DONASI DARI RECEHAN AL**MART
Sekedar Pembelajaran bahwa ,,,
" HASIL TAK PERNAH KHIANATI USAHA "
Paparan Kita saat ini,
Tentang Keterbelakangan Umat,
Maaf ya, Kita Umat Islam,
akan selalu Tertinggal,
dan Jadi Santapan Musuh !
Dasar Pertama Hubbud Dunya,
Jadi tak ada Kemajuanlah !
selama Kita,
hanya BANYAK TEORI !
Coba mana ada Prestasi ?
Palingan yang Kayapun,
hanya jadi Jongos Aseng dan Asing,
atau sekedar ada Kaitan Bisnis,
dengan Aseng dan Asing tsb !
Bukan Kuat atas Kemandirian,
atau Hebaat dalam Bingkai Ukhuwah !
Tak ada Itu !
Beda dengan NEGARA TURKI ya !
Silahkan Baca Sendiri Turki
saat ini, saat Peralihan
ke Presiden Erdogan dstnya.
padahal Kita Umat yang Pintar,
di Negeri Kita ini,
Kekayaan Alam Berlimpah,
Bahkan Prestasi Kita,
Banyak kok yang Hebatt dan Jenius,
tak kalah dengan Yahudi !
Tapi,,,
Mirisnya bahkan saat ini,
Andai untuk mengentaskan
Kemiskinan Umat !
dan Kalaupun itu disebut PRESTASI,
yakni Maaf dari mengumpulkan
Zakat, Infaq, Shadaqah dsbnya
Itupun belum Maksimal,
Jauh Kalah dengan Non Muslim,,,
Sekedar Perbandingan,
Jangan Hitung Untung Bisnisnya ya,
Sebuah Swalayan, milik seorang Taipan
yakni AL**MART
mereka dengan bangga !
membuat sangat banyak Poster,
Memang Realita Kok ! bukan Hoax !
atas prestasi tsb
dari Awal 2018
Per 6 Bulan hampir 6 Milyar
per Triwulan hampir 3 Milyar Lebih
perbulan rata2 kumpulkan
hampir 1 ( satu ) Milyar
Itu Uang dari mana ?
itu dari Recehan Kita lho,
atau Sisa Kembalian Konsumen !
yang tak diambil,
entah 100 rupiah, 200 rupiah dstnya
dan sekarang memang telah disalurkan
ke Badan Amal Muslim, yang dulu,,,
sempat Kita Ributkan disalurkan
pada Misionaris dsbnya,
Nah itu dia,
karena kebanyakan TEORI tadi,
Kita KALAH,,,,,,
Jangankan buat Toko atau Swalayan,
Level kelas Kakap atau Dunia,
Ebay,, Amazone,, Alibaba,,
Level WalMart atau Lokal
Macam Hypermart, Carefour,
bahkan sekelas Level Al**Mart
saja Kita tak bisa.
Maka semua tadi berasal dari,
sejauh mana Usaha Maksimal Kita,
dari Orang-orang yang punya Pengaruh
di Umat ini !
Ketika Ramai Ribut,,,,,,,
Tarik Dana dan Simpanan !
Kemana nih mau Saving,
tak ada kok solusi !
Jadi Dana Umat tetap dikuasai Non Muslim !
tapi lucunya ketika Saya ada tawarkan solusi,
dan ketika berhasilnya dibuat semacam Program
100% Safety, dengan Technology Canggih terkini,
karena Kredit Card pun pakai Security Sistem ini,
Tapi tak ada lho yang menggerakkan ?
bahkan Semua pada Cuek !
hanya 1 dan 2 saja yang mengatakan Bagus,
juga itu tanpa Follow Up,
apakah karena Saya bukan seorang Ekonom ?
Bukan seorang Ahli IT seperti pak Jazwar Koto hehehe
atau bukan seorang Aparat yang Kuat ?
Jadi Saya berfikir bagaimana akan Maju ?
dan Kuat, atau minimal berkembang,
Jangan takut Izin dan Legalitas,
Taipan, Aseng aja bisa buat Izin
yang jelas-jelas pendatang,
Soal Manajemen dan Pengawasan,
lha Pengangguran kan banyak,
yang Pintar kan ada,
pilih yang Cerdas tapi Beriman !
Apakah,
selamanya Kita hanya akan jadi bulan-bulanan,
Jadi End User ! Sasaran Empuk Pasar Dunia ?
Sangat Miris !
Kehebatan Kita saat ini,
Jangankan untuk Membuat atau jadi Produsen
1` ( satu ) saja Item Teknologi,
Untuk Membuat Status,
Sales - Maintenance - Service saja,
Walah,,, masih Pihak lain Punya,
benaran,
karena tak ada Kapasitas tadi !
Kurikulum Pendidikan Kacau,
mana ada Ciptakan Manusia Siap Pakai,
sebagaimana Kurikulum Luar Negeri !
yang paling Parah,
Pemerintah,
Jangan harap untuk mensubsidi Rakyat,
Untuk Bantu Kewajiban mereka saja,
seperti Keluarkan KTP saja
RUMIT,,, RUMIT,,, SULIT,, LAMA,,
Maka Kata Kawan Saya,
Pindah saja Pak ke Luar Negeri,
hahaha jawab Saya,
mau buat apa Saya ?
Dulu Kakak Saya pernah
pertukaran pelajar ke Jepang
tahun 90an,
bahkan orang jepang katakan
Indonesia itu semacam negeri yang
Primitif lho,
atau sangat Tradisional.
Maka harusnya Kita Mulai,
dari Komunitas terkecil atau Lokal,
baru dikembangkan !
Agar Indonesia menjadi salah satu
Negara yang Super Power,,
semoga saja,
maaf,
SEKEDAR RENUNGAN BAGI YANG BERFIKIR !
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |
Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan
Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku
Popular Post
-
Ini lho, tempat simpan uang menghasilkan HALAL bukan Bank ↡ KLIK ↡ https://www.duririau.com/2020/04/simpan-uang-dimana-menghasilk...
-
www.pulsaalloperator.com Member DuriRiau.Com Pulsa Tsel 5rb=5.150 10rb=10.000 20rb=19.900 Token Listrik 20rb=19.950 50rb=49.950 100r...
-
========= IKLAN ========= Update 18 Juni 2019 : Token PLN 20rb=20.000 50rb=50.000 100rb=100.000 dstnya, BELI DISI...
-
48 HUKUM KEKUATAN. Sebuah buku yang ditulis oleh Robert Greene yang menawarkan Serangkaian Strategi untuk Mendapatkan dan Menjag...
-
Salah seorang Tokoh yang Saya Kagumi 😊 Potret mantan Menteri Luar Negeri Indonesia, Kyai Haji Agus Salim saat sedang iseng berm...
-
<img width=1 height=1 alt="" src="http://us.bc.yahoo.com/b?P=Mcw1zEPDkjmGIJl5TN_QcgPqfaVn3Ez9MZoAC33t&T=1aetuh4pg%2fX...
-
7 Tahapan Mendalami Ilmu Perbedaan sudut pandang dalam melihat satu permasalahan yang berdampak pada perbedaan kesimpulan sesungguhnya adala...
-
Let’s get started … Here are 25 deadly sins of website building; 5 things never, ever, to do when… 1) … GIVING YOUR WEB-PAGES TITLES The ...
-
Penegakan hukum, bicara soal penegakan hukum di Indonesia, pikiran kita tentu masih teringat sebuah sindiran yang menjadi “guyo...
-
AMERIKA SERIKAT – Sebuah ulasan radio yang membahas mengenai tabrakan pesawat di Mesir pada tahun 1999 membuat orang heran. Ulasan radio t...
Tampilkan postingan dengan label swalayan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label swalayan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 23 Juni 2019
Minggu, 29 Desember 2013
Program Kristenisasi yang berani
Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku khawatir dengan berbagai upaya pendangkalan akidah yang terus terjadi di masyarakat Indonesia belakangan ini.
Ia mencontohkan beberapa fakta yang telah terjadi. Seperti di kota besar, banyak wanita Muslimah yang mau berjilbab, tetapi tidak bisa. Sebab, di negeri yang mayoritas Islam ini, penggunaan jilbab diatur sangat ketat.
“Contoh yang mudah di pertelevisian, kepolisian, dan beberapa pramuniaga di pusat perbelanjaan,” kata dia.
Di pertelevisian, jelas Menag, pembawa acara akan diprioritaskan bagi
Begitu juga, para pramuniaga di pusat perbelanjaan. Mereka, kata Menag, sangat jarang terlihat megngunakan jilbab karena memang aturan perusahaan diuat seperti itu.
"Alih-alih memakai jilbab, mereka malah disuruh pakai baju Sinterklas (Santa Claus)," keluhnya.
“Kalau mereka tidak memakai, malah bisa dipecat.”
Contoh lain upaya pendangkalan akidah, menurut Suryadharma, terjadi di daerah. Pemerintah daerah (pemda) dilarang membiayai program agama di daerah, khususnya pada pendidikan agama.
Paradigma yang dibangun, urusan agama itu urusan negara, sedangkan pemda tidak mengurusi masalah agama dan pendidikan agama.
Sumber : http://www.suaranews.com/2013/12/pake-jilbab-dilarang-polwan-malah-boleh.html
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG --
Memakai jilbab bukanlah sekadar aksesoris atau simbol semata. Melainkan s...
Pelayan Kafe Berjilbab Diwajibkan Pakai Topi Sinterklas
Seperti yang terjadi di di sebuah kafe di Kawasan Klenteng Kota Padang, Sumatra Barat. Kafe yang bernama "Iko Gantinyo" sebenarnya di hari biasa tak berbeda dari kafe-kafe lainnya. Ketika Natal tiba, pemilik kafe mewajibkan seluruh pelayan-pelayannya memakai topi Sinterklas.
"Miris sekali. Kalau dia (pelayan kafe) tidak pakai jilbab mungkin tidak begitu terasa. Masalahnya, sudahlah pakai jilbab trus pakai kopiah santaclaus pula," tutur Hafiz, salah seorang warga Kota Padang yang kebetulan berbelanja di kafe tersebut.
Tentu hal ini menjadi miris, mengapa perayaan natal begitu semarak di negri yang berjulukan "Serambi Makkah" dengan filosofi 'Adat basandi Syara', Syara' basandi Kitabullah'nya. Apalagi kafe yang dimaksudkan Hafiz sangat dekat dengan Masjid Nurul Iman, salah satu masjid utama dan terbesar di Kota Padang.
Sumber : http://berita.plasa.msn.com/nasional/republika/pelayan-kafe-berjilbab-diwajibkan-pakai-topi-sinterklas
Langganan:
Postingan (Atom)
