-->
w
| Tentang | Ketentuan| Privacy & Policy | Disclaimer | | Alamat : Jalan Desa Harapan Sudirman No. 71A Duri Riau 28884 |
| ☎ Call / Chat Wa : 0853 6582 0822 | ✉ Email :admin@duririau.com |

Kami menjual Rumah Siap Huni, Kaplingan Strategis, juga menerima Borongan Bangunan




Harga Promo Khusus Member, Ayo bergabung, S & K Berlaku



Popular Post

Tampilkan postingan dengan label EXPLOITASI WANITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EXPLOITASI WANITA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Desember 2010

Skandal Seks Gereja Katolik

  
alt









Pantang Menikah Yes! 
Pelecehan Seksual Yes!!

Bulan Maret tahun ini energi Gereja Katolik Roma tersedot habis untuk mengatasi berbagai kasus skandal seksual yang dilakukan oleh para pastor , uskup dan biarawan terhadap anak-anak (pedofilia)  di berbagai negara: Irlandia, Amerika Serikat, Jerman, Austria, Belanda, Denmark, Swiss, dll.

Sedemikian maraknya skandal seksual di gereja Katolik, sampai-sampai pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Benediktus XVI menerbitkan surat Pastoral, Jumat (19/3/2010) sebanyak 18 lembar. Paus menganggap kasus tersebut sebagai kejahatan yang serius.

Bahkan Kanselir Jerman Angela Merkel mengeluarkan statemen saat berpidato di parlemen, Rabu (17/3/2010), mengecam pelecehan seksual di Gereja Katolik terhadap anak-anak sebagai kejahatan yang keji. Merkel bahkan menyebut Gereja sedang berada di jantung skandal.

Maraknya pelecehan seksual di gereja Katolik adalah fenomena yang unik tapi menarik. Di gereja yang menerapkan doktrin Selibat Suci, yaitu hidup tidak kawin (membujang) sepanjang hayat bagi para imam, diakon dan biarawati. Dampaknya, banyak pelaku selibat yang terjatuh dalam dosa zina di lingkungan gereja yang digembalakannya. Padahal, tujuan selibat adalah untuk lebih mencintai Tuhan dengan lebih bebas:
 “Dan para imam, diakon dan biarawati-biarawati ingin mengembangkan kodrat terdalam dengan tidak menikah agar mereka bisa mencintai Allah dan sesama dengan lebih bebas…” (Dr H Pidyarto O.Carm, Mempertanggungjawabkan Iman Katolik, buku kedua hlm. 10).

Meski terbukti kegagalan dan kerusakannya, anehnya pihak Katolik masih membanggakan doktrin Selibat. Bahkan Komisi Hubungan Antar Agama Dan Kepercayaan (HAK) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menjustifikasi doktrin Selibat dengan menyelewengkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Dalam buku Beberapa Contoh Dialog Agama, Komisi HAK KWI menyebutkan bahwa dalam Al-Qur’an sudah dikenal adanya hidup Selibat, yaitu dalam surat Al-Anbiya’ 91, Ali Imran 39, dan Al-Ma’idah 82. Demikian kutipannya:

“...Dalam Islam pun hidup Selibat dikenal. Al-Qur'an membicarakan dengan penuh hormat Bunda Maria, Perawan Utama. Surat 21:91: “Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)-nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.”

Yohanes Pemandi (Nabi Yahya, pen.) dipuji sebagai seorang “hasur,” yang artinya seorang yang dapat menahan hawa nafsu (surat 3:39)..” (hlm. 9).

Meski dipoles sedemikian rupa, kebatilan doktrin Selibat tidak akan bisa disembunyikan. Semakin banyak ayat Al-Qur'an dan nabi-nabi yang diperalat untuk alat pembenaran, maka kebatilan doktrin Selibat justru semakin terang benderang.

Secara tegas Islam mengharamkan hidup selibat (pantang kawin), karena Allah SWT melarang keras perbuatan tersebut: “...Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya....” (Qs. Al-Hadid 27).

Ayat ini secara lantang menolak doktrin pantang kawin untuk beribadah kepada Tuhan, karena selibat (tabatthul/rahbaniyah) adalah doktrin yang mengada-ada dan tidak pernah diperintahkan oleh Allah SWT.
Karenanya, tak seorang nabi pun yang menganut ideologi Selibat (pantang menikah), sesuai dengan firman-Nya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan” (Qs Ar-Ra’du 38).

Membenarkan Selibat dengan mengklaim Nabi Yahya AS sebagai seorang peselibat berdasarkan Al-Qur'an surat Ali Imran 39 adalah kekeliruan yang besar. Karena makna “hashur” yang disandang Nabi Yahya dalam ayat tersebut berarti dapat menahan hawa nafsu, bukan pantang menikah atau berselibat. Jika sampai akhir hayatnya Nabi Yahya tidak pernah menikah, bukan berarti beliau itu seorang yang Selibat, tapi karena beliau meninggal terbunuh ketika belum pernah menikah.

Argumen KWI yang sangat menggelikan adalah klaim keabsahan Selibat sesuai dengan sunnah Maryam, ibunda Nabi Isa AS. Menurut KWI, Bunda Maryam adalah wanita yang melakukan Selibat, sesuai dengan surat Al-Anbiya 91. Ayat yang menyatakan Bunda Maryam sebagai wanita yang memelihara kehormatannya (ahshanat farjaha) ini, sama sekali tidak ada kaitannya dengan doktrin Selibat Katolik.

Argumen KWI yang mencari-cari pembenaran dari Bunda Maryam dalam Al-Qur'an ini sangat memalukan. Karena dalam Alkitab (Bibel) sendiri, disebutkan bahwa Maryam (Maria) bukan seorang peselibat. Secara kasat mata saja, Romo Pastur dan Kardinal di KWI bisa  membaca bahwa Bunda Maria diperistri Yusuf (Matius 1:24-25) sampai beranak-pinak, sehingga Yesus memiliki saudara seibu, antara lain: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas (Injil Matius 13:55, Markus 3:31). Dengan status sebagai seorang istri dari pria bernama Yusuf dan ibu dari empat orang anak, maka julukan “perawan” dan “peselibat” kepada Bunda Maria adalah sebuah penghinaan, baik kepada Bunda Maryam maupun kepada kitab suci.

Doktrin Selibat Katolik Menentang Bibel
Tak ada manfaatnya jika KWI memelintir ayat-ayat Al-Qur'an untuk mendukung doktrin Selibat, sebab di internal Kristen sendiri, doktrin ini tidak laku, karena mendapat tentangan dari pihak Protestan.

Kalangan Protestan tidak sepakat dengan doktrin Selibat, menilai bahwa gereja Katolik Roma bertindak terlalu jauh dengan melarang para imam untuk menikah. Larangan ini bertentangan dengan ajaran Alkitab. Peraturan Selibat telah menyingkirkan hal-hal yang baik dari gereja dan gembala-gembala yang sehat, dan mengakibatkan banyak imam jatuh ke dalam dosa. Bukankah Paulus menyebutkan bahwa uskup adalah suami dari satu istri (1Tim. 3:2; Tit. 1:6)? Jadi jelaslah bahwa peraturan Selibat merupakan kesalahan manusia yang melarang apa yang tidak dilarang oleh Tuhan. Alkitab (Kristus) sendiri sangat menghargai pernikahan, sehingga dijadikan sebagai gambaran hubungan Kristus dan jemaat (Ef. 5:23-24,32). (John Calvin, Institutes of the Christian Religion, IV.12).

Menurut Bibel, doktrin Selibat juga tidak sejalan dengan tujuan penciptaan manusia, di mana Allah memerintahkan supaya pria dan wanita bersatu dan beranak-cucu.

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi” (Kejadian 1:27-28).

Doktrin Selibat semakin tidak relevan dengan tradisi menikah, poligami dan beranak cucu yang dilakukan oleh para nabi dalam Bibel:

1.    Salomo (Nabi Sulaiman) adalah orang benar yang sebelum kelahirannya telah dinubuatkan Tuhan sebagai orang yang menjunjung tinggi kemuliaan Tuhan, hingga Tuhan mencintainya dan memberi gelar “anak Tuhan” yang bermakna “hamba Tuhan” (1 Tawarikh 22:9-10). Tapi untuk menjadi manusia yang taat dia tidak berselibat, melainkan juga menikahi wanita, bahkan ia mengoleksi 1.000 istri yang terdiri dari 700 istri nikah resmi dan 300 gundik nikah sirri (1 Raja-raja 11:1-8).

2.    Nabi Yakub, menjadi orang yang diberkati Tuhan, sukses berada dalam Kerajaan Sorga (Kerajaan Allah) bersama dengan Abraham, Ishak dan semua nabi Allah (Matius 8:11, Lukas 13:28), juga bukan karena berselibat. Yakub  menikah bahkan berpoligami dengan empat istri: Lea, Rahel, Bilha dan Zilpa (Kejadian 29:16-32 sd 30:25).

3.    Nabi Nuh sukses menjadi teladan umat, orang yang benar tak bercela dan shaleh di hadapan Tuhan (Kejadian 6:9), meski ia tidak berselibat. Nuh hidup menikah dan setelah berumur lima ratus tahun, ia dikaruniai empat orang anak yaitu: Sem, Ham dan Yafet (Kejadian 5:32).

4.    Nabi Musa juga menikah menurunkan dua orang anak yaitu: Gersom dan Eliezer (I Tawarikh 23:14-15). Nabi Harun juga mencintai Eliseba dan menikahinya hingga melahirkan empat orang anak: Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar (Keluaran 6:22-23).

5.    Paus pertama adalah Santo Petrus. Dialah peletak batu Tahta Suci Vatikan pertama, sehingga namanya diabadikan dalam nama Basilika Santo Petrus. Dalam Bibel ia disebut Simon Petrus, murid Yesus (Matius 10:2). Umat Katolik menyebut Petrus sebagai Paus pertama karena dalam Bibel, Yesus telah mendasarkan gerejanya kepada Petrus sebagai “batu karang” (Matius 16:18).

Selain itu, Yesus juga memberikan kepercayaan kepada Petrus sebagai wakil Yesus dan pimpinan atas seluruh kawanan yaitu gereja (Yohanes 21:15-17). Ternyata Paus pertama ini tidak hidup Selibat, melainkan menikah dan memiliki keturunan. Injil menyebutkan fakta bahwa Paus pertama ini memiliki seorang istri ketika Yesus menemuinya (Matius 19:27-29, Lukas 18:28-30).

Tangkap dan Adili Paus Benediktus! (Soal Skandal Seks Gereja Katolik)

Terkait maraknya skandal seksual di Gereja Katolik, seorang ilmuwan, penulis dan aktivis anti-agama asal Inggris, Richard Dawkins akan berupaya melakukan penangkapan terhadap Paus Benekdiktus XVI, ketika Paus berkunjung ke Inggris tanggal 16-19 September 2010 mendatang.
Penangkapan dimaksudkan agar Paus bisa menghadapi pertanyaan-pertanyaan mengenai skandal pelecehan anak di gereja Katolik. Ide gila ini dikemukakan hari Ahad (11/4) waktu setempat.

Untuk itu, Dawkins meminta pengacara hak asasi manusia mengkaji apakah tuntutan bisa diajukan terhadap Paus.
Sesuai jadwal, kunjungan paus selama empat hari sejak 16 September 2010 itu akan menjadi lawatan pertama Paus sejak kunjungan pastoral Paus Yohanes Paulus II tahun 1982 dan merupakan kunjungan resmi pertama Paus ke Inggris.
Dawkins dan wartawan Inggris, Christopher Hitchens, menugasi pengacara Geoffrey Robertson dan Mark Stephens untuk menjajaki cara-cara melakukan tindakan hukum terhadap Paus.
… ada tiga pendekatan yang memungkinkan tindakan hukuman terhadap Paus: pengaduan ke Pengadilan Kejahatan Internasional di Belanda, penuntutan pribadi atau umum “atas kejahatan kemanusiaan”, atau kasus sipil…
Dalam pernyataan e-mail kepada media, Stephens mengatakan, ada tiga pendekatan yang memungkinkan tindakan hukuman terhadap Paus: pengaduan ke Pengadilan Kejahatan Internasional di Belanda, penuntutan pribadi atau umum “atas kejahatan kemanusiaan”, atau kasus sipil.
Mereka akan berargumentasi bahwa Paus tidak memiliki kekebalan diplomatik dari penuntutan selaku kepala negara karena Vatikan memiliki “status pengamat permanen” di PBB, tidak memiliki keanggotaan penuh atau hak suara.
Dawkins, penulis “The God Delusion” dan “The Selfish Gene”, mengatakan kepada surat kabar Sunday Times, ia mencurigai kasus pelecehan anak yang dilakukan oleh anggota-anggota gereja telah ditutup-tutupi.
Hitchens, yang menerbitkan sebuah buku tahun 2007 berjudul “God Is Not Great: The Case Against Religion”, mengatakan, “Orang ini (Paus) tidak berada di atas atau di luar hukum. Tindakan kelembagaan menutup-nutupi pelecehan anak merupakan kejahatan menurut hukum.”
Pengecam menuduh Benediktus lalai menangani kasus-kasus pelecehan dalam peran sebelumnya selaku kardinal di negara asalnya, Jerman, dan di Roma.
Akhir-akhir ini Gereja Katolik di seluruh dunia dihantui wabah pelecehan seksual terhadap anak-anak (pedofilia) yang dilakukan oleh para pastor, uskup dan biarawan di Irlandia, Jerman, Austria, Belanda, Denmark, Swiss, Amerika Serikat, dll.
Meski Vatikan selalu menolak klaim bahwa Paus menutup-nutupi pelecehan yang dilakukan para pastor, akhirnya, Paus Benediktus XVI menulis menerbitkan Surat Pastoral, Jumat (19/3/2010) yang menyesalkan dan mengecam para pastor dan uskup pedofil di Irlandia. Dalam surat sebanyak 18 lembar tersebut, Paus menganggap kasus tersebut sebagai kejahatan yang serius.

Senin, 13 Desember 2010

PUTRI INDONESIA, DULU DILARANG SEKARANG JADI BISNIS.. APA KATA BERITA INDONESIA

contes
GAMBAR Pemenang Kontes Anjing,

TAK ADA BEDA DENGAN KONTES PUTRI 

INDONESIA...
Kenapa ? 

karena Hewan ngak berpakaian, bertelanjang, 

tanpa busana, tanpa kepribadian,
maka tak ada beda.. diajang tsb Para Wanita 

tanpa " malu " akan seperti kontestan Anjing

 

Larangan kontes ratu kecantikan tahun 1984 dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiman Djojonegoro. Anehnya, di masa setelah jatuhnya Orde Baru, mantan menteri ini justru menjadi pelopor kontes ratu kecantikan yang merusak moral dengan menggelar buka-bukaan aurat wanita sehingga dikecam oleh para tokoh Islam.
Kontes ratu kecantikan di Indonesia dimotori oleh Yayasan Puteri Indonesia sejak tahun 1990-an (setelah berakhirnya Orde Baru) dengan ketua umumnya, Prof. Dr. Dipl. Ing. Wardiman Djojonegoro
Wardiman Djojonegoro (lahir di Pamekasan, Jawa Timur, 22 Juni 1934; umur 75 tahun) adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1993 hingga tahun 1998 di bawah pemerintahan Presiden Soeharto dalam Kabinet Pembangunan VI. (http://id.wikipedia.org/wiki/Wardiman_Djojonegoro)
Tentunya Wardiman dalam memelopori pertunujukan umbar aurat wanita itu tidak sendirian. Yang mengagetkan, Yayasan yang bergerak di bidang pamer aurat wanita cantik yang dia pimpin itu dalam susunan Dewan Pengurus Yayasan Puteri Indonesia mencantumkan nama-nama yang selama ini dikenal berkiprah di Muhammadiyah, MUI, NU, dan lainnya, di antaranya adalah:
PENASIHAT
Ibu Khofifah Indar Parawansa
Ibu Dewi Motik Pramono
Bapak Karni Ilyas
Bapak Din Syamsudin
(http://www.puteri-indonesia.com/new/our/)
Memalukan
Para tokoh pemuda dan mahasiswa prihatin adanya kontes ratu kecantikan, dan lebih merasa malu lagi ketika Indonesia mengirimkan wanita untuk ikut kontes ratu-ratuan sejagat, ternyata pakai bikini. Para tokoh pemuda dan mahasiswa tidak rela generasinya dirusak moralnya oleh orang-orang yang memegang kekuasaan ataupun berpengaruh.
Yang lebih memalukan lagi, sikap plintat-plintut yang nyata justru dilakukan oleh orang yang dulunya pernah jadi menteri dan mengeluarkan larangan kontes ratu-ratuan itu. Di zaman Orde Baru yang sering dikecam sebagai orde yang buruk saja dia mengeluarkan keputusan melarang kontes ratu-ratuan, tetapi di zaman kini justru bekas menteri itu jadi ketua umum dari yayasan penyelenggara ratu-ratuan di Indonesia.
Pantas ditengok kembali, seperti dikemukakan Mien Sughandi, Keputusan Pemerintah yang dikeluarkan Mendikbud no 237/U/84 khususnya pasal 4 dan 6 yang melarang kegiatan kontes ratu kecantikan. Mendikbud Wardiman Joyonegoro saat itu bahkan merasa perlu berkonsultasi dengan lima departemen seperti Menneg UPW, Menteri Agama dan Menteri Pariwisata sebelum mengeluarkan larangan tersebut.

Ironisnya, Wardiman sekarang justru menjabat sebagai Ketua Yayasan Putri Indonesia yang notabene pemilik dari franchise Miss Universe. Sebelumnya Ketua Yayasan Putri Indoensia dipegang oleh BRAy Mooryati Soedibyo. (Gatra.com, 29 Maret 2005 16:30)
Di antara kilah penyelenggara umbar aurat wanita itu adalah untuk mengenalkan Indonesia di dunia internasional. Kilah itu mestinya cukup mereka telan, karena sampai sekarang, entah berapa kali mereka mengirimkan wanita ke tingkat internasional, ternyata wanita-wanita luar negeri yang ikut kontes ratu-ratuan sejagat itu tetap belum kenal Indonesia juga. Mereka juga tetap tidak tahu, Indonesia itu negeri yang letaknya di mana ya?
Lagi pula, apa hebatnya kalau orang luar negeri kenal Indonesia lantaran adanya wanita yang diikut sertakan pamer umbar aurat dalam kontes ratu-ratuan itu? Orang primitive yang belum kenal menutup aurat barangkali lebih terhormat.

Sikap pemerintah dalam hal kontes kecantikan sekarang ini jauh lebih buruk dibanding masa lalu. Kalau di masa lalu di dalam negeri saja dilarang diselenggarakan, kini justru dibesar-besarkan, dan kemudian dikirimkan ke tingkat dunia, malahan di sana pakai bikini. Sedang pelopor perusakan moral bangsa dan generasi muda itu justru orang yang dulunya jadi menteri pendidikan dan mengeluarkan keputusan yang melarang kontes ratu kecantikan itu. Kalau seperti itu, ibarat kuda yang menghela pedati, berarti tergantung kusirnya. Di kala kusirnya hati-hati maka tidak akan menerjang jalan-jalan yang terlarang. Sebaliknya ketika kuda itu kusirnya ceroboh maka jalan-jalan terlarang pun diterjang.
Itulah kondisi rusak di negeri ini. Apakah untuk itu para pejuang kemerdekaan sampai memekikkan Allahu Akbar dan berani menumpahkan darah demi mengusir penjajah? Sebagai orang Muslim selaku penduduk mayoritas negeri ini perlu merujuk kepada ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau telah memperingatkan dalam haditsnya:
وَرَدَ فِي حَدِيث سَمُرَة عِنْدَ الطَّبَرَانِيِّ , وَحَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة ” ( فتح الباري).
Telah datang dalam Hadits Samurah menurut At-Thabrani, dan Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. (Hadits dikeluarkan oleh Ahmad, Abu Ya’la, Al-Bazzar, dan sanadnya jayyid/ baik). Dan hadits seperti itu oleh Ibnu Majah dari Hadits Abi Hurairah, di dalamnya ada:
” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة ”
Nabi Shallallahu alaihi wasallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan umum. (hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84, shahih menurut Adz-Dzahabi dalam Talkhish ).
Dalam kenyataan, pengkhianat diberi amanat kemudian mengadakan perusakan, dalam hal ini perusakan moral dengan menyelenggarakan kontes ratu kecantikan untuk menggelar dan memamerkan aurat para wanita cantik. Seandainya kondisi manusia yang memegang kekuasaan masih ada sedikit malunya (malu itu adalah bagian dari iman, menurut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), maka segera lah perusak itu dicegah dan dilarang. Tetapi bukan itu tampaknya jalur yang ditempuh. Justru didukung. Sehingga pengkhianat itu tidak merasa sebagai pengkhianat, karena merasa mendapatkan dukungan dari para pengkhianat lain yang bahkan masih duduk dalam kursi kekuasaan.
Pemandangan aneh ini bukan cerita seribu satu malam alias khayalan, tetapi kenyataan. Di saat manusia sudah rusak dan tidak tahu malu, kadang cerita fiksi khayalan justru kalah seru dibanding kenyataan yang betul-betul dilakoni orang.
Untuk meruntut masalah kontes ratu kecantikan yang mengumbar aurat demi syahwat dengan aneka dalih itu, mari kita simak berita-berita berikut ini:
Ratu Kecantikan
Mien Sugandhi Kecam Eksploitasi Tubuh Perempuan
Jakarta, 29 Maret 2005 16:30
Mantan Menteri Negara Urusan Peranan Wanita (UPW) Mien Sugandhi dan sejumlah aktivis perempuan mengecam kegiatan kontes ratu kecantikan yang terlalu banyak menampilkan kemolekan tubuh perempuan, ketimbang memunculkan kiprah kegiatan dan pola pikir wanita.
“Kalau terlalu banyak menonjolkan tubuh perempuan, apa itu bukannya eksploitasi terhadap tubuh perempuan,” kata Mien Sugandhi di Jakarta, Selasa, berkaitan dengan maraknya kontes ratu kecantikan di Tanah Air.
Menurut Mien Sugandhi, kegiatan kontes ratu kecantikan justru membuat perempuan Indonesia menjadi tidak merdeka terhadap keberadaannya sendiri, karena dikhawatirkan mendorong pola pikir hanya untuk menonjolkan kemolekan tubuhnya semata.
Mantan Ketua Umum ormas MKGR itu menilai, kegitan tersebut merendahkan martabat perempuan Indonesia bahkan sebetulnya bertentangan dengan nilai-nilai budaya Indonesia dan agama Islam.
Lebih jauh ia menentang pengiriman perwakilan Indonesia ke arena ratu kecantikan yang terlalu menonjolkan keindahan tubuh semata seperti arena Miss Universe (Ratu Sejagat), karena dalam prosesnya tubuh wanita menjadi penilaian publik.
Sementara itu politisi perempuan dari Partai Persatuan pembangunan Aisyah Amini bernada serupa, keberatan dengan kontes-kontes kecantikan. Ia berpandangan, semestinya yang ditonjolkan adalah pola pikir dan kegiatan perjuangan perempuan Indonesia dalam menuntut persamaan haknya.
Menurutnya, kontes kecantikan dan mempertontonkannya di depan publik serta disebarkan secara luas oleh media bukannya seperti pengukuhan akan posisi perempuan Indonesia yang hanya menjadi objek semata dari hegemoni kaum laki-laki. Itu sama saja tidak menghargai kemampuan perempuan Indonesia yang sesungguhnya.
“Kegiatan itu membuat perempuan Indonesia mudah diperalat untuk tampil cantik tanpa melihat isi otaknya,” katanya.
Tidak punya identitas
Di tempat terpisah Ketua II Partai Rakyat Demokratik, Vivi Widyawati, dengan nada keras mengatakan, kontes kecatikan merupakan salah satu alat yang menjadikan perempuan sebagai komoditas dari industri kosmetika.
“Kontes-kontes kecantikan itu membuat perempuan tidak punya identitas sendiri karena ditentukan oleh publik, bahwa perempuan yang cantik itu seperti ini. bagaiman tidak menjadi ajang komoditas, karena yang dinilai tubuhnya, kepintaran hanya polesan semata,” ujarnya.
Ia juga mengemukakan, kegiatan tersebut menjadikan perempuan tidak memiliki otoritas terhadap tubuhnya, karena tidak sesuai dengan `mainstream` industri komestik. Otak perempuan menjadi tidak penting. Perempuan menjadi obyek yang dinilai seenaknya oleh publik.
“Kalau mau dikaji mendalam, kontes kecantikan tidak mendidik bagi kaum muda. Padahal perempuan muda semestinya dipaksa kreatif. Bukan dengan kontes kecantikan. Perempuan menjadi terpenjara oleh penilaian publik yang kapitalis,” ujarnya,.
Sambil berkelakar dia menyatakan bahwa kontes kecantikan bisa jadi solusi ketika pemerintah tidak mampu memberikan pekerjaan bagi rakyatnya, yang sebagian besar saat ini adalah perempuan.
Ketiganya menyatakan perlunya pemerintah mempertahankan kebijakan yang sudah berlaku yaitu melarang kontes kecantikan yang hanya “menonjolkan hal-hal seksi” semata.
Mien Sugandhi bahkan merujuk pada Keputusan Pemerintah yang dikeluarkan Mendikbud no 237/U/84 khususnya pasal 4 dan 6 yang melarang kegiatan tersebut. Mendikbud Wardiman Joyonegoro saat itu bahkan merasa perlu berkonsultasi dengan lima departemen seperti Menneg UPW, Menteri Agama dan Menteri Pariwisata sebelum mengeluarkan larangan tersebut.
Ironisnya, Wardiman sekarang justru menjabat sebagai Ketua Yayasan Putri Indonesia yang notabene pemilik dari franchise Miss Universe. Sebelumnya Ketua Yayasan Putri Indoensia dipegang oleh BRAy Mooryati Soedibyo.
Mooryati Soedibyo sendiri nampaknya tetap “ngotot” membela kegiatan Miss Universe di Indonesia. Menurut Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jakarta periode 2004-2009 itu, pemerintah tidak perlu memiliki pola pikir seperti di zaman Orde Baru yang menentang kontes Ratu Sejagat.[TMA, Ant]
Meskipun kontes ratu kecantikan sudah diprotes sejak lama, namun justru wardiman dan konco-konconya semakin berani untuk menampilkan wanita, bahkan pakai bikini di tingkat internasional. Para pemuda pun menyampaikan keprihatinannya sebegai berikut:
Kamis, 20/08/2009 12:11 WIB
FSLDK Prihatin Putri Indonesia Pakai Bikini
Pengirim: Fanni Okviasanti - detikSurabaya

Surabaya - Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) menyesalkan pemberitaan mengenai perwakilan Indonesia Zivanna Letisha dalam ajang Miss Universe yang menggunakan swim suit. Yang disesalkan tidak ada satupun yang mengecam pemberitaan itu.
Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta menyatakan bahwa sesi pemakaian swim suit dalam ajang Miss Universe hanya bagian kecil dari rangkaian kontes ratu sejagat yang diselenggarakan di Kepulauan Bahama itu. Ketua Jaringan Muslimah Nasional FSLDK Fanni Okviasanti mengatakan seharusnya nuansa kemerdekaan dan hal-hal yang bisa membangkitkan kembali kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang diberitakan.
“Merdeka bukan berarti hanya bebas dari belenggu penjajah, tapi juga bebas dari segala infiltrasi pemikiran-pemikiran asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa,” tandasnya dalam rilis yang dikirim ke detiksurabaya.com, Kamis (20/8/2009).
Fanni menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia di ajang Miss Universe bukanlah satu-satunya jalan untuk membuat bangga sebagai bangsa. Apalagi hal tersebut dapat menurunkan kehormatan perempuan.
“Bangsa kita dulu dihormati dan memiliki bargaining position yang penting di dunia internasional karena keluhuran budi. Bukan dengan keikutsertaan dalam ajang internasional yang kontroversial dan memuat unsur yang keluar dari kepribadian luhur bangsa Indonesia,” kata dia.
Sebentar lagi umat Islam menunaikan ibadah puasa dia mengimbau kepada media untuk tidak memajang pemberitaan Miss Universe dengan memasang foto-foto dalam busana swim suit.
“Kami menghormati kebebasan pers untuk membuat pemberitaan tentang apapun. Jika memang ingin memuat pemberitaan tentang Miss Universe, ekspose hal positif dari ajang itu,” imbuhnya.
Dia juga meminta pemerintah tegas dalam regulasi pelaksanaan UU Pornoaksi dan Pornografi berhubungan dengan pemberitaan Miss Universe yang mengenakan swimsuit.
“Kami mengharapkan pemerintah dan pihak-pihak terkait lebih tegas dalam tindak hukum dan pelaksanaan UU Pornoaksi dan Pornografi,” pungkasnya. (fanni_kaoru@yahoo.co.id)(wln/wln)
sumber:
http://surabaya.detik.com/read/2009/08/20/121144/1186276/468/fsldk-prihatin-putri-indonesia-pakai-bikini

Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin, tercantum sebagai penasehat Yayasan Putri Indonesia, penyelenggara kontes ratu kecantikan, dan juga pengirim ke tingkat sejagat. Sementara itu para pemuda Muhammadiyah prihatin. Beritanya sebagai berikut:

Pemuda Muhammadiyah Prihatin Bikini Putri Indonesia

21 Agustus 2009 | 13:21 wib | Nasional

Medan, CyberNews. Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan prihatin atas penampilan Putri Indonesia, Zivanna Letisha Siregar dengan pakaian bikini di ajang Miss Universe.
Bikini Putri Indonesia itu jauh dari nilai budaya dan tidak mencerminkan kepribadian Bangsa Indonesia, kata Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut, Anang Anas Azhar didampingi Sekretaris, Hasat Efendi Samosir,kepada ANTARA di Medan, Jumat.
Menurut dia, Putri Indonesia harusnya bisa menampilkan kreasi yang lebih menonjolkan cita rasa budaya dan nilai-nilai kepribadian masyarakat Indonesia. Itu akan jauh lebih terhormat ketimbang ikut budaya dan nilai budaya luar.
Masyarakat Internasional lanjut Anang, akan cukup memahami jika Putri Indonesia tidak mengenakan bikini. Bisa jadi Putri Indonesia lebih mencuri perhatian karena mampu menunjukkan identitas dan kepribadian Bangsa Indonesia sesungguhnya.
Pemuda Muhammadiyah Sumut jelas dia, juga menyesalkan siaran televisi yang menyajikan secara vulgar, penampilan Putri Indonesia dengan bikininya saat melenggok di depan juri Miss Universe. Tayangan itu merupakan pendidikan yang buruk bagi remaja dan generasi muda umumnya.

Harusnya siaran berita bikini Putri Indonesia itu tidak ditayangkan setiap saat sehingga memungkinkan ditonton semua kalangan. Pengelola televisi diharapkan lebih arif dan selektif sehingga tayangan yang seharusnya hanya untuk konsumsi dewasa tidak dinikmati anak-anak dan remaja, katanya.
Untuk ke depan, Pemuda Muhammadiyah Sumut berharap, pemerintah lebih selektif saat mengirimkan utusan ke kegiatan pemilihan ratu sejagad. Putri Indonesia jangan lagi tampil berbikini, tapi pakaian yang benar-benar sesuai dengan kepribadian dan nilai-nilai masyarakat Indonesia.
Menurut Anang, pengiriman Putri Indonesia ke ajang Miss Universe harus benar-benar dikembalikan kepada tujuannya untuk mempromosikan dan memperkenalkan kekayaan budaya dan nilai-nilai masyarakat Indonesia. Bangsa Indonesia harus percaya diri menunjukkan kekayaan dan keragaman budaya yang dimilikinya.
Tapi yang jelas, bikini bukan bagian dari kekayaan budaya bahkan bertentangan dengan nilai adat dan sopan santun masyarakat Timur, katanya.
Sebelumnya, pengamat sosial di Medan, Arifin Siregar mengatakan, wajar terjadi kontroversi di tengah masyarakat karena tidak semua menerima nilai-nilai Barat.
Untuk itu menurut dia, pemerintah harus mengkaji ulang tujuan pengiriman Putri Indonesia ke ajang ratu sejagad. Kalau tetap ngotot mengirimkan utusan ke ajang Miss Universe, harusnya dijelaskan kepada masyarakat sehingga tak mengundang kontroversi, katanya.
( Ant / CN13 )

Pemerintah Lebih Mendukung Suara Pro Miss Universe

Saturday, 29 August 2009 11:20
Pemerintah beralasan, pengiriman Miss Universe dinilai bermanfaat mempromosikan pariwisata dan kebudayaan
Hidayatullah.com—Diamnya pemerintah terhadap polemik Miss Universe karena pemerintah lebih mendengar kelompok pro pengiriman Miss Universe. Pernyataan ini disampaikan Azimah Subagio, Ketua Masyarakat Tolak Pornografi (MTP).
Menurut Azimah, pemerintah beralasan, pengiriman Miss Universe dinilai bermanfaat sebagai tempat mempromosikan pariwisata dan kebudayaan. Itu sebabnya, meski kelompok yang kontra sering melayangkan surat keberatan dan demo di jalanan, tetap saja pemerintah mengizinkannya.
”Kelihatannya pemerintah lebih memperhatikan suara yang lebih banyak,” jelas perempuan mantan aktivis Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) ini.
Seharusnya, kata Azima, pemerintah harus melihat dari sisi mudaratnya. ”Saya kira Miss Universe lebih banyak membawa mudaratnya daripada manfaatnya,” tambah Azima.
Sementara itu, Nashrullah, Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PBPII), mengatakan, alasan yang menyebutkan Miss Universe bermanfaat sebagai wadah promosi pariwisata dan kebudayaan Indonesia, merupakan alasan yang mengada-ada.
Padahal, menurut Nashrullah, meski setiap tahunnya mengutus wakilnya, kondisi pariwisata Indonesia tetap terpuruk.
”Kalau tujuannya memang untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia, kenapa mesti ikut kontes macam begituan? Masih banyak jalan untuk meningkatkan pariwisata kita,” jelas Mahasiswa Psikologi Universitas Islam Azzahra, Jakarta ini.
Nashrullah menilai, tidak berkembangnya pariwisata disebabkan pada rawannya keamanan di Indonesia.
”Untuk itu perlu digencarkan iklan pariwisata dan perbaikan keamanan,” tambahnya.
Untuk keluar dari kemelut  seputar Miss Universe ini, PII, MTP,  dan ormas-ormas Islam lainnya, harus menempuh jalur lain. ”Intervensi kebijakan saya kira lebih efektif keluar dari persoalan pro-kontra ini,” usul Nashrullah.
Ia mengharapkan, ormas-ormas Islam intens melakukan audiensi ke parlemen dan pihak-pihak lain dalam membahas masalah ini.
Padahal, menurut Azimah, berbikini ala Miss Universe,  masuk kategori soft porn. ”Dalam UU Pornografi diatur masalah itu, tapi saat ini belum ada Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur lebih detil. Saya berharap segera diterbitkan PP,” harap Azimah.
Generasi muda yang secara fisik lebih dahsyat syahwatnya saja masih mampu berfikir untuk menjaga moral bangsa agar tidak rusak. Lha kok para seniornya yang mestinya sudah berkurang syahwatnya, dan sudah bau tanah (sebentar lagi mau mati, suatu ungkapan tak suka kepada orang berumur tua tetapi masih bertingkah atau berpikiran buruk) malah lebih bernafsu dalam merusak moral bangsa. Betapa murkanya Allah Subhanahu wa Ta’ala apabila mereka tidak menyadari dosa-dosanya dan kembali ke jalan yang diridhoi-Nya. (Redaksi nahimunkar.com).

Minggu, 12 Desember 2010

PEMILIHAN PUTRI ITU HANYA EXPLOITASI TUBUH WANITA

YAYASAN Puteri Indonesia bakal mengambil sikap positif bila Qory Sandioriva tidak menuai prestasi di malam puncak Miss Universe 2010. Mereka juga akan membuat strategi baru untuk sukses tahun depan. Apa itu?
“Setiap tahun kami mengirimkan wakil di ajang Miss Universe. Kami banyak mendapatkan pelajaran untuk bisa mencetak finalis yang sesuai standar internasional,” tutur Head of Communication Department Yayasan Puteri Indonesia Mega Angkasa yang dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Senin (23/8/2010).

Mega memastikan tahun ini YPI menerapkan tolak ukur untuk mencari calon Puteri Indonesia sesuai dengan standar Miss Universe.
“Secara fisik, sosok yang kami cari harus tinggi dan memiliki bobot proporsional.
Selain itu, dia juga memiliki kemampuan bahasa internasional yang baik dan benar,” tukas Mega.