-->
w
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Desa Harapan Sudirman No. 71A Duri Riau 28884 |
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan




Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku



Popular Post

Tampilkan postingan dengan label swalayan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label swalayan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Juni 2019

DONASI DARI RECEHAN KEMBALIAN JADI MILYARAN

DONASI DARI RECEHAN AL**MART Sekedar Pembelajaran bahwa ,,, " HASIL TAK PERNAH KHIANATI USAHA " Paparan Kita saat ini, Tentang Keterbelakangan Umat, Maaf ya, Kita Umat Islam, akan selalu Tertinggal, dan Jadi Santapan Musuh ! Dasar Pertama Hubbud Dunya, Jadi tak ada Kemajuanlah ! selama Kita, hanya BANYAK TEORI ! Coba mana ada Prestasi ? Palingan yang Kayapun, hanya jadi Jongos Aseng dan Asing, atau sekedar ada Kaitan Bisnis, dengan Aseng dan Asing tsb ! Bukan Kuat atas Kemandirian, atau Hebaat dalam Bingkai Ukhuwah ! Tak ada Itu ! Beda dengan NEGARA TURKI ya ! Silahkan Baca Sendiri Turki saat ini, saat Peralihan ke Presiden Erdogan dstnya. padahal Kita Umat yang Pintar, di Negeri Kita ini, Kekayaan Alam Berlimpah, Bahkan Prestasi Kita, Banyak kok yang Hebatt dan Jenius, tak kalah dengan Yahudi ! Tapi,,, Mirisnya bahkan saat ini, Andai untuk mengentaskan Kemiskinan Umat ! dan Kalaupun itu disebut PRESTASI, yakni Maaf dari mengumpulkan Zakat, Infaq, Shadaqah dsbnya Itupun belum Maksimal, Jauh Kalah dengan Non Muslim,,, Sekedar Perbandingan, Jangan Hitung Untung Bisnisnya ya, Sebuah Swalayan, milik seorang Taipan yakni AL**MART mereka dengan bangga ! membuat sangat banyak Poster, Memang Realita Kok ! bukan Hoax ! atas prestasi tsb dari Awal 2018 Per 6 Bulan hampir 6 Milyar per Triwulan hampir 3 Milyar Lebih perbulan rata2 kumpulkan hampir 1 ( satu ) Milyar Itu Uang dari mana ? itu dari Recehan Kita lho, atau Sisa Kembalian Konsumen ! yang tak diambil, entah 100 rupiah, 200 rupiah dstnya dan sekarang memang telah disalurkan ke Badan Amal Muslim, yang dulu,,, sempat Kita Ributkan disalurkan pada Misionaris dsbnya, Nah itu dia, karena kebanyakan TEORI tadi, Kita KALAH,,,,,, Jangankan buat Toko atau Swalayan, Level kelas Kakap atau Dunia, Ebay,, Amazone,, Alibaba,, Level WalMart atau Lokal Macam Hypermart, Carefour, bahkan sekelas Level Al**Mart saja Kita tak bisa. Maka semua tadi berasal dari, sejauh mana Usaha Maksimal Kita, dari Orang-orang yang punya Pengaruh di Umat ini ! Ketika Ramai Ribut,,,,,,, Tarik Dana dan Simpanan ! Kemana nih mau Saving, tak ada kok solusi ! Jadi Dana Umat tetap dikuasai Non Muslim ! tapi lucunya ketika Saya ada tawarkan solusi, dan ketika berhasilnya dibuat semacam Program 100% Safety, dengan Technology Canggih terkini, karena Kredit Card pun pakai Security Sistem ini, Tapi tak ada lho yang menggerakkan ? bahkan Semua pada Cuek ! hanya 1 dan 2 saja yang mengatakan Bagus, juga itu tanpa Follow Up, apakah karena Saya bukan seorang Ekonom ? Bukan seorang Ahli IT seperti pak Jazwar Koto hehehe atau bukan seorang Aparat yang Kuat ? Jadi Saya berfikir bagaimana akan Maju ? dan Kuat, atau minimal berkembang, Jangan takut Izin dan Legalitas, Taipan, Aseng aja bisa buat Izin yang jelas-jelas pendatang, Soal Manajemen dan Pengawasan, lha Pengangguran kan banyak, yang Pintar kan ada, pilih yang Cerdas tapi Beriman ! Apakah, selamanya Kita hanya akan jadi bulan-bulanan, Jadi End User ! Sasaran Empuk Pasar Dunia ? Sangat Miris ! Kehebatan Kita saat ini, Jangankan untuk Membuat atau jadi Produsen 1` ( satu ) saja Item Teknologi, Untuk Membuat Status, Sales - Maintenance - Service saja, Walah,,, masih Pihak lain Punya, benaran, karena tak ada Kapasitas tadi ! Kurikulum Pendidikan Kacau, mana ada Ciptakan Manusia Siap Pakai, sebagaimana Kurikulum Luar Negeri ! yang paling Parah, Pemerintah, Jangan harap untuk mensubsidi Rakyat, Untuk Bantu Kewajiban mereka saja, seperti Keluarkan KTP saja RUMIT,,, RUMIT,,, SULIT,, LAMA,, Maka Kata Kawan Saya, Pindah saja Pak ke Luar Negeri, hahaha jawab Saya, mau buat apa Saya ? Dulu Kakak Saya pernah pertukaran pelajar ke Jepang tahun 90an, bahkan orang jepang katakan Indonesia itu semacam negeri yang Primitif lho, atau sangat Tradisional. Maka harusnya Kita Mulai, dari Komunitas terkecil atau Lokal, baru dikembangkan ! Agar Indonesia menjadi salah satu Negara yang Super Power,, semoga saja, maaf, SEKEDAR RENUNGAN BAGI YANG BERFIKIR !

Minggu, 29 Desember 2013

Program Kristenisasi yang berani

polwan berjilbab dilarang malah pake sinterklas

Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku khawatir dengan berbagai upaya pendangkalan akidah yang terus terjadi di masyarakat Indonesia belakangan ini.
Ia mencontohkan beberapa fakta yang telah terjadi. Seperti di kota besar, banyak wanita Muslimah yang mau berjilbab, tetapi tidak bisa. Sebab, di negeri yang mayoritas Islam ini, penggunaan jilbab diatur sangat ketat.
“Contoh yang mudah di pertelevisian, kepolisian, dan beberapa pramuniaga di pusat perbelanjaan,” kata dia.
Di pertelevisian, jelas Menag, pembawa acara akan diprioritaskan bagi
mereka yang tidak menggunakan jilbab. Hal ini juga terjadi di kepolisian pada polisi wanita (polwan). "Polwan yang sudah dibolehkan pakai jilbab kemudian dilarang kembali. Dengan alasan, tidak seragam," ujarnya.
Begitu juga, para pramuniaga di pusat perbelanjaan. Mereka, kata Menag, sangat jarang terlihat megngunakan jilbab karena memang aturan perusahaan diuat seperti itu.
"Alih-alih memakai jilbab, mereka malah disuruh pakai baju Sinterklas (Santa Claus)," keluhnya.
“Kalau mereka tidak memakai, malah bisa dipecat.”
Contoh lain upaya pendangkalan akidah, menurut Suryadharma, terjadi di daerah. Pemerintah daerah (pemda) dilarang membiayai program agama di daerah, khususnya pada pendidikan agama.
Paradigma yang dibangun, urusan agama itu urusan negara, sedangkan pemda tidak mengurusi masalah agama dan pendidikan agama.

Sumber : http://www.suaranews.com/2013/12/pake-jilbab-dilarang-polwan-malah-boleh.html

Republika Online
Updated: Wed, 25 Dec 2013 22:37:00 GMT

Pelayan Kafe Berjilbab,

wajibkan Pakai Topi Sinterklas



Pelayan Kafe Berjilbab Diwajibkan Pakai Topi Sinterklas
Pelayan Kafe Berjilbab Diwajibkan Pakai Topi Sinterklas
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Memakai jilbab bukanlah sekadar aksesoris atau simbol semata. Melainkan sebuah kewajiban bagi seorang Muslimah. Namun, bagaimana jika jilbab disandingkan dengan aksesoris nonIslam?
Seperti yang terjadi di di sebuah kafe di Kawasan Klenteng Kota Padang, Sumatra Barat. Kafe yang bernama "Iko Gantinyo" sebenarnya di hari biasa tak berbeda dari kafe-kafe lainnya. Ketika Natal tiba, pemilik kafe mewajibkan seluruh pelayan-pelayannya memakai topi Sinterklas.
"Miris sekali. Kalau dia (pelayan kafe) tidak pakai jilbab mungkin tidak begitu terasa. Masalahnya, sudahlah pakai jilbab trus pakai kopiah santaclaus pula," tutur Hafiz, salah seorang warga Kota Padang yang kebetulan berbelanja di kafe tersebut.
Tentu hal ini menjadi miris, mengapa perayaan natal begitu semarak di negri yang berjulukan "Serambi Makkah" dengan filosofi 'Adat basandi Syara', Syara' basandi Kitabullah'nya. Apalagi kafe yang dimaksudkan Hafiz sangat dekat dengan Masjid Nurul Iman, salah satu masjid utama dan terbesar di Kota Padang.

Sumber :  http://berita.plasa.msn.com/nasional/republika/pelayan-kafe-berjilbab-diwajibkan-pakai-topi-sinterklas