-->
w
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Desa Harapan Sudirman No. 71A Duri Riau 28884 |
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan




Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku



Popular Post

Tampilkan postingan dengan label MISIONARIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MISIONARIS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Desember 2010

KRISTEN ADVENT BERKEDOK ISLAM

Awas!! Jangan Terkecoh 'Islam Palsu' Buatan Kristen Advent

Jangan mudah terkecoh, waspadalah terhadap ajaran Islam yang diembel-embeli nama lain, misalnya: Islam Hanif, Islam Jama’ah, Islam Murni, Islam Liberal, Islam Progresif, Islam Liberal, dan sebagainya, karena Islam yang benar dan diridhai Allah SWT adalah “Islam” (tanpa embel-embel apapun) yang mengamalkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Islam aneh-aneh ini adalah ajaran sesat yang tujuannya adalah merusak Islam.
Saat ini, di Bandung marak gerakan pemurtadan (kristenisasi) yang bermuara pada ajaran Islam Hanif yang digagas Robert Walean. Menurut Suryana Nurfatwa, Ketua Gerakan Reformis Islam Jawa Barat (Garis) Jawa Barat, dalam kasus pemurtadan di Garut dan Babakan Ciparay Bandung, semua pelakunya mengaku dari gereja Advent Hari Ketujuh. Modus dan buku-buku yang digunakan sama, yakni menyebarkan diktat yang ditulis oleh Robert Walean.
Dr Robert Paul Walean adalah aktivis Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Pria asal Minahasa 70 tahun yang kini tinggal di Koja, Tanjung Priok Jakarta Utara merekayasa agama ‘Islam Hanif’ sebagai trik penginjilan terselubung untuk memurtadkan umat Islam.
Untuk menyebarkan Islam Hanif, Walean menulis buku Alkitab Menubuatkan Islam Hanif Akan Masuk Surga (32 halaman). Sebelum membeberkan ajaran Islam Hanif, Walean meyakinkan pembaca bahwa buku yang ditulisnya sesuai dengan Al-Qur’an, lalu ia mewajibkan umat Islam menjadi pengikut Islam Hanif. Walean menegaskan:
“Islam Hanif bukan ajaran Kristen. Islam Hanif adalah ajaran yang ada dalam Al-Qur’an” (hlm. 5).
“Tujuan pekabaran bukan untuk mengkristenkan, tapi untuk membawa orang agar diselamatkan di akhirat nanti. Baiklah umat Islam tetap menjadi Islam, tapi harus menjadi Islam Hanif” (hlm. 10).
Setelah mengelabui pembaca, Walean mulai memasukkan doktrin Kristen Advent yang dikamuflase dengan ayat-ayat Al-Qur’an:
“Ajaran Islam Hanif berpatokan pada Kitab Al-Qur’an dan Kitab-kitab sebelumnya. Ayat utama ajaran Islam Hanif adalah pada Al-Qur’an surat An-Nahl 123: “Kemudian Kami wahyukan kepadamu Muhammad: “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.”
Jadi, agama Islam yang benar adalah agama Nabi Ibrahim yang hanif... Cara ibadahnya tertulis pada ayat 124 surat yang sama (An-Nahl): “Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) hari Sabtu atas orang-orang yang berselisih padanya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi putusan di antara mereka di hari kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu.” (hlm. 14-15).
...Walean memasukkan doktrin Kristen Advent yang dikamuflase dengan ayat-ayat Al-Qur’an…
Dalam uraian tersebut Walean sengaja mengacaukan istilah ”Islam Hanif.” Darimana Walean memungut nama agama ”Islam Hanif?” Padahal Al-Qur’an surat An-Nahl 123 yang dijadikan dalil itu sama sekali tidak menyebutkan kata “Islam Hanif.” Kata “hanif” dalam ayat tersebut jelas bukan menunjuk pada sebuah nama, tapi sifat yaitu sifatnya Nabi Ibrahim. Perhatikan baik-baik, dalam ayat tersebut tertulis dengan jelas “Ibrahim seorang yang hanif” (ibrohiima haniifan). Nabi Ibrahim disebut hanif karena memiliki ketulusan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah, sesuai dengan penggalan ayat berikutnya, bahwa beliau adalah orang yang tidak mempersekutukan Allah.
Jika konsekuen ingin mengikuti agama Nabi Ibrahim, seharusnya Walean tidak beragama Islam Hanif maupun Kristen Advent. Karena Nabi Ibrahim mewasiatkan agar anak-anaknya berpegang teguh memeluk agama Islam (tanpa embel-embel Islam Hanif).
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam” (Qs. Al-Baqarah 132).
Mengaku sebagai pengikut Nabi Ibrahim yang mengamalkan ajaran Al-Qur’an, tapi masih setia menjadi Kristen Advent, menambah daftar penipuan Walean. Bukankah Al-Qur’an sejara tegas menyatakan Nabi Ibrahim bukan seorang Kristen (Nasrani)?
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang hanif (lurus) lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik” (Qs Ali Imran 67).
Doktor Robert Paul Walean semakin terperosok dalam kesalahan fatal, ketika mengajarkan bahwa ibadahnya Nabi Ibrahim adalah hari Sabtu (Sabat) berdasarkan Al-Qur'an surat An-Nahl 124. Lagi-lagi Walean ceroboh dalam membaca. Ayat ini sama sekali tidak menyebutkan Nabi Ibrahim beribadah pada hari Sabtu. Bukankah dalam ayat tersebut termaktub dengan jelas bahwa syariat Sabat itu pernah diwajibkan kepada umat Yahudi? Perhatikan baik-baik kutipannya: ”Sesungguhnya diwajibkan menghormati hari Sabtu atas orang-orang Yahudi yang berselisih padanya.”
…Dr Robert Walean adalah orang yang miskin wawasan agama, baik agama Islam maupun Kristen...
Dengan ajaran kebaktian hari Sabtu (Sabat) yang diklaim mengikuti teladan Nabi Ibrahim, jelaslah bahwa Walean adalah orang yang miskin wawasan agama, baik agama Islam maupun Kristen. Buktinya, dalam Bibel pun tidak ada ayat yang menyebutkan Nabi Ibrahim (Abraham) menjalankan hukum Sabat. Bukankah hukum Sabat diberlakukan pada masa Nabi Musa? Baca baik-baik kitab Perjanjian Lama berikut: Ulangan 5:1-12; bandingkan: Keluaran 16:23, 20:8-11, 35:2-3, 35:15, dan Imamat 16:31, 19:30.
Dengan penyimpanan yang disengaja, maka tak diragukan lagi bahwa Walean bukanlah pengagum Nabi Ibrahim, tapi pengkhianat sejati dan pembenci Nabi Ibrahim. Al-Qur’an mengingatkan bahwa para pembenci agama Ibrahim adalah orang bodoh yang memperbodohi dirinya sendiri.
“Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri.” (Qs. Al-Baqarah 130).
...Di balik tipuan nama agama ‘Islam Hanif” itu, Walean menyusupkan doktrin Kristen Advent yang dijustifikasi dengan ayat-ayat Al-Qur'an secara menyimpang…
DOKTRIN KRISTEN DALAM “ISLAM HANIF” AJARAN WALEAN
Di balik tipuan nama agama ‘Islam Hanif” itu, Walean mengajarkan doktrin-doktrin Kristen Advent yang dijustifikasi dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang ditafsirkan secara menyimpang. Inilah beberapa doktrin Kristen yang disusupkan Walean dalam agama Islam Hanif:
1. Doktrin Soteriologi (Keselamatan) Melalui Penebusan Dosa
“Perlu diketahui bahwa di setiap pembuka surat Al-Qur’an tercantum ‘Bismillahiir Rahmaniir Rahiim’ yang artinya dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bahkan di setiap kegiatan kita dianjurkan untuk menyebutkan demikian. Jadi sesungguhnya intisari Al-Qur’an adalah untuk menyatakan bahwa Allah adalah Allah yang Rohmaniir Rahiim. Sedangkan konsep keselamatan melalui penebusan adalah membuktikan bahwa Allah adalah Allah yang Rohmaniir Rohiim. Karena kita tidak disiksa” (Islam Hanif Akan Masuk Surga , hlm. 25).
2. Doktrin Kematian Yesus Kristus untuk Menebus Dosa
“Satu-satunya cara Allah membuktikan Dia adalah Allah yang Maha Kasih lagi Maha Penyayang dan tidak merubah hukum-Nya, adalah dengan cara Allah sediakan pengganti/Jurusyafaat. Siapakah Jurusyafaat itu? Kata Jurusyafaat sama dengan Perantara atau Juruselamat yaitu Almasih. Ada lebih 25 kali kata Almasih dalam Al-Qur’an yang ditujukan kepada Isa Putra Maryam. Isa Almasih adalah satu-satunya utusan Allah yang pantas menjadi pengganti (penebus) dosa umat manusia karena Dia sendiri tidak pernah berdosa. Satu-satunya utusan Allah yang tidak pernah berdosa adalah Isa Putra Maryam. Kalau dia pernah berdosa tentu tidak pantas menebus dosa orang lain. Ganjaran yang setimpal untuk dosa adalah harus mati di neraka. Maka untuk menggantikan (menebus) kematian umat manusia di neraka, Isa Almasih telah mati dan sudah dibangkitkan dan diangkat Allah.” (Islam Hanif Akan Masuk Surga, hlm. 26-27).
3. Doktrin Kristen Advent Sebagai Jemaat yang Benar
Dalam diktat berjudul “Kebenaran Yang Terungkap dari Al-Qur’an dan Alkitab,”  Walean menyatakan bahwa satu-satunya kebenaran adalah Gereja Jemaat Advent:
“KESIMPULAN. Kita patut dan sepantasnya bangga dan bersyukur kepada Allah karena kita berada dalam Gereja/Jemaat yang benar, yang telah dinubuatkan dalam Alkitab. Tidak ada lagi gereja lain yang dinubuatkan dalam Alkitab selain GMAHK (Wahyu 10:9-10) yang mempunyai tanda/ciri khusus Gereja yang sisa di akhir zaman yaitu: Menuruti 10 hukum Allah dan memiliki Kesaksian Yesus yaitu Roh Nubuat (Wahyu 1217, 19:10).
…Umat Islam harus waspada, jangan terkecoh oleh tipuan Pendeta Robert Walean yang merekayasa doktrin-doktrin Kristen Advent dalam agama palsu bernama “Islam Hanif…
Maka meskipun Jemaat GMAHK mempunyai banyak kekurangan yang perlu ditegur dan perlu diperbaiki, janganlah kita keluar dari GMAHK karena Gereja inilah yang benar dan akan menjadi perhatian Kristus yang paling utama sampai akhir zaman. Tugas Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:19-20). (hlm. 148).
Secara institusi, metode penginjilan berkedok Islam Hanif yang dipraktikkan oleh Walean itu didukung secara resmi oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) DKI Jakarta. Dalam surat pernyataan resmi di atas kop surat GMAHK DKI Jakarta, Pendeta L. Situmorang selaku Ketua GMAHK DKI Jakarta membuat pernyataan di atas materai bahwa ia mempercayai seperti apa yang dituliskan oleh Robert Walean.
Jadi, umat Islam harus waspada, jangan terkecoh oleh tipuan Pendeta Robert Walean yang merekayasa doktrin-doktrin Kristen Advent dalam agama palsu bernama “Islam Hanif” yang menyelewengkan ayat-ayat Al-Qur'an. Tangkap dan laporkan para penginjil dan siapapun kepada pihak yang berwajib, adili sesuai hukum yang berlaku.

Minggu, 19 Desember 2010

KEJAHATAN KRISTEN DI BEKASI TAHUN 2010

alt
Jumat pagi (14/5/2010) beredar sms di kalangan kaum muslimin Bekasi yang mengabarkan bahwa Pemkot Bekasi telah menyewa Densus 88 untuk menghadang aksi umat Islam Bekasi di kantor Walikota. Bukan hanya itu, dikabarkan juga bahwa pihak Kristen telah menyiapkan Laskar Kristus lengkap dengan senjata tajam yang dikumpulkan di sebuah gereja. Tentu saja hari itu kecemasan dan kegeraman merebak di seantero umat Islam Bekasi. “Wah, bisa meletus perang agama”, ujar seorang muslim Bekasi.

Seusai shalat Jum’at, umat Islam telah berkumpul di Islamic Center Bekasi. Tak kurang dari 6.000 kaum Muslim kemudian bergerak ke Kantor Pemkot Bekasi. Di bagian depan, sebuah mobil bak terbuka sebagai komando aksi yang dikoordinir oleh Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB), kemudian ribuan sepeda motor dan mobil dibelakangnya. Ribuan umat Islam lainnya berjalan kaki.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung tertib itu diikuti oleh berbagai ormas Islam Bekasi Raya, antara lain: Persatuan Islam (PERSIS), Front Pembela Islam (FPI), Dewan Dakwah Islamiyah (DDII), Forum Umat Islam (FUI), Hizb Dakwah Islam (HDI), Gerakan Pemuda Islam (GPI), Gabungan Remaja Islam (GARIS) Bekasi, Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami (HASMI), Majelis Rasulullah, dan elemen ormas Islam lainnya. Mereka mengusung spanduk bertuliskan  pesan damai, ”Hargai Pluralitas, Runtuhkan Tirani Minoritas."

Para pengunjuk rasa juga membawa ratusan poster Walikota Bekasi Mochtar Mohammad yang dicerca karena diduga Walikota telah berkongkalikong dengan kelompok Kristen. “Mochtar Mohammad Makelar Gereja,” “Mochtar Mohammad Pendukung Salibis.”, demikian antara lain bunyi poster-poster itu. Poster Benny Tunggul (koordinator pawai Hardiknas yang melecehkan Islam di Masjid Al-Barkah ) juga dibawa demonstran, “Benny Tunggul Halal Darahnya”, „Penjarakan Benny Tunggul”, demikian antara lain tuntutan aksi massa umat Islam Bekasi.

Aksi damai sudah ditunggu ribuan aparat polisi dan Densus 88 di kantor Pemkot Bekasi. Tak terjadi apa-apa, sampai seluruh massa masuk ke halaman Pemkot. Beberapa tokoh perwakilan ormas Islam melakukan orasi meminta Walikota keluar untuk menerima Deklarasi Umat Islam. Namun, rupanya Walikota sedang tidak berada di tempat. “Walikota sedang tugas dinas ke Gorontalo”, ujar Sekda Kota Bekasi Chandra Utama.

Chandra mempersilahkan 15 perwakilan Ormas untuk masuk ke dalam ruang Pemkot. Namun tokoh-tokoh Islam tak bersedia masuk. Malah oleh tokoh-tokoh Islam, Chandra didesak untuk membacakan Deklarasi Umat Islam dan menandatanganinya. Dengan didampingi Kapolresta Bekasi AKBP Imam Sugianto, Chandra menyampaikan kabar bahwa Mochtar Mohammad sudah kembali hari Senin 17 Mei dan bersedia menerima perwakilan ormas-ormas Islam.

Massa umat Islam kemudian keluar dari kantor Pemda Bekasi. Tak terjadi insiden apa-apa, juga tak ditemui Laskar Kristus bersenjata yang semula ramai diisukan itu. Tokoh Islam Bekasi Sulaeman Zachawerus kepada Suara Islam menandaskan: ”Kalau sampai terjadi konflik antar kelompok agama, akibatnya akan parah sekali. Kita punya pengalaman di Ambon, Poso dan daerah-daerah lain. Itu cukup menjadi pelajaran kita”, ujarnya.

Massa kemudian bergerak menuju lokasi Patung 3 Mojang (juga disebut Patung 3 Diva) di Kompleks Perumahan Harapan Indah. Patung 3 perempuan yang menurut bentuknya menyerupai patung-patung simbol Kristiani, berdiri diatas lingkaran batu-batu berair berdiameter 50-an meter dengan konstruksi besi-baja hitam menjulang tinggi ke angkasa. 

Murharli Barda, Ketua FPI Bekasi yang menjadi penanggungjawab aksi damai umat Islam Bekasi, menjelaskan mengapa patung 3 Diva menjadi target demonstran. Pertama, pembuatan patung ini tanpa ada ijin. Kedua, di lokasi patung ini ditandai oleh umat Islam Bekasi sebagai simbol kemenangan tokoh Islam pendiri Bekasi, yakni KH. Noer Ali yang dulunya berhasil menghadang tentara Belanda. ”Ada upaya sistematis untuk mengaburkan sejarah dan menghilangkan ciri-ciri Islam yang melekat pada Kota Bakasi”, ujar Murharli kepada para wartawan.

Massa hampir tak terkendalikan untuk menghancurkan patung tersebut. Namun Murharli berhasil menenangkan massanya, mengingatkan demonstran untuk shalat Ashar. Sempat terjadi insiden kecil namun bisa diatasi. Karena masjid dan musholla jauh dari lokasi, banyak pendemo yang bertayamum kemudian shalat di aspal jalan dengan sajadah seadanya.

Adanya upaya menghilangkan identitas Islam bagi Kota Bekasi, dibenarkan oleh Sulaeman Zachawerus. ”Dulu Bekasi terkenal dengan sebutan kota Beriman, Kota Ihsan, dan sebagainya. Kini sudah berganti dengan istilah Kota Patriot, dan konon akan diganti lagi dengan sebutan Kota Pancasila, yang sudah mulai didengung-dengungkan. Ini upaya sistematis menghilangkan ciri Islam di Kota Bekasi”, paparnya.

Sebelumnya, pada hari Ahad (5/5/2010), umat Islam Bekasi juga telah menggelar Tabligh Akbar dan Apel Siaga Umat Islam Bekasi di Masjid Al Barkah Bekasi.


 Alumni Bellamirnus Lecehkan Al Quran

alt
Serangkaian aksi umat Islam Bekasi, mulai dari Tabligh Akbar dan Apel Siaga Umat Islam hingga Aksi Unjuk Rasa pada hari jumat (14/5) lalu itu merupakan respon terhadap serangkaian pelecehan terhadap Al-Qur'an dan Islam yang dilakukan oleh oknum penganut agama Kristen.Tindakan pelecehan terhadap Al Quran dilakukan oleh alumnus SMP Bellarminus bernama Felix di SMAN 5 Bekasi dengan foto menginjak Al-Qur'an dan pose “Al-Qur'an Fuck You.”

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bekasi menemukan foto-foto berisi seorang pelajar menginjak Al Quran. Kasus tersebut terakhirnya dilaporkan ke Polres setempat. Polisi kemudian menyita sejumlah bukti-bukti berupa foto, sepatu untuk menginjak Al Quran tersebut, dan kamera. Pelajar bernama Felix itu pun akhirnya ditahan Polres Bekasi.

 "Sudah ditahan di Polres. Dia dipanggil terus datang. Kita tetapkan sebagai tersangka penistaan agama," kata Kapolres Bekasi Kombes Pol Imam Sugianto, Jumat (14/5/2010).
Apa motif pelajar SMA itu melecehkan Al Quran?. "Nggak tahu apa dia bercanda atau tidak. Yang pasti dia sudah menghina salah satu agama. Menghina umat Islam," jelas Imam. Felix kemudian dijerat dengan pasal 156 KUHP tentang penistaan agama.


 Blog Santo Bellamirnus


alt
Belum usai kasus pelecehan Al-Qur'an di SMAN 5 Bekasi, muncul lagi penodaan yang lebih dahsyat dalam ‘Blog Santo Bellarminus’ pada tanggal 21 April 2010 yang menamakan diri Gerakan Membasmi Islam (GMI). Dalam postingan berjudul “Habisi Islam di Indonesia,” ditulis berbagai hujatan terhadap Islam dengan mengejek Allah dan Rasulullah sebagai oknum Homoseks (gay). Penodaan lainnya, Al-Qur'an dihujat sebagai kitab sesat dan kitab seksual, Islam dilecehkan sebagai agama setan, dan lainnya.Dalam blog bertitel “habisi Islam di Indonesia” ini diposting tulisan-tulisan yang ditujukan untuk membangkitkan amarah umat Islam.

Hari Rabu, 21 April 2010 pukul 02:05 diposting foto kitab suci Al-Qur'an dengan sampul warna hijau yang  dimasukkan ke dalam WC. Foto penghinaan ini diberi komentar sarkasme sebagai berikut:

“AL-Kooran, sebuah Buku pedoman untuk kesesatan.. yang biasa di tempatkan oleh orang Islam di tempat yang seperti di gambar di atas. AL-Kooran itu adalah sebuah singkatan: AL = Allah (tuhan hayalan mereka); K= Ko##ol; oo = Orang-orang; r = rusuh; a = a##ing; n = neraka.

JADI “ALLAH KO##OL ORANG-ORANG RUSUH (A##ING NERAKA) .” Itulah maksud mereka. ISLAMpun juga begitu. "I#il, Setan, Lintah, A##ing, M##ek" itu Islam.”

Dalam kalimat yang disamarkan redaksi di atas, maksud kata “ko##ol,” kata “I#il” dan “m##ek” adalah kata-kata jorok yang  berhubungan dengan alat kelamin pria dan wanita.

Blog Bellarminus memelesetkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan kata-kata yang hina. Ayat basmalah (bismillahirahman) diartikan sebagai kemaluan laki-laki, lalu ayat hamdalah (alhamdulillah) diartikan sebagai Kemaluan perempuan. Astagfirullah.

Tak puas memaki Al-Qur'an sebagai kitab yang banyak memuat kata-kata kotor dan tidak pantas, penulis blog Santo Bellarminus menuding bahwa, semua itu disebabkan karena Nabi Muhammad adalah orang yang –astagfirullah– kurang waras, gila, setan, dan suka berhayal.

“Karena Muhamat itu adalah orang yang kurang waras, ia mencoba membuat sensasi dengan membuat kepercayaan bahwa tuhannya Allah. Muhamat adalah seorang laki-laki setan.. Muhamat itu orang gila yang suka berhayal,” maki blog Bellarminus. “Azan itu adalah teriakan orang-orang gila,” tulisnya.

Selain Al-Qur'an dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, objek penghujatan blog Bellarminus adalah rukun Islam. Blog Bellarminus membuat rukun Islam menjadi lima, yang semuanya berhubungan dengan persetubuhan beserta organ intim laki-laki dan perempuan, semuanya dipilih dengan kata-kata yang sangat jorok.
Dalam blog provokatif itu, penulisnya berterusterang bahwa dirinya adalah seorang Katolik yang pernah sekolah di Perguruan St Bellarminus.



Formasi Pedang Salib Di Masjid Al Barkah


alt
Kasus pelecehan Al Quran di SMAN 5 dan Blog Santo Bellarminus belum usai, muncul lagi penodaan yang tak kalah dahsyatnya. Alih-alih memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), umat Kristen mengadakan pawai mencatut Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi. Dengan klaim telah mendapat izin dari Walikota Mochtar Mohammad, dua puluhan peserta pawai berkostum Kristiani memasuki pelataran Masjid Agung Bekasi. Mereka menari-nari membuat formasi Pedang Salib.

Ceritanya, pada hari itu dengan Korlap Benny Tunggul, Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi  menyelenggarakan Karnaval antinarkoba yang dimulai dari GOR Bekasi menuju alun-alun, melewati Masjid Agung Al-Barkah, lalu finish di Kantor PMI Bekasi. Masalahnya, ketika mereka telah sampai di depan masjid kebanggan umat Islam Bekasi itu, dengan sangat berani dan menantang sejumlah orang peserta karnaval tersebut membuat formasi pedang salib dan mahkota paus bertempat di depan Masjid Al Barkah Bekasi. Padahal masjid terbesar di Bekasi ini adalah  simbol kewibawaan umat Islam se-Bekasi.

Sejumlah orang lainnya membawa tas sambil membagi-bagikan souvenir berupa gantungan kuci, cincin dan gelang karet bertanda mahkota salib dengan tulisan “Joel Generation.” Sementara di trotoar dekat pagar masjid, para peserta karnaval membagi-bagikan souvenir dan kue kepada siapa saja yang ditemuinya. Mereka mengucapkan “Semoga Bekasi sejahtera, Yesus baik.” Peserta pawai lainnya membawa ember warna emas berisi air. Wanita muda itu memercikkan air kepada orang-orang yang menonton pawai di pinggir jalan.
Bahkan ada juga seorang petugas masjid yang diperciki air dari kepala sampai kaki, seolah sedang melakukan ritual ‘baptis percik.’ Sejurus kemudian, petugas masjid yang tidak melakukan perlawanan  itu dipeluk dan didoakan oleh tiga orang.

“Seakan-akan mereka ingin membabtis gitu. Teman saya dicipratkan air di kepala, badan sampai kaki gitu. Lalu dipeluk sambil didoakan ama dia,” kisah seorang petugas masjid.

Tak ingin terjadi sesuatu yang melanggar akidah, maka para petugas masjid lainnya segera bertindak dengan menarik sang petugas sembari mengusir tiga orang Kristen yang dicurigai sebagai penginjil itu.
Belakangan diketahui bahwa karnaval Hardiknas yang mengatasnamakan BNK Bekasi itu ternyata ilegal. BNK dicatut oleh oknum bernama Benny Tunggul. Kasus ini juga telah dilaporkan ke sejumlah pihak di Bekasi, mulai dari kepolisian hingga Walikota. Tetapi tanggapan para pejabat itu tidak memuaskan umat Islam Bekasi. Padahal peristiwa itu jelas terjadi, saksi-saksi juga banyak. “Cuman tidak ada bukti foto mas”, ungkap seorang perwira intel kepada Suara Islam.
Kristenisasi Bekasi

Selain melakukan pelecehan dan penistaan agama secara ugal-ugalan, kaum palangis juga aktif melakukan apa yang disebut Kristenisasi, upaya membujuk umat lain masuk agama Kristen. Seperti dilansir situs Suara Islam Online, Ketua Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA) Bekasi, Abu Deedat Syihab mengatakan bahwa kegiatan Kristenisasi di Indonesia, terutama di daerah Bekasi, Jawa Barat bukanlah sekedar isu melainkan fakta dan realita.

Misi Kristenisasi dengan berbagai modus baru dikatakan oleh Abu Deedat sebagai hasil dari kongres para penginjil di Jepang pada tahun 2003. “Kongres itu memutuskan agar Kristenisasi dilakukan dengan cara  yang cerdas seperti ular dan tulus seperti merpati”, ungkapnya.

Buktinya, menurut pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini, Kristenisasi sudah dilakukan dengan modus kerjasama dengan pemerintah daerah dan kota. Bahkan kejadian terakhir di Bekasi dilakukan dengan mencatut nama Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi.

“Pada tahun 2008 mereka mengadakan Bekasi Berbagi Bahagia (BBB) dengan mencantumkan  logo pemerintah kota dan Yayasan Mahanaim. Pada tahun yang sama mereka juga melakukan upaya Kristenisasi dengan memanfaatkan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Monas”, paparnya. Menurut Abu Deedat, ada tiga point strategi kristenisasi, pertama, menjauhkan kaum Muslimin dari ajarannya. Kedua, menguasai dunia dengan menguasai ekonomi, politik, budaya dan media, dan ketiga, melatih dan mengutus missionaris.

Sementara Direktur Irena Center Hj. Irena Handono menegaskan bahwa Kristenisasi tak pernah padam. Berbagai cara dilakukan untuk menggerogoti akidah umat Islam dan membuatnya murtad. Kaum Kristen yang mendapat dukungan Barat berusaha agar umat Islam tidak lagi terikat dengan agamanya. Mereka ingin agar seluruh dunia menjadi Kristen.

Selaras degan itu, Majalah Time edisi 26 April 2010 melaporkan bahwa Kristen di kawasan Asia mengalami lonjakan luar biasa. Mengutip penelitian Pew Forum berbasis Washington, Kristen di Asia yang pada tahun 1971 hanya berjumlah 101 Juta, pada tahun 2005 sudah berjumlah 351.000.000.

Time juga melaporkan peningkatan luar biasa agama Kristen di Indonesia. Gereja tumbuh subur dimana-mana. Secara prosentase, perkiaraan jumlah umat Kristiani 10% dari jumlah penduduk, terlalu kecil. Kenyataannya bisa jauh lebih banyak dari itu. Sebagian besar pertumbuhan berasal dari Pentakosta dan konversi Injili, yang telah menyebarkan agama Kristen karismatik di seluruh dunia dan merupakan suatu alasan besar untuk memperkirakan bahwa pada tahun 2050 mayoritas Kristen akan tinggal di negara berkembang.

Umat Islam harus segera bertindak. Jika tidak, Bekasi akan menjadi kota Kristen. Bila para perusuh agama itu tidak segera ditangkap dan diadili, maka di Bekasi bisa terjadi perang agama. Mau?. (dari berbagai sumber)


Kamis, 16 Desember 2010

NATAL : SEJARAH NATAL

Kuis Natal Berhadiah Mobil BMW

By: H. Insan Latif Syaukani Mokoginta (Wencelclaus)

Pengantar Redaksi: Menyambut Natal, Pendeta Muhammad Nurdin menulis buku Selamat Natal Menurut Al Qur’an. Pada halamn 11-12 ia  menuduh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pernah beragama Kristen dan merayakan Natal bersama dan mengucapkan Selamat Natal Qurani. Untuk menanggapi hujatan pendeta ini, kami tampilkan artikel Natal tulisan H Insan LS Mokoginta (Wencelclaus), muallaf mantan Katolik. Semoga tulisan ini bisa meredam hujatan Pendeta Nurdin. (redaksi)

::

PERTANYAAN:

Mana dalilnya dalam Alkitab yang menyatakan Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah untuk merayakan Natal? Jika ada umat Kristiani atau siapapun yang bisa menunjukkan dalilnya dalam Alkitab (Bibel) bahwa Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, kami sediakan hadiah sebuah mobil BMW baru untuk satu pertanyaan ini.
PENJELASAN:

Natal atau Christmas diartikan sebagai hari kelahiran Yesus, yang dirayakan oleh hampir semua orang Kristen di dunia, sebenarnya berasal dari ajaran Gereja Katolik Roma. Sesungguhnya ajaran tersebut tidak terdapat dalam Alkitab dan Yesus pun tidak pernah memerintahkan kepada murid-muridnya untuk menyelenggarakan atau merayakannya.

Perayaan yang masuk ke dalam ajaran Gereja Katolik Roma pada abad keempat ini, berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini samasekali tidak mempunyai dasar atau dalil yang tertulis di dalam Alkitab (Bibel).

Natal berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia kuno di bawah raja Nimrod (cucunya Ham, anak nabi Nuh). Nimrod inilah orang pertama yang mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Niniweah dll, serta kerajaan di dunia dengan sistem kehidupan, ekonomi dan dasar-dasar pemerintahan. Nimrod ini adalah seorang pembangkang Tuhan. Jumlah kejahatannya amat banyak, di antaranya dia mengawini ibu kandung-nya sendiri Semiramis.
....Natal berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia kuno di bawah raja Nimrod....
Setelah Nimrod mati, ibunya yang merangkap istrinya menyebarkan ajaran Nimrod bahwa roh Nimrod tetap hidup selamanya walaupun jasadnya telah mati. Adanya pohon Evergreen yang tumbuh di atas sebatang pohon kayu yang telah mati, ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod. Untuk mengenang hari kelahiran Nimrod setiap tanggal 25 Desember, Semiramis menggantungkan bingkisan pada ranting-ranting pohon itu sebagai peringatan hari kelahiran Nimrod. Inilah asal usul Pohon Natal.

Melalui pemujaan kepada Nimrod, akhirnya Nimrod dianggap sebagai “Anak Suci dari Surga’. Dari perjalanan sejarah dan pergantian generasi ke generasi dari masa-ke masa dan dari satu bangsa ke bangsa lainnya,  akhirnya penyembahan terhadap berhala Babilonia ini, berubah menjadi  Mesias Palsu, yaitu berupa Dewa Baal, anak Dewa Matahari. Kepercayaan orang-orang Babilonia yang menyembah kepada “Ibu dan anak” (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali), menyebar luas dari Babilonia ke berbagai bangsa di dunia dengan cara dan bentuk berbeda-beda, sesuai dengan bahasa di negara-negara tsb Di Mesir dewa-dewi tersebut bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele & Deoius. Di Roma bernama Fortuna & Yupiter, juga di negara-negara lain seperti di China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi Madona, jauh sebelum Yesus lahir

Pada abad ke 4 dan ke 5 Masehi, ketika dunia pagan Romawi menerima agama baru yang disebut “Kristen”, mereka telah mempunyai kepercayaan dan kebiasaan pemujaan terhadap dewi Madonna jauh sebelum Kristen lahir.

Natal adalah acara ritual yang berasal dari Babilonia kuno yang saat itu puluhan abad yang lalu, belum mengenal agama yang benar, dan akhirnya terwariskan sampai sekarang ini.  Di Mesir, jauh sebelum Yesus dilahirkan, setiap tahun mereka merayakan hari kelahiran anak Dewi Isis (Dewi langit) yang mereka percaya lahir pada tanggal 25 Desember.

Para murid Yesus dan orang-orang Kristen yang hidup pada abad pertama, tidak pernah sekalipun mereka merayakan Natal sebagai hari kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember.
....Dalam Alkitab (Bible), tidak ditemukan satu ayat pun yang memuat perintah Tuhan, Allah maupun Yesus yang memerintahkan  untuk merayakan Natal....
Dalam Alkitab (Bible), tidak ditemukan satu ayat pun yang memuat perintah Tuhan, Allah maupun Yesus yang memerintahkan  untuk merayakan Natal. Sebab perayaan setiap tanggal 25 Desember,adalah perayaan agama Pagan (penyembah berhala) yang dilestarikan oleh umat Kristiani.

Upacara Natal adalah berasal dari ajaran Semiramis istri Nimrod, yang kemudian dilestarikan oleh para penyembah berhala secara turun temurun hingga sekarang ini dengan wajah baru yang disebut Kristen.

Berdasarkan penjelasan sejarah Natal tersebut, maka jelaslah bahwa Natal sama sekali bukan ajaran Yesus. Seumur hidupnya Yesus tidak pernah sekalipun menyuruh merayakan Natal bagi dirinya. Merayakan dirinya sebagai seorang Nabi atau Rasul saja beliau tidak pernah ajarkan, apalagi menyuruh merayakan kelahirannya sebagai Tuhan!!

Tidak ada satu dalil pun dalam Alkitab menyatakan Yesus lahir tanggal 25 Desember. Pendeta, Pastur bahkan Paus di Roma-pun mengakui bahwa Natal bukan ajaran gereja.
Oleh sebab itu jika ada umat Kristiani atau siapapun yang bisa menunjukkan dalilnya dalam Alkitab Yesus lahir pada tanggal 25 Desember, kami sediakan hadiah sebuah mobil BMW baru untuk satu pertanyaan ini. Jawaban bisa dikirim ke SMS: 0817.702050.
Apakah Natal memuliakan Yesus

Apakah Natal yang dirayakan orang itu memuliakan Yesus? Biarlah Alkitab sendiri yang menjawabnya. Inilah jawaban Alkitab:

“Maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Aku pun mau berlaku begitu. Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhan, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenci-Nya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka. Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya” (Ulangan 12 : 30-32).
..Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia...
“Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia” (Matius 19 : 8-9).

“Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia” (Markus 7:7-8).

Merayakan Natal berarti melestarikan kebohongan  dan pemborosan

Menjelang Natal akan bermunculan berbagai iklan di mall-mall, toko-toko, koran, majalah dan lain sebagainya. Jutaan dollar dan miliaran rupiah dihamburkan untuk promosi berbagai barang dagangan demi keperluan Natalan. Semuanya dikemas sedemikian rupa sehingga tampak seperti “Malaikat Pembawa Terang”, padahal tanpa mereka sadari ajaran Yesus mereka telantarkan, karena yang mereka rayakan adalah tradisi ajaran agama kafir kuno, bukan perintah Tuhan ataupun Yesus.

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

“Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia” (Markus 7:7-8).

“Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini? Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin” (Matius 26:8-9). [taz/voa-islam.com] (Matius 7:21-23).

Baca artikel terkait:
  1. Jika Kisah Bintang Betleham dalam Bibel Benar, Maka Yesus Lahir 17 Juni.
  2. Uskup Senior Teodoro Bacani: Sinterklas Telah Mencuri Spirit Natal.
  3. Kristen dan Ateis Perang Banner: Natal Realitas Atau Mitos?
  4. Kuis Natal Berhadiah Mobil BMW.
  5. Natal di Mata Teolog Kristen: Gereja Tak Mengenal Natal.
  6. Kontroversi Natal: Kebohongan Sinterklas, Sosok Pemalas.
  7. Misi Jelang Natal: Kristenkan Muslim dengan Tipuan.
  8. Awas! Lilin dan Lampu Natal Ternyata Berbahaya
  9. Tipuan Pohon Natal = Kelahiran Yesus Menurut Bibel?
  10. Haram Mengucapkan Selamat Natal.
  11. Haram Merayakan Natal dan Tahun Baru.
  12. Perayaan Natal dan Tahun Baru Syi'ar Agama Orang Kafir
  13. Toleransi Semu Natal dan Tahun Baru.
  14. Natalan Akan Digelar Serempak di Daerah Bencana, Waspadai Kristenisasi!

Misionaris Goda Akidah Ketua Masjid dengan Uang 20 Juta

MAGELANG (voa-islam.com) – Para misionaris semakin berani melancarkan pemurtadan. Bahkan kepada pengurus masjid dan pengasuh Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), mereka terang-terangan menawarkan iming-iming pekerjaan dan materi puluhan juta rupiah.
Dusun Windusari kelurahan Kalibening, kecamatan Dukun Magelang adalah salah satu dusun yang menjadi korban bencana Merapi 2010. Dusun yang dihuni 183 KK itu, 180 KK di antaranya beragama Islam. Pasca meletusnya Merapi, dusun yang dihuni oleh 569 jiwa itu menjadi sasaran misionaris. Mereka memanfaatkan minimnya batuan logistik dan relawan yang datang ke dusun tersebut. Sementara sebuah desa di atasnya, yang hanya berbatasan sebuah tugu, menumpuk bantuan logistik dari berbagai sumber atas lobi-lobi misionaris.
Dengan modal uang yang melimpah, para misionaris berani memberikan iming-iming materi kepada para aktivis masjid, seperti yang dialami olah Pono, takmir Masjid Al-Muttaqin Windusari.
Kepada responden voa-islam.com, Pak Pono berterus terang bahwa dirinya sering didatangi misionaris dengan berbagai iming-iming, mulai dari tawaran untuk menjadi pengurus yayasan Citra Kasih dengan gaji 400 ribu perbulan, atau bantuan logistik berupa mie instan hingga tawaran bantuan uang tunai sejumlah 20 juta untuk membeli tanah “wakaf” desa.
Para misionaris terang-terangan hendak merekrut Pak Pono, padahal mereka sudah tahu bahwa Pak Pono adalah Ketua Takmir Masjid Al-Mutaqin yang sangat aktif mengadakan kegiatan keislaman di desanya. Bahkan sebuah ruang tamu di rumahnya juga dijadikan sebagai TPA sementara karena belum ada tempat dan gedung TPA yang memadai.
Pak Pono berharap ada relawan Muslim yang datang sambil membawa bantuan logistik dan perlengkapan shalat, TPA, TPQ dan dai untuk memberikan bimbingan rohani khususnya kepada generasi muda desa agar terbentengi dari upaya kristenisasi.
Pak Pono menuturkan, bencana Merapi beberapa waktu lalu mengakibatkan warga dusun yang sebagian besar bermata pencaharian petani ini belum bisa kembali ke sawah. Karenanya, lanjutnya, seluruh sawah dusun tertutup pasir sehingga sawah tidak bisa dibajak maupun ditanami. Otomatis, saat ini warga tidak memiliki penghasilan untuk kehidupan sehari-hari mereka, sementara bantuan logistik sangat minim.
Karena tak ada lagi mata pencaharian, maka Pak Pono dan umat Islam di Windusari berharap ada bantuan dan solidaritas dari umat Islam. Sebesar apapun bantuan kepada mereka, akan sangat bermanfaat untuk membentengi serangan para misionaris yang melancarkan pemurtadan berkedok bantuan kemanusiaan.
Kaum Muslimin harus membuktikan iman dan ukhuwah islamiyahnya. Keengganan kaum muslimin untuk membantu saudaranya yang tertimpa musibah, berarti memuluskan para misionaris untuk datang membantu sambil menyebarkan misi agamanya. [Bekti Sejati, Abu Fatih As-Salawi]

Catatan redaksi:
Donasi untuk para pengungsi Muslim di dusun Windusari kelurahan Kalibening, Masjid Al-Muttaqin dan TPA Windusari tersebut bisa disalurkan melalui Kafilah Dakwah Ansharut Tauhid ke rekening berikut:
  • Bank Muamalat Indonesia (BMI)
  • No. 5210341822 a/n: Lazis JAT.
  • CP: Nasrulloh (0812.2594.0001)

Natalan Akan Digelar Serempak di Daerah Bencana, Waspadai Kristenisasi!


JAKARTA (voa-islam.com) – Di tengah maraknya pemurtadan di daerah bencana, Panitia Natal Nasional 2010 mencanangkan perayaan natal dan aksi sosial secara serentak di daerah-daerah bencana.
Ketua Panitia Perayaan Natal Nasional 2010 Marie Elka Pangestu menyatakan, Perayaan Natal Nasional tahun 2010 akan digelar serempak di berbagai daerah bencana. Sebagai puncaknya Natal Nasional akan digelar di Convention Center Jakarta pada 27 Desember 2010 yang rencananya akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Tahun ini perayaan juga akan diadakan serentak di daerah-daerah yang terkena bencana seperti di Merapi, Wasior, Mentawai, dan Nusa Tenggara Timur," kata Mari Elka Pangestu usai bertemu Wakil Presiden Boediono di kantor Wapres, Kamis (2/12/2010).
Sebelum perayaan natal serentak itu, panitia nasional akan mengunjungi sejumlah daerah bencana tepat di hari raya Natal, 25 Desember. Panitia akan membentuk empat kelompok yang menyebar ke sejumlah daerah bencana untuk merayakan natal bersama para warga dilokasi tersebut.
"Panitia perayaan Natal juga melakukan kegiatan sosial di daerah bencana, sesuai kebutuhan daerah. Seperti di Wasior, Papua misalnya, panitia memberikan bantuan pendidikan berupa buku tulis dan buku pelajaran sekolah," kata Elka, yang menjabat Menteri Perdagangan ini.
Untuk wilayah Yogyakarta, panitia masih mendata bantuan apa saja yang akan diberikan untuk warga khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, atau bantuan di bidang ekonomi melalui UKM. "Ini diluar bantuan pangan yang sudah diberikan untuk korban bencana Merapi," ujar Marie yang juga mantan direktur eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) ini.
Menanggapi rencana Natalan di daerah bencana, khususnya bencana Merapi yang mayoritas korbannya adalah umat Islam, Ustadz Bernard Abdul Jabbar mengingatkan agar kaum Muslim tetap waspada dan menjaga dari bujuk rayu yang bisa menggelincirkan akidah Islam. Umat Islam jangan latah mengikuti natalan, karena haram hukumnya.
“Sebagai seorang Muslim, kita harus menjaga sikap untuk tidak mencampuradukkan aqidah kita dengan aqidah lain,” imbaunya. “Jelas natal adalah ajaran agama lain sehingga umat Islam haram untuk mengikuti natal bersama sesuai dengan ajaran Islam,” tambahnya.
Kepada para relawan Muslim, Bernard mengajak untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, selama ini di pengungsian korban Merapi sudah marak terjadi gerakan kristenisasi.  
“Kita harus waspada terhadap upaya dan gerak-gerik mereka terhadap umat Islam. Boleh jadi momen seperti ini dijadikan sebagai sarana kristenisasi, apalagi dilakukan di daerah bencana yang notabene mereka adalah umat Islam,” tegas Bernard yang bertugas sebagai relawan untuk korban Merapi dari Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia ini.
....Kita harus waspada terhadap upaya dan gerak-gerik mereka. Boleh jadi momen seperti ini dijadikan sebagai sarana kristenisasi....
Kecurigaan Bernard terhadap kemungkinan upaya kristenisasi berkedok Natalan di daerah bencana itu cukup beralasan.
Sebagaimana diberitakan voa-islam sebelumnya, para misionaris kerap melakukan misi kristenisasi dengan menghalalkan segala cara. Kepada para pengungsi Muslim, para misionaris membagi-bagikan Alkitab, souvenir Kristen dan baju-baju berslogan kristiani.
Mereka juga menampung ribuan pengungsi Muslim di gereja. Dalam laporan ke kecamatan, data para pengungsi Muslim itu dipalsukan oleh pihak gereja dengan mengganti agama Islam menjadi Kristen dan Katolik.
Yang lebih gila, para misionaris Kristen tak segan-segan melaksanakan ritual kristiani kepada para pengungsi Muslim di masjid dengan cara tipuan.
Di Magelang, para misionaris menyebarkan pengumuman kepada tiga desa perihal pembagian bantuan di sebuah masjid. Setelah warga dusun Kembar, Karang Gondang, dan Dukuh berkumpul di masjid, Selasa (30/11/2010), warga dibagi bantuan nasi bungkus, beras, dan sembako lainnya. Di penghujung acara tersebut, para rohaniawan, misionaris dan relawan Kristen membagikan roti pemberkatan. Selanjutnya umat Islam dari tiga dusun yang hadir di dalam masjid itu diberkati dalam nama Yesus.
....Setelah warga  tiga dusun berkumpul di masjid, mereka dibagi bantuan nasi bungkus, beras, dan sembako lainnya. Di ujung acara, umat Islam dari tiga dusun yang hadir di masjid itu diberkati dalam nama Yesus....
Apakah perayaan Natal Nasional dan aksi sosial yang akan diadakan secara serentak di berbagai daerah bencana itu mengusung misi kristenisasi? Wallahu a’lam. Sebab tanpa acara Natal Nasional, kristenisasi di daerah bencana sudah marak. Waspadalah!!!

Senin, 13 Desember 2010

KOK BAGI-BAGI INJIL/KITAB PADA KORBAN MERAPI MUSLIM ?

Yayasan Kristen Bagi-bagi Injil di Pengungsi Muslim Korban Merapi ANEHNYA, Kristenisasi Korban Bencana Merapi Didukung Petinggi NU?

Pemurtadan terhadap Ummat Islam sudah sangat meresahkan. Karena para pengungsi korban Letusan Merapi dari tiga dusun di Kecamatan Dukun, Magelang, pekan lalu dikumpulkan di masjid, lalu dimurtadkan, dengan cara dibagikan roti pemberkatan oleh Rohaniawan dan Relawan mereka, dan yang hadir di dalam Masjid semuanya diberkati atas nama Tuhan Yesus.
Itu dilakukan dengan kedok pemberian santunan kepada korban bencana Merapi oleh Yayasan Citra Kasih dan Anak Nusantara Berbagi Kasih dari Jakarta dan Temanggung.
Astaghfirullah…! Pemurtadan itu telah menginjak-injak hak beragama Ummat Islam, berkedok pemberian santunan kepada Ummat Islam yang sedang tertimpa musibah. Namun anehnya, kejahatan itu justru dari sisi lain ditambah dengan sikap yang sangat menyakitkan Ummat Islam yang masih memiliki ghirah Islamiyah.
Betapa sakitnya, di saat Ummat Islam dimurtadkan oleh pihak Kristen saja dengan cara dikumpulkan di masjid, malahan petinggi NU ((Nahdlatul Ulama) justru terkesan membanggakan gerakan jahat pemurtadan terhadap Ummat Islam oleh pihak Nasrani itu.
Di saat Ummat Islam sedang perih dan pilu hatinya itu, tergores lagi oleh berita ini:
Said Agil Siradj (Ketua Umum PBNU) menegaskan, kerjasama antara NU dengan HKBP sudah berjalan dan itu dibuktikan saat bencana Gunung Merapi, HKBP menyumbangkan bantuan ke Magelang dimana di sana mayoritas warga NU yakni tujuh kontainer. ( medanbisnisdaily.com, Kamis, 02 Des 2010 08:54 WIB)
Ungkapan Said Agil Siradj itu untuk menandaskan apa yang sedang dia kerjakan yakni menandatangani naskah kerjasama antara NU dengan pihak kafir, HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), dan naskahnya diserahkan oleh Said Agil kepada pihak HKBP di Medan, 1 Desember 2010.
Ini beritanya:
Teken MoU
Setelah kasus Ciketing, kata Ephorus, NU dan HKBP menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk membangun kebersamaan secara terus menerus dan bukan insidentil. Tujuan kerjasama itu, demi kebangsaan dan keinginan mengenal sesama.
“Karena tujuannya kebangsaan, diharapkan kerjasama ini bukan hanya NU-HKBP, tapi kerjasama antar gereja dengan NU bahkan dengan Muhammdiyah dan lainnya. Diharapkan dilakukan kerjasama antara UHN dengan IAIN, sehingga kerjasamanya bukan lagi dengan HKBP saja tapi semua gereja,” jelas Ephorus.(
Kamis, 02 Des 2010 08:54 WIB, http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2010/12/02/9639/said_agil_lupakan_ciketing_mari_bangun_kebersamaan/)
Tingkah petinggi NU yang menyakitkan bagi Ummat Islam itu tentu saja bukan hanya menyakitkan bagi Ummat Islam, namun bagi warga NU sendiri yang masih taat agama dan berfikiran waras, bukan menjual agama demi sak cokotan belaka. (haji).

BERITA TERKAIT :




Waktu itu Rabu (24/11/2010) Relawan Masjid Indonesia mengantar bantuan ke dusun Windu Sajan, desa Wonolelo, kec. Sawangan Magelang. Jam menunjukkan sekitar 11.00 siang. Bantuan telah diserahterimakan dan koordinasi dengan pengurus dusun untuk kegiatan didaerah tersebut sekaligus untuk membantu daearah-daerah sekitar.
Di Dusun itu ada 2 posko warga, yang pertama posko utama milik warga dan yang satunya adalah posko dirumah warga non-muslim.
Non-muslim cuma ada 2 Kepala Keluarga (KK),
yang lainnya Muslim sekitar 195 KK. Sewaktu berkoordinasi, tiba-tiba ada rombongan iring-iringan mobil. Yang paling depan bus besar, truk, dan 2 mobil.
Dikaca depan bus berplat nomor ‘N’ ini ditulis Bantuan untuk korban Merapi dalam print kertas HVS. Kemudian mereka menuju posko milik non-muslim. Pamong dusun yang sedang berkoordinasi dengan kami, memohon ijin untuk menemui rombongan tersebut. Selang berapa menit, pamong tersebut menemui kami kembali dan menceritakan kalau rombongan tadi membawa bantuan berupa 200 buah kasur, paket sembako dan janjikan Genset 16 untuk dusun tersebut.
Kemudian kami bersama Wakil Kepala Dusun yakni Pak Marpomo pergi ke sebuah dusun di dusun Senden, Boyolali yang jaraknya 30 km dari dusun Windu Sajan untuk mengantar bantuan didaerah tersebut, karena belum pernah mendapatkan bantuan darimanapun. Perjalanan ke daerah tersebut cukup lama karena medan yang berat dan hujan.
Selesainya menyerahkan bantuan dan mengadakan pengajian di Masjid itu, kami pulang kembali ke dusun Windu Sajan, sampai di posko sekitar jam 17.00 dalam keadaan hujan lebat. Pas saat itu rombongan dari yayasan non-muslim sedang bubar, Nampak dari rombongan itu ada orang-orang ‘bule’ dipayungi nenek-nenek warga desa tersebut. Rombongan kemudian pergi meninggalkan dusun tersebut.
Sebentar kemudian kami menikmati teh dan makanan kecil, sewaktu itu kemudian ada anak-anak berlari melewati kami dengan menenteng buku. Rasa curiga saya segera muncul, buku apa yang dibawa, dan ternyata yang dibawa anak-anak adalah Al-Kitab. Segera kami dengan pamong dusun menanyai anak-anak tersebut, dapat darimana buku itu? Dari pengakuan anak-anak, buku tersebut dibagi di posko lapangan (non-muslim).
Segera kami berkoordinasi dan rapat, untuk antisipasi pemurtadan. Dan ternyata selain membagi Al-Kitab, mereka juga akan membeli tanah warga untuk dijadikan Gereja dan TK.
Akhirnya, disepakati untuk menarik Al-Kitab tersebut, dan segera melakukan penolakan untuk pembangunan gereja didaerah yang mayoritas Muslim tersebut. Perlu diketahui daerah-daerah di lereng Merapi dan Merbabu di desa Wonolelo disana hampir tiap dusun ada 1 pendeta, dan juga ada gereja atau kapelnya.
Untuk memantapkan aqidah dan mengantisipasi pemurtadan Relawan Masjid Indonesia mengadakan Pengajian Akbar pada malam Ahad (27/11/2010) di Masjid Windu Sajan yang diikuti ribuan orang, dengan pembicara Ust. Puji Hartono dari tim da’i Relawan Masjid Indonesia, sekaligus me-launching Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu yang dibentuk Relawan Masjid untuk dakwah jangka panjang di daerah lereng Merapi Merbabu.
Mohon doanya, Relawan Masjid Indonesia untuk kelangsungan dakwah di lereng Merapi dan Merbabu akan membangun TK-TPA Al-Aqsha yang dilanjutkan mendirikan Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu ditanah wakaf warga daerah tersebut. Beberapa bantuan telah masuk dari Ulama dan pengungsi Palestina melalui Sahabat Al-Aqsha dan juga dari Kispa.