-->
w
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Desa Harapan Sudirman No. 71A Duri Riau 28884 |
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan




Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku



Popular Post

Tampilkan postingan dengan label komunis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 September 2014

Kebiadaban Soeharto dengan Dalih PKI


Meletusnya gerakan 30 september di jakarta, ternyata imbas yang terjadi di daerah-daerah yang jaraknya beratus-ratus bahkan beribu-ribu kilo meter dari jakarta jauh lebih mengerikan. Di daerah yang Kebanyakan masyarakatnya tidak paham bahkan tidak tahu sama sekali apa yang terjadi dijakarta waktu itu harus menanggung kesalahan yang   tidak mereka lakukan dan tidak mereka pahami. Tidak tanggung-tanggung nyawa, martabat, harga diri, hak hidup dan kemerdekaan mereka diambil paksa untuk jadi penebus sesuatu yang tidak pernah mereka tahu apalagi mereka lakukan.

Dengan terbunuhnya 6 perwira tinggi militer, akhirnya Suharto mengambil alih kekuasaan angkatan bersenjata. Pada tanggal 2 Oktober 1965, Suharto menguasai militer . Suharto  mengendalikan ibukota dan mulai melakukan kampanye hitam yang ditujukan kepada PKI.  Provokasi, propaganda, fitnah dan isu menyesatkan dilakukan dengan gencar, dan berhasil meyakinkan orang-orang indonesia bahwa PKI adalah dalang dari peristiwa ini. Seruan pembersihan orang-orang PKI diseluruh Indonesia direspon sebagai "Seruan pembantaian" oleh masyarakat yang telah diliputi kebencian pada PKI akibat dari tindakan biadab provokativ  militer Suharto. Seruan pembersihan atau tepatnya "Pesta kebiadaban Suharto" dimulai pada bulan Oktober 1965 di jakarta, yang selanjutnya menyebar ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, sumatera dan kalimantan. Berikut beberapa fakta kelam sejarah Ephoria pembantaian yang dimotori oleh militer Suharto yang terjadi di bebrapa daerah di Indonesia.
PEMBANTAIAN DI KOTA SALIDO-PAINAN dan sekitarnya
Kota Salido-Painan, Dua kota kecil yang terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera barat. Ketika Rakyat Indonesia dikejutkan oleh peristiwa 30 september 1965 yqng terjadi di jakarta, tidak ada bentrokan, tidak ada yang namanya konflik horisontal. Semua hidup tenang, rukun dan damai. Pemerintahan Kabupaten pesisir Selatan juga berjalan dengan baik dan normal.
Namun keadaan berubah dan menjadi bertolak belakang ketika masyarakat dikejutkan oleh kehadiran Komandan kodim painan, letkol Purnomo Sipur yang menteror masyarakat kota painan dan sekitarnya. Pasukan kodim itu dengan kejam dan brutal melakukan penangkapan atas beratus-ratus pemuka masyarakat, rakyat dan ninik mamak di pesisir Selatan kerinci. Beliau-beliau yang ditangkap digiring seperti menggiring ternak, dimasukan ke dalam penjara-penjara  dan dan digunduli. Sebagian disuntik oleh dokter, yang adalah seorang Wamilda (Wajib Militer darurat) dan dimuat ke sebuah dump truk yang biasa digunakan untuk mengangkut sampah, tanah dan pecahan batu dan dibawa ke bukit Pulai sekitar 10 km di luar kota Painan. Di sana, para pemuka masyarakat yang dijubelkan dalam dump truk itu, dituangkan dari dump truk seperti menuangkan sampah. Dan manusia-manusia yang berjatuhan di belakang dump truk itu, atas perintah dan komando Letkol Purnomo sipur, diberondong dengan senjata api. Jerit, pekik dan lolong manusia-manusia yang tak berdosa, menyebut nama Allah, menggema dibukit Pulai pada tanggal 9 Nopember 1965, Tubuh-tubuh korban secara paksa dihabisi nyawanya itu bergelimpangan bermandi darah, diiringi dengan sorak sorai dan tawa ria serdadu-serdadu brutal dan biadab pengikut jenderal suharto, dibawah komando Letkol. Purnomo sipur.
Syamsudin, seorang bekas anggota Mobrig, ditangkap oleh moliter suharto. tangan dan kakinya diikat pada dua buah pedati yang kemudian ditarik oleh dua ekor kerbau dengan arah yang berlawanan. Tubuh Syamsudin hancur berkecai. Potongan tubuhnya bertebaran dengan arah yang berserakan. Pesta ABRI yang brutal dan biadab ini mereka lakukan di depan anak dan isteri syamsudin, yang dipaksa untuk menyaksikan kebudayaan ABRI/Orde baru Suharto.
Nurhayani, seorang gadis remaja yang baru tamat SMP, ditangkap karena menghalag-halangi Letkol. Purnomo Sipur yang akan menagkap ayahnya. Perwira ABRI/Jenderal Suharto yang gagah perkasa ini, Memasukan Nurhayani kedalam Karung dan mengikatnya dan melemparkannya ke batang (sungai) Nilam air hadji. Para militer yng hebat dan perkasa itu, tertawa terbahak-bahak, sambil minum air kelapa muda, melihat karung yang berisi tubuh Nurhayani menggelepar-gelepar dibawa arus air. setelah pahlawan-pahlawan Suharto itu berlalu, keluarga dan sanak saudara Nurhayani, dengan raung tangis ,mengambil mayatnya dari sungai Nilam dan mengebumikan sesuai adat istiadat Minangkabau.
Berikut adalah sebagian nama-nama korban para pemuka masyarakat Saido-Painan yang menjadi korban kebiadaban Suharto
1.Ilyas Radjo Bungsu - Perintis Kemerdekaan R.I., Veteran Pejuang R.I. (ikutserta aktip mendirikan TNI dari BKR, TKR,
  TP, dll. dalam proses perjuangan kemerdekaan R.I., dan pengisi kemerdekaan R.I.;
2.Muhammad Yunus - Veteran Pejuang R.I dan Pegawai Departemen Penerangan;
3.Hanif Yunus - Pelajar SMEA; - aktivis Pemuda dibidang Sastra dan Kesenian Rakyat;
4.Alimuddin - Guru Sekolah Rakyat
5.Rabaini - Veteran Pejuang R.I. dan Tua Kampung;
6.Rajab - Veteran Pejuang R.I. Tua Kampung -aktivis masyarakat untuk pembangunan dalam bentuk gotongroyong;
7.Yunus Djamil - Pengusaha /Koperasi Rakyat;
8.Syofyan - Pengusaha/Koperasi Perikanan;
9.Mali - Pengusaha/Pedagang hasil pertanian; 
10.Ismail - Pengusaha/Perternakan;
11.Zubir - Pedagang hasil-hasil hutan;
12.Zaininar - Guru Sekolah Rakyat;
13.Maas - Petani;
14.Djamirus - Barisan Tani;
15.Saidinia Abbas - Pegawai departemen Penerangan,
16.Idris - Veteran pejuangnR.I,Sekretaris Subsekom PKI;
17.Rusli - Aktivis Buruh,
18.Ali Basril - Camat - Kecamatan Batangkas;
19.Mansyah - Pegawai Pajak;
20.Darusat - Urusan Kehutanan
21.Usman Latif - Aktivis urusan Pertanian
22.Syamsir Alam - Veteran Pejuang R.I.
23.Anas Hamid - Guru sekolah
24.Indra - Pegawai Camat-Tarusan;
25.Bachtiar - Pagawai Camat - Tarusan;
26.Imam Daralat - BTI
27.Wali Kadir - Wali Negeri/Lurah - Surantih
28.Jamirus - Pekerja/Buruh
29.Mansarudin - Aktivis Masyarakat kecamatan Kambang;
30.Sidi Salim - Aktivis Masyarakat kecamatan Kambang;
31.Nurdin - Aktivis masarakat dibidang pertanian daerah Kambang
32.Rahman - Pedagang
33.Agus Labak - pemuka masyarakat daerah Surantih,
34.Debok -
35. Cupu - Veteran Pejuang R.I., daerah kecamatan Air hadji
36. Ridwan Ber - kecamatan Indrapura,
37. Mansur K. - Kecamatan daerah Tapan
38. Rifai - daerah Lumpo
39. Lamid - daerah kecamatan Sungai Tunu;
40.Wali Gafar - Wali Negeri/Lurah kecamatan Sungai Tunu;
41.Nukman Jao - Pekerja kenegerian Sungai Tunu;
42.Aliudin - Pemuda Balai Selasa,
43. Palim - Pemuda Balaiselasa,
44.Ajis Jamin - Sekretaris Secom PKI Balaiselasa,
45. Nudar - dari BTI
46.Jirin - dari BTI
47.Halil Pasya - Anggota DPRD Painan
Beliau-beliau tersebut disiksa, digunduli, di suntik oleh seorang DokterWamilda, dan dibawa dengan Dump Truck ke Bukit Pulai, sekitar 10 KM dari Kantor Kodim di Painan. Dan di bawah Komando Letkol.Purnomo Sipur, pada Tanggal 9 November 1965, mereka dihabisi nyawanya.
Tahanan Politik yang mati dalam pemeriksaan/penyiksaan di KODIM-Painan, adalah:
1.Abbas Datuk Sati - Veteran Pejuang R.I.,Penghulku Adat, dari kelurahan Tambang,
2.Kasiran - Veteran Pejuang R.I.,Wali Negeri/Lurah negeri Salido,
3.Hamzah - Perintis Kemerdekaan, Veteran Pejuang R.I. Pengisi Kemerdekaan R.I., Pemuka Masyarakat Salido,
4.Buyung Tabing - Veteran Pejuang R.I.,Pegawai Perhutanan,
5.Kiram - Pegawai Departmen Penerangan - Balaiselasa,
6.Baharudin - Balaiselasa
7.Djulis - Balaiselasa
8.Darmansyah - Balaiselasa
9.Idris - Guru Sekolah Rakyat/Anggota DPRD-Tarusan
10.Alam Samad - Veteran Pejuang R.I:, Pegawai Negeri, daerah Api-Api,
11.Mat Asin - dari Barisan Tani
12.Ali Asam - Putra Mat Asin
13.Mansur - Serikat Buruh,

Yang dibunuh dengan cara penyuntikan di Kantor KODIM adalah:

1. Hadji Sunar - Veteran Pejuang R.I. - Aktivis Organisasi Veteran,
2. Sabirudin - Guru Sekolah Rakyat, Aktivis Pemuda,
3 .Djamaan - Pengusaha,
4 .Mak Usir - Pengusaha Perikanan,

Sumber :

Sangat Banyak dan Dari Fakta Real Laporan Asli Masyarakat
Kebetulan Bapak Penulis dari Pesisir Selatan


http://arkeologi.web.id/articles/arkeologi-kesejarahan/56-supersemar-gambaran-besar-jiwa-bangsa-kerdil?start=5

http://www.berdikarionline.com/gotong-royong/20130930/soeharto-dan-peristiwa-g30s-1965.html

http://www.slideshare.net/UtjeGP/john-roosa-dalih-pembunuhan-massal-g30-s-kudeta-soeharto

 

Selasa, 24 Juni 2014

kisah jokowi dari voa-islam.com

Jokowi Akan Ditangkap, Megawati Terancam Dilengserkan Pendukung Jokowi?

JAKARTA (voa-islam.com) - Akun Ronin1946 menghembuskan kabar bahwa Gubernur Jakarta Jokowi bakal ditetapkan menjadi tersangka yang sebenarnya hanya tinggal tunggu waktu saja.
Akun Ronin1946 adalah pengganti akun @Triomacan2000 yang dibredel. Setelah pihak @triomacan2000 melakukan kontak via telpon ke Twitter, belakangan diketahui  akibat laporan kubu Jokowi atas rekomendasi Hendropriono dan Arkansas Connection yang menekan agar akun @Triomacan2000 itu ditutup.
Faktor yang menjadi dasar penangkapan Jokowi adalah dengan penyidikan kasus Korupsi Busway Trans Jakarta, dengan Michael Bimo Putranto sebagai pelaku utama, telah menemukan alat bukti cukup untuk Jokowi. Michael Bimo Putranto adalah putra Slamet Suryanto mantan Walikota Solo. Bimo adalah Presiden Pasoepati Indonesia yang merupakan pemasok Busway China.

Bimo diduga KKN dengan Jokowi dalam pengadaan Bus Trans Jakarta dan Bus Reguler senilai Rp 1.5 triliun. Harga bus yang di impor dari China ini di mark up hingga 300%.  Ronin1946 mengungkapkan bawah Jokowi saat itu memanggil Udar ke ruang kerjanya, kenalkan Bimo yang sudah duluan hadir disana. Jokowi titip Bimo pada Udar agar jadi supplier Bus Trans Jakarta.
Harga bus yang di impor dari China ini di mark up hingga 300%. 

Usut punya usut, Bimo berangkat ke China atas nama gubernur Jakarta. Langsung ke pabrik pembuat Bus China murah dan karatan itu. Ekspor ke Jakarta. Semua pemenang tender 6 paket pengadaan Bus Trans Jakarta, diminta Udar atas perintah Jokowi untuk beli Bus ex China dari Bimo.

Ketika terungkap, Jokowi menampik bahwa ia mengenal Bimo "Saya TIDAK kenal BIMO. Banyak orang mengaku dekat saya !" Akibat sikapnya itu Bimo marah meradang dan menganggapnya tidak tahu balas budi, mau cari selamat sendiri padahal ikut nikmati korupsi.

"Bimo meradang. Bimo serbu mendadak ke Balaikota DKI. Eh Jokowi buru-buru melarikan diri, keluar dari pintu belakang samping sambil terkencing-kencing." Ungkap Ronin1946

Siapa Bimo Putranto?
Bimo Putranto siapa dia? Dia wakil ketua PDIP Jateng bersama-sama Jokowi. Anak Walikota Solo Slamet Suryanto. Bimo sponsor Jokowi. Ayah Bimo, Slamet Suryanto Walikota Solo jadi tersangka korupsi, mustahil jadi cawalkot Solo lagi, ketua PDIP Solo Rudyatmo ajukan diri.
Tapi Fransicus Xaverius Rudyatmo sadar diri. Dia sulit menang jika jadi calwalkot Solo karena dia katolik. Pasti kalah. PDIP Solo, Rudyatmo dan Slamet Suryanto sepakat : PDIP harus usung calon walikota alternatif. Seseorang yang bisa dijadikan boneka mereka.
Calon walikota solo alternatif harus Islam abangan. Islam KTP doank. Lebih bagus bila tak punya pengalaman, karena hanya untuk dipajang. Banyak calon bermunculan, pilihan jatuh pada Joko Widodo, yang ditemukan, dibawa dan dikenalkan oleh anak Slamet Suryanto, Bimo Putranto.
Bimo Putranto merekomendasi Jokowi. Walikota Suryanto dan Ketua PDIP Rudyatmo setuju, Tapi itu belum cukup, Jokowi harus dibawa ke Heru, pejabat BIN Jateng dan Seno Samodro (sekarang Bupati Boyolali), untuk minta restu mereka, Jokowi juga harus dapat restu preman & mafia tua Surakarta :   Pur Wisanggeni, bandar Judi "capjikia wisanggeni"  Dia bohir Rudi & Jokowi.
Setelah dukungan untuk Jokowi kuat, barulah Jokowi diduetkan bersama Rudyatmo, maju di Pilwalkot Solo tahun 2005 lalu. Menang 36% suara.
Jadi, pendukung Jokowi - Rudyatmo di Pilkada Solo :  
1. Slamet Suryanto & anaknya Bimo Putranto 
2. PDIP dari Faksi Katolik & Komunis
3. Heru Besar & Seno Samodro (sekarang : wakil Gubernur Jateng &. Bupati Boyolali)  
4. Pur Wisanggeni (Mafia Tua & Bandar Judi Solo)
5. Jong Indonesia dan Pasoepati (Presiden/ketuanya Bimo Putranto)  Posoepati = Batalion desertir TNI / Batalion Panembahan Pasoepati
6. Hoo Hap (Hoo Hap organisasi rahasia/bawah tanah komunis Cina Solo)   Hoo Hap = PMS = Perkumpulan Masyarakat Solo
Pendukung Jokowi - Rudyatmo berikutnya adalah Massa Genk preman Solo tengah & Solo timur, juga berafiliasi pada eks PKI. Jokowi - Rudy hanya menang 36% di pilkada Solo thn 2005. Kenapa bisa menang 90% pada 2010? Apakah komunis Solo bangkit Kembali ?
Prestasi dan kinerja Jokowi - Rudy di Solo hanya rata-rata bahkan di bawah standar kota sejenis. Plus banyak korupsi.  
Kok PKI bisa menang? 
Setelah 1 tahun lebih jadi Walikota Solo, Jokowi diplot naik jadi Gubernur DKI Jakarta dan menang lagi !  Kenapa?  Karena rakyat ditipu.
Setelah setahun lebih jadi Gubernur DKI, Jokowi diplot lagi jadi RI 1. Jadi capres, duet sama Jusuf Kalla.  Tapi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, menunjukan kepada seluruh rakyat Indonesia, bahwa Jokowi tak lebih dari jongos penipu & korupsi via Bus Trans Jakarta.
Ronin 1956 menyatakan keterlibatan Jokowi dalam korupsi Bus Trans Jakarta telak dan mutlak. Dia diselamatkan hanya karena sudah terlanjur jadi capres PDIP di pilpres 2014. Seusai pilpres 9 Juli 2014, Jokwoi 'pasti' jadi TERSANGKA korupsi, jadi terdakwa dan jadi NAPI.
Ronin 1956 menyatakan keterlibatan Jokowi dalam korupsi Bus Trans Jakarta telak dan mutlak
Kecuali, jika tiba-tiba REVOLUSI KIRI (KOMUNIS) terjadi. Ingat, komunis tidak pernah meraih kekuasaan tanpa jalan kekerasan.  Ketum PDIP Megawati sekarang mengalami kejadian persis ketika Bung Karno jadi presiden tahun 1964-1965. Terjepit dan terkepung.
Megawati kini terjepit, dia dikepung dan diancam dilengserkan oleh faksi komunis, parkindo, eks PKC China, & jendral-jendral binaan LB Moerdani. Megawati tidak suka Jokowi, bahkan benci setengah mati, tapi dia tersandera oleh satu rahasia yang belum bisa Ronin1946 buka.
Megawati terancam dilengserkan oleh Jokowi dan pendukungnya, rencana mau menaikan Pramono Anung yang sudah dipecat Megawati dan Puan Maharani karena langgar AD/ART. Kudeta terhadap Megawati dan trah soekarno di PDIP sudah direncanakan lama. Sejak 2006 lalu. Sistematis, masif, intensif, efektif. Mega terpojok.
Film Soekarno yang sengaja dibuat, diedarkan kemana-mana termasuk layar tancap di seluruh desa-desa, tujuannya : menghancurkan Soekarnoisme. Film Soekarno yang dibuat & dibiayai Konglo-konglo cina pimpinan James Riady, mencuci otak penonton : soekarno playboy & pengecut. Jongos jepang.
Film itu menghancurkan kebanggaan para pendukung Bung Karno & marhenis yang menjadi pilar utama kekuasaan dan kekuatan Mega di PDIP. Sebaliknya, mereka juga buat dan edarkan Film Jokowi, yang tampilkan si jongos korup dan boneka mafia itu sbg Pahlawan, Nabi Suci Boyolali.

Dua film : Soekarno dan Jokowi. Satu misi : menghancurkan Megawati dan ambilalih PDIP, sebagai "rumah besar" eks PKI.  Entah kenapa Film Soekarno yang melecehkan dan menistakan Proklamator, The Founding Father RI, dibiarkan beredar pic.twitter.com/vxDvZf8iv8

Jadi, kalau ada pihak yang bilang punya rekaman Mega - Basrie (Jagung) : kami tdk percaya. Mustahil Mega bela Jokowi, musuh besarnya ! Kalau sekarang Megawati masih tolerir Jokowi, karena Mega terpaksa, tersandera, terancam. Tapi, usai pilpres nanti, situasi politik berubah.

Sekarang silahkan Jokowi dan faksi parkindo, komunis, oportunis, alumni PKC China & jendral-jendral binaan Benny Moerdani tertawa gembira di atas angin. Tetapi usai pilpres nanti, musuh-musuh Megawati, para anti soekarno dan marhaenis, akan jadi kucing kurap di PDIP. Mereka balik jadi pencundang
Apalagi jika nanti Megawati dibantu penuh Presiden Prabowo Subianto menghancurkan anasir komunis, radikalis ekstrimis di PDIP. 

Sekali lagi mustahil Megawati komunikasi dengan Jaksa Agung untuk bela Jokowi si terduga korupsi Bus Trans Jakarta bersama Bimo Putranto, Ketua Pasopati. Isu Megawati membela Jokowi sengaja ditiupkan kubu Jokowi agar pendukung Mega, Soekarnois, nasionalis, Marhaenis salah langkah, Isu Megawati bela Jokowi adalah isu murahan kelompok Jokowi agar raih suara nasionalis, marhenis, sukarnois, pancasilais, agamis. HATI-HATI.

Apalagi Megawati, Puan, faksi Nasionalis (PNI), Marhaenis, Islam, TIDAK KAMPANYE PILPRES bantu Jokowi.  Mustahil Mega, Puan, Nanan, PNI, Murba, Islam, Nasionalis, Soekarnois, Idealis, mau bantu Pilpres Jokowi. Kenapa? = BUNUH DIRI !

Sekarang di Surakarta, Klaten dan Boyolali, para eks PKI sudah panik setengah mati. Saling curiga siapa pengkhianat & mata-mata di antara mereka, Mereka saling curiga siapa mata-mata dan informan TNI-Polri dan TM2000 di dalam organisasi.

Ronin1946 ternyata sudah punya daftar lengkap tokoh-tokoh eks PKI dan komunis gaya baru. Tinggal ciduk saja ketika saatnya tiba. Mereka mengungkapkan NKRI dan Pancasila harus dijaga, karena tidak ada ruang sedikit pun bagi anti Pancasila dan anti agama, untuk hidup berkembang bahkan ingin jadi penguasa di Republik tercinta. Mungkinkah Prabowo Subianto akan melenggang ke Istana tanpa perlawanan dari kubu Joko Widodo alias Jokowi?  Waktu yang akan menjawabnya. [ronin1946/jabir/voa-islam.com]