsi seperti mikroprosesor, dan 10.000 di antaranya bertugas menghubungkan satu neuron ke sel saraf lainnya.Pada kulit otak saja, Anda bisa menemukan kurang lebih 125 triliun sinaps, jumlah ini setara dengan jumlah yang ada di 1.500 galaksi Bima Sakti. Sangat mengagumkan. Sinaps itu sangat kecil. Diameternya kurang dari seperseribu milimeter.
Saking mungilnya, hingga saat ini, belum ada penelitian yang mampu mengetahui secara jelas apa fungsinya dan apa yang mereka lakukan sehari-hari. Jumlahnya berbeda-beda dari waktu ke waktu. Bisa bertambah dan berkurang. Dan, itu masih terus terjadi selama hidup.
Mereka adalah peneliti dari Stanford University School of Medicine, yang telah menghabiskan waktunya beberapa tahun terakhir untuk membuat model rekayasa pencitraan baru tentang otak, yang disebutnya tomografi array (array tomography).
Disebut demikian karena model pencitraan kali ini terhubung dengan software baru yang dapat memilah-milah gambar seolah-olah terlihat seperti tiga dimensi. Tak cuma itu, gambar hasil pencitraan oleh software tersebut juga bisa diputar, ditembus, bahkan dinavigasikan secara bebas.
Untuk menguji model mereka, tim tidak langsung mengambil sampel manusia, melainkan tikus. Tikus dipilih karena otaknya secara biologis memiliki neuron lebih besar dan tampak dari kulit otak. Cahayanya kuning-hijau. Dengan adanya cahaya ini, peneliti jadi mampu melihat sinaps dengan latar belakang neuron.
Pada penelitiannya terhadap manusia, mereka menemukan bahwa otak manusia ternyata jauh lebih kompleks dari apa yang mereka bayangkan sebelumnya, bahkan sampai ke titik di luar dugaan.
"Satu sinaps seperti sebuah mikroprosesor, lengkap dengan media penyimpanan dan elemen untuk memproses informasi, bukan sekadar tombol on dan off," kata Stephen Smith, profesor fisiologi molekuler dan seluler yang juga punya andil besar pada penelitian tersebut.
"Satu sinaps bisa menampung 1.000 tombol skala molekuler. Itu baru satu sinaps. Bisa dibayangkan, satu otak manusia memiliki berapa tombol. Bisa melebihi seluruh tombol komputer, router dan koneksi seluruh Internet yang ada di bumi," jelas Smith, Minggu 21 November 2010.
Pada video berdurasi empat menit di bawah ini Anda akan dibawa mengeksplorasi kulit luar otak tikus melalui enam layer dan subkortikal putih ke arah ke striatum dengan sajian 3D ala Stephen Smith cs:
Minggu, 21 November 2010
DENSUS INJAK USTADZ LAGI SHALAT
Biadab! Densus Injak-injak Ustadz Jali Saat Shalat di Depan Anak-anaknya
Medan (voa-islam.com) -Berikut adalah transkip dari curhat Kartini, istri dari Ustadz Ghozali yang di siksa densus 88 saat sholat di depan anak-anaknya:
Nama saya Kartini Panggabean, kelahiran 20 Februari 1980. Panggilan saya Cici, anak-anak memanggil saya Ummi. Saya adalah isteri dari Ustadz Ghozali, anak-anak memanggilnya Buya, saya memanggilnya Bang Jali. Saya tinggal bersama suami saya di di Jalan Bunga Tanjung Gang Sehat, saya bersama Bang Jali tinggal bersama empat anak kami (Umar Shiddiq, Raudah Atika Husna dan Ahmad Yasin dan Fathurrahman).
Bang Jali lahir tahun 1963, tamat SD 1971. Kemudian bang Jali Masuk SMP Muhammadiyah di Sei. Sikambing Medan. Bang Jali tidak tamat SMP, berhenti karena protes terhadap sekolah SMP di Indonesia memakai celana pendek (tidak menutup aurat) Secara otodidak Bang Jali belajar menulis.
...Bang Jali tetap melanjutkan membaca surah Al-Qur'an. Tapi orang-orang bersenjata itu langsung menarik paksa Bang Jali, sholat Bang Jali dihentikan secara paksa. Buya ditunjangi (ditendang) saat sholat, kemudian dipijak-pijak (diinjak-injak) hingga babak belur...
Dia menjadi kolumnis tetap di beberapa surat kabar yang terbit di Medan. Kemudian Bang Jali ke Malaysia selama 10 tahun. Aktif menjadi wartawan di majalah Islam. Tahun 1996-2000 bang Jali pulang ke Indonesia menetap di Medan membuka kursus komputer, kemudian ke Malaysia lagi pada tahun 2000-2004 bekerja sebagai penulis buku di beberapa penerbitan.
Sejak 2004-2010 menetap di Tanjungbalai sebagai penulis buku-buku agama yang produktif dan semua diterbitkan di Malaysia, lebih kurang 50 judul buku. Ada satu judul buku yang diterbitkan di di Indonesia Selain menulis, Bang Jali juga berprofesi sebagai pengobat tradisional (bekam). Bang Jali juga mengisi pengajian.
Sejak satu bulan terakhir (bulan Agustus 2010), Bang Jali tidak pergi ke mana-mana, atas permintaan saya selaku Ummi anak-anak, alasan saya karena saya sedang hamil tua, hari-hari menjelang persalinan sudah kian dekat. Saya meminta Bang Jali untuk menemani saya melahirkan.
Sejak satu bulan terakhir (bulan Agustus 2010), Bang Jali tidak pergi ke mana-mana, atas permintaan saya selaku Ummi anak-anak, alasan saya karena saya sedang hamil tua, hari-hari menjelang persalinan sudah kian dekat. Saya meminta Bang Jali untuk menemani saya melahirkan.
Begitu pun, seingat saya Bang Jali sekali ada pergi ke Medan awal Agustus ke Medan, itu pun karena menjenguk ibunya di salah satu rumah sakit di Medan. Saya melahirkan anak putera saya yang keempat pada tanggal 28 Agustus 2010 (usianya 3 minggu).
Sejak saya melahirkan bayi yang kami beri nama Fathurrrahman Ramadhan itu, Bang Jali juga tidak ada pergi ke mana-mana karena saya tidak ada teman di rumah.
Saat Maghrib, hari Minggu sekitar jam 18.45 WIB menjelang Senin malam, tanggal 19 September 2010. Saya, bayi saya, dua perempuan dewasa (istri Abu dan teman Deni), Buya, Dani, Deni, Alek, Abdullah dan 2 orang lagi anak tamu.(salah satu dari dua perempuan dewasa). Jadi, ada di dalam rumah tersebut 10 orang, terdiri dari 5 laki-laki dewasa, 3 perempuan dewasa, 3 anak-anak. Saat adzan Maghrib terdengar, Bang Jali bersiap-siap melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.
Sejak saya melahirkan bayi yang kami beri nama Fathurrrahman Ramadhan itu, Bang Jali juga tidak ada pergi ke mana-mana karena saya tidak ada teman di rumah.
Saat Maghrib, hari Minggu sekitar jam 18.45 WIB menjelang Senin malam, tanggal 19 September 2010. Saya, bayi saya, dua perempuan dewasa (istri Abu dan teman Deni), Buya, Dani, Deni, Alek, Abdullah dan 2 orang lagi anak tamu.(salah satu dari dua perempuan dewasa). Jadi, ada di dalam rumah tersebut 10 orang, terdiri dari 5 laki-laki dewasa, 3 perempuan dewasa, 3 anak-anak. Saat adzan Maghrib terdengar, Bang Jali bersiap-siap melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.
Bang Jali, Deni, Deden, Alek, Abu mengambil wudhu. Saya bilang kepada Bang Jali, Buya bajunya diganti saja, basah kena air wudhu. Saya berada di ruang tamu, menyusukan anak saya Fathur.
Bersama saya dua perempuan dewasa. di dekat pintu depan rumah, pintu rumah kami hanya di depan, rumah kami tidak ada pintu belakang. Saya memanggil ketiga anak untuk pulang ke rumah, karena sudah masuk waktu Maghrib.
Bang Jali dan empat temannya mulai melaksanakan sholat Maghrib berjamaah dengan Bang Jali sebagai imamnya. Mereka sholat di ruang belakang dekat dapur.
Dani, usianya sekitar dua puluh lima tahun tahun adalah murid mengaji Bang Jali. Kerjanya sehari-hari menjahit gorden, dia tinggal di Tanjung Balai. Dani membawa dua orang temannya, Alek (30 tahun) dan Deni (20 tahun) ke rumah. Bang Jali sebelumnya tidak mengenal kedua orang itu.
Dani, usianya sekitar dua puluh lima tahun tahun adalah murid mengaji Bang Jali. Kerjanya sehari-hari menjahit gorden, dia tinggal di Tanjung Balai. Dani membawa dua orang temannya, Alek (30 tahun) dan Deni (20 tahun) ke rumah. Bang Jali sebelumnya tidak mengenal kedua orang itu.
Sejak saat itu, Deni dan Alek menginap di rumah. Tapi Dani tidak menginap di rumah. sedangkan alek dan deni saya tidak mengenalnya. Mengenai Abu, atau Abdullah (35 tahun), saya tidak jelas orang mana berasalnya. Jadi Deni dan Alek sudah menginap 2 minggu di rumah kami, kedatangan mereka ke Tanjungbalai karena rencana mau cari kerja, saat itu mau hari hari raya.
Bang Jali bilang ini sudah dekat hari raya, tidak mungkin ada kerjaan. Tunggulah habis hari raya. Jadi mereka di rumah kerjanya hanya makan tidur. Seingat saya selama ini tidak ada kegiatan yang mencurigakan.
Tiba-tiba sebuah mobil datang, terdengar suara dari luar ada orang berteriak, "keluar!"
Tiba-tiba sebuah mobil datang, terdengar suara dari luar ada orang berteriak, "keluar!"
Saat itu ketiga anak saya masih bermain di rumah tetangga. Saya mau memanggil anak-anak untuk pulang, saya pun berjalan menuju pintu depan rumah. Saya menyuruh mereka masuk, tapi mereka tidak mau masuk, saya sempat melihat wajah mereka seperti ketakutan.
Saya terkejut karena pas saya di depan pintu saya lihat sudah turun dari mobil 30 orang bersenjata. Anak-anak saya diam tak bersuara. Densus 88 langsung saja menerobos masuk ke dalam rumah dengan bersenjata. Mereka semuanya ada sekitar 30 orang membawa senjata. Mereka dari samping sebagian, masuk ke dalam rumah sebagian, sambil melepaskan tembakan.
Saya sambil menggendong bayi saya, dua perempuan dewasa serta anak-anaknya ditodongkan senjata sama Densus 88. Sepasang daun pintu rumah kami ditunjang (ditendang) sama Densus 88. Tidak ada baku tembak, tidak ada perlawanan dari dalam rumah, karena Bang Jali sedang sholat, sedang membaca surah al-Qur'an sehabis membaca surah al-Fatihah.
Saya sambil menggendong bayi saya, dua perempuan dewasa serta anak-anaknya ditodongkan senjata sama Densus 88. Sepasang daun pintu rumah kami ditunjang (ditendang) sama Densus 88. Tidak ada baku tembak, tidak ada perlawanan dari dalam rumah, karena Bang Jali sedang sholat, sedang membaca surah al-Qur'an sehabis membaca surah al-Fatihah.
Tiba-tiba tiga makmum (Alek, Deni dan Dani) keluar dari shaff (membatalkan sholat mereka) karena mendengar suara ribut tembakan dan segera mengetahui datangnya orang-orang bersenjata. Alek, Dani dan Deni lari menuju kamar mandi.
Alek keluar dengan membobol seng (atap) kamar mandi. Orang-orang yang sudah masuk rumah menembaki mereka. Deni dan Dani ditembaki secara membabi buta sewaktu mereka di depan kamar mandi.
Saya, dua perempuan dewasa yang bersama saya, bayi saya yang berumur 20 hari, dan anak tetangga yang balita itu menyaksikan kejadian itu. Jadi dua orang ditembak di kamar mandi, satu orang lagi lari.
Saya, dua perempuan dewasa yang bersama saya, bayi saya yang berumur 20 hari, dan anak tetangga yang balita itu menyaksikan kejadian itu. Jadi dua orang ditembak di kamar mandi, satu orang lagi lari.
Bang Jali dan seorang makmumnya, Abu masih tetap melanjutkan sholat, walaupun orang-orang bersenjata itu sudah masuk ke dalam rumah, di ruang belakang dekat dapur.
Bang Jali tetap melanjutkan membaca surah Al-Qur'an. Tapi orang-orang bersenjata itu langsung menarik paksa Bang Jali, sholat Bang Jali dihentikan secara paksa. Buya ditunjangi (ditendang) saat sholat, kemudian dipijak-pijak (diinjak-injak) hingga babak belur.
Saya kasihan melihat Bang Jali karena saat itu dia sedang sakit batuk. Bang Jali diseret sama Densus, Bang Jali tak henti-hentinya meneriakkan takbir, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Saya masih dalam todongan senjata bersama dua perempuan dan tiga anak-anak. Kami langsung disuruh ke rumah tetangga sambil ditodong. Saya digiring ke rumah tetangga sambil ditodong senjata, di rumah tetangga. Anak-anak saya dari tadi memang berada di situ.
Saya dan anak-anak saya bisa mengintip (melihat dari sela-sela atau lobang) kejadian yang terjadi di rumah kami dari rumah tetangga. Anak-anak saya berteriak-teriak tidak tak henti-hentinya. "Ummi, Ummi itu Buya, itu Buya." Anak-anak memberitahu saya mereka melihat Buya mereka dipijak-pijak (diinjak-injak).
Mereka menembaki rumah kami dengan membabi buta, walaupun saya sangat yakin Bang Jali tidak ada senjata. Bang Jali hanya terus bertakbir, Allahu Akbar, hanya itu yang bisa Bang Jali lakukan.
Mereka menembaki saja walau tidak ada perlawanan. Dari luar mereka menembaki, di dalam juga menembaki, mereka dalam waktu satu jam itu menembak terus dengan membabi buta.
Tiba-tiba ada yang menggiring saya keluar, saya dibawa ke mobil Densus 88. Saya terus menengok (melihat) ke arah Bang Jali tapi sudah tidak terlihat. Saya tengok (lihat) suami kawan saya (Abu) dibawa ke mobil tak berapa lama.
Tiba-tiba ada yang menggiring saya keluar, saya dibawa ke mobil Densus 88. Saya terus menengok (melihat) ke arah Bang Jali tapi sudah tidak terlihat. Saya tengok (lihat) suami kawan saya (Abu) dibawa ke mobil tak berapa lama.
Densus membentak saya menanya saya di mana tas Bang Jali. Saya jawab (katakan), "Tengok saja sendiri."
Mereka semua penakut, saya yang disuruh mengambil tas Bang Jali, mereka takut granat, padahal tidak ada apa-apa di tas Bang Jali.
Satu jam kemudian polisi (dari Polresta Tanjung Balai) datang ke sana, polisi pun rupanya tahu apa-apa mengenai kejadian itu. Densus pergi begitu saja. Saya tidak tahu informasi ke mana Bang Jali dibawa, apakah Bang Jali dibawa ke Medan atau ke mana.
Satu jam kemudian polisi (dari Polresta Tanjung Balai) datang ke sana, polisi pun rupanya tahu apa-apa mengenai kejadian itu. Densus pergi begitu saja. Saya tidak tahu informasi ke mana Bang Jali dibawa, apakah Bang Jali dibawa ke Medan atau ke mana.
Dari pihak Polres malah menanyakan sama saya ke mana Bang Jali dibawa Densus. Saya dinaikkan ke mobil Patroli Polresta Tanjungbalai dibawa ke kantor Polresta Tanjungbalai. Saya tidak dikasih pulang ke rumah.
Esok hari, tanggal 20 September, saya masih tidak dikasih pulang. Sebagian besar anggota Polres Tanjung Balai memperlakukan saya dengan baik, mereka kasihan melihat saya karena menengok anak saya kecil (bayi), tapi ada juga polisi di sini yang jahat dan memperlakukan saya sewenang-wenang.
Esok hari, tanggal 20 September, saya masih tidak dikasih pulang. Sebagian besar anggota Polres Tanjung Balai memperlakukan saya dengan baik, mereka kasihan melihat saya karena menengok anak saya kecil (bayi), tapi ada juga polisi di sini yang jahat dan memperlakukan saya sewenang-wenang.
Saya ingin tahu kabar suami saya. Saya lihat ada koran, saya ambil untuk saya baca. Polisi berpakaian preman itu merampas koran itu dari tangan saya. Hati saya sangat sakit, tapi saya diam saja.
Kapolresta baik sama saya. Dia menanyakan saya, apakah mau pulang ke rumah mengambil baju? Saya sudah bilang sama penyidik, "Cemana (bagaimana) ini, Pak, kalau saya masuk tahanan jelas status saya, tapi di sini saya tidak jelas sebagai apa, saya tidak tahu apa-apa."
Kata penyidik, "tunggu kabar dari Medan saja, baru saya kasi informasi di sini."
Saya sedih karena Bang Jali tak bisa dijumpai, karena dia sudah babak belur dipijak-pijak dua puluhan orang. Mereka main serbu saja, mereka itu begitu datang tak ada basa-basi lagi. Dinding rumah kami rusak.
Saya sedih karena Bang Jali tak bisa dijumpai, karena dia sudah babak belur dipijak-pijak dua puluhan orang. Mereka main serbu saja, mereka itu begitu datang tak ada basa-basi lagi. Dinding rumah kami rusak.
Polisi pun tidak boleh lewat-lewat di situ selama satu jam itu. Padahal kan semua pakai peraturan. Polresta Tanjungbalai membantu saya mempertemukan saya dengan keluarga saya agar anak-anak saya yang empat orang tidak tinggal di tahanan. Saya dipinjamkan telepon sama polisi untuk menelepon adiknya agar saya bisa menitipkan anak-anak saya kepada keluarga, kecuali yang bayi tetap bersama saya, karena dia masih saya susukan. Umurnya kan baru 3 Minggu.
Pada 20 September 2010 sekitar jam 9.00 WIB pagi saya pertama kali menghubungi keluarga. Saya mengasih tahu, saya sekarang di Polresta Tanjung Balai, tidak boleh keluar dari sini karena kata polisi saya dijadikan saksi.
Pada 20 September 2010 sekitar jam 9.00 WIB pagi saya pertama kali menghubungi keluarga. Saya mengasih tahu, saya sekarang di Polresta Tanjung Balai, tidak boleh keluar dari sini karena kata polisi saya dijadikan saksi.
Adik saya ke ke Tanjung Balai hari Senin, 20 September itu juga, adik saya menjenguk saya. Kondisi saya sudah beberapa hari tetap tak jelas, tidak dikasih pulang, padahal saya sudah di BAP hari Minggu sampai sekarang tidak keluar-keluar.
Tidak jelas, tidak boleh pulang, soalnya tidak ada yang mau datang menjenguk saya, adik saya pun hanya datang untuk mengambil si Umar, dibawa ke sana, kasihan Bang Jali.
Di sini saya dan bayi saya tidur dan hidup di sebuah ruangan yang menyerupai gudang kertas-kertas, hanya beralas tikar plastik, kasihan Fathur (bayi saya), baru 3 minggu usianya. (*)
Narasumber: Kartini Panggabean, istri ustadz Khairul Ghozali yang dituduh sebagai teroris oleh Densus 88.
Sumber: - Tim Kuasa Hukum Ustadz Khairul Ghozali, - keluarga, yakni adik Ustadz Khairul Ghozali (Ustadz DR. Adil Akhyar, SH, MH, LLM dan Ahmad Sofian, SH, MA serta abang Ustadz Khairul Ghozali, DR.Ikhwan)
Narasumber: Kartini Panggabean, istri ustadz Khairul Ghozali yang dituduh sebagai teroris oleh Densus 88.
Sumber: - Tim Kuasa Hukum Ustadz Khairul Ghozali, - keluarga, yakni adik Ustadz Khairul Ghozali (Ustadz DR. Adil Akhyar, SH, MH, LLM dan Ahmad Sofian, SH, MA serta abang Ustadz Khairul Ghozali, DR.Ikhwan)
DENSUS 88
Densus 88 AT Anti Terror dan Pelindung Koruptor
Densus 88 AT, Densus 88 Anti Teror adalah team khusus bayaran Amerika untuk memberangus "teroris" yang umumya berjenggot... Densus/Polri selalu curiga ama orang orang yang berjenggot...
Densus 88 AT

Densus 88 AT atau Datasemen Khusus 88 AT merupakan pasukan elit Mabes Polri yang bertugas menanggulangi terorisme dan penegakan hukum domestik Indonesia. Dianggotai kurang lebih 400 personil, densus 88 terdiri dari para ahli investigasi, tim gegana dan penembak jitu diharapkan mampu meredam terorisme yang kian marak menghantui kehidupan di Indonesia sehingga melunturkan kepercayaan dunia luar terhadap keamanan dan stabilitas negara. Semua yang berbau "teroris" akan di berangus oleh team ini terutama orang-orang yang berjenggot dan memakai gamis dan pernah berjihad di konflik ambon maupun poso, memang sejatinya team ini di bentuk dan di biayai oleh Amerika untuk memberangus musuh musuh Islamnya karena Amerika dan Bos nya Amerika yaitu Israel takut akan kebangkitan Islam terutama kaum mujahidin yang terbukti tangguh dalam medan peperangan dalam mengusir penjajah di negaranya maupun dalam membantu saudaranya yang di bantai macam di perang Bosnia, Ambon, Poso dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk membentuk public opinion bahwa mujahidin adalah terorris, dan proses ini berlangsung secara sistematis di dukung oleh ribuan media terutama media TV seluruh dunia termasuk Indonesia (terutama TV One, METROTV dan RCTI) yang dimulai dengan penghancuran WTC New York 9/11, yang terbukti nyata bahwa pelakunya adalah amerika sendiri .
Dan mereka selalu menggambarkan kekerasan yang dilakukan muslim apapun bentuknya sementara mereka selalu menyembunyikan kebiadaban yang dilakukan oleh kristen (kasus ambon dan kasus poso) apalagi yahudi yang dengan seenaknya membantai muslimin palestina dan selalu di bela oleh biang teror dunia yaitu amerika cs, amerika adalah negara agresor paling aktif di dunia yang dengan pengecutnya mengeroyok dan membantai ratusan ribu rakyat irak dan afganistan dan selalu mendapat penghargaan dari kebanyakan media tv dunia.
Sementara non muslim bebas menggunakan pistol, seperti preman di kerusuhan depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (29/9) dan pendeta di HKBP di bekasi yang menembak pemrotes kesewenang-wenangan HKBP di Bekasi, malah tidak di proses sama sekali, malah pendeta yang bersangkutan diberitakan menjadi korban penusukan oleh muslim bekasi padahal pisau yang digunakan penusukan adalah kepunyaan orang-orang HKBP yang berhasil direbut oleh pihak muslim dalam sebuah kerusuhan yang tidak seimbang dimana jumlah HKBP diperkirakan berjumlah 200 orang sementara pihak muslim hanya berjumlah 10 orang, penindasan kaum minoritas terhadap mayoritas.
Salah satu senjata yang dilepas oleh musuh Islam atau murtadin/munafik adalah jargon yang menyatakan bahwa 'Islam tidak mengajarkan kekerasan' dan dengan jargon ini diharapkan agar umat Islam selalu menerima apa adanya sementara amrik bisa dengan seenaknya mengobok obok umat Islam, padahal kekerasan dalam Islam sudah diatur sedemikian rupa agar umat Islam bisa bertahan dari serangan iblis yang sangat biadab.
Fitnah Dajjal sedang merajalela dan hal ini sudah di peringatkan oleh Nabi.
Harus diakui bahwa Indonesia sekarang tidak lebih dari negara bonekanya Amerika yang nota bene adalah kaki tangan Israel, karena kekayaan Amerika hampir semua di kuasai oleh "The real terorrist" penjajah Zionist Yahudi Israel, semua orang sudah tahu betapa Amerika senang mengobarkan peperangan dan selalu mengeroyok musuh-musuh Israel dan mereka malah meneriakan bahwa Islam adalah agama perang, maling teriak maling, dan mereka selalu melindungi israel walaupun israel sudah menjajah tanah palestina sejak tahun 48.... dan mentolerir semua terror dan kebiadaban israel di tanah palestina.
Densus 88 AT diresmikan kewujudannya pada 26 Agustus 2004 oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani, anggota awal densus 88 hanya berjumlah 75 yang dikepalai Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian, atas restu dari CIA. Angka 88 merupakan simbol dari sepasang borgol yang bermakna tugas densus 88 akan terus berkesinambungan dalam menjaga stabilitas negara dan memerangi terorisme. Makna lain angka “88″ adalah merujuk pada angka korban bom Bali pada tahun 2002 dari pihak Australia, yang terbukti kuat bahwa ledakan yang terjadi berasal dari ledakan micro nuke, bom buatan israel...! rekayasa ini adalah trik untuk melahirkan kaki tangan Amerika di Indonesia yaitu Densus88 yang sejatinya di tugaskan untuk menjegal mujahidin, sementara mereka (Polri) melupakan sama sekali akan ribuan korban muslim di kerusuhan ambon dan poso. Dan mereka juga tidak mau tahu akan laskar kristus yang telah secara biadab mengobarkan kerusuhan ambon, kesadisan mereka melebihi kesadisan PKI dan memang kesadisan tersebut termaktub dalam alkitab :"Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku"
(Lukas 19:27)
(Lukas 19:27)
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (35) "Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya."
(Matius 10:34-35)
(Matius 10:34-35)
(13.)Ada orang-orang dursila tampil dari tengah-tengahmu, yang telah menyesatkan penduduk kota mereka dengan berkata: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak kamu kenal,
(14) maka haruslah engkau memeriksa, menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu,
(15)maka BUNUHLAH dengan mata pedang penduduk kota itu, dan TUMPASLAH dengan mata pedang kota itu SERTA SEGALA ISINYA DAN HEWANNYA.
(16) Seluruh jarahan harus kaukumpulkan di tengah-tengah lapangan dan HARUS KAU BAKAR HABIS KOTA dengan seluruh jarahan itu sebagai korban bakaran yang lengkap bagi TUHAN, Allahmu. Semuanya itu akan tetap menjadi timbunan puing untuk selamanya dan tidak akan dibangun kembali.
(17) Dari barang-barang yang dikhususkan itu janganlah apapun melekat pada tanganmu, supaya TUHAN berhenti dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, mengasihani engkau dan membuat jumlahmu banyak, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
(18) Sebab dengan demikian engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, untuk berpegang pada segala perintah-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, dengan melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahmu."
( Ulangan 13 : 13-18 )
"Kasih" hanyalah manis di bibir... waspadalah... waspadalah....
(14) maka haruslah engkau memeriksa, menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu,
(15)maka BUNUHLAH dengan mata pedang penduduk kota itu, dan TUMPASLAH dengan mata pedang kota itu SERTA SEGALA ISINYA DAN HEWANNYA.
(16) Seluruh jarahan harus kaukumpulkan di tengah-tengah lapangan dan HARUS KAU BAKAR HABIS KOTA dengan seluruh jarahan itu sebagai korban bakaran yang lengkap bagi TUHAN, Allahmu. Semuanya itu akan tetap menjadi timbunan puing untuk selamanya dan tidak akan dibangun kembali.
(17) Dari barang-barang yang dikhususkan itu janganlah apapun melekat pada tanganmu, supaya TUHAN berhenti dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, mengasihani engkau dan membuat jumlahmu banyak, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
(18) Sebab dengan demikian engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, untuk berpegang pada segala perintah-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, dengan melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahmu."
( Ulangan 13 : 13-18 )
"Kasih" hanyalah manis di bibir... waspadalah... waspadalah....
Adapun persenjataan yang dimiliki densus 88 antara lain senapan Colt M4, Armalite AR-10 dan shotgun Remington 870 disamping kendaraan-kendaraan tempur buatan Amerika termasuk (kabarnya) pesawat C130 Hercules.
Detasemen khusus 88 (Densus 88) adalah hadiah dari Amerika Serikat yang di berikan kepada Indonesia yang bertujuan untuk memburu teroris yang ada di Indonesia. Sesuai dengan hobi sang empunya saat ini yang lagi asik- asiknya memburu Teroris Global, walaupun Amerika sendiri jika melakukan teror tak segan segan sampai mengeroyok Iraq dan Afganistan, di Iraq mereka tak segan segan membom kota Iraq dan membantai pluhan ribu warga iraq dengan alasan yang di buat-buat kemudian di Afganistan dengan tanpa rasa malu mereka mengeroyok Afganistan dengan alasan 9/11 padahal mereka sendiri lah yang telah menghancurkan menara kembar New York, kemunafikan yang nyata.
Skenario yang hebat pun di lancarkan demi berjalannya kebohongan ini. Mulai dari penagkapan Abu Bakar Ba’sir yang tidak pernah memiliki bukti yang jelas sampai dengan umat muslim lainnya yang kebanyakan semuanya di sembunyikan dari Pers secara langsung. Semua keterangan kebanyakan berasal dari pihak kepolisian dan tentu saja itu sudah di hiasi oleh kebohongan yang sangat nyata bahkan dengan tanpa rasa malu ataukah kemaluan mereka sudah hilang..... mereka menculik anak yang masih bau kencur... Dua orang di bawah umur yang ikut hilang saat Densus 88 beraksi di Klaten, yakni kakak beradik Ainul Quratul Aini (AQ, 17 tahun), dan Faisal Rafiudin (FR, 13 tahun); (Keduanya adalah anak dari Medi, 41, warga RT 5 RW XIII Cemani, Sukoharjo); akhirnya bisa dihubungi. ISAC (Islamic Study and Action Center), saat berbincang dengan wartawan Muslimdaily di salah satu masjid di kota Solo, melalui sekretarisnya Endro Sudarsono, menjelaskan, “Kedua anak tersebut sudah dapat kita (ISAC-red) temui. Bersama mereka juga ada Pak Mulyono, istrinya, dan anaknya (istri Shogir).”
Menurut pemaparan Endro, “Ahad (27/6) pagi kemarin, kita bisa bertemu dengan mereka di Klaten. Sementara, mereka berlima tinggal dengan kerabat yang ada di Klaten. Yah.., letaknya sekitar 2 kilo-an dari Mapolres Klaten.”Ada kejanggalan yang Endro lihat, saat bertemu dengan mereka berlima.
“Pergelangan tangan Pak Mul terluka, bahkan sampai bernanah,” jelas Endro. Menurut penyampaian Endro, tangan Mulyono terluka karena di ikat dengan menggunakan tali.
“Itu karena ketatnya tali yang diikat ke tangan Pak Mul,” Endro menjelaskan. “Bahkan, Pak Mul sampai di tampar pipinya,” tambahnya.
Endro menjelaskan, bahwa Densus 88 telah melakukan pelanggaran HAM. Apalagi dengan ikut di tangkapnya AQ dan FR, dua anak yang masih di bawah umur.
“Densus 88 telah melanggar UU Nomor 23 tahun 2002 Pasal 16 dan 17, yaitu tentang perlindungan anak.” Kata Endro.
Kemudian aksi teror Densus88 adalah penangkapan Ustad Abu Jibril yang di tengarai mendanai kegiatan terorris Indonesia padahal Ustad Abu Jibril adalah seorang jurnalis pemilik Arrahmah.com dan bahkan beliau masih punya utang dalam melakukan bisnis medianya. Bahkan dengan undang-undang yang tak jelas , Ustadz Abu Jibriel pernah mengalami penangkapan semena-mena, penahanan, dan interogasi oleh Tim Densus 88 Anti Teror, pada tanggal 14 Juni 2004.
Dimana penangkapan dan penahanan semena-mena ini dilakukan hanya berdasarkan dugaan adanya keterkaitan dan atau keterlibatan dengan aktivitas terorisme oleh Tim Densus 88 Anti Teror. Masih banyak lagi kasus serupa yang menimpa umat Islam akibat undang-undang penjerat kaum Muslimin tersebut, termasuk penahanan yang semena-mena terhadap pimpinan Ar Rahmah Media, M Jibriel yang hingga kini masih ditahan dan belum jelas putusannya.
Dalam sebuah kesempatan di salah satu stasiun televisi swasta indonesia (SCTV) Ustadz Abu Jibriel pernah menceritakan kronologis jihad di Afghanistan hingga munculnya isu perang melawan terorisme yang diciptakan oleh Amerika. Menurut beliau pada awalnya Amerika ikut membantu mujahidin Afghanistan ketika memerangi kaum ateis Uni Soviet. Amerika tidak mampu secara langsung memerangi Uni Soviet sehingga dipakailah tenaga mujahidin yang berjihad untuk mengusir penjajah dari negeri Islam tersebut. Sayangnya habis manis sepah dibuang. Setelah mujahidin berhasil memukul mundur pasukan Uni Soviet, ganti mujahidin yang menjadi sasaran dan menjadi musuh Amerika. Melalui agen-agen mereka, terutama CIA, dimulailah sebuah usaha secara sistematis untuk menghabisi alumni Afghanistan baik yang berada di Afghanistan maupun yang kembali ke negeri asal mereka. Presiden Zia ul Haq, yang banyak membantu jihad Afghanistan dibunuh, juga Syekh Abdullah Azzam, hingga pengusiran Syekh Usamah bin Ladin.Sementara itu, sekitar 10.000 mujahidin disiksa, diintimidasi, ditangkapi dan diteror. Khususnya mereka yang pulang kampung ke negeri asal mereka. Ustadz Abu Jibriel dalam mengungkapkan data-data tersebut mengutip sebuah artikel berjudul “Rencana Jahat di Balik Terorisme”, yang menurut beliau terorisme sangat bertentangan dengan kemuliaan dan ketinggian jihad dalam Islam.
Selanjutnya Ustadz Abu Jibriel menjelaskan jihad dalam Islam, yang sangat mulia dan tinggi kedudukannya. Beliau mengutip dari buku beliau sendiri, Syubhat-Syubhat Seputar Jihad, di halaman 140. Dalam buku tersebut disebutkan 8 Keutamaan Jihad Di Jalan Allah, yaitu :
Silahkan KLIK DISINI untuk Melihat Wajah Damai Para Syuhada InsyaAllah
- Jihad di jalan Allah adalah sebuah jalan utama bagi tegaknya Daulah Islamiah
- Jihad di jalan Allah menjamin seseorang itu surga, diampuni segala dosa dan diberi kemenangan dunia dan akhirat
- Jihad di jalan Allah adalah amal yang paling utama dan tiada tandingannya
- Amalan jihad di jalan Allah dan berada di medan jihad diberikan ganjaran berlipat ganda
- Medan jihad adalah destinasi pelancongan umat Islam
- Kematian adalah suatu kepastian dan sebaik-baiknya kematian adalah mati syahid di medan jihad di jalan Allah
- Medan jihad adalah tempat menyaksikan mukjizat Allah
Pada 11 September 2001 terjadi "sandiwara penyerangan WTC". Sejak saat itu, usaha memerangi terorisme dimulai dengan komando dari Amerika dan barat. Sidney Jones melihat Ar Rahmah Media mengeluarkan Jihad Magz dan membahas masalah tersebut secara tuntas. Maka Sidney Jones pun membuat analisis untuk menuduh dan menyudutkan Ar Rahmah Media. Tercatat beberapa laporan dari ICG, lembaga yang dipimpin oleh Sidney Jones, yang menyudutkan Ar Rahmah Media.
Sementara itu, menurut Ustadz Abu Jibriel, Densus 88 itu sendiri dibentuk dan didanai oleh Australia (88 adalah jumlah warna negara Australia yang tewas pada Bom Bali I). Austrlia sendiri adalah sekutu Amerika, dan Amerika juga ikut mendanai densus 88 dengan menyumbangkan 50 juta US $ di tahap awal. Dengan begitu dimulaikan perang melawan terorisme yang dikomando oleh Amerika dan direalisasikan oleh Densus 88 yang sejatinya adalah perang melawan Islam dan kaum Muslimin. Bukti-buktinya sangat banyak, termasuk kebohongan-kebohongan densus, termasuk kepada Ustadz Abu Jibriel, utamanya dalam kasus penangkapan anak beliau, M Jibriel Abdul Rahman.Ustadz Abu Jibriel menjelaskan bahwa pemahaman jihad saat ini terbagi dua, antara yang meyakini jihad global dan lokal. Masing-masing pihak memiliki dalil dan meyakini pilihan mereka sendiri. Ustadz Abu Jibriel mengaku kenal dan tahu Nurdin M Top sewaktu masih di Malaysia, di Johor tepatnya, karena beliau mengajar di sana. Setelah itu, beliau tidak tahu lagi sepak terjang Nurdin M Top. Mengenai dana Ar Rahmah Media Ustadz Abu Jibriel balik bertanya berapa kira-kira dana yang dibutuhkan untuk mengelola Ar Rahmah Media, apakah sangat banyak ? Dengan begitu, orang tuanya saja, yakni beliau sendiri juga cukup kalau hanya mendanai Ar Rahmah Media.
Ustadz Abu Jibriel juga menceritakan tantang M Jibriel dan seputar penangkapannya. Beliau menceritakan bahwa anaknya tersebut ingin ikut umrah bersamanya dan karena pasportnya hilang maka M Jibriel membuat pasport baru yang dia sendiri tidak tahu prosesnya. Mereka kemudian bertemu di Mekkah dan setelah itu masing-masing pulang kembali ke tanah air. Beliau tidak melihat keanehan apapun yang terjadi pada anaknya, apalagi sebagaimana tuduhan-tuduhan yang selama ini beredar.Untuk itu Ustadz Abu Jibriel meyakini bahwa penangkapan anaknya dikarenakan M Jibriel aktif mengelola Ar Rahmah Media, termasuk situs Arrahmah.com yang selalu menampilkan berita-berita Islam dan jihad internasional. Banyak yang tidak suka akan hal ini, termasuk Sidney Jones, yang kemudian membuat laporan-laporan menyudutkan Ar Rahmah Media. Maka, dicari-carilah alasan untuk menghentikan kiprah Ar Rahmah Media, melalui penangkapan anaknya, M Jibreil. Disangkanya dengan menangkap M Jibriel, maka berita dunia Islam dan jihad juga bisa ditutup dan dibungkam. Maka Ustadz Abu Jibriel kembali menyimpulkan bahwa perang melawan terorisme pada hakikatnya adalah perang untuk menghentikan amalan jihad dan media jihad sebagaimana yang saat ini terjadi.
Ustadz Abu Jibril dan TPM sudah mendatangi Komnas HAM Rabu (26/05/2010) . Ketika diterima oleh Komisioner Komnas HAM, Ridha Saleh, Ustadz Abu Jibril langsung mengeluarkan pendapatnya :
"Kejahatan Densus 88 sudah di luar batas, tapi belum ada tindakan yang dikenakan kepada Densus 88."
Ustadz Abu Jibril juga mengatakan, Densus 88 telah melanggar HAM karena telah menangkap, menculik, dan membunuh tanpa bukti. "Termasuk ketika menangkap Jibril (Muhammad Jibril, anak Ustadz Abu Jibril), menggeladah rumah saya, tidak ada surat dari pengadilan," kata Ustadz Abu Jibril. Hal yang sama juga dilakukan terhadap orang-orang yang disangka teroris lainnya.
Sementara itu, Muannas dari TPM menyatakan bahwa :
"Penangkapan sekaligus penembakan yang dilakukan Densus 88 terhadap beberapa orang tidak sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Kami juga akan membahas isu-isu terorisme yang berkembang saat ini,"
Sebagaimana kita ketahui, sejumlah penggerebekan kasus terorisme di beberapa daerah sering disertai dengan penembakan yang menewaskan sasaran. Misalnya saja penangkapan terhadap Maulana Cs di Cawang beberapa waktu lalu.
Sejumlah saksi di Cawang mengatakan, Maulana tiba-tiba saja ditembak saat hendak menaiki motor. Padahal Maulana tidak tampak melakukan perlawanan kepada Densus 88. Sedangkan dua teman Maulana lainnya ditangkap setelah anggota Polri memukul mereka dengan batu dan senjata, tanpa ada perlawanan sedikit pun.
Tuntutan : Bubarkan Densus 88!
Tuntutan para pemuda Solo ketika berorasi di depan Mapoltabes Surakarta adalah dibubarkannya Densus 88. Menurut mereka, Densus 88 telah berbuat di luar prosedur hukum, melanggar HAM dan keberadaanya justru tidak membuat simpati masyarakat luas.
Ironisnya, Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Zainuri Lubis menegaskan tindakan Densus 88 yang mengeluarkan tembakan tersebut karena untuk mencegah anggotanya tewas seperti saat penyergapan teroris di Aceh. Tapi mengapa ada diskriminasi terhadap umat Islam?
Ustadz Abu Jibril mengatakan, istilah teroris memang hanya diperuntukkan bagi orang Islam. Menurut dia, orang-orang yang mengganggu keamanan dan jelas-jelas menembak polisi di Papua itu tidak disebut teroris, melainkan disebut separatis. Dengan alasan itu, Densus 88 telah melakukan ketidakadilan.
Lebih lanjut Ustadz Abu Jibril mengatakan, UU Terorisme memang sengaja dibuat oleh Amerika Serikat dan Indonesia untuk menghentikan semangat jihad. Dia juga mengeluhkan adanya penyebutan Masjid Al-Munawarroh sebagai masjid teroris. Masjid itu berada di Pamulang tempat Ustadz Abu Jibril tinggal.
Guntur Fattahillah dari TPM Pusat, mengatakan, pelanggaran HAM oleh Polri dalam kasus-kasus terorisme tidak hanya terjadi pada kasus Ustadz Abu Jibril saja.
"Pelanggaran HAM ini sudah terjadi sejak awal tahun 2000 atau sejak munculnya konflik Poso dan Ambon," kata Guntur. Dari peristiwa tersebut, selalu ada pola yang sama dalam pelanggaran HAM yang dilakukan.
Kenyataan lain yang membuktikan kejahatan Densus 88 adalah dengan penangkapan "teroris aceh" padahal kegiatan itu di prakarsai oleh Sofyan Tsauri . Sofyan Tsauri adalah seorang intel yang membiayai dan melatih secara militer orang-orang yang di rekrutnya sendiri di pegunungan Aceh, bahkan dia sempat melatih di Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, Depok. Oleh karena itulah wajahnya tidak di ekspose di media agar intel polri yang satu ini bisa menyusup dan menjalankan tugasnya lagi. Seperti biasa Polri sudah lihai dalam membuat rekayasa, polri yang berbuat dan polri yang menangkap sekaligus menyematkan predikat terorris kepada anak buah didikanya .... luar biasa....
Dan Densus 88 walaupun berperawakan tegap dengan cara yang sangat memalukan menyergap mobil tumpangan Abu Bakr Ba'syir dengan sangat kasarnya mereka menyergap Ustadz bagaikan gerombolan preman yang sedang memalak di pinggr jalan.
Sofyan at tsauri adalah mata-mata yang disusupkan oleh polri dalam rangka membuat rekayasa untuk mangkaitkan jaringan tersebut dengan Abu Bakar Basyir, banyak kejanggalan yang melingkupi sang penyusup ini diantaranya adalah penjagaan dari densus88 yang terlalu longgar ama bajingan satu ini, dan binatang inipun terlalu blak-blakan dalam berbicara mengenai Al Qaidah, yang memang terlalu disengaja agar di expose oleh wartawan terutama TV One (media bakrie, mantan bos lapindo) yang memang salah satu media pro thogut yang sangat giat dalam mengkait kaitkan terrorisme dengan Islam, dan selalu mengundang murtadin-murtadin dalam wawancaranya, TV One adalah bagian dari media media global yang berusaha keras untuk memadamkan cahaya Islam dan membenarkan kebohongan peristiwa WTC (9/11) padahal banyak sekali bukti yang membuktikan bahwa peristiwa 9/11 adalah rekayasa amerika sendiri.Kebiadaban densus88at yang malah ditutup tutupi oleh pihak ke polisisan dan media tv : densus menginjak nginjak orang yang sedang shalat, ini adalah ciri khas kristen yang sangat senang menyerang muslim yang sedang melakukan shalat. (KLIK DISINI)
Sebelumnya Mabes Polri mengaku memastikan Gories Mere berada dalam penggerebekan teroris yang dilakukan oleh Densus 88 di Medan. Namun, jika benar Gories yang tak lagi berdinas di bidang terorisme, ada dalam rombongan Densus 88, Mabes Polri menilai tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Bisa saja Gories memang ada keperluan di Medan.Pada Kamis 16 September, Danlanud Medan mengirim surat kepada Kapolda Sumatera Utara terkait 'penerobosan' rombongan Densus 88 di Bandara Polonia. TNI Angkatan Udara merasa keberatan karena rombongan itu tidak mengindahkan aturan yang berlaku. Petugas yang berjaga di pos sempat digertak oleh salah satu orang di rombongan tersebut. Orang itu mengatakan agar si petugas pos tidak menghalangi misi negara. Selain itu, orang di rombongan itu juga menyebut ada jenderal bintang tiga di rombongan itu (GoriesMere).
Apapun yang terjadi Densus88AT akan terus beraksi walaupun aksinya sangat sadis dan memalukan sampai-sampai pernah menculik anak yang masih bau kencur namun apa mau di kata jika Big Bos nya yang ada di amrik sono masih memberi makan Densus 88 AT maka apapun akan di labrak Densus 88 AT. Densus 88 adalah anjingnya Amerika........
majuu.... densus88... maju teruss.... walaupun ke neraka....... majuuu......
ANEKA PHOTO DENSUS :


SAKSI PEKERJA, KEJAMNYA PENJARA GUANTANAMO
United States of America (SuaraMedia) Brandon Nelly adalah tentara AS yang pernah ditugaskan ke kamp penjara Guantanamo selama enam bulan. Masa tugas selama enam bulan itu cukup membuatnya menjadi tertekan dan merasa berdosa karena telah ikut melakukan penyiksaan dan pelecehan terhadap para tahanan Muslim di kamp tersebut. Nelly menjadi saksi hidup kejamnya kamp Guantanamo. Pada surat kabar Inggris The Independent, ia membeberkan bagaimana para tahanan diperlakukan sewenang-wenang dan diluar batas perikemanusiaan oleh tentara-tentara AS yang menjaga kamp tersbeut.
Menurut Nelly, pemukulan, pelecehan secara verbal dan pelecehan secara fisik sudah dilakukan terhadap para tahanan sejak hari pertama mereka dijebloskan ke kamp Guantanamo. Para penjaga kamp melakukan perbuatan yang sengaja didisain untuk menimbulkan trauma fisik dan psikis para tahanan.
"Sejak para tahanan tiba di kamp, akan terdengar teriakan-teriakan mereka menjalani keseluruhan proses. Pada para tahanan dikatakan bahwa negara mereka sudah dibom dengan menggunakan nuklir, keluarga mereka semua sudah mati dan tidak ada yang tersisa. Saya juga melihat beberapa penjaga yang berkata pada tahanan bahwa mereka bisa dieksekusi kapan saja," papar Nelly.
Nelly juga mengatakan bahwa para tentara yang menjaga kamp Guantanamo, sengaja melakukan penghinaan khusus setiap tiba waktu salat.
"Ketika waktu salat tiba, para tentara sengaja berkumpul, membuat keributan, menghina dan menertawakan para tahanan. Beberapa diantara penjaga bernyanyi-nyanyi sambil menirukan panggilan salat, sementara penjaga yang lain menyiramkan air ke tahanan yang sedang salat," ungkap Nelly.
"Apakah mereka bersalah atau tidak, siapa pun Anda, apakah kulit hitam, kulit putih, Yahudi atau Muslim, tidak ada alasan untuk melakukan tindakan seperti apa yang saya dan rekan-rekan saya lakukan. Itu adalah perbuatan yang salah dan benar-benar perbuatan kriminal serta bertentangan dengan segala sesuatu yang menjadi kebanggaan Amerika Serikat," tukas Nelly.
Dengan nada sinis, Nelly yang kini bertugas di Houston membantah pernyataan yang mengatakan bahwa orang-orang yang ditahan di kamp Guantanamo adalah para teroris yang berbahaya. Karena setelah Nelly melihat sendiri para tahanan di kamp tersebut, sama sekali tidak seperti yang ia bayangkan.
Nelly mengatakan, ketika ia akan ditugaskan ke kamp, ia dibilang akan menangani orang-orang yang paling jahat di dunia, orang-orang yang terlibat dalam serangan 11 September. "Dan saya ketika itu siap menghadapi orang yang laing berbahaya itu, para teroris yang telah merencanakan serangan dan membunuh ribuan orang di negara saya," ujar Nelly.
"Tapi, ketika orang-orang yang katanya paling berbahaya itu tiba, mereka tidak seperti yang saya bayangkan. Saya kira, saya akan melihat orang yang sosoknya seperti monster keluar dari bis, ternyata kebanyakan dari mereka bertubuh kecil, kurus, ketakutan dan luka-luka," tutur Nelly.
Di kamp Guantanamo, Nelly sering berbincang dengan David Hicks, seorang mualaf warga negara Australia yang ditangkap di Afghanistan. "Hicks tidak seperti pembunuh berdarah dingin seperti yang banyak orang katakan pada saya. Dia seorang laki-laki biasa seperti saya. Suka ngobrol, bercanda, pokoknya seperti kebanyakan orang pada umumnya," kisah Nelly.
Selain Hicks, Nelly juga akrab dengan Ruhal Ahmad, seorang warga negara Inggris yang menghuni kamp Guantanamo. "Saya biasa mendengarkan musik bersamanya. Ruhal Ahmad juga seperti anak-anak muda pada umumnya," sambungnya.
Nelly mengakui seperti masih menanggung beban dan rasa bersalah jika mengingat perbuatannya dan rekan-rekannya pada para tahanan di kamp Guantanamo. Di sisi lain, Nelly mengaku banyak belajar tentang kehidupan seorang Muslim selama ia ditugaskan di kamp tersebut.
"Saya takjub dengan ketaatan mereka pada agama, mereka selalu membaca Quran, salat ... sesuatu yang sudah jarang sekali Anda lihat di Amerika," tandasnya.
Rabu, 17 November 2010
PHOTO dan VIDEO Banjir Wasior Papua
Puluhan rumah hanyut dan banyak yang kehilangan sanak saudara. Banjir kejam akibat hujan deras semalaman.
Banjir Wasior tewaskan ratusan orang,
puluhan hilang dan ribuan mengungsi
Kabar terakhir sampai tulisan ini saya ketik korban meninggal akibat banjir Wasior tembus 115 orang, dan tentunya akan terus bertambah. Lebih dari 3.000 orang harus mengungsi ke tempat yang aman. Info dari Detiknews semalam, menyatakan 76 orang dinyatakan hilang.
Langganan:
Postingan (Atom)
