
Merupakan
kewajiban seorang muslim untuk menasehati saudaranya…dan bukanlah
keharusan bahwa yang menasehati harus bersih dari segala dosa dan merasa
paling benar (sebagaimana yang dituduhkan), karena jika hal ini
merupakan persyaratan maka matilah dan terkuburlah syi'aar Nasehat, dan
sirnalah syi'aar An-Nahyu 'Anil Munkar.
Penulis tidak perlu
mengungkapkan seluruh isi hati dan perasaan penulis terhadap
saudara-saudaranya para kader PKS, akan tetapi cukuplah untuk diketahui
bahwa penulis –dahulu- termasuk orang yang menganjurkan untuk mencoblos
partai PK dalam kancah pemilu.
Akan tetapi tatkala melihat
kemungkaran-kemungkaran yang terus bermunculan tentang PKS tanpa ada
"pengingkaran" dari para pembesar PKS, bahkan seakan-akan yang naik ke
permukaan adalah "pembenaran" dan "pembanggaan" akan kemungkaran
tersebut, maka hal ini menjadikan penulis semakin bersedih melihat
saudara-saudaranya yang menggembar-gemborkan jihad membela syari'at
Islam, justru mem"foot note" kan syari'at Islam itu sendiri…?!
Karena
kemungkaran "yang dibanggakan" tersebut secara terang-terangan maka
penulis merasa bahwa nasehatpun yang disampaikan lebih cocok untuk
disampaikan terang-terangan agar yang telah terpedaya bisa segera
kembali membenahi diri menuju jalan kemuliaan.
Firasat "Mantan" Ulama PKSDR
Daud Rosyid berkata: "Sebenarnya ikhwah fillah, ana mencium perubahan
ini sudah sejak awal, pada waktu adanya mukernas di Depok, di mana
diundang berorasi bekas musuh kita — yang sudah meninggal — tokoh
sekuler di Indonesia. Antum masih ingat? Disuruh, diminta, dihormati,
diagungkan untuk berorasi. Saya tidak perlu sebut nama, karena antum
semua sudah tahu, betul ndak?
Pada waktu itu hari Jum’at. Ana gak
habis pikir, pusing kepala. Apa dasarnya ini orang diundang? Yang dulu
kita ludahi, yang dulu kita hujat sebagai tokoh sekuler, tiba-tiba
disambut, dihormati, diagungkan seperti guru. Laa hawla wala quwwata
illa billaah. Pada saat itu betul-betul ana, secara pribadi, hati ini
tersayat-sayat. Seperti meludah, dijilat kembali ludahnya.
Oleh
karena itu, pada saat itu, ana ingat kembali ini ceritanya. Begitu dia
naik, ana langsung keluar. Ditahanlah ana oleh tiga orang. “Ustadz,
ustadz, tunggu dulu, sebentar saja ustadz!”
“Oh tidak ada. Tidak pantas bagiku untuk menghormati, menghadapi muka orang yang dulu memusuhi Islam. “
Waktu
itu dia diagungkan, dijadikan rujukan sebagai bapak intelektual
Indonesia. Dan seperti orang yang mengilhami gerakannya yang disebut
dengan partai da’wah.
Dari situ saja, waktu itu, saya sudah mulai membayangkan, ini bagaimanapun ke depannya akan menjadi kelompok sekuler.
Sudah mulai hilang rambu-rambu yang dipelajari, al walaa-u lillaah.
Maka hari demi hari makin menunjukkan. Betul kata salah seorang ikhwah
kita di dalam forum SMS itu, hari-hari ini belakangan terus akan
memberitahukan kepada engkau, apa yang dulunya engkau tak tahu. Apa yang
dulunya masih tertutup rahasia, hari ke depan akan makin lama makin
tersingkap rahasia tabir-tabir yang dulu tersembunyi…."
Beliau juga berkata ; "
Sekarang
kita itu sudah mulai menyerempet-nyerempet ke syirik, betul tidak?
Mengakui nasionalisme yang dibuat oleh orang-orang nasionalis yang tidak
mengenal Allah, yang tidak bertauhid kepada Allah Ta’ala. Jadi kita
sudah mulai nyerempet ke situ. Yang tadinya faham tentang tauhid, yang
tadinya memusuhi syirik tapi sekarang sudah berubah. Bagaimana kita mau
mendapatkan kekuasaan dari Allah Ta’ala? Yakin ana gak
bakalan. Tidak bakal dikasih Allaah Ta’ala itu. Karena sudah dikatakan
demikian, “ya’buduunani la yusyrikuna bi syai-an”. Mereka menyembah Aku
dan tidak mensekutukan Aku dengan segala sesuatu apapun.
Oleh
karena itu, apapun namanya kita ini, mau jam’iyah mau jama’ah mau
hizbiyyah, tugas kita adalah mengajak orang untuk ‘ibadatillaahi wahdah.
Sekarang sesudah jadi
partai, berani gak mengajak orang ke tauhid? Berani gak mengajak orang
supaya menyembah Allah? Tidak berani. Sesudah jadi partai akan berbicara
dengan bahasa-bahasa politik.Dipikir mereka,
mereka akan bisa diberikan Allah kekuasaan. Oh tidak. Jadi selama kita
tidak menempuh jalur, manhaj, cara, thariiqah yang dilakukan oleh para
pendahulu kita dari ummat ini, maka Allah tidak akan kasih. Kalaupun
dikasihNya nanti, ya kekuasaan yang akhirnya menghancurkan kita. Ada
yang mau? Saya yakin semua kita tidak akan mau.
Gara-gara
kekuasaan iman kita tergadai. Gara-gara kekuasaan aqidah kita larut.
Gara-gara kekuasaan yang haram menjadi halal. Tidak, lebih bagus kita tidak punya kekuasaan…"
Beliau
juga berkata : "Jadi oleh karenanya ikhwah fillah rahimakumullah,
biarpun sebagian saudara kita menuduh ini sebuah upaya untuk
menggembosi, kita katakan kepada mereka, tidak ada penggembosan. Yang
ada adalah penyadaran.
Ana,
antum semua, mari kita sama-sama menyadarkan saudara-saudara kita yang
sedang larut dengan dunia. Kembalilah wahai ikhwah ke jalan yang benar,
dan kami semuanya saudaramu. Tidak ada keinginan
diantara kami untuk memecah-belah dan untuk menimbulkan permusuhan.
Apabila kembali jama’ah ini kepada khithah yang aslinya, insyaAllah,
Allah akan memberikan kemenangan itu di luar yang kita perhitungkan"
(Silahkan lihat selengkapnya di
http://blognyaanjrah.blogspot.com/2013/02/nasehat-dr-daud-rasyid-ma-untuk-pks.html?m=1)
Kesimpulan nasehat DR Daud Rosyid sbb :
Pertama : PKS telah berubah dan keluar dari khittoh aslinya, keluar dari jalur yang seharusnya
Kedua : PKS telah meninggalkan dakwah tauhid
Ketiga : sebagian PKS tenggelam dengan dunia
Keempat : Gara-gara kekuasaan yang haram jadi halal
Kelima : PKS mulai menyerempet ke kesyirikan
Keenam : PKS akan menjadi kelompok sekuler
Berikut
ini daftar kesalahan yang menurut saya terlalu banyak yang menunjukkan
dan menguatkan pernyataan DR Daud Rosyid diatas. Penulis tidak sedang
menyebutkan kesalahan PKS yang sebenarnya tidak disetujui oleh PKS (maaf
seperti korupsi –karena PKS menyatakan memerangi korupsi dan
menjanjikan kepada rakyat pemerintahan yang bersih-, atau menonton video
yang tidak layak tatkala berjalannya sidang untuk kepentingan rakyat
-karena saya rasa semua umat islam, apalagi partai dakwah PKS, tentu
membenci akan hal ini). Akan tetapi kesalahan yang akan penulis sebutkan
adalah kesalahan yang disetujui bahkan dikampanyekan oleh PKS secara
resmi.
Kesalahan-kesalahan tersebut diantaranya sebagai berikut :Pertama : PKS telah berubah, bukan lagi partai Islam yang dulu tapi "Islam yang terbuka" yang membolehkan untuk ikut perayaan natal.
((Anis pun meyakinkan, saat ini
tak ada kader PKS yang resistan terhadap perubahan model PKS sebagai partai terbuka. Para kader yang non-Islam, lanjut Anis, dibiasakan untuk mengenalkan Islam yang terbuka.
Peneliti FISIP UI, Mahmud Syalton, sempat mempertanyakan metamorfosis PKS yang kini terbuka dan bahkan cenderung liberal. Dalam melihat sebuah negara ideal, kata Mahmud, PKS justru mengedepankan
konsep neoliberalisme yang diterapkan Amerika Serikat. Dia pun melihat sejumlah kader PKS yang tidak lagi anti terhadap perayaan agama di luar Islam.
Mahmud
menyebutkan, politisi PKS Fahri Hamzah kini sudah mulai mengucapkan
selamat Natal. Demikian juga dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan,
yang merupakan kader PKS yamg mulai tak canggung berfoto dalam perayaan
Natal)) lihat (
http://nasional.kompas.com/read/2014/01/07/1500469/Anis.Matta.Sejak.Jadi.Partai.Terbuka.Kader.PKS.Sempat.Galau)
Silahkan baca juga artikel berikut (
http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/05/pks-memang-bukan-wahabi.html)
Kedua : Pernyataan tegas dari pembesar PKS bahwa PKS tidak menghendaki Negara Islam
((SETELAH
sempat menggegerkan Umat Islam dengan menyebut konsep negara Islam
kampungan, kini Fahri Hamzah kembali membuat pernyataan kontroversial.
Dalam akun twitternya @fahrihamzah, Anggota DPR Komisi III tersebut
mengatakan bahwa tidak ada konsep negara agama.
“Saya tidak percaya negara agama. Agama tidak perlu negara. Tuhan tak perlu you!,” kicaunya. Politisi dari PKS ini pun mempersilahkan jika ada partai lain ingin membuat negara agama, tapi
tidak bagi partainya. “kalau partai2 lain mau bikin negara agama silahkan, kalau PKS saya jamin nggak..percaya saya deh,” tegasnya.
Bahkan
Fahri mengklaim Undang-undang Dasar 1945 Republik Indonesia sudah
sesuai dengan sunnah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam)) silahkan
lihat (
http://www.islampos.com/fahri-hamzah-saya-tidak-percaya-negara-agama-agama-tidak-perlu-negara-40422/)
Ketiga : Tidak perlu khawatir, karena PKS tidak berbasis syari'at Islam lagi dalam ADRT nya
((
JAKARTA — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan tidak akan mengusung Perda-perda berbasis syari’ah, karena tidak tercantum dalam anggaran rumah tangga partai. Hal itu ditegaskan calon Gubernur DKI Jakarta yang juga mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid saat berkunjung ke kantor
Tribunnews.com,
Jakarta, Rabu (18/4/2012). Hidayat berjanji, jika terpilih menjadi
orang nomor satu Ibu Kota, dirinya tidak akan menerapkan Peraturan
Daerah (Perda) berbasis Syariah.
“Perda Syariah itu memang juga
tidak ada. Anda boleh cek konteks kami di PKS, dalam anggaran rumah
tangga, kita tidak mengusung terminologi syariah, yang kita usung
Indonesia, yang sejahtera, dan itu semua yang menjadi common platform
bangsa,” ujarnya…
Ia juga menyinggung adanya kekhawatiran
beberapa golongan masyarakat Jakarta, terhadap dirinya yang berasal dari
sebuah partai yang bernafaskan Islam. Kekhawatiran itu adalah akan
adanya kebijakan diskriminatif yang dikeluarkan pihaknya jika nanti
duduk menjadi Gubernur DKI, terhadap masyarakat non-Islam.
Menurutnya kekhawatiran itu tidak beralasan,
walau ia mengaku berasal dari sebuah partai bernafaskan Islam, dirinya,
bersama dengan partainya kerap kali bekerja sama dengan organisasi
maupun tokoh-tokoh masyarakat yang berasal dari kalangan non-Islam)),
lihat selengkapnya di (
http://kabarnet.wordpress.com/2012/04/19/pks-tolak-perda-berbasis-syariah/)
Keempat : PKS tidak akan melarang miras, dan membiarkan Ahmadiah tetap eksis dan menolak aspirasi masyarakat tentang Ahmadiah
((HNW (Hidayat Nur Wahid) yang doktor di bidang aqidah dari Madinah itu, menjawab dengan sangat tegas,
bahwa
ia tidak akan menegakkan syariah Islam di Jakarta. HNW juga menegaskan
tidak akan melarang miras (minuman keras), serta membuat peraturan yang
akan melarang miras. Menurut HNW tidak boleh ada peraturan
daerah yang bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi, yaitu
UUD’45 dan Pancasila.
Mantan Presiden PKS dan Ketua MPR itu,
memberikan gambaran para kader PKS yang menjadi pejabat, tidak ada yang
melaksanakan syariah Islam dalam mengelola pemerintahannya.
HNW
mencontohkan seperti di Depok, di mana Walikota Depok, Dr.Nurmahmudi
Ismail, tetapi ia tidak menerapkan dan menegakkan syariah Islam di
wilayah itu.Memang,
tidak ada wacana menegakkan
syariah Islam, di mana kader PKS menjadi pejabat. Di Bekasi, Sa’duddin
saat menjadi bupati, atau Jawa Barat yang dipimpin kader PKS, Ahmad
Heriawan, tak pula ada wacana menegakkan syariah Islam. Di Padang,
Gubernur Sumatera Barat, Prof.Dr. Irwan Prayitno, dan Sumatera Utara,
Gubernur Gatot Pudjo, juga tidak ada wacana menegakkan syariah.
Di
Depok pun, Walikota Nurmahmudi Ismail, malah tak memenuhi aspirasi umat
Islam, yang menginginkan pembubaran Ahmadiyah. Ahmadiyah dibiarkan
eksis. Padahal tuntutan pembubaran Ahmadiyah itu sudah menjadi aspirasi
umat Islam di Depok. Sedihnya, Depok yang dipimpin kader
PKS itu, disebutkan berdasarkan survey dari KPK merupakan kota terkorup
nomor dua di seluruh Indonesia.
Sementara itu, menurut
HNW
yang melaksanakan perda-perda “syariah”, yang melarang minuman keras
dan pelacuran yang merupakan penyakit masyarakat itu, bukan dari kader
PKS. HNW menyebutkan seperti Walikota Tangerang Wahidin
Halim, Kabupaten Bandung, dan satu lagi kabupaten di luar Jawa. Inilah
yang dijelaskan oleh HNW, saat berlangsung acara di “Indonesia Lawyer
Club”, TV ONE.))
Kelima : PKS berusaha membela syi'ah
((Relokasi
pengungsi Syiah, Sampang, Madura, dari Gedung Olah Raga (GOR) Sampang
ke Rumah Susun (Rusun) Puspa Agro, Sidoarjo, masih terus mengundang
polemik. Demi kemanusiaan, sejumlah ormas Islam menyesalkan
“pengusiran” itu.
Tak ketinggalan, politisi Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, turut mendukung perjuangan warga Syiah
mendapatkan hak atas perlindungan. Fahri bahkan mengecam upaya
pengusiran warga Syiah Sampang.))Silahkan lihat (
http://www.itoday.co.id/politik/politisi-pks-bela-syiah-sampang)
Keenam : PKS Kediri dukung Ariel Luna jadi kader
((Majelis
Pertimbangan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Kediri Ahmad
Tsalis tak mempermasalahkan wacana bergabungnya Ariel dan Luna Maya
sebagai kader partai. Keduanya dianggap memiliki hak yang sama sebagai
warga negara.
Tsalis mengatakan peluang Ariel dan Luna Maya sebagai calon kader partai tidak berbeda di depan hukum.
Meski sedang terlilit persoalan moral melalui video mesum mereka, hingga kini polisi belum menetapkan mereka sebagai tersangka. “Selama tidak menabrak aturan partai silahkan saja bergabung,” kata Tsalis kepada Tempo, Senin (21/6)…))
Artis yang tertuduh ber"ZINA" seharusnya dicela bukan dijadikan kader HANYA demi SUARA !!
((Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kediri ini mengatakan
keberadaan figur artis dalam partai bisa mendongkrak perolehan suara)). Silahkan lihat di (http://www.tempo.co/read/news/2010/06/21/078257204/PKS-Kediri-Dukung-Ariel--Luna-Jadi-Kader)
Masyarakat seharusnya diajarkan akan buruknya "zina" bukan menjadikan tokoh yang tertuduh "zina" sebagai pendongkrak suara !!
Masalah
apakah sang tertuduh zina tersebut bertaubat atau tidak, itu urusan
lain, akan tetapi digembar-gemborkan untuk bergabung sebagai kader
PKS??!
Lagi pula jika Ariel Luna telah bertaubat, apakah figur artis adalah figur yang baik dan jadi panutan?
Ketujuh : Iklan kampanye PKS dangdutan dengan biduan wanita yang merdu
Silahkan lihat (http://www.youtube.com/watch?v=OnAVywi3vA0)
Dalam syari'at islam yang mana suara biduan wanita yang indah disertai musik menjadi halal??
Apakah
hanya demi memperbanyak suara wahai saudara-saudaraku para kader PKS?
(lihat
http://news.detik.com/read/2014/01/27/102210/2478881/10/ini-alasan-pks-jualan-dangdut-di-2014)
Demikian
juga iklan PKS (dangdutan) dengan menampilkan wanita tanpa jilbab,
silahkan lihat (https://www.youtube.com/watch?v=3rGyrvG2uV8)
Kedelapan : PKS takbir sebelum mulai musik rege untuk mengiringi joget yang syahdu
Silahkan lihat (http://www.youtube.com/watch?v=MX6A82nogvk&app=desktop)
Inikah partai yang akan mendatangkan kejayaan Islam di tanah air...
Dengan musik rege dan joget nan indah...?
Inilah keindahan partai yang menyebabkannya dicintai oleh non muslim?
Atau dicintai oleh semua kalangan...
Silahkan
lihat juga iklan PKS
(http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/03/05/mj6lhl-wow-kader-pks-joget-harlem-shake)
lihat juga di (http://www.youtube.com/watch?v=j6WNnvlNP_Y#t=38)
Kesembilan : PKS bangga dan terharu dicintai kaum non Muslim
((Anis melanjutkan kunjungan terakhir dia adalah di Ende, NTT. Saat itu Anis merasa terharu karena disambut pendeta di bandara.
"
Lebih mengharukan yang nyanyi mars PKS adalah
paduan suara dari gereja," kata dia.
Saat
berdiaog, kata dia, warga mengeluhkan soal distribusi yang sulit
diperoleh. Anis pun mengaku akan berupaya mewujudkan keinginan warga
setempat.)) silahkan lihat
(http://id.berita.yahoo.com/anis-matta-terharu-mars-pks-dinyanyikan-paduan-suara-122457965.html)
PKS
membanggakan kecintaan kaum non muslim kepada partai PKS. Yang menjadi
pertanyaan, kenapa kecintaan itu tumbuh setelah PKS ditinggal oleh para
pembesarnya?, setelah PKS menyatakan bahwa PKS adalah partai yang
terbuka?
Apakah kaum non muslim –sebagaimana pula para artis-
mencintai PKS karena diketahui memperjuangkan penegakan syari'at Islam?,
ataukah kecintaan tersebut karena mereka suka tatkala PKS tidak militan
lagi dan telah menjadi partai yang terbuka, yang mau ikut menyambut
hari natal??
Kesepuluh : Kehidupan yang Mewah dari sebagian pembesar PKS
((Para
pemimpin PKS, menurut pimpinan Ponpes Husnayain ini, harus belajar dari
jatuhnya Andalusia. Saat itu Andalusia dikelilingi oleh kemewahan.
Bahkan sisa-sisa kemewahan itu dapat terlihat hingga kini. Hal itu
sangat berbanding terbalik dengan fenomena di zaman Rasulullah SAW dan
Khulafaur Rasyidin. Meski Mesjid Nabawi tergolong sederhana, tapi
aktifitas keilmuan dan dakwah begitu massif terjadi. Jihad pun dimulai
dari masjid.
Ruh inilah yang harus diingat oleh PKS atas gaya
hidup mewah para petingginya. Maka PKS harus kembali kepada pola
kepemimpinan Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin yang tidak punya kantor,
karena kantornya adalah masjid. Tidak punya ruang pertemuan, karena
ruang pertemuannya adalah masjid. Tidak punya wisma, karena wismanya
adalah masjid)), silahkan lihat selengkapnya
(http://www.islampos.com/nasehat-tulus-kh-kholil-ridwan-atas-gaya-hidup-mewah-petinggi-pks-43047/)
Kesebelas : Pemimpin PKS sibuk tapi sempet nonton mission impossible seri 4, bahkan menganjurkan kader PKS ikut menonton
((Medan
- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Anis Matta punya
saran sederhana untuk mendongkrak semangat kadernya pasca kasus yang
menimpa pendahulunya, Luthfi Hasan Ishaaq. Para kader dimintanya
menonton film Mission Impossible 4.
Lho kok?
Tidak seri
film itu yang perlu ditonton, tetapi terkhusus sekuel Mission Impossible
4: Ghost Protocol. Para kader diminta mempelajari bagaimana sosok Ethan
Hunt yang diperankan Tom Cruise itu mengatasi persoalan yang ada dalam
menjalankan misinya.
"Saya menganjurkan kader-kader untuk
menonton. Bagaimana caranya Anda bekerja dalam situasi no plan, no back
up, no choice,” kata Anis Matta dalam jumpa pers dengan wartawan di
Hotel Santika Dyandra, Jl. Pengadilan, Medan, Selasa (5/2/2013), seusai
memberikan orasi dalam acara Konsolidasi Kader dan Temu Tokoh dengan
Presiden PKS)), silahkan lihat
(http://news.detik.com/read/2013/02/05/191530/2162045/10/anis-matta-minta-kader-pks-nonton-mission-impossible-4)
Penulis
rasa bahwa jika sang "Ketua" hobi nonton film-film amerika yang
spektakuler maka hobi tersebut tidak perlu dibanggakan, apalagi
dianjurkan hanya karena tokoh fiktif yang hebat dalam film tersebut…!!
Kedua belas : PKS cari suara NU dengan ikut tahlilan di makam sunan
((
TEMPO.CO, Semarang
: Dalam safari dakwahnya di Jawa Tengah, Anis Matta bersama jajaran
pengurus PKS melakukan ziarah ke makam Sunan Kalijaga dan tahlilan
bersama takmir Masjid Agung Demak pada Rabu sore, 3 April 2013.
Anis
bersama puluhan pengurus PKS memakai baju putih dan songkok hitam
melafalkan kalimat-kalimat tahlil di hadapan makan Sunan Kalijaga.
Kedatangan para pemimpin PKS itu teragenda sehingga disambut oleh para
pengurus MUI Demak dan Takmir Masjid Agung Demak…Anis
menyatakan, tahlilan dan ziarah ini bagian dari silaturahmi. "Intinya
silaturahmi dengan kiai dan juga melakukan ziarah makam. Soal
dukung-mendukung itu belakangan, nantilah," kata bekas Wakil Ketua DPR
tersebut)) Silahkan lihat (
http://www.tempo.co/read/news/2013/04/04/058471122/Tahlilan-PKS-Ingin-Gaet-Warga-NU)
Ketiga belas : PKS menganjurkan tidak memakai jilbab menjelang pemilu
((Jakarta
- Setelah dipandang sebagai pihak yang mengusulkan agar Bu Ani
Yudhoyono memakai jilbab, kini PKS justru menyarankan hal sebaliknya.
Ketua DPP PKS Zulkieflimansyah meminta Bu Ani tidak menutup auratnya
menjelang pemilu.
"Bu Ani jangan pakai jilbab menjelang pemilu.
Elektabilitas berpengaruh malah jadi blunder," katanya kepada wartawan
di Gedung DPR, Jumat (29/5/2009).
Pria yang akrab disapa Zul ini
mengatakan kalau partainya tidak pernah memaksa-maksa istri SBY itu
memakai jilbab. Dalam memakai jilbab tidak ada paksaan.
"Memakai
jilbab memang disarankan dalam agama Islam. Tentu saja tidak ada
paksaan. Apalagi Ibu Ani sebagai simbol negara," terangnya.
Peran Ibu
Ani dalam elektabilitas pasangan SBY-Boediono sangat penting. Alih-alih
mendapat kesan positif, elektabilitas SBY-Boediono bisa turun karena
Ibu Ani tiba-tiba berjilbab.
"Bagaimana kalau Bu Ani memakai
jilbab karena tekanan parpol kompetitor? Tentu saja bisa malah
menurunkan elektabilitas SBY," tandasnya.)), silahkan lihat di
(http://news.detik.com/read/2009/05/29/162605/1139440/700/pks-bu-ani-jangan-pakai-jilbab-jelang-pemilu)
Keempat belas : PKS telah ditinggalkan para pembesarnya
Silahkan lihat (
http://www.kompasislam.com/2013/06/09/kumpulan-mantan-tokoh-pks-dirikan-ldki/).
Tentu para pembesar PKS tersebut bukanlah orang sembarangan, akan
tetapi mereka juga adalah para pejuang dakwah. Namun dengan berat hati
mereka harus meninggalkan PKS yang merupakan hasil dari perjuangan
mereka. Hal ini tidak lain mereka lakukan karena banyaknya kemungkaran
dalam badan PKS dan bentuk keluar dari jalur yang seharusnya.
Dari
pemaparan di atas maka sungguh wajar jika mantan petinggi PKS
berkesimpulan agar PKS lebih baik dububarkan. Silahkan lihat (
http://www.gatra.com/fokus-berita/31545-mashadi-pilihan-terbaik-bubarkan-saja-pks.html)
Demi
Allah, tulisan di atas bukanlah ditulis karena hasad yang terdapat
dalam dada penulis kepada PKS, toh penulis bukanlah praktisi politik
yang harus menjadikan PKS sebagai saingan politk. Akan tetapi karena
penulis merasa berkewajiban untuk saling menegur diantara sesama muslim.
Penulis sama sekali tidak menerima pesanan dari parpol yang lain untuk
menjatuhkan PKS (sebagaimana yang dituduhkan), apalagi menerima dana
untuk menulis artikel ini (sebagaimana juga yang dituduhkan). Demikian
juga penulis menulis bukan sengaja menulis karena menjelang adanya
pemilu, karena penulis tidak pernah sengaja mengikuti kapan jadwal
pemilu. Hanya saja tiba-tiba hati penulis tersentak tatkala melihat PKS
yang bangga dan terharu tatkala para penyanyi gereja menyanyikan mars
PKS, sehingga akhirnya keluar tulisan yang "agak pedas" ini.
Kembalilah wahai para saudaraku kepada jalan dakwah yang benar…
Janganlah engkau terpedaya dengan banyaknya suara yang tidak berkualitas…
Janganlah
terbetik dalam hatimu, yang penting menang dulu, nanti syari'at Islam
ditegakan belakangan…, karena ini adalah suatu kemustahilan baik secara
dalil, maupun secara akal, maupun secara kenyataan.
- Secara dalil hal ini tidak pernah dinyatakan oleh syari'at
-
Secara akal, kalau anggota PKS adalah orang kafir, atau para artis,
para pemusik, para pejoget, maka bagaimana akan ditegakan syari'at Islam
dikemudian hari yang melarang musik, joget, dan dangdutan biduan
wanita?. Bagaimana mau ditegakan syari'at Islam kalau anggota dewan
(yang menentukan hokum) dari Non Muslim?. Bagaimana mau menegakan
syari'at Islam di kemudian hari jika sejak awal menyatakan bukan partai
Islam?.
- Secara kenyataan …hal ini belum pernah terjadi
dan tidak pernah dipraktekan oleh Ikhwanul Muslimin di dunia ini… yang
terjadi adalah huru hara !!
Penulis sama sekali tidak
menutup mata, apa lagi mengingkari adanya fatwa-fatwa ulama yang
membolehkan ikut dalam kancah politik atau membolehkan mencoblos dalam
pemilu, akan tetapi apakah kader PKS hanya mengambil hukum "bolehnya"
saja dan tidak bertanya kepada para ulama tersebut tentang "cara
berpolitik" PKS yang dipraktekan sekarang??
Jika antum wahai para
saudaraku tetap nekat untuk berjihad dalam dunia politik, maka
berjihadlah dengan jihad yang benar, dengan bangga ber "Islam", dengan
berusaha menerapkan syari'at Allah sejak awal, sedikit demi sedikit,
bukan sejak awal malah menunjukkan sikap "berlepas diri" dan
mengedepankan "pluralitas" dll??
Bagaimana Allah akan memberikan
kejayaan sementara hak Allah yang paling utama (ditauhidkan) tidak
pernah/jarang digubris??. Bahkan seakan-akan menjadi momok yang bisa
memecah belah ?!
PKS berwarna warni
Melihat banyaknya kemungkaran pada praktek PKS yang telah disebarkan
oleh media-media, dan ternyata tidak ada pengingkaran dari pihak PKS,
maka penulis melihat bahwa memang diantara strategi dakwah PKS untuk
memperbanyak suara adalah mengesankan kepada rakyat bahwa PKS telah
berubah, dan bukan lagi partai Islam militan, akan tetapi menjadi partai
yang terbuka. Bahkan PKS siap mengangkat caleg dari kalangan non
muslim. Karenanya PKS siap untuk berwarna warni agar bisa diterima oleh
berbagai macam komunitas, sebanyak mungkin. Ditambah lagi dengan
jargon-jargon kampanye legislatif yang lalu, seperti :
“Memangnya PKS Bisa Hijau, Kuning, Biru, dan Merah; Jika untuk Indonesia yang Lebih Baik, Mengapa Tidak ? (silahkan baca
http://abul-jauzaa.blogspot.com/2009/05/pks-memang-bukan-wahabi.html)
Karenanya
terjadilah kontradiksi dalam pernyataan-pernyataan PKS, sehingga
terkesan bermuka dua, demi untuk mencari dukungan suara.
-
PKS berkata : "Nanti negara kita dikuasai partai sekuler !!!" (sambil
mendeklarasikan sebagai "partai terbuka" untuk semua agama)
- PKS berkata : "Nanti negara kita dikuasai syiah !!!" (sambil mendukung pembelaan terhadap syiah di sampang)
-
PKS berkata : "Nanti negara kita dikuasai orang2 kafir!!! " (sambil
mengucapkan selamat hari raya kepada orang-orang kafir (natal, tahun
baru, imlek, dan lain-lain. Bahkan sebagian tokoh ikut merayakan hari
raya orang kafir; sambil merekrut orang-orang nasrani bahkan para
pendeta untuk sama-sama "berdakwah" di partai "dakwah"; sambil "terharu"
dan memuji setinggi langit tim paduan suara gereja, bahkan
menyebut-nyebut mereka dengan sebutan "saudara" saking "dekatnya")
-
PKS berkata : "Nanti negara kita dikuasai para koruptor, pencuri uang
rakyat !!!" (sambil tertuduh korupsi, meskipun pengakuan PKS bahwa
korupsi yang mereka lalukan adalah korupsi terendah dan tidak bisa
dibandingkan dengan korupsi partai-partai yang lain. Yang hal ini
menunjukkan bahwa PKS pada dasarnya menolak korupsi, dan ini merupakan
perkara yang kita banggakan dari PKS, meskipun kenyataannya sebagian
mereka terjebak dalam praktik korupsi)
- PKS berkata :
"Mari kita menghargai para wanita !!!" (sambil joget-joget para akhwat
atau ibu-ibu pendukung PKS), silahkan lihat
(http://www.globalmuslim.web.id/2013/02/cagub-aher-menari-gangnam-style-bersama.html)Kalau ada yang berkata : "Kenapa hanya PKS yang dibahas?"
Jawaban penulis :
- Karena PKS yang sangat diharapkan kebaikannya untuk kembali
-
PKS satu-satunya partai yang menggembar-gemborkan diri sebagai partai
dakwah yang memperjuangkan Islam. Karenanya para kader merasa mereka
sedang berjuang dalam jihad politik
Seandainya PKS tidak
menyatakan diri sebagai partai dakwah, tidak menyatakan sebagai pejuang
islam, akan tetapi murni partai mencari dunia, maka penulis sama sekali
tidak akan gubris.
Semoga bermafaat bagi penulis dan terkhususkan
bagi para saudaraku tercinta para kader PKS (yang banyak diantara
mereka adalah para ustadz). Penulis hanya kawatir para kader tidaklah
sedang memperjuangkan partai Islami tapi sedang memperjuangkan partai
Islami "Terbuka", alias sekuler !!
Tulisan : Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja Abidin
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 21-04-1435 H / 21-02-2014 M
Sumber : http://firanda.com/index.php/artikel/manhaj/646-pks-riwayatmu-kini