-->
w
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Desa Harapan Sudirman No. 71A Duri Riau 28884 |
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan




Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku



Popular Post

Senin, 26 Juli 2021

Bakso Ikhlas Mas Agus

Menu Siang 😆 اَلْحَمْدُ لِلّٰـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

HADITS TENTANG MAKAN JANGAN BERLEBIHAN


Hadits tentang Makan

نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنا لا نشبع

“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang“

Hadits ini dhaif, akan tetapi maknanya benar

Rasulullah shallallahi ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihinya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas”.

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan,

لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة

“Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah”.

Bahkan kekenyangan hukumnya bisa haram, Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

وما جاء من النهي عنه محمول على الشبع الذي يثقل المعدة ويثبط صاحبه عن القيام للعبادة ويفضي إلى البطر والأشر والنوم والكسل وقد تنتهي كراهته إلى التحريم بحسب ما يترتب عليه من المفسدة

“Larangan kekenyangan dimaksudkan pada kekenyangan yang membuat penuh perut dan membuat orangnya berat untuk melaksanakan ibadah dan membuat angkuh, bernafsu, banyak tidur dan malas. Bisa jadi hukumnya berubah dari makruh menjadi haram sesuai dengan dampak buruk yang ditimbulkan

Jumat, 23 Juli 2021

SEDIKIT ILMU MEMOTONG HEWAN QURBAN


SEDIKIT ILMU MEMOTONG HEWAN QURBAN

hanan_attaki Bismillah...

Belajar syariat menyembelih dengan fikih zabh: sekali dorong, tanpa menggorok. Agar tidak menyiksa hewan.

Cara ini yang diajarkan Nabi, dikenal dengan IHSAN.

Dibimbing oleh ustadz Surya & ikhwah @gsbbandung

Ilmu yang saya dapat dari beliau, rahasia Ihsan adalah:
- menyebut nama Allah
- golok super tajam (bisa membelah tisu)
- kepala hewan agak ditengadahkan, tidak digantung
- kaki tidak diikat kencang
- hewan rileks, krn bantalan batang pisang yang dingin
- teknik dorong/tarik sekali, tidak digorok. Prosesnya kurang dari 2 detik
- menjaga adab agar hewan lain tidak menyaksikan proses ini. Tertutup
- jagal nya menjaga shalat 5 waktu
- tawakkal kepada Allah

Dengan teknik ini, insyaAllah darah akan tumpah maksimal, dan mengurangi resiko daging berkolesterol. Bahkan sakarat hewan pun sangat cepat.

Alhamdulillah untuk syariatNya yg penuh kasih sayang ini...

meskipun masih belajar, semoga setelah ini bisa terus mendalami fikih zabh yg benar.

Yuk kita adakan training zabh ihsan di @pesan_trend untuk jagal nusantara. Bukan hanya saat idul adha. Tapi juga penyembelihan sehat & syar’i untuk daging yang kita konsumsi sehari-hari.

Karena saya prihatin melihat banyak peristiwa penyembelihan yang kurang ihsan. Dimana jagal hanya memakai pisau biasa yang tidak terlalu tajam. Sehingga harus menggorok beberapa kali untuk menuntaskan zabh nya.

Banyak ilmu warisan Nabi yang harus kita pelajari & praktekkan.. Selain membeli hewan yg terbaik, kita juga perlu serius menyiapkan golok terbaik.

Barakallah fikum

https://www.instagram.com/p/CRmFneXliPi/?utm_medium=copy_link

Rabu, 14 Juli 2021

Hadits Syaikh Albani


Wallahu'alam 

KAROMAH SYAIKH AL-ALBANI ; “MAMPU MENDHA’IFKAN HADITS SHAHIH DAN MENSHAHIHKAN HADITS DHA’IF”

Diungkap Oleh Al-Habib Hasan bin Ali Assegaf

Tulisan al-Habib Hasan bin Ali Assegaf yang berjudul Tanaqudhat al-Albani al-Wadhihat merupakan kitab yang menarik dan mendalam dalam mengungkapkan kesalahan fatal al-Albani. Beliau mencatat 1.500 kesalahan yang dilakukan al-Albani lengkap dengan data dan faktanya. Bahkan menurut penelitian ilmiah beliau, ada 7.000 kesalahan fatal dalam buku-buku yang ditulis al-Albani. Pada kitab Tanaqudhat al-Albani al-Wadhihat dalam juz pertama beliau memuat 249 kesalahan al-Albani, baik dari shahih ke dha’if maupun sebaliknya.

Berikut beberapa bukti kongkrit kontradiksi al-Albani dalam menilai hadits yang telah diteliti oleh al-Habib Hasan bin Ali Assegaf (cucunda as-Sayyid al-Habib Abdurrahman Assegaf pengarang kitab Tarsyih al-Mustafidin Syarh Fath al-Mu’in) dalam kitab beliau yang berjudul Tanaqudhat al-Albani al-Wadhihat:

1. Hadits Pertama

حديث عن محمود بن لبيد قال : أخبر رسول الله صلى الله عليه وآله عن رجل طلق امرأته ثلاث تطليقات جميعا ، فقام غضبان ، ثم قال : (أيلعب بكتاب الله عزوجل وأنا بين أظهركم ؟ !) حتى قام رجل فقال : يا رسول الله ألا أقتله ؟ ! رواه النسائي . ضعفه الالباني في تخريج (مشكاة المصابيح) الطبعة الثالثة ، بيروت – سنة 1405 ه المكتب الاسلامي (2 / 981) فقال : ورجاله ثقات لكنه من رواية مخرمة عن أبيه ولم يسمع منه . اه ثم تناقض فصححه في كتاب (غاية المرام تخريج أحاديث الحلال والحرام) طبعة المكتب الاسلامي ، الطبعة الثالثة 1405 ه صفحة (164) حديث رقم (261)

“Al-Albani menilainya dha’if dalam Misykat al-Mashabih juz 2 halaman 981 cetakan III Beirut, 1405 H, al-Maktab al-Islami. Kemudian ia menilainya shahih dalam kitab Ghayat al-Maram Takhrij Ahadits al-Halal wa al-Haram halaman 164 hadis no. 261 cetakan III, Maktab al-Islami, 1405 H.”

2. Hadits Kedua

حديث : إذا كان أحدكم في الشمس فقلص عنه الظل وصار بعضه في الظل وبعضه في الشمس فليقم) أقول : صححه الالباني فقال في صحيح الجامع الصغير وزيادته (1 / 266 / 761) صحيح الاحاديث الصحيحة : 835 . اه ثم تناقض فضعفه في : تخريج (مشكاة المصابيح) (3 / 1337 / برقم 4725 الطبعة الثالثة) وقد عزاه في كل من الموضعين إلى سنن أبي داود .

“Al-Albani menilainya shahih dalam kitab Shahih al-Jami’ ash-Shaghir wa Ziyadatuhu juz 1 halaman 266 dan dalam Shahih al-Hadits ash-Shahihah hadits no. 835. Kemudian al-Albani menilainya dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 3 halaman 1337 hadis no. 4725 Cetakan III.”

3. Hadits Ketiga

حديث : الجمعة حق واجب على كل مسلم … ضعفه الالباني في : تخريج (مشكاة المصابيح) (1 / 434) : فقال : رجاله ثقات وهو منقطع كما أشار أبو داود اه بمعناه ومن التناقضات أنه : أورد الحديث في إرواء الغليل (3 / 54 / برقم 592) وقال : صحيح . اه فتدبروا يا أولي الالباب .

“Al-Albani menilai dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 434, ia berkata: “Perawinya terpercaya tetapi hadits ini terputus sebagaimana isyarah Abu Dawud.” Namun hadits ini dicantumkan oleh al-Albani dalam kitab Irwa’ al-Ghalil juz 3 halaman 54 hadits no. 592. Al-Albani berkata: “Hadits ini shahih.”

4. Hadits Keempat

حديث : عبد الله بن عمرو مرفوعا : (الجمعة على من سمع النداء) رواه أبو داود . صححه الالباني في : (إرواء الغليل) (3 / 58) فقال : حسن . اه وناقض نفسه فضعفه في : تخريج مشكاة المصابيح 1 / 343) (برقم 1375) حيث قال : سنده ضعيف . اه

“Al-Albani menilai shahih dalam kitab Irwa’ al-Ghalil juz 3 halaman 58. Al-Albani berkata: “Hadits ini hasan.” Tetapi al-Albani menilainya dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 343 hadits no. 1375. Al-Albani berkata: “Sanadnya dha’if.”

5. Hadits Kelima

حديث أنس بن مالك أن رسول الله صلى الله عليه وآله كان يقول : (لا تشددوا على أنفسكم فيشدد الله عليكم فإن قوما شددوا على أنفسهم فشدد الله عليهم . . .) رواه أبو داود . ضعفه الالباني في : (تخريج المشكاة) (1 / 64) فقال : بسند ضعيف اه . ثم تناقض فحسنه في آخر تخريجه في (غاية المرام) ص (141) بعد أن حكم عليه هناك أيضا بالضعف فقال : فلعل حديثه هذا حسن بشاهده المرسل عن أبي قلابة . اه

“Al-Albani menilai dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 64. Al-Albani berkata: “Diriwayatkan dengan sanad yang dha’if.” Tapi al-Albani menilainya hasan dalam kitab Ghayat al-Maram halaman 141, setelah menghukuminya dha’if, al-Albani berkata: “Semoga hadits ini hasan dengan dalil penguat secara mursal dari Abu Qilabah.”

6. Hadits Keenam

حديث السيدة عائشة رضي الله عنها قالت : (من حدثكم أن النبي صلى الله عليه وآله كان يبول قائما فلا تصدقوه ما كان يبول إلا قاعدا) رواه أحمد والترمذي والنسائي . ضعفه الالباني في تخريج (مشكاة المصابيح) (1 / 117) فقال : اسناده ضعيف اه ثم من تناقضاته أنه صححه في سلسلة الاحاديث الصحيحة (1 / 345 برقم 201) فتأمل أخي القارئ

“Al-Albani menilai dha’if dalam kitab Misykat al-Mashabih juz 1 halaman 171. Al-Albani berkata: “Sanadnya dha’if.” Tapi al-Albani menilainya shahih dalam Silsilat al-Ahadits ash-Shahihah juz 1 halaman 345 hadits no. 201.”

7. Hadits Ketujuh

حديث : ثلاثة لا تقربهم الملائكة جيفة الكافر والمتضمخ بالخلوق والجنب إلا أن يتوضأ) رواه أبو داود . صححه الالباني في (صحيح الجامع الصغير وزيادته) (3 / 71 برقم 3056) فقال :حسن تخريج الترغيب (1 / 91) . اه ومن تناقضاته أنه ضعفه في تخريج (مشكاة المصابيح) (1 / 144 برقم 464) فقال : ورجاله ثقات لكنه منقطع بين الحسن البصري وعمار فإنه لم يسمع منه كما قال المنذري في الترغيب (1 / 91) .

“Al-Albani menilainya shahih dalam kitab Shahih al-Jami’ hadits no. 3056, ia berkata: “Hadits ini hasan.” Tetapi al-Albani menilainya dha’if dalam kitab Takhrij Misykat al-Mashabih hadits no. 464. Al-Albani berkata: “Perawinya terpercaya, tetapi hadits ini terputus antara Hasan Bashri dan Ammar.”

b. Persaksian Para Ulama Tentang Karomah Syaikh Al-Albani

Kesalahan al-Albani tidak hanya diakui oleh murid-muridnya sendiri. Kenyataan ini juga diakui oleh Syaikh Yusuf Qardhawi di dalam tanggapan beliau terhadap al-Albani yang mengomentari hadits-hadits di dalam kitabnya berjudul al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, sebagai berikut:

“Oleh sebab itu, penetapan Syaikh al-Albani tentang dha’ifnya suatu hadits bukan merupakan hujjah yang qath’i (pasti) dan sebagai kata pemutus. Bahkan dapat saya katakan bahwa Syaikh al-Albani kadang-kadang mendha’ifkan (melemahkan) suatu hadits dalam satu kitab dan mengesahkannya (menshahihkannya) dalam kitab lain.” (Lihat dalam Halal dan Haram karya DR. Yusuf Qardhawi, Robbani Press, Jakarta, 2000, hal. 417).

Syaikh Yusuf Qardhawi juga banyak menghadirkan bukti-bukti kecerobohan al-Albani dalam menilai hadis yang sekaligus menunjukkan sikapnya yang “tanaqudh”.

Dengan demikian, apabila mayoritas ulama sudah menegaskan penolakan tersebut, berarti Nashiruddin al-Albani itu memang tidak layak untuk diikuti dan dijadikan panutan. Diantara ulama yang mengkritik al-Albani adalah:

1. Al-Imam al-Jalil al-Musniduddunya asy-Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani penulis kitab ad-Durr al-Mandhud Syarh Sunan Abi Dawud dan Fath al-‘Allam Syarh Bulugh al-Maram.
2. Al-Hafidz Abdullah al-Ghummari dari Maroko.
3. Al-Hafidz Abdul Aziz al-Ghummari dari Maroko.
4. Al-Hafidz Abdullah al-Harari al-Abdari dari Lebanon pengarang Syarh Alfiyah as-Suyuthi fi Mushthalah al-Hadits.
5. Al-Muhaddits Mahmud Sa’id Mamduh dari Uni Emirat Arab pengarang kitab Raf’u al-Manarah li Takhrij Ahadits at-Tawassul wa az-Ziyarah.
6. Al-Muhaddits Habiburrahman al-A’dzami dari India.
7. Asy-Syaikh Muhammad bin Ismail al-Anshari seorang Peniliti Komisi Tetap Fatwa Wahabi dari Saudi Arabia.
8. Asy-Syaikh Muhammad bin Ahmad al-Khazraji Menteri Agama dan Wakaf Uni Emirat Arab.
9. Asy-Syaikh Badruddin Hasan Dayyab dari Damaskus.
10. Asy-Syaikh Muhammad Arif al-Juwaijati.
11. Asy-Syaikh al-Habib Hasan bin Ali Assegaf dari Yordania.
12. Al-Imam Prof. Dr. Al-Muhaddits al-Haramain as-Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki dari Mekkah pengarang kitab Mafahim Yajibu an Tushahhah.
13. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin dari Najd, seorang ulama Wahabi yang menyatakan bahwa al-Albani tidak memiliki pengetahuan agama sama sekali.
14. Dan lainnya. Yang mana masing-masing ulama tersebut telah mengarang kitab sebagai bantahan terhadap al-Albani.

c. Syaikh Al-Albani Mendha’ifkan Hadits Shahih Bukhari dan Muslim

Kesalahan fatal dan sembrono al-Albani juga nampak jelas ketika ia banyak menilai dha’if dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, yang telah dinobatkan oleh umat sebagai kitab hadits yang paling valid (shahih) setelah al-Quran. Berikut diantara bukti nyata bahwa al-Albani merasa lebih hebat dari Imam Bukhari dan Imam Muslim:

1. Hadits Pertama

حديث : (قال الله تعالى : ثلاثة أنا خصمهم يوم القيامة : رجل أعطى بي ثم غدر ، ورجل باع حرا فأكل ثمنه ، ورجل استأجر أجيرا فاستوفى منه ولم يعطه أجره)) . قال الالباني في ضعيف الجامع وزيادته) (4 / 111 برقم 4054) : رواه أحمد والبخاري (2114) عن أبي هريرة (ضعيف) ! ! !

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 4054. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari no. 2114.”

2. Hadits Kedua

حديث : (لا تذبحوا إلا بقرة مسنة ، إلا أن تتعسر عليكم فتذبحوا جذعة من الضأن) . قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (6 / 64 برقم 6222) : رواه الامام أحمد ومسلم (1963) وأبو داود والنسائي وابن ماجه عن جابر (ضعيف) ! ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadis ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 6222. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1963.”

3. Hadits Ketiga

حديث : (إن من شر الناس عند الله منزلة يوم القيامة الرجل يفضي إلى امرأته ، وتفضي إليه ثم ينشر سرها) . قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (2 / 197 برقم 2005) : رواه مسلم (1437) عن أبي سعيد ” (ضعيف) ! ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 2005. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1437.”

4. Hadits Keempat

حديث : (إذا قام أحدكم من الليل فليفتتح صلاته بركعتين خفيفتين) قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (1 / 213 برقم 718) : رواه الامام أحمد ومسلم (768) عن أبي هريرة (ضعيف) ! !

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 719. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 769.”

5. Hadits Kelima

حديث : (أنتم الغر المحجلون يوم القيامة ، من إسباغ الوضوء ، فمن استطاع منكم فليطل غرته وتحجيله) (1) قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (14 / 2 برقم 1425) : رواه مسلم (246) عن أبي هريرة (ضعيف بهذا التمام) .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 1425. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 246.”

6. Hadits Keenam

حديث : (إن من أعظم الامانة عند الله يوم القيامة الرجل يفضي إلى امرأته . . .) (2) . قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (2 / 192 برقم 1986) : رواه أحمد ومسلم (1437) وأبو داود عن أبي سعيد (ضعيف) ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 1986. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1437.”

7. Hadits Ketujuh

حديث : (من قرأ العشر الاواخر من سورة الكهف عصم من فتنة الدجال). قال الالباني في (ضعيف الجامع وزيادته) (5 / 233 برقم : 5772 رواه أحمد ومسلم (809) والنسائي عن أبي الدرداء (ضعيف) ! !

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 1986. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 1437.”

8. Hadits Kedelapan

حديث : (كان له صلى الله عليه وسلم فرس يقال له اللحيف) . قال الالباني في ضعيف الجامع وزيادته) (4 / 208 برقم 4489 : رواه البخاري (2855) عن سهل بن سعد (ضعيف) ! ! ! .

“Al-Albani berkata: “Hadits ini dha’if”, dalam kitabnya yang berjudul Dha’if al-Jami’ ash-Shaghir hadits no. 4489. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari no. 2855.”

Walhasil, Syaikh Nashiruddin al-Albani bukanlah al-Hafidz yang berhak memberi penilaian status suatu hadits. Jangankan menjadi al-Hafidz, untuk memenuhi kriteria sebagai al-Muhaddits saja masih sangat jauh.

Masihkah Anda lebih percaya pada takhrijnya al-Albani yang berlumur kontradiksi dengan mengalahkah ulama sekaliber al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Hafidz as-Suyuthi, al-Hafidz adz-Dzahabi dan para ahli hadits lainya?

Pelanggar PPKM Rakyat yang Cari Makan


HUKUM hanya untuk Rakyat Kecil 😡🤮

Seorang pemilik kedai kopi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, bernama Asep Lutfi Suparman (23), warga Kecamatan Cihideung, divonis bersalah setelah terbukti melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Selasa, (13/7/2021).

Kedai milik Asep terjaring razia petugas karena kedapatan melayani pembeli di tempat dan melebihi batas waktu yang ditentukan yakni pukul 20.00 WIB selama PPKM Darurat.

Setelah itu, ia hanya pasrah saat diminta petugas untuk menjalani sidang secara virtual khusus pelanggaran PPKM Darurat di Taman Kota Taskimalaya.

Dalam persidangan virtual yang digelar Pengadilan Negeri Tasikmalaya yang dipimpin hakim Abdul Gofur, Asep divonis hukuman denda Rp 5 juta subsider penjara 3 hari.

Setelah menerima putusan itu, Asep lebih memilih untuk dipenjara selama 3 hari daripada harus membayar denda Rp 5 juta.

Nasib banyak Masjid di musim PLAN - DEMI


Kok hanya Masjid2 yang ditutup ? yang lain........

Rabu, 19 Mei 2021

Ceramah Terbaru Ustadz Firanda Andirja : MANHAJ NGACO

Ceramah Terbaru Ustadz Firanda Andirja 
tentang Palestine agar Segelintir Kaum Muslimin Jangan Bermanhaj NGACO



Jumat, 23 April 2021

Meluruskan Sejarah Ra Kartini dan Islam

Copas dari akun Ustadz Azzam Mujahid Izzulhaq

♥️🤍 Narasi dan penjelasannya mencerahkan 💚💛

DOOR DUISTERNIS TOT LICHT: HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

*RADEN AJENG KARTINI: _SEBELUM DAN SESUDAH MENGENAL ISLAM_ (MERUNTUHKAN NARASI FEMINIS ORIENTALIS)*

A. Masa Sebelum Mengenal Islam

RA Kartini (1879-1904) memang lahir dari keluarga Muslim dan juga keluarga ningrat yg dekat dengan Belanda. Namun, sebagaimana keluarga Muslim dari kalangan 'ningrat' kebanyakan di saat itu, dia yg terjangkit virus seorang orientalis Belanda bernama Snouck Hurgronje (1857-1936) yg memiliki misi sistematis untuk meminggirkan pribumi Muslim dari Bumi Nusantara. Kartini pun tumbuh dalam pola pikir dan pemahaman Islam yg keliru yg di bawa oleh Snouck.

Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, Kartini menulis:
"Mengenai agamaku Islam Stella, aku harus menceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?

Al Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca.

Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkau menyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.

Aku pikir, tidak jadi orang saleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?"**

Perhatikan rangkaian kalimat RA Kartini tersebut, begitu kental bahwa pemahamannya adalah pemahaman Islam yg keliru yg memang dihembuskan di kalangan umat Islam pada saat itu oleh Snouck Hurgronje yg berhasil berpura-pura menjadi seorang Muslim, kemudian mempelajari Islam dan Arab di Makkah Al Mukarramah, dan kembali ke Nusantara dengan memperkenalkan diri dengan nama Syaikhul Islam Jawa.

Salah satu ajaran Snouck adalah sakralisasi Al Quran. Al Quran boleh bahakan harus ada di setiap rumah, namun Al Quran harus ditempatkan di tempat yg paling tinggi. Bahasa Arab adalah bahasa sakral sehingga Al Quran tidak boleh diterjemahkan. Ini adalah upaya untuk menjauhkan umat Islam pribumi Nusantara untuk menghormati Al Quran tapi enggan membaca dan memahaminya.

Snouck Hurgronje adalah adviseur pada Kantoor Voor Inlandsche Zaken pada periode 1899-1906. Kantor inilah yg bertugas memberikan nasehat kepada pemerintah kolonial dalam masalah pribumi. Dalam bukunya, Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES, 1985), Dr. Aqib Suminto mengupas panjang lebar pemikiran dan nasehat-nasehat Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial Belanda. 

Strategi yg lainnya, adalah melakukan pembaratan kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan, sehingga mereka jauh dari Islam. Menurut Snouck, lapisan pribumi yg berkebudayaan lebih tinggi relatif jauh dari pengaruh Islam. Sedangkan pengaruh Barat yg mereka miliki akan mempermudah mempertemukannya dengan pemerintahan Eropa. Snouck optimis, rakyat banyak akan mengikuti jejak pemimpin tradisional mereka. 

Menurutnya, Islam Indonesia akan mengalami kekalahan akhir melalui asosiasi pemeluk agama ini ke dalam kebudayaan Belanda. Dalam perlombaan bersaing melawan Islam bisa dipastikan bahwa asosiasi kebudayaan yg ditopang oleh pendidikan Barat akan keluar sebagai pemenangnya. Apalagi, jika didukung oleh kristenisasi dan pemanfaatan adat. (hal. 43). 

Aqib Suminto mengupas beberapa strategi Snouck Hurgronje dalam menaklukkan Islam di Indonesia: Terhadap daerah yang Islamnya kuat semacam Aceh misalnya, Snouck Hurgronje tidak merestui dilancarkan kristenisasi. Untuk menghadapi Islam ia cenderung memilih jalan halus, yaitu dengan menyalurkan semangat mereka kearah yg menjauhi agamanya (Islam) melalui asosiasi kebudayaan. (hal. 24).

Pada tanggal 15 Agustus 1902, Kartini melanjutkan 'curhat pemikirannya', kali ini is menulis surat kepada Ny. Abendanon: 
"Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yg tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al Quran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yg tidak aku mengerti artinya.

Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Sedangkan Al Quran teralu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya."**

Di suratnya ini, kita bisa melihat bahwa pemikiran Snouck memang benar-benar telah mewarnai seorang Muslimah bernama Kartini dan tentunya banyak Muslim dan Muslimah lainnya (mungkin saja) hingga kini.

B. Hubungan Kartini dengan Snouck Hurgronje

Dalam sejumlah suratnya kepada Ny. Abendanon, Kartini memang beberapa kali menyebut nama Snouck sebagai orang hebat yg sangat pakar dalam soal Islam. Dalam suratnya tersebut tertanggal 18 Februari 1902, Kartini menulis:
"Salam, Bidadariku yang manis dan baik!... 
Masih ada lagi suatu permintaan penting yg hendak saya ajukan kepada Nyonya. Apabila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr. Snouck Hurgronje, sudikah Nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut: 

Apakah dalam agama Islam juga ada hukum aqil baligh seperti yg terdapat dalam undang-undang bangsa Barat? Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? 

Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya."** (Lihat, buku Kartini: Surat-surat kepada Ny. R.M. Abendanon-Mandri dan Suaminya, (penerjemah: Sulastin Sutrisno), (Jakarta: Penerbit Djambatan, 2000), hal. 234-235).

C. Kartini Berhijrah

Pasca berkirim surat kepada Ny. Abendanon pada tanggal 18 Februari 1902, pertanyaan mengenai aqil baligh yg ia titipkan untuk disampaikan kepada Snouck Hurgronje ini kemudian terus menggundahkan hati dan pikirannya. 

Qadarullah, sebagaimana dituturkan oleh Nyai Fadhilia Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, Kartini bertemu dengan tokoh agama Islam yg satu almamater (sama-sama belajar di Makkah Al Mukarramah) dengan Snouck Hurgronje, yakni Syaikh Shalih ibn Umar As Simarani atau lebih dikenal dengan nama Kyai Sholeh Darat, yg pada saat itu mengisi sebuah pengajian di rumah Pangeran Ario Hadiningrat, Bupati Demak pada saat itu yg juga adalah paman dari Kartini.

Pikirnya, Kyai Sholeh Darat yg sama-sama belajar di Makkah, adalah satu manhaj dengan Snouck. Padahal tentu saja berbeda. Kartini pun mendengarkan isi ceramah Syaikh Shalih ibn Umar alias Kyai Sholeh Darat ini dengan seksama.

Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan pandangan matanya dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yg disampaikan sang ulama besar di hadapannya. Ini bisa dipahami karena selama ini RA Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.

Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya, Pangeran Ario Hadiningrat, Bupati Demak, untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Berikut dialog Raden Ajeng Kartini dengan Kyai Shaleh Darat sebagaimana penuturan cucunya, Nyai Fadhilia Darat:

"Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?" Kartini membuka dialog.

Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama. "Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?" Kyai Sholeh balik bertanya.

"Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Al Quran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku," ujar RA Kartini.

Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. RA Kartini melanjutkan:
"Bukan buatan rasa syukur hati ini kepada Allah swt. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?"

Dialog berhenti sampai di situ Nyai Fadhila menulis Kyai Sholeh Darat tak bisa berkata apa-apa kecuali: "Subhanallah!" RA Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh Darat untuk melakukan pekerjaan besar, menerjemahkan Al Quran ke dalam Bahasa Jawa.

Setelah pertemuan itu, Kyai Sholeh Darat menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan diberikan sebagai hadiah pernikahan RA Kartini bersama Bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada tanggal 12 November 1902. Kartini menyebutnya sebagai kado pernikahan yg tidak bisa dinilai manusia. 

D. Siapa Kyai Sholeh Darat?

Kyai Sholeh Darat atau Syaikh Shalih ibn Umar As Simarani adalah putera dari Syaikh Umar salah satu anggota Kopassus-nya Sultan Abdul Hamid Cokro Khalifatu Rasulillah Tanah Jowo atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Diponegoro.

Syaikh Shalih ibn Umar As Simarani adalah rekan santri Syaikh Nawawi Al Bantani (Kyai Nawawi Banten), yg menjadi Imam Masjidil Haram pertama dari Nusantara dan juga Syaikh Khalil Al Bankalani (Kyai Cholil Bangkalan). 

Di Makkah Al Mukarramah, Syaikh Shalih ibn Umar As Simarani bersama Syaikh Nawawi Al Bantani dan Syaikh Khalil Al Bankalani berguru kepada Syaikh Muhammad Al Murqi, Syaikh Muhammad Sulaiman Hasbullah, Syaikh Sayyid Muhammad Zein Dahlan, Syaikh Zahid, Syaikh Umar As Syani, Syaikh Yusuf Al Mishri serta Syaikh Jamal Mufti Hanafi.

Syaikh Shalih ibn Umar As Simarani alias Kyai Sholeh Darat adalah guru dari Hadratus Syaikh Hasyim Asy'ari (Mbah Hasyim), pendiri Nahdhatul Ulama, dan juga guru dari dari KH. Ahmad Dahlan (Yai Dahlan), pendiri Muhammadiyah.

Al Quran yg diterjemahkan Kyai Sholeh Darat ke dalam Bahasa Jawa, yg kemudian dihadiahkan kepada Kartini pada pernikahannya adalah QS. Al Fatihah sampai dengan QS. Ibrahim. QS. Al Hijr sampai dengan QS. An Naas belum sempat diterjemahkannya dikarenakan Syaikh Shalih ibn Umar As Simarani alias Kyai Sholeh Darat wafat.

E. Kartini dan Poligami

Sebagian dari kita mungkin akan heran dan merasa rancu jika kita hanya mengacu sumber sejarah dari kaum feminis dan orientalis. Kaum feminis itu anti-poligami, tapi kok Kartini sebagai salah satu tokoh yg digunakan oleh mereka malah berpoligami?

Sebagaimana kita ketahui bahwa Kartini adalah istri ketiga dari Bupati Rembang, Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Jika Kartini adalah seorang feminis emansipasis, maka mestinya ia tidak bersedia dipoligami, bukan? Dari sini saja, runtuh logika kaum feminis orientalis dalam menjadikan seorang Kartini sebagai tokoh feminis emansipasis.

Sebagaimana dijelaskan bahwa terjadi transformasi besar dari seorang Kartini setelah bertemu Kyai Sholeh Darat. Setelah mendengarkan tafsir Al Fatihah yg disampaikan. Setelah membaca Al Quran yg diterjemahkan sehingga mudah untuk memahaminya, Kartini berubah pemikirannya terhadap Islam. Ia menjadikan Al Quran sebagai sumber pengambilan keputusan dalam hidupnya.

Jika Al Quran saja tidak melarang poligami, kenapa kemudian ia sebagai manusia yg tunduk dan patuh kepada Al Quran kemudian berani-berani meragukan dan menolaknya? Demikian pola pikirnya.

F. Kartini SETELAH mengenal Islam dan Al Quran

Perhatikan surat Kartini setelah mengenal Islam tertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny. Abendanon: 
"Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yg terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yg indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yg sama sekali tidak patut disebut peradaban?

Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan."**

Dalam suratnya kepada Ny. Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis: 
"Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yg selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama yang disukai."**

Lalu dalam suratnya kembali kepada Ny. Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis: 
"Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah."**

G. Penutup

Sebagaimana disampaikan oleh sejarawan Universitas Padjadjaran Bandung, Prof. Ahmad Mansur Suryanegara dalam Api Sejarah, bahwa: Raden Ajeng Kartini adalah pejuang 'pemberontak' sistem adat dan sistem tanam paksa yang menyengsarakan rakyat, pengkritik politik zending dan penghentian politik Kristenisasi.

Sebenarnya, surat-surat Kartini kepada Abendanon dan Ny. Abendanon, Nn. Stella Zeehandelaar, Ny. Marie Ovink Soer istrii Residen Jepara, Ir. H. H. Van Kol (anggota Tweede Kamer) dan Ny. Nellie Van Kol, serta Dr. Andriani, tidaklah bermakna apapun, tidak akan dirinya menjadi 'Pendekar Kaumnya', apabila Kartini terbawa hanyut menjadi kebarat-baratan atau hanya menjadi pendukung adat saja.

Justru hanya karena Kartini menemukan jati dirinya (berhijrah) setelah mendalami makna Al Quran-lah segala duka nestapa dan kegelapan jadi tiada karena tersinari cahaya kebenaran ajaran Al Quran. Direnunginya tafsir Al Quran dalam Bahasa Jawa dan terbukalah realitas yang sedang dicari, Habis Gelap Terbitlah Terang (minazhzhulumati ilannur).

Hanya karena Al Quran-lah yg menjadikan pikirannya terbuka dan memuatkan idenya dalam surat-suratnya Raden Ajeng Kartini yg menjadikannya Teladan Kaumnya. Terkuaklah dan bangkitlah Gerakan Nasional yang ditandai dan dipelopori dengan Gerakan Pendidikan Mencerdaskan Anak Bangsa.

Ya, peringatan Hari Kartini, sejatinya adalah BUKAN tentang emansipasi dan atau bahkan poligami. Jauh lebih daripada itu, peringatan Hari Kartini sejatinya adalah tentang HIJRAH FIKRIYAH seorang wanita muslim Indonesia dari dikotomi adat dan kristenisasi (penjajah Belanda) menuju kemajuan pemikiran dan peradaban Islam yg memuliakan siapapun, termasuk perempuan.

Peringatan Hari Kartini adalah peringatan tentang DAKWAH pergerakan nasional dari kejahiliyahan penjajahan menuju cahaya kemerdekaan.

Peringatan Hari Kartini adalah tentang JIHAD penegakkan dan pengamalan Al Quran dalam ruang lingkup diri dan sosial kemasyarakatan.

Selamat Hari Kartini. Semoga Allah merahmati seluruh wanita pejuang peradaban di negeri ini, dulu hingga sekarang. Amin.

Rabu, 21 April 2021

0819 1389 0778 mau Hack Whatsapp

Ini contoh manusia yang berniat buruk
Yakni menghack whatsapp orang lain,
Bahkan mungkin foto juga memakai foto orang lain, kena pasal berlapis UU ITE

Jumat, 16 April 2021

kualitas 2mp CCTV bm70com

Ini baru level 2mp 1080P
Belum yang 3mp, 4mp, 5mp 😊
Silahkan bagi yang mau pasang CCTV hubungi www.bm70.com
Desa Harapan Sudirman Duri